Ruslan dalam buku Manajemen Humas dan Manajemen Komunikasi :
Konsepsi dan Aplikasi memaparkan mengenai citra :
Citra adalah tujuan utama dan sekaligus merupakan reputasi
dan prestasi yang hendak dicapai bagi dunia hubungan
masyarakat atau Public Relations. Pengertian citra abstrak dan
tidak dapat diukur secara matematis, tetapi wujudnya bisda
dirasakan dari hasil penilaian baik atau buruk, seperti
penerimaan dan tanggapan baik positif maupun negatif yang
khususnya datang dari publik (khalayak sasaran) dan
masyarakat luas pada umumnya. (1998:62)
Ruslan dalam buku Manajemen Humas dan Manajemen Komunikasi :
Konsepsi dan Aplikasi selanjutnya juga menambahkan bahwa penilaian atau
tanggapan masyarakat tersebut dapat berkaitan dengan timbulnya rasa hormat.
Kesan-kesan yang baik dan menguntungkan terhadap suatu
citra lembaga/ organisasi atau produk barang dan jasa
pelayanannya yang diwakili oleh pihak Public Relations.
Biasanya landasan citra berakar dari nilai-nilai kepercayaan
yang konkretnya diberikan secara individual dan merupakan
pandangan atau persepsi serta terjadinya proses akumulasi
dari amanah amanah kepercayaan yang telah diberikan oleh
individu individu tersebut akan mengalami suatu proses cepat
atau lambat untuk membentuk suatu opini publik yang luas
dan abstrak, yaitu sering dinamakan citra (Image). (1998:62-63)
Jeffkins dalam bukunya yang berjudul Public Relations untuk bisnis
mengatakan bahwa Suatu citra perusahaan berbasis pada pengetahuan dan pengalaman seseorang. Pengalaman ini mungkin saja baik, buruk, atau tidak
membawa pengaruh apa pun. (1996:13)
Henslove dalam bukunya yang berjudul Public Relations The Basic of
Public Relations A Practical Guide mengatakan bahwa yang dimaksud dengan citra
adalah :
Kesan yang diperoleh menurut level pengetahuan dan
pengertian mengenai fakta (mengenai orang, produk, atau
situasi). Informasi yang kurang lengkap dan salah akan
memberikan citra yang buruk. Citra perusahaan adalah citra
sebuah organisasi, dimana terdiri dari banya faktor, seperti
sejarahnya, reputasinya, stabilitasnya dan kesuksesan
finansialnya. (2002:2)
Fill dalam bukunya Marketing Communication Context, Content, Strategies
mengatakan bahwa ada indikator-indikator yang dapat mengukur citra, tetapi beliau
menambahkan bahwa terdapat enam dimensi utama yang digunakan oleh orang-orang
dalam mengartikulasikan citra mereka terhadap organisasi. Adapun keenam dimensi
tersebut antara lain :
1. Dynamic (dinamis)
Dinamisme organisasi berkaitan dengan antusiasmenya,
dalam mengembangkan dan meluas jaringan serta
bisnisnya (Alder, 1991:441)
Dynamic mencakup beberapa hal yaitu :
Pioneering (mempelopori) : organisasi tersebut mendahului
pihak pihak yang lainnya dan menjadi yang berjalan lebih
depan dalam segala hal.
Attention-getting (menarik perhatian) : organisasi
menimbulkan minat publik untuk memperhatikannya.
Active (aktif) : organisasi berusaha aktif dalam berusaha.
Goal-orientated (berorientasi pada tujuan) : organisasi
berusaha untuk selalu mencapai tujuannya.
2. Cooperative (bekerjasama)
Cooperative diasumsikan melibatkan komunikasi dan kedua
belah pihak akan berusaha untuk saling membantu untuk
saling mengerti satu sama lain pula (Devito, 2005:85).
Cooperative meliputi beberapa hal seperti dibawah ini :
Friendly (bersahabat) : organisasi bersifat bersahabat
dengan publik.
Well-linked (disukai) : organisasi digemari dan mendapat
simpati publik.
Eager to please (berkeinginan untuk menyenangkan) :
organisasi selalu melakukan/ mengupayakan hal-hal yang
memuaskan tidak menimpulkan kekecewaan publik.
3. Bussiness (bisnis)
Bussiness berkaitan dengan pemecahan masalah (problem
solving) (Devito, 2005:200). Bussiness meliputi hal-hal
dibawah ini :
Wise (bijaksana) : organisasi menggunakan pengalaman
dan pengetahuannya dalam membuat dan memutuskan
sesuatu.
Shrewd (cerdik) : organisasi mengerti dan pandai mencari
akal yang tepat bahkan dalam hal menghadapi masalah.
Persuasive (mampu mempengaruhi) : Organisasi memiliki
kemampuan untuk mempengaruhi publik sesuai dengan
tujuan yang hendak dicapainya.
Well organized (terorganisir dengan baik) : organisasi
memiliki keteraturan dalam berbagai bagian-bagian di
dalamnya (merupakan kesatuan yang teratur)
4. Character (karakter)
Character meliputi persepsi audiens yang paling tidak
mencakup kejujuran dan kesatuan (Alder, 1991:440).
Organisasi harus menemukan jalan untuk berbicara
mengenai dirinya sendiri (tanpa melebih-lebihkan) meliputi
integritasnya. Character berkaitan dengan kualitas moral
(Devito, 2005:335).
Character meliputi beberapa hal
dibawah ini :
Ethical (layak/ beradab) : organisasi melakukan hal-hal
yang baik sepatutnya dan sopan serta berbudi bahasa yang
baik dalam menjalankan usahanya.
Reputable (mempunyai nama baik) : organisasi termasyur
atau memiliki nama yang baik di mata publik.
Respectable (terhormat) : organisasi memiliki penghargaan
(dihargai) dengan baik dimata publik.
5. Successful (keberhasilan), meliputi :
Financial performance (laporan keuangan) : bagaimana
laporan keuangan sebuah organisasi, apakah organisasi
memliki laporan keuangan yang bail (surplus ataukah
sebaliknya (minus)
Self-confidence (percaya diri) : organisasi mengakui dan
yakin akan kebenaran yang dimilikinya.
6. Withdrawn (penarikan)
Withdrawn melihat pencegahan terhadap situasi konflik dan
merupakan kecenderungan untuk menutup diri dari konflik
daripada mengungkapkannya secara luas (Devito, 2005:153)
withdrawn meliputi beberapa hal dibawah ini
Aloof (menyendiri) organisasi : tidak berkumpul dengan
organisasi-organisasi yang lain dan memencilkan diri dari
publik.
Secretive (menyimpan rahasia) : organisasi menyimpan halhal yang tersembunyi yang hanya diketahui oleh internal
organisasi ataupun sengaja menyembunyikan hal-hal
tertentu supaya tidak diketahui publik.
Cautious (berhati-hati) organisasi mengingat-ingat kejadian
dan memiliki pertimbangan dalam segala hal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar