Media sosial adalah salah satu produk dari kemunculan new media. Didalam
media sosial individu-individu maupun kelompok saling berinteraksi secara online
melalui jaringan internet. Semenjak kemunculannya, media sosial tidak hanya
digunakan oleh individu tetapi juga dimulai digunakana oleh organisasi atau
perusahaan-perusahaan besar maupun kecil untuk melakukan komunikasi dengan
publiknya. Lattimore dalam buku Public Relations Profesi dan Praktik
berpendapat bahwa:
Media sosial yang terkadang diidentifikasi dengan Web
2.0, merupakan istilah yang mengacu pada media baru
yang menggunakan teknologi dalam menciptakan
interaksi, partisipasi, dan kolaborasi terbuka dimana
setiap orang mempunyai kesempatan untuk menyuarakan
ide, pendapat, dan pengalaman mereka melalui media
30
online dalam bentuk kata-kata atau materi visual.
(2010:207)
Dari pendapat diatas, bahwa media sosial digunakan dengan cara
memanfaatkan teknologi dalam berkomunikasi. Teknologi yang dimaksud disini
adalah internet. Sifatnya yang terbuka membuat siapa saja bisa masuk di dalamnya.
Jika dikaitkan dengan kegiatan eksistensi diri di dalam dunia maya dalam
hal ini jejaring sosial, orang-orang dapat mengkomunikasikan apapun aktivitas
yang mereka lakukan sepanjang hari, karena di dalam media sosial siapa saja boleh
menuangkan idenya dalam bentuk tulilsan atau visual.
Lebih lanjut lagi Dave Evan
dalam bukunya yang berjudul Social Media Marketing One Hour a Day,
menjelaskan media sosial sebagai berikut:
Social media is the democratization of information,
transforming people from conten reader into content
publisher. Is is shift from broadcast mechanismto a many-tomany model, rootedin conversations between authors,
people, and peers. Social media uses the “wisdoms of
crowds” to connect information in a collaborative manner.
(media sosial ada demokratisasi informasi, mengubah
orang dari pembaca konten menjadi penerbit konten. Hal
ini adalah pergeseran dari mekanisme siaran menjadi
model banyak ke banyak saluran, yang berakar dari
percakapan antara penulis, orang dan rekan-rekan. Media
sosial menggunakan “konsep orang banyak” agar dapat
terhubung dengan informasi secara bersama-sama.
(2008:33)
Dari penjelasan diatas dapat kita ketahui bahwa kehadiran media sosial di istilahkan
sebagai bentuk demokratisasi informasi, orang yang terlibat di media sosial bukan
hanya berperan sebagai pembaca tapi juga penerbit konten. Perubahan salurannya
menjadi model banyak ke banyak, otomatis akan membuat informasi semakin cepat
tersebar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar