Kemampuan diri memainkan peran yang penting dalam perilaku
dan kinerja individu (Coward dan Sackett, 1990). Kemampuan diri
merupakan bakat yang dimiliki seseorang untuk melakukan tugas fisik
atau mental sedangkan keterampilan merupakan bakat yang dimiliki
seseorang dan dapat dipelajari dalam melaksanakan sebuah tugas
(Ivancevich et al., 2007). Kemampuan yang dimiliki seseorang pada
umumnya stabil selama beberapa kurun waktu tertentu, namun
keterampilan berubah seiring dengan pelatihan dan pengalaman seseorang.
Menurut Robbins dan Judge (2008), kemampuan diri merupakan
kapasitas individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan.
Umumnya kapasitas individu dipengaruhi kontribusi pengetahuan
(knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude) yang tertanam
didalam pikiran seseorang yang berasal dari diri sendiri, orang tua, guru
dan lingkungan. Sedangkan menurut Gibson et al (2009) mendefinisikan
kemampuan diri sebagai potensi yang dimiliki untuk melaksanakan
pekerjaan sedangkan kemampuan adalah sifat yang dibawa sejak lahir dan
mampu dipelajari. Kemampuan merupakan kapasitas individu untuk
melakukan beragam tugas pekerjaan. Kemampuan diri adalah sebuah
penilaian terkini atas apa yang dapat dilakukan seseorang (Ivancevich et
al., 2007).
Cascio (2006) mengemukakan bahwa kemampuan, intelegensi
emosi, dan tacit knowledge dapat membantu membedakan seseorang
karyawan yang berkinerja tinggi dengan karyawan yang berkinerja
rendah. Kemampuan merujuk pada tingkat kecerdasan seseorang dan
dapat dibagi kedalam subkategori seperti kelancaran dan pemahaman
verbal, alasan induktif dan deduktif, memori asosiatif, dan orientasi
spasial (Cascio, 2006). Kecerdasan emosional merujuk pada kemampuan
seseorang untuk menyadari sebuah perasaan, mengelola emosi,
memotivasi diri sendiri, mengekspresikan empati, dan mengelola sebuah
hubungan dengan orang lain (Coleman, 1998).
Setiap individu memiliki bentuk kemampuan yang berbeda, dan
kemampuan individu pada dasarnya terdiri atas dua kelompok yaitu
kemampuan intelektual dan kemampuan fisik. Kemampuan intelektual menurut Robbins (2009) merupakan kemampuan yang dibutuhkan
seseorang untuk melakukan berbagai aktivitas, berpikir, menalar, dan
memecahkan masalah. Sebagai contoh adalah tes intelligence quotient
(IQ) dirancang untuk memastikan bahwa kemampuan intelektual umum
seseorang. Sedangkan kemampuan fisik adalah kemampuan yang
diperlukan untuk melaksanakan tugas yang menuntut stamina,
ketrampilan, kekuatan, dan karakteristik sejenis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar