Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi merupakan suatu
gangguan pembuluh darah sehingga mengakibatkan suplai oksigen dan
nutrisi terhambat untuk diedarkan dalam tubuh. Kondisi ini menyebabkan
tekanan darah di arteri meningkat dan jantung harus bekerja lebih keras
untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Bila hal ini berlangsung lama dan
menetap, maka timbullah gejala yang disebut dengan penyakit tekanan
darah tinggi (Vita, 2004).
Kondisi yang terjadi pada penderita hipertensi yaitu terjadinya
peningkatan terus menerus tekanan darah melebihi batas normal (tekanan
darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg).
Tekanan darah normal adalah 110/90 mmHg. Tekanan sistolik dewasa
16
berkisar diantara 90-140 dan tekanan diastolik berkisar diantara 60-90
mmHg. Hipertensi merupakan produk resistensi perifer dan kardiak
output (Devina, 2011 dalam Bradley, 2016). Tekanan darah lebih dari
180/100 mmHg beresiko untuk mengalami penyakit jantung koroner 5
kali lebih besar dibandingkan seseorang dengan tekanan darah kurang
dari 120/80 mmHg (Dwi, 2014).
Hipertensi dapat dikendalikan dengan meningkatkan latihan fisik
secara rutin. Maryam (2008) dalam Bradley (2016) menyatakan bahwa
olahraga yang dilakukan secara rutin dapat menghasilkan suatu respon
terhadap kardiovaskuler, yakni penurunan tekanan darah dan denyut nadi
istirahat secara bermakna. Latihan fisik akan memberikan efek akut pada
tubuh yang akan mempengaruhi sistem otot, sistem hormonal, sistem
peredaran darah, sistem pernafasan, sistem pencernaan, metabolisme,
serta sistem pembuangan ( Sebastianus, 2011 dalam Dwi, 2015 ).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar