Beberapa faktor yang berkaitan dengan hipertensi diantaranya adalah
penebalan dinding arteri, yang mengurangi ukuran lumen arteri, dan
penurunan elastisitas arteri serta faktor gaya hidup seperti merokok,
obesitas, konsumsi alkohol yang berlebihan, kurang berolah raga,
peningkatan kadar kolestrol darah, dan stres berkepanjangan (Kozier, 2010
dalam Parlindungan, 2016).
Tekanan darah tinggi terkadang disebabkan oleh sesuatu yang spesifik
misalnya, hipertensi sekunder biasanya timbul akibat penyakit lain (seperti
penyakit ginjal atau gangguan pada penyakit adrenal) atau akibat
penggunaan obat (seperti pil KB kombinasi atau steroid). Tekanan darah
tinggi juga dapat meningkat pada masa kehamilan (Palmer & Williams,
2007 dalam Suri, 2015).
Menurut Sutanto (2010) Hipertensi tidak hanya di disebabkan oleh
satu faktor penyebab yang spesifik saja, meskipun hal tersebut mungkin saja
terjadi. Berikut penyebab hipertensi lainnya akan dibahas lebih lanjut pada
uraian di bawah ini :
a. Genetika
Apabila riwayat hipertensi didapat pada kedua orangtua maka
dugaan hipertensi primer pada seseorang akan cukup besar. Hal ini
terjadi karena pewarisan sifat melalui gen. Pengaruh genetika ini
terjadi pula pada anak kembar yang lahir dari satu sel telur. Jika salah
satu dari anak kembar adalah penderita hipertensi maka akan dialami
juga oleh anak kembar yang lain.
b. Obesitas
Obesitas atau kegemukan juga merupakan salah satu faktor resiko
timbulnya hipertensi. Curah jantung dan sirkulasi volume darah
penderita hipertensi yang obesitas lebih tinggi dibandingkan penderita
hipertensi yang tidak mengalami obesitas. Walaupun belum diketahui
secara pasti hubungan antara hipertensi dan obesitas, namun terbukti
bahwa daya pompa jantung dan sirkulasi volume darah penderita
obesitas dengan hipertensi lebih tinggi dibandingkan penderita
hipertensi dengan berat badannya normal.
c. Stres Lingkungan
Kondisi stres menimbulkan respons sel-sel saraf yang
mengakibatkan kelainan pengeluaran atau pengangkutan natrium.
Hubungan antara stres dengan hipertensi diduga melalui aktifitas saraf
simpatis (saraf yang bekerja ketika beraktifitas) dapat meningkatkan
tekanan darah secara bertahap.
d. Jenis Kelamin
Bila ditinjau dari segi perbandingan antara laki-laki dan
perempuan, secara umum perempuan lebih banyak menderita
hipertensi dibandingkan laki-laki. Hipertensi berdasarkan genre ini
dapat pula dipengaruhi oleh faktor fisiologis. Wanita seringkali
mengadopsi perilaku tidak sehat seperti merokok dan pola makan
yang tidak seimbang sehingga menyebabkan kelebihan berat badan,
depresi, dan juga rendahnya status pekerjaan.
e. Usia
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ternyata angka
kejadian hipertensi meningkat dengan bertambahnya usia. Hilangnya
elastisitas jaringan dan arterisklerosis serta pelebaran pembuluh darah
adalah factor penyebab hipertensi pada usia tua. Berbagai penelitian
yang dilakukan di Indonesia menunjukan penduduk yang berusia
diatas 20 tahun sudah memiliki resiko menderita hipertensi.
f. Gaya Hidup Kurang Sehat
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya gangguan atau
kerusakan pada pembuluh darah ikut berperan terhadap menculnya
penyakit hipertensi. Faktor-faktor tersebut antara lain merokok,
asupan lemak jenuh dan tingginya kolesterol dalam darah.
g. Obat-Obatan
Obat pencegah kehamilan, steroid dan obat anti infeksi dapat
mengakibatkan tekanan darah. Beberapa jenis obat dapat menaikkan
kadar insulin. Kadar insulin yang tinggi dapat mengakibatkan tekanan
darah meningkat.
h. Akibat Penyakit Lain
Penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskuler maka sangat
berpotensi menderita hipertensi sekunder. Penyebabnya sudah cukup
jelas, antara lain ginjal yang tidak berfungsi, pemakaian kontasepsi
oral dan terganggunya keseimbangan hormon yang merupakan factor
pengatur tekanan darah dalam tubuh.
i. Kurang Gerak
Kurang gerak tentu memiliki efek buruk yang dapat memicu
terjadinya hipertensi, terutama bila gaya hidup pasif itu dimulai sejak
usia muda. Sebab, kurang gerak cenderung dapat meningkatkan risiko
penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah. Kondisi ini pada
akhirnya akan meningkatkan risiko darah tinggi. Karena itu sangat
dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin agar pembuluh
darahnya normal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar