Menurut Sadock dan Kaplan (2010) faktor penyebab kecemasan adalah:
a. Faktor Biologis
Kecemasan terjadi akibat dari reaksi saraf otonom yang berlebihan.
Sistem saraf otonom pada sejumlah pasien dengan gangguan
kecemasan, terutama mereka dengan gangguan panik, menunjukan
peningkatan tonus simpatik, beradaptasi terhadap stimulus berulang.
Dikatakan juga neurotransmiter utama yang terkait dengan kecemasan
berdasarkan studi hewan dan respon terhadap terapi obat adalah
norepinefrin dan serotonin. Teori umum mengenai peran norepinefrin
dalam gangguan kecemasan adalah bahwa pasien yang mengalami
kecemasan dapat memiliki system adrenergik yang diatur dengan
buruk dengan ledakan aktivitas yang kadang-kadang terjadi.
b. Faktor Psikologis
Tiga kelompok teori psikologis utama yaitu, teori psikoanalitik, teori
perilaku kognitif, dan teori eksistensial. Menurut teori psikoanalitik,
kecemasan dipandang sebagai akibat konflik psikis antara keingininan
tidak disadari yang bersifat seksual atau agresif dan ancaman terhadap
hal tersebut dari superego atau realitas eksternal. Sedangkan menurut
teori perilaku kognitif, kecemasan merupakan respon yang dipelajari
terhadap stimulus lingkungan spesifik. Dan menurut teori eksistensial,
teori ini memberikan model untuk gangguan kecemasan menyeluruh,
tanpa adanya stimulus spesifik yang dapat diidentifikasi untuk
perasaan cemas kronisnya. Konsep ini mengatakan bahwa orang
menyadari rasa kosong yang mendalam di dalam hidup mereka,
perasaan yang mungkin bahkan lebih membuat tidak nyaman daripada
penerimaan terhadap kematian yang tidak dapat dielakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar