Kenaikan harga barang dan jasa secara keseluruhan dan terus-menerus
berdampak pada penurunan nilai mata uang suatu negara dan mengakibatkan daya
beli terhadap uang menjadi semakin lemah. Kemudian penurunan daya beli
tersebut berdampak negatif pada suatu perekonomian secara keseluruhan baik
pada individu, dunia usaha serta anggaran pendapatan dan belanja pemerintah.
Ketidakpastian besarnya laju inflasi menimbulkan beban signifikan yang
harus dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat pada umumnya. Laju inflasi yang
berfluktuasi dan tidak menentu akan mengakibatkan perubahan harga-harga
secara relatif pada tingkat harga secara umum, dan hal tersebut sangat berbahaya
karena dalam sistem ekonomi pasar, tingkat harga merupakan sinyal bagi rumah
tangga maupun bagi dunia usaha tentang keseimbangan alokasi sumber daya
ekonomi dalam suatu perekonomian.
Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di
suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal
yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan
ekonomi, defisit neraca pembayaran dan merosotnya tingkat kehidupan dan
kesejahteraan masyarakat.
Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif terhadap
perekonomian, tergantung pada tingkat inflasi yang terjadi. Adapun dampak
positif dan dampak negatif inflasi sebagaimana diposting pada blog (Divo, Husin
dan Setiawan) adalah :
a. Dampak positif dari inflasi
1. Bagi perekonomian
Jika tingkat inflasi ringan, akan membawa pengaruh positif dalam arti
dapat mendorong perekonomian yang lebih baik, yaitu meningkatkan
pendapatan nasional dan mendorong masyarakat untuk bekerja, menabung
dan berinvestasi.
2. Bagi pengusaha
Dampak inflasi terhadap penurunan nilai mata uang tidak akan merugikan
sebagian kelompok masyarakat yang memiliki penghasilan tidak tetap.
Contohnya seperti pengusaha, karena para pengusaha mendapatkan
penghasilan berdasarkan keuntungan.
3. Bagi debitur
Debitur akan merasa diuntungkan dengan adanya inflasi, karena pada saat
pembayaran utang kepada kreditur nilai uang lebih rendah dibandingkan
pada saat meminjam.
4. Bagi produsen
Bagi produsen, inflasi pun dapat menguntungkan jika pendapatan yang
diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi.
b. Dampak negatif dari inflasi
1. Bagi perekonomian
Pada masa hiperinflasi atau inflasi yang tidak terkendali, kondisi
perekonomian menjadi “lesu” dan sulit berkembang. Masyarakat tidak
bersemangat untuk bekerja, menurunkan minat masyarakat untuk
menabung dan berinvestasi karena nilai mata uang semakin menurun.
2. Bagi pegawai atau karyawan berpenghasilan tetap
Dampak inflasi terhadap penurunan nilai mata uang akan merugikan
kelompok masyarakat yang berpenghasilan tetap seperti pegawai negeri,
pegawai swasta dan kaum buruh, karena secara riil pendapatan mereka
akan menurun.
3. Bagi kreditur
Kreditur akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian utang
debitur lebih rendah dibandingkan pada saat peminjaman.
4. Bagi produsen
Bagi produsen inflasi yang tinggi sangat berpengaruh pada kenaikan
harga-harga kebutuhan produksi yang kemudian berpengaruh pada
meningkatnya biaya produksi.
5. Bagi pemerintah
Tingkat inflasi yang tinggi berdampak pada rencana pembangunan
pemerintah dan mengacaukan rencana anggaran pendapatan dan belanja
pemerintah (RAPBN/RAPBD).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar