Kamis, 14 April 2022

Hubungan Perceived Value terhadap Repurchase Intention (skripsi tesis dan disertasi)

Terdapat konsep dalam perceived value pertama adalah hasil dari persepsi harapan konsumen (pre-purchase), evaluasi selama transaksi berlangsung (harapan dan realita yang diterima), dan penilaian setelah pemakaian (post-purchase). Repurchase intention menurut Ibzan et al (2016) merupakan perilaku aktual konsumen sehingga menghasilkan pembelian produk atau layanan yang sama lebih dari satu kali. Sebagian besar pembelian konsumen merupakan pembelian berulang yang potensial. Ketika seorang konsumen melakukan evaluasi terhadap produk atau jasa yang dikonsumsi, mereka cenderung utuk memberikan nilai lebih tinggi bagi diri mereka (perceived value). Untuk setiap produk yang menciptakan nilai pelanggan bergantung pada proposisi nilai yang ditawarkan oleh penjual. Jika nilai yang dirasakan pelanggan lebih besar daripada biaya yang dirasakan karena memiliki produk, pelanggan tetap akan selalu memiliki kecenderungan positif untuk membeli kembali (Ahmed, 2014). Hal ini juga didukung oleh penelitian Huang (2015) yang menunjukkan bahwa perceived value merupakan faktor penting bagi perbaikan niat beli kembali. Niat membeli kembali mengacu pada probabilitas subjektif bahwa konsumen akan terus menerus membeli produk dari penjual yang sama (Chiu, et al,2014). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar