Jumat, 01 Januari 2021

Sumber-sumber makna hidup (skripsi dan tesis)


Individu bisa menemukan makna dari hidupnya dengan merealisasikan
tiga nilai yang ada yaitu :
a) Nilai – nilai Daya Cipta atau Kreatif
Nilai- nilai kreatif dalam wujud kongkritnya muncul berupa pelaksanaan
aktivitas kerja menurut Frankl setiap bentuk pekerjaan dapat mengantarkan
individu kepada hidup (kehidupan diri dan sesama) yang didekati secara kreatif
dan dijalankan sebagai tindakan komitmen pribadi yang berakar pada keberadaan
totalnya. Nilai kreatif yang direalisasikan dalam bentuk aktivitas kerja
menghasilkan sumbangan bagi masyarakat. Komunitas atau masyarakat pada
gilirannya mengantarkan individu pada penemuan makna.
b) Nilai-nilai penghayatan
Menurut Bastaman (2007 ) hal ini meliputi meyakini dan menghayati
kebenaran, kebajikan, keindahan, keadilan, keimanan dan nilai – nilai yang
dianggap berharga.
c) Nilai-nilai sikap
Frankl menyebut nilai ketiga ini sebagai nilai yang paling tinggi, dengan
merealisasikan nilai bersikap ini berarti individu menunjukan keberanian dan
kemuliaan menghadapi penderitaanya. Frankl menekankan bahwa penderitaannya
itu memiliki makna pada dirinya ketika menderita karena sesuatu, individu
bergerak kedalam menjauhi sesuatu itu. Membentuk suatu jarak diantara
kepribadiannya dan sesuatu itu. Penderitaan menurut Frankl memiliki makna
ganda, membentuk karakter sekaligus membentuk kekuatan dan ketahanan diri.
Menurut Frankl, esensi suatu nilai bersikap terletak pada cara yang dengannya
seseorang secara ikhlas dan tawakal menyerahkan dirinya pada suatu keadaan
yang tidak bisa dihindarinya.
Frankl (2003) menyebutkan bahwa ada tiga sistem nilai yang merupakan
sumber makna hidup. Pertama, nilai-nilai daya cipta atau kreasi (creative values),
nilai ini intinya memberikan sesuatu yang berharga dan berguna pada kehidupan.
Terletak pada sikap dan cara kerja yang mencerminkan keterlibatan pribadi pada
pekerjaannya. Kedua, nilai-nilai penghayatan (experiental values), yaitu meyakini
dan menghayati kebenaran, kebijakan, keindahan, keadilan, keimanan dan nilai- nilai lain yang dianggap berharga. Dalam hal ini, cinta kasih merupakan nilai yang
penting untuk mengembangkan hidup bermakna.
Karena dalam hubungan sosial saling mengasihi, seseorang akan merasakan
hidupnya sarat dengan pengalaman penuh makna dan membahagiakan. Ketiga, adalah nilai-nilai sikap (attitudinal values), yaitu menerima dengan tabah dan
mengambil sikap yang tepat terhadap penderitaan yang tidak dapat dihindari lagi
setelah berbagai upaya dilakukan secara optimal, tetapi tidak berhasil
mengatasinya. Mengingat peristiwa tragis ini tidak dapat dielakkan lagi, maka
sikap menghadapi masalah perlu diubah. Dengan mengubah sikap, diharapkan
beban mental akibat musibah berkurang, bahkan mungkin saja dapat memberikan
pengalaman berharga bagi penderita, dalam bahasa sehari-hari disebut hikmah.
Maka, orang-orang yang bisa merealisasikan ketiga nilai dalam kondisi menderita
sekalipun, berarti telah membuka gerbang ke arah hidup bermakna.
Bastaman (2007) mengatakan makna hidup adalah hal-hal yang dipandang
penting, benar, berharga, dan didambakan, memberikan nilai khusus serta dapat
dijadikan tujuan hidup, yang memotivasi diri sendiri, dalam keadaan apapun,
untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat menurut sudut pandang
dirinya sendiri. Makna hidup ini bila berhasil dipenuhi akan menyebabkan
kehidupan seseorang dirasakan penting dan berharga yang pada gilirannya akan
menimbulkan penghayatan bahagia (Bastaman, 2007). Tetapi kekurangan makna
hidup bisa menjadi sebab maupun akibat kondisi depresi, baik dari kekurangan
makna maupun kondisi depresi yang bisa ditimbulkan oleh penyebab-penyebab
lain. Depresi yang dialami individu sebagai contoh menunjuk kepada situasi bila
individu menghadapi makna yang melimpah, tetapi individu tersebut tidak mampu
mengarahkan dirinya kepada makna-makna tertentu yang pasti, serta
ketidakmampuan individu untuk menyesuaikan diri dan mengatasi masalah- masalah personalnya secara efisien.
Sementara itu, individu yang kekurangan makna bisa tidak mengalami
depresi karena dia hanyut didalam arus pengalaman yang tidak terorganisasi.
Crumbaugh (1973) juga merancang kuantifikasi konsep makna hidup berdasarkan
pandangan Frankl tentang pengalaman dalam menemukan makna hidup, terdiri
dari tujuan hidup, kepuasan hidup, kebebasan berkehendak, sikap terhadap
kematian, pikiran tentang bunuh diri, dan kepantasan hidup

Tidak ada komentar: