Kamis, 14 April 2022

Perbedaan Persepsi Nilai melalui Offline danOnline (skripsi tesis dan disertasi)

Store Pengalaman berbelanja yang dirasakan oleh konsumen tentu saja akan berbeda melalui online dan offline. Perilaku konsumen yang terus mengalami perubahan membuat e-commerce (pilihan berbelanja online) menjadi populer di kalangan masyarakat era digital ini. Pemasar yang menjual produknya melalui sistem online dipengaruhi oleh beberapa faktor untuk dapat mengukur dari aspek
 
 
16 pendapat, perasaan dan niat konsumen. Beberapa faktor tersebut meliputi efektivitas dan kemodernan belanja online, kenyamanan berbelanja, ketersediaan informasi, kemanan, kualitas layanan, kecepatan dalam penyerahan produk kepada konsumen, desain homepage, kebebasan memilih dan popularitas perusahaan (Suyani, 2013). Sedangkan menurut Broekhuizen dan Jager (2003) kekurangan yang ditimbulkan karena berbelanja online adalah 1) kurangnya kesempatan untuk memeriksa produk sebelum membeli; 2) kesulitan dalam mengembalikan barang yang rusak; dan 3) ketidakpercayaan karena sistem pengiriman barang. Persepsi nilai yang dirasakan oleh pembeli online dapat dirasakan lebih rendah karena adanya kekurangan dalam kualitas layanan sehingga memengaruhi niat perilaku pembelian dibandingkan dengan pembeli offline. Sedangkan perilaku konsumen yang memilih berbelanja melalui offline store karena keinginan mereka untuk dapat memeriksa produk secara langsung. Hak ini terjadi karena sebelumnya konsumen mencari informasi produk melalui online kemudian membeli produk melalui offline store (Lalwani, 2016). Harga produk menjadi sangat diprioritaskan oleh konsumen yang berbelanja di offline store karena mereka tidak ingin berkompromi pada faktor kualitas produk. Produk yang dapat dinilai secara visual melalui online dirasa tidak cukup untuk memenuhi nilai yang dirasakan konsumen pada produk yang ditawarkan pemasar. Mereka ingin melihat, menyentuh, dan mencoba produk melalui offline store sehingga keputusan pembelian dapat terjadi saat itu juga berdasarkan pengetahuan yang mereka dapatkan tanpa harus menunggu pengiriman secara online. Upaya yang dilakukan pemasar dalam mengoptimalkan profit selain dari penjualan online adalah penjualan melalui offline store. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan penjualan melalui dua tempat (online dan offline) menurut Chang (2016) adalah 1) menetapkan standar pengiriman, pengembalian dan pertukaran produk untuk memperkuat konsistensi sebuah proses pelayanan; 2) konsistensi informasi antara online dan offline (barang yang ditawarkan melalui offline store juga harus ditawarkan melalui online store dengan harga yang sama); 3) menyediakan produk yang dijual online store di offline store. Apabila tidak
 
 
17 terjadi transparansi antara informasi online dan offline, pemasar akan kehilangan nilai yang dirasakan oleh konsumen

Tidak ada komentar: