Inflasi merupakan suatu masalah ekonomi yang sangat besar khususnya
bagi negara-negara berkembang. Sumber inflasi di negara berkembang berasal
dari beberapa faktor, seperti defisit anggaran belanja pemerintah yang kemudian
berdampak pada peningkatan jumlah uang beredar. Dilihat dari faktor-faktor
utama yang menyebabkan inflasi, inflasi dapat disebabkan dari sisi permintaan,
sisi penawaran dan ekspektasi, maupun gabungan dari ketiga faktor tersebut.
Adapun faktor-faktor tersebut dijelaskan dalam buku Kebanksentralan seri inflasi
(Suseno dan Siti Astiyah,2009:11-17) yaitu sebagai berikut :
a. Inflasi yang disebabkan faktor permintaan (Demand Pull Inflation)
Inflasi yang disebabkan oleh permintaan timbul karena adanya
pertambahan jumlah uang beredar dalam jangka pendek. Bertambahnya jumlah
uang beredar mengakibatkan suku bunga mengalami penurunan sehingga jumlah
konsumsi dan investasi meningkat secara keseluruhan. Dengan adanya
peningkatan permintaan maka secara otomatis mendorong peningkatan harga-
harga secara keseluruhan. Kejadian tersebut, disebut sebagai inflasi permintaan
atau demand pull inflation.
Pengertian inflasi permintaan dalam buku kebanksentralan seri inflasi
(Suseno dan Siti Astiyah,2009:13) Inflasi permintaan atau demand pull inflation
adalah inflasi yang timbul sebagai hasil interaksi antara permintaan dan
penawaran terhadap barang dan jasa domestik dalam jangka panjang. Tekanan
inflasi dari sisi permintaan akan timbul jika permintaan agregat berbeda dengan
penawaran agregat atau potensi output yang tersedia. Perbedaan antara permintaan
agregat dan penawaran agregat disebut output gap. Jika permintaan agregat lebih
besar dibandingkan penawaran agregat, maka tekanan terhadap inflasi akan
semakin besar, dan sebaliknya. Berdasarkan hal tersebut, output gap dapat
digunakan sebagai indikator untuk mengukur tekanan terhadap laju inflasi.
Namun, output gap hanya dapat digunakan dalam kondisi ekonomi yang nornal,
bukan pada keadaan ekonomi yang tidak baik seperti dalam keadaan ekonomi
pasca mengalami krisis moneter.
Penawaran agregat pada dasarnya merupakan total permintaan barang atau
jasa untuk keperluan konsumsi dan investasi dalam suatu perekonomian.
Sementara itu, secara umum penawaran agregat mencerminkan seluruh kapasitas
produksi yang dimiliki suatu perekonomian, dan dipengaruhi oleh faktor-faktor
produksi yang tersedia, teknologi dan produktivitas. Dengan kata lain, penawaran
agregat adalah seluruh potensi yang dimiliki oleh suatu perekonomian untuk dapat
memenuhi permintaan agregat.
b. Inflasi Penawaran atau cost push inflation/ supply shock inflation.
Inflasi penawaran adalah inflasi yang disebabkan faktor penawaran yang
memicu kenaikan harga penawaran atas suatu barang, termasuk barang-barang
yang harus diimpor, serta harga barang-barang yang dikendalikan oleh pemerintah
seperti kenaikan harga minyak dunia, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)
dan kenaikan tarif dasar listrik (TDL).
Inflasi penawaran disebabkan oleh adanya kenaikan biaya produksi secara
terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Adapun kenaikan biaya produksi
disebabkan oleh depresiasi atau turunnya nilai nata uang asing. Selain itu inflasi
ini disebabkan oleh faktor alam seperti kondisi cuaca yang tidak menentu yang
mengakibatkan gagalnya panen, faktor sosial ekonomi seperti adanya hambatan
dalam distribusi barang, maupun faktor-faktor yang timbul karena kebijakan
pemerintah seperti kebijakan tarif, pajak dan pembatasan impor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar