Aldag dan Resckhe dalam Darto (2014), organizational citizenship behavior
(OCB) merupakan kontribusi individu yang melebihi tuntutan peran di tempat kerja
dan diberikan reward oleh perolehan kinerja tugas. OCB ini melibatkan beberapa
perilaku meliputi perilaku menolong orang lain, menjadi volunteer untuk tugas-tugas
ekstra, patuh terhadap aturan-aturan dan prosedur-prosedur di tempat kerja. Perilakuperilaku ini menggambarkan “nilai tambah karyawan” yang merupakan salah satu
bentuk perilaku prososial, yaitu perilaku sosial yang positif, konstruktif dan bermakna
membantu.
Pengertian organizational citizenship behavior (OCB) merupakan perilaku
individual yang bersifat bebas (discretionary) yang tidak secara langsung dan
eksplisit mendapat penghargaan dari sistem imbalan formal, dan yang secara
keseluruhan mendorong keefektifan fungsi-fungsi organisasi (Organ, 2005). Perilaku
yang menjadi tuntutan organisasi saat ini adalah tidak hanya perilaku in-role tetapi
juga perilaku extra-role ini disebut juga dengan organizational citizenship behavior
(OCB) dan orang yang menampilkan perilaku OCB disebut sebagai karyawan yang
baik (good citizen).
Ciri-ciri perilaku yang termasuk OCB adalah membantu rekan kerja, sukarela
melakukan kegiatan ekstra ditempat kerja, menghindari konflik dengan rekan kerja,
melindungi properti organisasi, menghargai peraturan yang berlaku di organisasi,
toleransi pada situasi yang kurang ideal/ tidak menyenangkan ditempat kerja,
memberi saran-saran yang membangun di tempat kerja, serta tidak membuang-buang
waktu ditempat kerja (Robbin dan judge, 2008 : 40). Organisasi pada umumnya
percaya bahwa untuk mencapai keunggulan harus mengusahakan kinerja individu
yang setinggi-tingginya, karena pada dasarnya kinerja individual mempengaruhi
kinerja tim atau kelompok kerja dan pada akhirnya mempengaruhi kinerja organisasi.
Organisasi yang sukses membutuhkan karyawan yang akan melakukan lebih
dari sekedar tugas formal mereka dan mau memberikan kinerja yang melebihi
harapan. Dalam dunia kerja yang dinamis seperti saat ini dimana tugas makin sering
dikerjakan dalam tim, fleksibilitas sangatlah penting. Organisasi menginginkan
karyawan yang bersedia melakukan tugas yang tidak tercantum dalam deskripsi
pekerjaan mereka. Menurut Robbins dan Judge (2008 : 40), fakta menunjukkan
bahwa organisasi yang mempunyai karyawan yang memiliki OCB yang baik, akan
memiliki kinerja yang lebih baik dari organisasi lain. OCB juga sering diartikan
sebagai perilaku yang melebihi kewajiban formal (extra-role) yang tidak
berhubungan dengan kompensasi langsung. Artinya seseorang yang memiliki OCB
tinggi tidak akan dibayar dalam bentuk uang atau bonus tertentu, namun OCB lebih
kepada perilaku sosial dari karyawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar