Selasa, 19 Agustus 2014

Pengolahan Data Statistik "Structural Equation Modeling (SEM)" (2)

Seperti telah dijelaskan pada bab 1 bahwa pada dasarnya model persamaan structural terdiri dari 2 bagian yaitu :(a)bagian pengukuran yang menghubungkan observed variabel dengan latent variabel lewat confirmatory faktor model dan (b) bagian struktur yang menghubungkan antar latent variabel lewat persamaan regresi simultan.Bab ini akan membahas pengertian dasar observed variabel,latent variabel dan bagaimana membangun persamaan strukturalnya.

Observed Variabel (Manifest)dan Unobserved Variabel (latent)
Variabel penelitian adalah konsep abstrak yang dapat diukur.Konsep abstrak itu antara lain kepuasan kerja,komitmen,motivasi.Konsep abstrak yang langsung dapat diukur disebut observed variabel atau manifest.Sebagai contoh: inflasi dapat langsung diukur dengan indek angka konsumen,kinerja perusahaan dapat diukur langsung dengan laba atau ROA.Namun demikian ada konsep abstrak yang tidak dapat diukur langsung atau unobserved variabel (sering juga disebut latent atau konstruk)sebagai missal kepuasan kerja.Variabel ini diukur dengan seperangkat pertanyaan yang intinya mengukur seberapa puas seseorang terhadap pekerjaanya.Responden diminta untuk menjawab pertanyaan (sering disebut indicator atau manifest)dengan tipe jawaban skala Likert yaitu dengan 5 katagori jawaban sangat tidak setuju,tidak setuju,netral,setuju,dan sangat setuju.Didalam konvensi SEM variabel observed digambarkan dengan kotak dan latent variabel digambarkan dengan bulat oval atau elips.


 Model persamaan structural ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan metode statistic multivariate yang lain karena dalam laten variabel dimasukkan kesalahan pengukuran dalam model.Dalam teori statistic dijelaskan bahwa koefisien regresi sesunguhnya terdiri dari dua elemen yaitu “true” atau koefisien structural antara variabel dependen dan independen dan yang kedua adalah realibilitas dari variabel predictor.  Realibilitas adalah tingkat dimana variabel independen dianggap bebas dari kesalahan (error free).jadi dalam metode statistic multivariate dianggap bahwa tidak ada kesalahan dalam pengukuran variabel.Namun demikian dalam teori kita tahu bahwa tidak mungkin mengukur konsep secara sempurna pasti selalu ada kesalahan pengukuran.sebagai misal jika ditanyakan secara langsung terhadap responden berapa income mereka maka kita tahu ada responden yang menjawab benar karena jujur ,tetapi ada yang menaikkan(overstate)dan ada yang menurunkan (under state)sehingga jawabannya ada kesalahan pengukuran.Perhatikan pada gambar di atas ,konstruk latent kepuasan kerja diukur dengan indicator x1 dengan kesalahan pengukuran error (e1)

Konvensi dan Penulisan dan Pengambaran Variabel
Dalam model persamaan structural,variabel kunci yang menjadi perhatian adala variabel latent atau latent construct yaitu konsep abstrak psikologi seperti sikap,intelegence.Kita dapat mengamati perilaku variabel laten secara tidak langsung dan tidak sempurna yaitu melalui pengaruhnya terhadap inikator atau variabel manifest.
Konstruk Laten
Ada dua jenis laten variabel yaitu laten variabel exogen(independen) dan endogen (dependen).Konstruk exogen digambarkan dalam huruf Greek dengan karakter “ksi” (      ) dan konstruk endogen dengan simbul karakter “eta” (    ).Kedua jenis konstruk ini dibedakan atas dasar apakah mereka berkedudukan sebagai variabel dependen atau bukan dependen di dalam suatu model persamaan .Konstruk eksogen adalah variabel independen,sedangkan konstruk endogen  adalah semua variabel dependen.Dalam bentuk grafis kontruk endogen menjadi target paling tidak satu anak panah
(------------------à )   atau hubungan regresi,sedangkan konstruk eksogen menjadi target garis dengan dua anak panah ( <------------------ span="">à) atau hubungan menjadi korelasi/kovarian.
                                                                                                       
Model  Struktural
Di dalam SEM,model structural meliputi hubungan antara konstruk laten dan hubungan ini dianggap linear,walaupun pengembangan lebih lanjut memungkinkan memasukkan persamaan non linear,Secara grafis garis dengan satu kepala anak panah mengambarkan hubungan regresi dan garis dengan dua kepala anak panah menggambarkan hubungan korelasi atau kovarian.
Parameter yang menggambarkan hubungan regresi antar konstruk laten pada umumnya ditulis dalam Greek “gamma” (       ) untuk regresi “beta” ( β32) untuk regresi satu konstruk endogen ke konstruk endogen lainnya,Kontruk eksogen di dalam SEM dapat dikorelasikan atau dikovarite satu sama lain dan parameter yang menghubungkan korelasi ini  ditulis dalam karakter Greek “phi” (      )yang menggambarkan kovarian atau korelasi.

Kesalahan Struktural  (Structural Error)
Peneliti umumnya tahu bahwa tidak mungkin memprediksi secara sempurna (perfect) konstruk dependen,oleh karena itu model SEM memasukkan structural error term yang ditulis dalam karakter Greek “zeta” (         ).Untuk mencapai konsistensi estimasi parameter,error term ini diasumsikan tidak berkorelasi dengan konstruk eksogen dalam model.Namun demikian  structural  error term dapat dikorelasikan dengan struktur error trem yang lain dalam model.
Variabel Manifet atau Indikator
Penenliti  SEM menggunakan variabel manifest atau indicator  untuk membentuk kontruk laten.Variabel manifest ini diwujudkan dalam pertanyaan skala Likert.Variabel manifest  untuk membentuk konstruk laten eksogen diberi simbul  X1  sedangkan variabel manifest yang membentuk konstruk laten endogen diberi simbul  Y2

Model Pengukuran (Measurement Model)
Pengguna SEM mengakui  bahwa pengukuran mereka tidak sempurna dan hal ini dimasukkan dalam model.Jadi model persamman structural memasukkan kesalahan pengukuran dalam modeling.Dalam kaitannya dengan faktor  analytic measurement model,kesalahan pengukuran yang berhubungan dengan pengukuran X diberi label karakter Greek “delta” ( δ1) sedangkan kesalahan pengukuran yang dihubungkan dengan pengukuran Y diberi simbul karakter Greek “epsilon” (ε 3 ).
Model Struktural dengan Variabel Observed (Analisis Jalur atau Path Analysis)
Anilis Jalur merupakan regresi simultan dengan Variabel observed atau terukur secara langsung seperti income ,Gaji,Pendidikan ,Saving,
Berikut ini contoh model structural analisis jalur dengan notasi Lisrel.


Penjelasan Gambar
1.        Terdapat dua variabel exogen yaitu ξ 1 dan ξ 2 dan dua variabel endogen yaitu η 1 dan η 2
2.        Antar variabel exogen harus dikovariankan dengan saling menghubungkan kedua variabel ini dengan dua anak panah (hubungan kovarian atau korelasi)dengan simbul phi (     )
3.        Semua variabel endogen harus diberi error atau nila residual regression dengan symbol zeta (      )
4.        Koefisien regresi antara variabel exogendengan variabel endogen diberi symbol gama (  y ) dengan cara member notasi dari variabel endogen ke exogen :
Dari ξ 1 ke η 1 =y 1.1
Dari ξ 2 ke η 2 = y 1.2
Dari ξ 1 ke η 2 = y 2.1
Dari ξ 2 ke η 2 = y 2.2
5.                  Koefisien regresi antara variabel endogen dengan lainnya diberi symbol beta ( β )dengan cara memberi notasi sebagai berikut:
Dari η 1 ke  η 2 = β2.1
6   Gambar model  Analisis Jalur di atas dapat ditulis dengan persamaan matematis sebagai berikut :
 η1 = y 1. 1  1 +y 1.2  2+  1……………………………………………………..(2.1)
η2  =y 2.1   1  + y 2.2  2 + 1η1 +  2…………………………………………….(2.2)
Model strukturat dengan Variabel Laten
Model  strukturat dengan Variabel laten terdiri dari dua bagian yaitu bagian model pengukuran (measurement model)  yaitu hubungan dari indicator ke variabel laten dan model structural yaitu hubungan dari indicator ke variabel laten dan model structural yaitu hubungan antara variabel laten.


                                                                                        
Penjelasan gambar
1.        Terdapat dua variabel exogen laten yaitu ξ 1 (ksi 1) dan ξ 2 ( ksi 2) masing-masing variabel in diukur dengan indicator atau manifest.Simbul manifest untuk variabel exigent adalah X dan nilai errornya disebut delta ( δ)
2.        Terdapat dua variabel endogen laten yaitu η 1 (eta 1) dan η2 (eta2) masing-masing variabelini dapt diukur dengan indikatornya atau manifest.Simbul manifest untuk variabel endogen adalah Y dan nilai errornya disebut epsilon (ε)
3.        Antar variabel laten exogen harus dikovariankan dengan saling menghubungkan kedua variabel laten ini dengan dua anak panah (hubungan kovarian atau korelasi) dengan symbol phi(    ).
4.        Semua variabel laten endogen harus diberi error atau nilai residual regression dengan symbol zeta (   ).
5.        Koefisiensi regresi  antar variabel laten exogen dengan variabel laten endogen diberi symbol gama (y) dengan cara memberi notasi dari variabel laten endogen ke variabel laten exogen:
Dari ξ1 ke η 2 =y1.1
Dari ξ2 ke η 1 = y1.2
Dari ξ1 ke η 2 = y 2.1
Dari ξ 2 ke η 2 =y2.2
6.        Koefisien regresi antara variabel laten endogen dengan variabel laten endogen lainnya diberi symbol beta (β) dengan member notasi sebagai berikut:
Dari η1 ke η2 =β2.1
7.        Ada dua model pengukuran (measurement model)yaitu model pengukuran variabel laten exogen dan model pengukuran variabel laten endogen.Model pengukuran adalah hubungan indicator atau manifest degan konstruk latinnya.Berdasarkan gambar 2.3 di atas terdapat dua model pengukuran variabel laten exogen ξ1 danξ2,serta dua model pengukuran variabel laten endogen η1 dan η2.Nilai faktor loading dari indicator ke konstruk laten disebut lambda (λ).Berikut ini cara menuliskan persamaan matematik model pengukuran:
Varibel Laten     1                                Variabel laten     2
X1= λ1.1   1+δ1                                    X4=λ4.2   2+δ4
X2=λ2.1    1+δ2                                    X5=λ5.2   2+δ5
X3=λ3.1    1+δ3                                    X6=λ6.2    2+δ6
Variabel Laten η1                                Variabel Laten η2
Y1=λ1.1   η1+ε1                                    Y4=λ4.2 η2+ε4
Y2=λ2.1   η1+ε2                                    Y5=λ5.2 η2+ε5
Y3=λ3.1   η1+ε3                                    Y6=λ6.2 η2+ε6
8.        Model persamaan structural adalah model hubungan antar variabel laten dengan persamaan sebagai berikut:
η1=y1.1    1+y1.2    2+  1…………………………………………..(2.3)
η2=y2.1    1+ y2.2     2+β2.1η1+   2……………………………(2.4)
       


      
             



Pengolahan Data Statistik "Structural Equation Modeling (SEM)" (1)

Structural equation modeling(SEM)merupakan gabungan dari dua metode statistic yang terpisah yaitu analisis faktor(factor analysis)yang dikembangkan di ilmu psikologi dan psikometri serta persamaan simultan (simultaneous equation modeling)yang dikembangkan di ekonometrika.
Analisis faktor pertama kali diperkenalkan oleh Galton(1869) dan Pearson (Pearson dan Lee,1904).Penelitian Spearman (1904)merupakan pengembangan model analisis faktor umum.Dalam penelitiannya berkaitan dengan struktur kemampuan mental,Spearman menyatakan bahwa uji interkorelasi antar kemampuan mental dapat menentukan faktor kemampuan umum dan faktor-faktor kemampuan khusus.Penelitian ini menghasilkan persamaan structural dalam bentuk sebagai berikut:
ρij=λiλj………………………………………………………………………………………(1.1)
Dimana ρij merupakan korelasi populasi antara skor tes I dan tes j sedangkan λi dan λj merupakan penimbang (loading)yangberhubungan dengan tes I dan tes j pada faktor umum.
Penelitian Spearman dan lainnya (Thomson,1956; Vernon,1961)terkenal dengan British school of faktor analysis.Namun demikian tahun 1930an perhatian bergeser pada penelitian L.L Thurstone dan kawan-kawan di University of Chicago.
Menurut Thurstone sebetulnya tidak hanya da satu faktor umum kemampuan yang diikuti dengan faktor khusus seperti dipostulatkan oleh Spearman,tetapi ada beberapa kelompok faktor umum yang disebut  primary mental abilities.
Pada tahun 1950-an dan 1960-an analisis faktor mendapatkan popularitas di kalangan para peneliti dan dikembangkan lebih lanjut oleh beberapa peneliti seperti Joreskog(1976) dan Joreskog dan Lawley(1971)yangmengunakan pendekatan atas adasar maksimum likelihood(ML).pedekatan maksimum likelihoodini memungkinkan para peneliti menguji hipotesis bahwa ada sejumlah faktor yang dapat menggambarkan interkorelasi antar variabel.Dengan konsep meminimumkan fungsi maksimum likelihood maka didapatkan likelihood ratio chi-square test  untuk menguji hipotesis bahwa model yang dihipotesiskan cocok atau sesuai dengan (fit) dengan data.Pengembangan lebih lanjut menghasilkan metodologi analisis konfirmatori faktor (Confirmatory faktor analysis) yang memungkinkan pengujian hipotesis berkaitan dengan jumlah faktor dan pola loadingnya.Analisis faktor yang bersifat eksploratori dan komfirmatori sampai saat ini merupakan metodologi analisis kuantitatif yang popular di bidang ilmu penelitian ilmu social.
Model persamaan structural merupakan gabungan dari analisis faktor dan analisis jalur (path analysis) menjadi satu metode statistic komprehensif.Analisis jalur sebagai cikal bakal persamaan structural bermula dari penelitian Sewwl Wright(1918,1921,1934,1960) di bidang biometrika.Kontribusi utama Wright adalah mampu menunjukkan bahwa korelasi antar variabel dapat dihubungkan dengan parimeter dari suatu model yang digambarkan dengan diagram jalur (path diagram ).Wright juga menyatakan bahwa model persamaan yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengestimasi pengaruh langsung,pengaruh tidak langsung dan pengaruh total.Aplikasi pertama kali dari analisis jalur oleh Wright secara statistic ekivalen dengan analisis faktor yang dikembangkan oleh Spearman.
Perkembangan lebih lanjut terjadi di bidang ekonometrika yang menggambarkan model matematik dari suatu fenomena ekonomi.Ekonometrika yang relevan dengan model structural dikembangkan oleh Haavelmo (1943) yang mengembangkan model interdependen antar variabel ekonomi dengan menggunakan system persamaan simultan sebagai berikut:
y=By + Ѓx +        ………………………………………………………………………..(1.2)
Dimana y adalah vector variabel endogenous(dependen),x adalah faktor variabel exogenous(independen),      adalah vector gangguan (error disturbance),sedangkan B dan Ѓ merupakan koefisien matrik.Persamaan ini merupakan inovasi di bidang ekonomaterik modeling.Pengembangan lebih lanjut dari persamaan ssimultan ini merupakan agenda dari Cowles Commission for research in economic yang berkumpul di University of Chicago tahun 1945.Kelompok ini mengembangkan persamaan simultan dengan metode estimasi maksimum likelihood.
Model persamaan structural yang akan dibahas dalam buku ini merupakan kombinasi dari kedua metode yang telah dibahas di atas yaitu model persamaan simultan diantaranya variabel latent.Pengabungan kedua metodologi ini ke dalam kerangka analisis yang koheren didasarkan atas sumbangan Joreskog (1973),Keesling (1972),dan Wiley (1973).Seperti yang dinyatakan oleh Joreskog (1973) model persamaan structural umum terdiri dari dua bagian : (a) bagian pengukuran,yang menghubungkan observed variabel ke latent variabel melalui model konfirmatori faktor,(b) bagian stuktural,yang menghubungkan antar latent variabel melelui system persamaan simultan.Estimasi terhadap parameter model menggunakan estimasi maksimum likelihood.Dalam hal tidak terdapat kesalahan pengukuran didalam observed variabel,maka model tersebut menjadi model persamaan simultan yang dikembangkan di ekonometrika.lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 1 di bawah ini.

  
Gambar 1
MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL
Lima variabel yaitu partisipasi anggaran,locus of control,motivasi,komitmen organisasi dan kinerja manajerial semuanya adalah variabel latent atau konstruk yaitu variabel yang tidak dapat diukur secara langsung (unobserved).Dari persamaan structural ini ada dua variabel exogen (independent) yaitu partisipasi anggaran dan locus of control.Disebut exogen variabel karena variabel ini tidak dipengaruhi oleh variabel anteseden(sebelumnya),Ketiga variabel lainya yaitu motivasi ,komitmen organisasi dan kinerja manajerial  merupakan endogen (dependen) variabel karena variabel ini dipengaruhi oleh variabel sebelumnya.
 Terdapat dua variabel endogen yang memiliki variabel anteseden (variabel sebelumnya)dan variabel konsekuen (variabel sesudahnya)yaitu variabel motivasi dan komitmen organisasi.Variabel ini disebut variabel intervening atau variabel mediating.
Keberadaan variabel latent diukur oleh indicator-indikator atau variabel manifest.(pertanyaan dalam skala likert).Misalkan variabel latent partisipasi anggaran diukur oleh 3 indikator x1,x2,dan x3 dengan kesalahan pengukuran (error) masing-masing d1,d2,dan d3 pengujiannya dilakukan dengan confirmatory analysis factor.Secara persamaan matematik dapat ditulis:
PA= λnXn + δn……………………………………………………………………………………….(1.3)
Sedangkan persamaan structural digambarkan oleh hubungan  antar variabel latent yang ditandai dengan garis dengan garis satu anak panah yang menghubungkan kausalitas (regresi) dan garis dengan dua anak panah yang menggambarkan hubungan korelasi atau kovarian.
Dalam praktek pendekatan konvensional model persamaaan structural di dalam penelitian social maupun perilaku dapat dilihat pada gambar 2 berikut:
Gambar 2
Diagram Langkah Pendekatan Model Persamaan Struktural



 Pertama bila ada teorinya, maka teori harus diungkapkan lebih dahulu.Persamaan structural yang digambarkan oleh diagram jalur dipandang sebagai resprensentasi dari teori.Jadi hubungan antar variabel latent yang diwujudkan dalam diagram jalur merupakan perwujudan dari teori.Kemudian dapatkan sampel dan pengukurannya,setelah itu lakukan estimasi terhadap parameter model.Pada tahap ini pengukuran model dapat di estimasi lebih dahulu dan diikuti dengan model stuktural atau full model .Kemudian lakukan penilaian goodness fit dari model dan bila mana perlu diikuti dengan modifikasi model.Jika model telah memenuhi criteria fit,maka dilakukan diskusi atau pembahasan hasil.

Sabtu, 16 Agustus 2014

Skripsi Hubungan Internasional "Resolusi Konflik"

Secara empirik, resolusi konflik dilakukan dalam empat tahap :
a (1) Tahap pertama, masih didominasi oleh strategi militer yang berupaya untuk mengendalikan kekerasan bersenjata yang terjadi.Di tahap pertama, konflik yang terjadi masih diwarnai oleh pertikaian bersenjata yang memakan korban jiwa sehingga pengusung resolusi konflik berupaya untuk menemukan waktu yang tepat untuk memulai (entry point) proses resolusi konflik.   Tahap ini masih berurusan dengan adanya konflik bersenjata sehingga proses resolusi konflik terpaksa harus bergandengan tangan dengan orientasi-orientasi militer. Proses resolusi konflik dapat dimulai jika mulai didapat indikasi bahwa pihak-pihak yang bertikai akan menurunkan tingkat eskalasi konflik
 (2) Tahap kedua, memiliki orientasi politik yang bertujuan untuk memulai proses-proses re-integrasi elit politik dari kelompok-kelompok yang bertikai.Ketika de-eskalasi konflik sudah terjadi, maka Tahap kedua proses resolusi konflik dapat dimulai bersamaan dengan penerapan intervensi kemanusiaan untuk meringankan beban penderitaan korban-korban konflik. Intervensi kemanusiaan ini dilakukan dengan menerapkan prinsip mid-war operations. Prinsip ini yang merupakan salah satu perubahan dasar dari intervensi kemanusiaan di dekade 90-an– mengharuskan intervensi kemanusiaan untuk tidak lagi bergerak di lingkungan pinggiran konflik bersenjata tetapi harus bisa mendekati titik sentral peperangan.
(3) Tahap ketiga, tujuannya lebih mengarah ke nuansa sosial dan berupaya untuk menerapkan ”problem-solving approach”. Tahap ini diarahkan menciptakan suatu kondisi yang kondusif bagi pihak-pihak antagonis untuk melakukan transformasi suatu konflik yang spesifik ke arah resolusi[6]. Transformasi konflik dapat dikatakan berhasil jika dua kelompok yang bertikai dapat mencapai pemahaman timbal-balik (mutual understanding) tentang cara untuk mengeskplorasi alternatif-alternatif penyelesaian konflik yang dapat langsung dikerjakan oleh masing-masing komunitas. Alternatif-alternatif solusi konflik tersebut dapat digali jika ada suatu institusi resolusi konflik yang berupaya untuk menemukan sebab-sebab fundamental dari suatu konflik.
d(4) Tahap terakhir, memiliki nuansa kultural yang kental karena tahap ini bertujuan untuk melakukan perombakan-perombakan struktur sosial dan budaya yang dapat mengarah kepada pembentukan komunitas perdamaian yang langgeng. Tahap keempat ini disebut juga sebagai peace-building yang meliputi tahap transisi, tahap rekonsiliasi dan tahap konsolidasi. Tahap ini merupakan tahapan terberat dan akan memakan waktu paling lama karena memiliki orientasi struktural dan kultural.




Skripsi Hubungan Internasional "Bentuk Organisasi Internasional"

Pada dasarnya konsep organisasi Internasional itu sendiri dikategorikan menjadi dua bagian, yaitu:
1)  Inter-Governmental Organizations/IGO (Organisasi antar pemerintah); anggotanya merupakan delegasi resmi pemerintah dari suatu negara-negara di dunia. Contoh: PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan WTO (World Trade Organization).
2)  Non-Governmental Organizations/NGO (Organisasi non pemerintah); merupakan kelompok-kelompok swasta di bidang ekonomi, kebudayaan, lingkungan hidup dan sebagainya. Contoh: WWF (World Wildlife Fund), World Vision, Care International, dan sebagainya.



Skripsi Hubungan Internasional "Pengertian Organisasi Internasional"

Organisasi internasional menurut Clive Archer: “can be defined as a formal continuous structure established by agreement between members (governmental or non-governmental) from two or more sovereign states with the aim of pursuing the common interest of the membership”. Archer mengatakan bahwa organisasi internasional dapat didefinisikan sebagai struktur formal berkelanjutan yang dibentuk berdasarkan perjanjian/kesepakatan antara anggota-anggotanya yang melibatkan dua atau lebih negara-negara berdaulat dengan tujuan untuk mencapai kepentingan yang sama.[1]
Sementara itu Michael Hass mendefinisikan organisasi internasional dalam dua pengertian, yaitu: (i) sebagai suatu lembaga atau struktur yang mempunyai serangkaian aturan, anggota, jadwal, tempat dan waktu pertemuan; (ii) organisasi internasional merupakan pengaturan bagian-bagian menjadi satu kesatuan yang utuh dimana tidak ada aspek non-lembaga dalam istilah organisasi internasional ini.[2]


[1] Clive Archer, International Organization, George Allen and Unwin Publisher London. 1983. Hal 35.
[2] Michael Hass dalam James N.Rosenau, International Politics and Foreign Policy: A Reader in
Research and Theory, New York: The Free Pers, 1969, hal 131.

Skripsi Hubungan Internasional "Fase Politik Luar Negeri"

Menurut James N. Rosenou, terdapat tiga fase sebelum politik luar negeri suatu negara terbentuk, masing-masing berupa suatu peringkat susunan yang menghubungkan negara mereka dengan kejadian dan situasi eksternal.[1]
1.      Sebagai Cluster of Orientation (orientasi umum)
Berupa pandangan bagi para pengambil keputusan untuk menghadapi kondisi eksternal yang menuntut pembuatan keputusan berdasarkan kondisi tersebut. Politik luar negeri juga dianggap sebagai orientasi umum yang mendasari tindakan negara dalam dunia internasional. Orientasi disini mencakup sikap-sikap, persepsi-persepsi, dan nilai-nilai
2.      Sebagai Set of Commitments and Plans for Actions (perangkat komitmen/ rencana tindakan)
Berupa rencana dan komitmen konkrit yang dikembangkan oleh para pengambil keputusan untuk mempertahankan situasi di luar negeri yang sesuai dengan orientasi mereka
3.      Sebagai a form of behaviour (tindakan)
Merupakan fase empiris, yaitu: langkah-langkah konkrit yang diambil oleh para pejabat yang berhubungan dengan kejadian dan situasi luar negeri langkah tersebut adalah penerjemahan dari orientasi umum, pengembangan serta artikulasi dari sasaran dan komitmen yang bersifat spesifik. Dipandang dari urutan di atas maka fase ini disebut sebagai perilaku eksternal negara



[1] James N. Rosenou, International Politic and Foreign Policy: A Reader In Research And Theory, The free press, London, 1969, hal. 44-46

Skripsi Hubungan Internasional "Tahapan Perjanjian Internasional"

Pembuatan perjanjian Internasional biasanya melalui beberapa tahap yaitu perundingan (negotiation), penandatangan (signature), dan pengesahan (ratification). Suatu perjanjian mempunyai kekuatan hukum dan mengikat setelah diratifikasi oleh kedua belah pihak atau pihak-pihak yang menandatangainya.[1] Ada perjanjian yang dapat segera berlaku hanya  melalui dua  tahap yaitu tahap perundingan dan penandatanganan, dan ada pula perjanjian yang berlakunya harus melalui tiga tahap, biasanya perjanjian yang penting sifatnya, yaitu tahap perundingan, penandatanganan dan pengesahan, tergantung dari jenis perjanjian itu sendiri.[2] Untuk perjanjian bilateral, suatu perjanjian mulai berlaku setelah pertukaran piagam pengesahan atau setelah pemberitahuan masing-masing pihak bahwa prosedur konstitusional untuk pengesahan telah dipenuhi

[1] Boer Maunda, Hukum Internasional: Pengertian peranan dan Fungsi Dalam Era Dinamika Global, Edisi Kedua, P.T. Alumni,, Bandung, 2005, hal.165.
[2] Syahmin, AK., SH., Hukum Perjanjian Internasional (Menurut Konvensi Wina 1969),  CV. Armico, Bandung, 1985, hal. 108.

Skripsi Hubungan Internasional "Bentuk Dukungan Dalam Pemilu"

Hubungan antara kelompok pendukung dalam mengartikulasikan kepentingan akan terjadi dalam dalam dua arah yaitu: 
Pertama, representasi para pendukung terhadap karakter yang dianggap diwakili. 
Kedua, toleransi, tawar-menawar dan kompromi di kelompok-kelompok pendukung maupun oleh wakil terhadap kelompok. 
Kedua hubungan ini akan menentukan pula bagaimana kelompok pendukung tetap konsisten memberikan dukungan terhadap wakil tersebut. Ini menjadi penjelasan bagaimana kelompok yang dianggap secara keseluruhan tidak mempengaruhi jumlah suara namun kelompok tersebut sebenarnya ikut menentukan perubahan arus politik sementara wakil tersebut mendapatkan dukungan penuh dan kelompok masyarakat lain ikut terpengaruh.[1]


[1]           Ichlasul Amal, Teori-Teori Mutakhir Partai Politik, Tiara Wacana, Yogyakarta, 1998; hal 87

Skripsi Hubungan Internasional "Intervensi Asing yang Dibenarkan Secara Moral"

 Berbeda pemahaman secara umum intervensi dapat dilakukan apabila suatu kondisi memaksa secara kemanusiaan. Syarat intervensi asing yang dibenarkan secara moral adalah: Pertama, intervensi dibuat dalam rangka menegakkan keadilan dalam masyarakat setempat. Kedua, intervensi bersifat self serving atau tidak membawa kepentingan dari si pembawa intervensi dan Ketiga, tidak dalam bentuk militer dan bersifat multilateral atau melibatkan berbagai negara.[1]Upaya yang dilakukan PBB memang dimasukkan sebagai salah satu bentuk-bentuk intervensi asing namun bentuk intervensi ini masih dikategorikan sebagai bentuk intervensi asing yang dibenarkan secar moral.


[1] Amnesty, “Liberia The Promise of Peace For 21.00 Child Soldier”, http://www.amnesty.org diakses pada tanggal 5 Januari 2008 

Skripsi Hubungan Internasional "Kekuatan Bangsa"

Kekuatan bangsa dapat dikategorikan menjadi posisi geografis, luas wilayah dan keutuhan wilayah, populasi atau jumlah penduduk, kapasitas produksi industri dan pertanian, dan kekuatan militer. Selain faktor di atas maka terdapat faktor struktur ekonomi, politik, tingkat penguasaan teknologi dan pendidikan, moralitas bangsa, dan hubungan diplomatik dengan negara lain.[1]


[1] Charles O Lerche, Jr, Abdul A Said, Concepts Of International Politics, New York, Prentice Hall, hal 47-49

Skripsi Hubungan Internasional "Konsep Dasar Hubungan Internasional"

Hubungan Internasional adalah kajian yang mempelajari berbagai fenomena yang melintasi batas nasional suatu negara yang dilakukan oleh para aktor. Para aktor tersebut meliputi individu, bangsa, kelompok bangsa dalam masyarakat dunia, kekuasaan-kekuasaan, tekanan-tekanan, proses yang menentukan cara hidup, cara bertindak dan cara berfikir manusia.[1]
Berdasarkan penjelasan di atas, yang menandai terjadinyasuatu hubungan internasional adalah adanya interaksi diantara aktor-aktor di dalam system internasional. Pada dasarnya, tujuan utama dari studi Hubungan Internasional adalah untuk mempelajari perilaku internasional, yaitu perilaku dari para aktornya baik negara ataupun non negara di arena transaksi internasional.[2]


[1] Suwardi Wiriatmaja. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional . Pustaka Tinta Mas. Bandung. 1970. Hlm 33
[2] T. May Rudi. Administasi dan Organisasi Internasional. Bina Cipta. Bandung 1996. Hlm 23

Skripsi Hubungan Internasional "Pengertian Soft Power"

Joseph Nye menyatakan pengertian Soft power adalah “getting others to want the outcomes that you want without inducements (“carrots”) or threats (“sticks”). Soft power ini sendiri melengkapai dua dimensi hard power suatu negara yakni militer (”carrots”) dan tekanan ekonomi (“sticks”) dimana soft power menjadi cara ataupun perilaku ketiga untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Hard power dan soft power hakikatnya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi tindakan pihak lain namun perbedaannya terletak pada perilaku dan sumber daya yang digunakan. Bentuk soft power merupakan bentuk power yang mudah menarik perhatian negara lain dengan melalui pendekatan lebih lembut dan tanpa ancaman untuk mencapai apa yang diinginkan oleh suatu negara, seperti melalui sumber daya budaya.[1]


[1] Joseph S. Nye. 2004. Soft power: The Means to Succes In World Politics. New York: Public Affairs. Hal.31

Skripsi Hubungan Internasional "Frame Work Kepentingan Politik Amerika"

Secara teoritis pada konteks politik luar negeri Amerika dalam menjalin hubungan dengan negara lain di dunia untuk mencapai kepentingan nasional (Amerika dan Dunia), terdapat empat framework utama. Empat framework itu singkatnya dikenal sebagai kerangka kerja politik luar negeri Amerika untuk mencapai kepentingan nasional, yang terdiri dari power, peace, prosperity, dan principles (4 P).[1]  Berikut akan dijelaskan mengenai frame work kepentingan nasional Amerika yaitu :[2]
Power (kekuasaan)
Power adalah syarat kunci dalam merumuskan dasar tujuan Amerika menguasai dunia, pertahanan diri, dan pemeliharaan kemerdekaan dan teritorialnasional. Power mutlak diperlukan untuk menegah terjadinya agresi dan penting untuk menyebarkan pengaruh terhadap negara lain. Power merupakan kunci utama untuk memelihara pertahanan yang kuat dan pencegahan yang kredibel. Power memungkinkan aktor untuk membentuk sesuai dengan refleksi kepentingannya. Power juga memungkinkan Amerika untuk memelihara keamanan, menangkis da menaklukkan setiap ancaman terhadap keamanan negara. Power bisa mendesak justifikasi penggunaan kekuatan militer. Dalam konteks power, Amerika masih menggunakan pendekatan pandangan-pandangan realis.
Sebagai konsekuensi dari hal ini, terdapat empat poin utama:
1.      Negara mengejar kepentingan-kepentingan, tidak untuk perdamaian. Konteks inilah yang membangun perilaku Amerika dalam menjalankan politik luar negerinya. Amerika tidak segan untuk mengumandangkan perang dengan pihak lain jika merasa kepentingannya terganggu. Amerika lebih memilih untuk melakukan tindakan agresi, perang, dan tindakan koersif semacamnya dengan alasan dan seruan untuk menciptakan perdamaian.
2.      Politik dan kekuasaan militer adalah hal utama yang harus diedarkan. Bagi Amerika, usaha untuk mempertahankan keamanan lebih penting daripada hanya sekedar upaya pemeliharaan keamanan. Artinya Amerika lebih cenderung menggunakan strategi-strategi yang defensif ketimbang deteren.
3.      Kekuasaan ekonomi dan aspek-aspek kemakmuran lainnya menjadi nilai penting bagi kekuasaan militer. Ekonomi Amerika telah membuat dan menjadikan Amerika kuat sebagai pesaing utama dalam kancah global. Hal itu karena didukung oleh berbagai penemuan dan inovasi teknologi. Keadaan itu telah membuat Amerika menjadi aktor utamadalam penguasaan teknologi mutakhir dunia. Selain itu untuk menjaga kondisidemikian, diperlukan dukungan yang penuh dari aspek politik, dimana sebagai bentuk komitmennya alokasi dana pertahanan di Amerika adalah yang terbesar di dunia.
4.      Meskipun prinsip-prinsip seperti demokrasi dan hak asasi adalah penting, namun tetap harus mendukung penuh eksistensi power.
Peace (Perdamaian)
Peace secara filosofis dilihat sebagai tujuan dalam menjawab pertanyaan untuk apa power diamankan. Secara prinsip, Amerika memposisikan diri sebagai penjaga keamanan dunia. Hal ini dilatarbelakangi oleh perjalanan sejarah dan prinsip-prinsip dasar yang dipegang teguh oleh bangsa Amerika. Untuk mewujudkan peace, Amerika tidak segan-segan untuk mengumandangkan perang. Dalam politik luar negeri Amerika, ini lebih dikenal dengan istilah “perang untuk mengakhiri perang”.
Prosperity (Kemakmuran)
Politik luar negeri Amerika, utamanya dimotifasi oleh keinginan untuk mencapai dan mempertahankan kemakmuran. Dalam motifasi ini, terdapat beberapa kepentingan ekonomi dalam politik luar negeri Amerika, diantaranya:
1.      Kebijakan-kebijakan untuk membantu menurunkan tarif impor dalamhubungan dagangnya dengan negara lain.
2.      Menciptakan pertumbuhan pasar untuk produk-produk ekspor Amerika.
3.      Penanaman investasi luar negeri yang menguntungkan bagi Amerika.
4.      Meningkatkan pertumbuhan ekonomi domestik, dan lain-lain.
Banyak teori yang menekankan bahwa penekanan utama politik luar negeriAmerika adalah faktor-faktor ekonomi. Secara umum, penekanan ekonomi dalam politik luar negeri Amerika dibagi dalam dua prinsip. Pertama, politik luar negeri Amerika ditekankan untuk mencapai keuntungan ekonomi bagi Amerika. Indikatornya adalah keseimbangan perdagangan, pertumbuhan ekonomi, dan kondisi makro ekonomi yang sehat. Untuk mencapai tujuan ini, dalam memasuki abad ke-21 politik luar negeri Amerika menekankan efektifitas lembaga-lembaga internasional yang dirancangnya untuk meningkatkan keuntungan ekonominya (International Monetary Found, World Trade Organization, dan World Bank). Oleh karenanya, dapat dikatakan bahwa eksistensi dari ketiga lembaga ini adalah dalam rangka untukmenjalankan politik luar Amerika untuk mencapai prosperity.
Kedua, politik global Amerika dalam kerangka prosperity banyak didominasioleh kelompok kapitalis dan elit-elit yang lain seperti Multinational Corporations dan bank-bank besar yang bekerja dalam ruang lingkup global. Prinsip yang kedua ini, singkat kata dapat dikatakan sebagai politik kolonialisasi dan imperialisasi gaya baru terhadap negara-negara lain.
Principles (Prinsip)
Inti tujuan politik luar negeri Amerika yang keempat adalah prinsip. Prinsip itu meliputi nilai, idealisme, dan kepercayaan. Untuk prinsip ini, politik luar negeri Amerika utamanya untuk menyebarkan akar-akar idealisme demokrasi-nya ke seluruh dunia. Oleh para pemikir Amerika yang melahirkan demokrasi seperti Thomas Jefferson,
… hanya bentuk pemerintahan republik yang demokratis yang menghargaihak asasi manusia…

berarti demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang perlu dijagadan dikembangkan di dunia. Dalam konteks ini, tindakan politik luar negeri Amerika tidak dapat dilepaskan dari upaya penyebarluasan prinsip-prinsip negaranya keseluruh dunia.[3]
Keempat prinsip dalam tataran teoritis inilah yang menjadi landasan bagi para pemimpin Amerika dalam menjalankan politik luar negeri dan menjalin hubungan internasional dengan negara-negara lain di dunia. Meskipun kebijakan yang diambil masing-masing presiden dikemas dengan tampilan yang berbeda-beda, namun pada prinsipnya politik maupun kebijakan luar negeri yang diterapkan tetap akan bersandar .


[1] G. Jonh Ikenberry, American Foreign Policy Theoretical Essay, Edisi ke-4, (New York: W.W. Norton dan Compagny, Inc., 2007), hlm. 8.
[2] Ibid. hlm 9-15
[3] Ibid. hlm 9-15

Skripsi Hubungan Internasional "Motivasi Negara Dalam Menjalankan FTA"

Motivasi negara dalam menjalankan FTA secara politik dan ekonomi adalah: pertama, saat ini salah kekuatan utama ekonomi dunia yaitu Cina telah mengembangkan jaringan FTA ke penjuru dunia sehingga banyak negara khususnya Asia yang memiliki banyak negara berkembang berlomba untuk masuk dalam jaringan tersebut dengan harapan dapat membawa perkembangan dalam perekonomian negaranya atau dengan kata lain tidak mau menjadi terasing dalam perekonomian dunia.Kedua, FTA mampu menciptakan athmosfer perdagangan yang stabil dan dapat terprediksi.Ketiga, FTA merupakan instrumen yang sangat penting dalam diplomasi suatu negara untuk memperkuat hubungannya dengan negara lain secara politis dalam rangka menciptakan stabilitas keamanan.[1]



Skripsi Hubungan Internasional "Pengertian Free Trade Area"

FTA merupakan berjanjian yang prinsipnya kedua belah pihak pelaksana perjanjian telah menyepakati persetujuan kemitraan ekonomi berupa pemberian akses yang luas bagi sektor industri, perdagangan, dan jasa berupa penurunan atau penghilangan hambatan tarif dan non tarif seperti bea masuk produk-produk tertentu dengan tanpa mengesampingkan kepentingan bangsa sendiri, masing-masing negara mendapatkan keuntungan yang berimbang.
Free trade areas (FTAs) are arrangements among two or more countries under which they agree to eliminate tariffs and nontariff barriers on trade in goods among themselves. However, each country maintains its own policies, including tariffs, on trade outside the region.[1]





Skripsi Hubungan Internasional "Rational Choice Dalam Hubungan Internasional"

kebijakan luar negeri suatu negara dalam segala bidang merupakan akibat dari tindakan-tindakan pelaku rasional terutama pemerintah yang monolit yang secara sengaja dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Pembuatan keputusan politik luar negeri digambarkan sebagai proses intelektual yaitu perilaku yang ternalar dan terkoordinasi. Tujuan tersebut juga dapat dipastikan berupa pencapaian atas kepentingan nasional. Jadi unit analisa model pembuatan keputusan ini adalah pilihan-pilihan yang diambil oleh pemerintah. Dengan demikian, analisis politik luar negeri harus memusatkan perhatian pada penelaahan kepentingan nasional dan tujuan suatu negara, alternatif haluan kebijaksanaan yang diambil pemerintah dan perhitungan untung rugi atas alternatif itu.[1] Untuk menjelaskan hal ini maka digunakan teori Rational Choice yang mengatakan bahwa:
It proceeds from assumption, or axioms, about human motives and behavior, and draws the logical institution and policy implication from those axioms. One aspects of this “methodological individualism”, which argues that all social phenomena are derivable from, or can be factored into, the properties and behaviors of individuals. A second aspect is that political actors-voters, politicians, bureaucrats-are assumed to be material interest maximizers, seeking benefits in the form of votes, offices, power and so on, at least cost.[2]

Teori pilihan rasional ini, memfokuskan pada sifat dan tingkah laku individu dalam lingkungan internasional, teori ini juga menjelaskan bahwa setiap negara apabila melakukan kerja sama akan didasarkan pada pilihan rasional, maksudnya setiap negara akan melihat seberapa besar keuntungan yang akan didapat dan berusaha untuk menghindari atau memperkecil kerugian yang mungkin diperoleh.



Skripsi Hubungan Internasional "Fungsi Organisasi Internasional"

Akibat-akibat dari pola-pola tindakan yang ditujukan bagi sistem akan membedakan fungsi atau peran yaitu sebagai eufunctions dan dysfunctions. Menurut Robert K Merton, eufunctions adalah akibat yang tampak, yang ditujukan bagi kepentingan adaptasi dan penyesuaian dari sistem tertentu. Sedangkan dysfunctions adalah akibat-akibat tampak yang dapat mengurangi daya adaptasi dan penyesuaian dari sistem tertentu.

Skripsi Hubungan Internasional "Analisa Fungsi Organisasi Internasional"

Analisa mengenai peran atau fungsi serta struktur suatu organisasi dalam kajian fungsionalisme struktural pada umumnya akan didasarkan pada tiga pertanyaan  yaitu (a) fungsi dasar apa yang harus dipenuhi oleh organisasi tersebut dalam suatu sistem (b) oleh struktur yang bagaimana (c) dibawah keadaan apa. Pengertian peran atau fungsi tersebut sebagai hasil dituju dari pola tindakan yang diarahkan bagi kepentingan sistem (dalam hal ini adalah sistem sosial). Jadi pada akhirnya fungsi akan selalu dikaitkan dengan akibat-akibat dari pola-pola tindakan yang ditujukan bagi sistem tersebut

Skripsi Hubungan Internasional "Pandangan Realis Dalam Hubungan Internasional"

Dalam pandangan realis muncul dikotomi penting  yaitu p antara pendekatan klasik dan pendekatan kontemporer. Kaum realis klasik dan nei klasik ,menekankan aspek-aspek nirmatif dan juga aspek-aspek empiris.Kebanyakan kaum realis kontemporer memakai analisis ilmiah social atas struktur dan proses politik dunia,tetapi mereka cenderung mengabaikan norma-norma dan nilai –nilai

Skripsi Hubungan Internasional "Asumsi Tradisional Dalam Hubungan Internasional"

Asumsi tradisional dalam masyarakat international merupakan pendekatan historis dan institusional terhadap politik dunia. Asumsinya adalah : 
(1) pernyataan bahwa hubungan internasional adalah cabang dari hubungan manusia  yang pada intinya merupakan nillai-nilai dasar kemerdekaan,keamanan,ketertiban dan keadilan;
(2)pendekatan yang berfokus pada manusia:penstudi HI diminta menginterpretasikan pemikiran-pemikiran dan aksi-aksi dari masyarakat yang timbul dalam hubungan internasional;
(3) penerimaan premis anarki internasional. Tetapi penstudi Masyarakat Internasional berpendapat bahwa politik dunia adalah masyarakat anarkis dengan aturan,norma dan institusi tertentu yang digunakan warga Negara dalam menjalankan kebijakan luar negeri.

Skripsi Hubungan Internasional "Asumsi Liberal Dalam Hubungan Internasional"

Asumsi-asumsi dasar liberal adalah
 (1) pandangan positif tentang sifat manusia 
(2) keyakinan bahwa hubungan internasional dapat bersifat kooperatif daripada konfliktual
 (3) percaya pada kemajuan.
Dalam konsepsinya tentang kerjasama internasiomal teoritisi liberal menekankan bentuk politik dunia yang berbeda. Kaum liberal sosiologis menekankan hubungan trans nasional non pemerintah di antara masyarakat,seperti komunikasi si antara individu-individu dan diantara kelompok-kelompok. Kaum liberal interdepensi memperhatikan secara khusus pada hubungan ekonomi dalam pertukaran dan ketergantungan yang menguntungkan antara rakyat dan pemerintah. Liberal institusional menekankan pentingnya kerja sama yang terorganisir di antara Negara-negara; terakhir kaum liberal republikan berpendapat bahwa konstitusi demokratik liberal dan bentuk-bentuk pemerintahan adalah paling vital dalam mengadakan hubungan yang damai dan kooperatif di antara Negara-negara.

Skripsi Hubungan Internasional "Isu Baru Dalam Ilmu Hubungan Internasional"

·         Isu baru HI adalah suatu topic yang dipandang penting. Para penstudi sering berpendapat bahwa isu tersebut mendapatkan sedikit perhatian sejauh ini. Isu-isu baru mencakup baik nilai maupun teori. Isu baru dalam berkembang sesuai dengan dinamika dalam Hubungan Internasional itu sendiri. Beberapa isu baru dalam ilmu Hubungan Internasional adalah; 
·         1. Masalah lingkungan hidup adalah salah satu dari beberapa isu baru yang penting . Seberapa serius masalah degradasi lingkungan hidup? Kaum “modernis” percaya bahwa perbaikan terus-menerus dalam pengetahuan manusia akan meningkatakan kemampuan kita menguasai lingkungan hidup. Kaum “ecoradikal” berfikir bahwa tidak ada perbaikan teknologis yang sederhana yang dapat mengurusi masalah tersebut. Mereka ingin perubahan dramatis dalam gaya hidup kita dalam arah yang lebih ramah lingkungan.
·       2. Gender merupakan isu baru lain yang penting. Fokus gender pada politik dunia berupaya membawa perbedaan antara laki-laki dan perempuan  ke dalam keterbukaan, untuk menunjukkan posisi sub ordinat perempuan, dan untuk menjelaskan bagaimana sistem ekonomi dan politik internasional menolong menghasilkan posisi yang mengistimewakan perempuan. Feminis radikal ingin mengembangkan suatu disiplin feminis yang otonom yang menyatakan isu gender dalam suatu cara yang mencegah merendahkannya dalam agenda analitis tradisional.
·         3. Kedaulatan adalah suatu institusi ,yang berati seperangkat aturan yang dijalankan oleh Negara. Ada perdebatan yang diperbarui tentang kedaulatan dalam HI. Hal ini disebabkan oleh tantangan terhadap kedaulatan oleh sejunlah perkembangan baru-baru ini. Adalah lebih mudah untuk menganalisis perubahan dalam kedaulatan daripada berbicara tentang “akhir dari kedaulatan”. Perubahan dalam kedaulatan terkait dengan bentuk baru kerjasama antar Negara-negara demokrasi maju di Utara dan bentuk baru konflik antara Negara-negara lemah di Selatan. Hal ini memerlukan perkembangan lebih jauh dari perdebatan yang telah ada pada HI daripada teori-teori seluruhnya.