Tampilkan postingan dengan label Metode Analisa Data. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode Analisa Data. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juli 2019

Jenis Multi Dimensional Scalling Berdasarkan Pendekatan (skripsi dan tesis)

Pendekatan dalam membuat Perceptual Map
MDS dikenal sebagai pemetaan persepsi data non atribut.
Berdasarkan pendekatannya, MDS dibedakan atas:
  1. Pendekatan turunan
Pendekatan yang mengumpulkan data persepsi dengan pendekatan berbasis
pada atribut.
Keuntungannya:
-Untuk mengidentifikasi atau mengenali responden dengan persepsi yang
homogen.
-Responden dikelompokkan berdasarkan penilaian atribut.
-Memudahkan pembuatan nama pada dimensi.
Kelemahannya:
-Peneliti harus mengidentifikasi semua atribut yang penting
-Peta spasial yang diperoleh tergantung pada atribut yang dikenali.
  1. Pendekatan Langsung
Pendekatan yang mengumpulkan data persepsi dengan pendekatan berbasis
pada non atribut.
Keuntungannya:
-Peneliti tidak harus mengenali/mengidentifikasi suatu set atribut yang
penting.
-Responden membuat pertimbangan kemiripan dengan kriterianya sendiri,
seperti dalam situasi normal.
Kelemahannya:
-Kriteria tersebut sangat dipengaruhi oleh merek atau stimulus yang sedang
dievaluasi.
-Sulit dalam pemberian nama pada dimensi peta spasial.
Pendekatan langsung lebih sering dipergunakan daripada pendekatan berbasis atribut. Namun demikian, mungkin lebih baik menggunakan keduanya sebagai suatau komplemen (Supranto,2004)

Konsep Multi Dimensional Scalling/MDS (skripsi dan tesis)


MDS atau penetapan skala multidimensi merupakan sebuah kelas prosedur untuk merepresentasikan persepsi dan preferensi responden secara spasial dengan menggunakan sebuah tampilan visual. MDS juga dikenal sebagai pemetaan persepsi, yaitu berhubungan dengan pembuatan map untuk menggambarkan posisi sebuah obyek dengan obyek lainnya berdasarkan kemiripan obyek–obyek tersebut. MDS dapat juga diaplikasikan ke dalam rating subyektif dalam perbedaan (dissimilarity) antara obyek atau konsep. Lebih lanjut teknik ini dapat mengolah data yang berbeda dari berbagai sumber yang berasal dari responden. Teknik MDS dapat digunakan untuk mengidentifikasi dimensi-dimensi yang menggambarkan persepsi konsumen (Malhotra, 2004).
Analisis multidimensional scaling (MDS) adalah suatu kelas prosedur untuk menyajikan persepsi dan preferensi pelanggan secara spasial dengan menggunakan tayangan yang biasa dilihat. Analisis penskalaan multidimensional scaling dipergunakan di dalam pemasaran untuk mengenali (mengidentifikasi) hal-hal berikut(Supranto,2004):
  1. Banyaknya dimensi dan sifat/cirinya yang dipergunakan untuk mempersepsikan merek yang berbeda di pasar.
  2. Penempatan (positioning) merek yang diteliti dalam dimensi ini.
  3. Penempatan merek ideal dari pelanggan dalam dimensi ini.
Informasi sebagai hasil analisis penskalaan MDS telah dipergunakan untuk berbagai aplikasi pemasaran, antara lain sebagai berikut:
  1. Ukuran citra (image measurement).
Membandingkan persepsi pelanggan dan bukan pelanggan dari perusahaan dengan persepsi perusahaan sendiri.
  1. Segmentasi pasar (market segmentation).
  2. Pengembangan produk baru (new product development). Melihat adanya celah (gap) dalam peta spasial yang menunjukkan adanya peluang untuk penempatan produk baru.
  3. Menilai keefektifan iklan (assesing advertising effectiveness).
Peta spasial digunakan untuk menentukan apakah iklan/advertensi telah berhasil di dalam mencapai penempatan merek yang diinginkan.
  1. Analisis harga (pricing analysis).
Peta spasial dikembangkan dengan dan tanpa informasi harga dapat dibandingkan untuk menentukan dampak yang ditimbulkan harga.
  1. Keputusan saluran (channel decisions).
Pertimbangan pada kecocokan dari merek toko dengan eceran yang berbeda dapat mengarah ke peta spasial yang berguna untuk keputusan saluran.
  1. Pembentukan skala sikap (attitude scale construction).
Teknik MDS dapat dipergunakan untuk mengembangkan dimensi yang cocok dan pengaturan ruang sikap.

Selasa, 02 Juli 2019

SUMBER HIPOTESIS (skripsi dan tesis)


Hipotesis dapat bersumber dari dua hal (Hines dan Montgomery, 1990), yakni:
  1. Hasil pengalaman masa lalu atau pengetahuan atau sering dari percobaan sebelumnya. Tjuan pengujian hipotesis biasanya untuk menentukan apakah situasi percobaan telah berubah
  2. Teori atau model. Tujuannya untuk membuktikan kebenaran suatu teori atau model.


Juliandi dkk, 2014

Minggu, 30 Juni 2019

HIPOTESIS PENELITIAN (skripsi dan tesis)

Hipotesis adalah dugaan atau jawaban sementara dari pertanyaan yang ada pada perumusan masalah penelitian. Dikatakan jawaban sementara oleh karena jawaban yang ada adalah jawaban yang berasal dari teori. Dengan kata lain, jika teori menyatakan bahwa A berpengaruh terhadap B maka hipotesis adalah sesuai dengan apa yang dikatakan teori tersebut yakni A berpengaruh terhadap B. jawaban sesungguhnya hanya bari akan ditemukan apabila peneliti telah melakukan pengumpulan data dan analisis data penelitian.

Juliandi dkk, 2014

SUMBER TEORI (skripsi dan tesis)


Teori dan penelitian harus bersama-sama berfungsi dalam menambah pengetahuan ilmiah dan seorang peneliti tidak boleh menilai teori terlepas dari penelitian empiris melainkan harus menghubungkan satu dengan lainnya, jika kita melakukan penelitian adalah yang paling tepat jika kita mendasarkan diri pada teori yang telah ada, dan hasil dari penelitian dapat memperluas, memperbaharui atau mengkoreksinya teori tersebut (Vredenberg, 1978).
Kuncoro (2003) menyatakan bahwa tinjauan pustaka atau studi literature merupakan langkah penting di dalam penelitian. Langkah ini meliputi identifikasi, lokasi dan analisis dari dokumen yang berisi informasi yang berhubungan dengan permasalahan penelitian secara sistematis. Dokumen ini meliputi jurnal, abstrak, tinjauan buku, data statistic dan laporan penelitian yang relevan. Melalui langkah ini penyusunan hipotesis juga lebih baik karena pemahaman permasalahan yang diteliti akan lebih mendalam. Dengan mengetahui berbagai peneltiian yang sudah ada, peneltii akan menjadi lebih tajam dalam melakukan interprestasi hasil penelitian
Juliandi dkk, 2014

MASALAH PENELITIAN (skripsi dan tesis)


Definisi masalah penelitian dapat dilihat dari berbagai pendapat. Masalah penelitian adalah hasil dari suatu proses penalaran yang dilakukan oleh peneliti dalam rangka untuk menerjemahkan fenomena untuk diuji melalui penelitian (Jonker dan Pennink, 2010). Biasanya masalah penelitian adalah suatu masalah tetapi dapat juga berarti peluang. Masalah diartikan sebagai sitausi dimana suatu fakta yang dapat terjadi sudah menyimpang dari batas toleransi yang diharapkan (Umar, 2002). Tetapi suatu masalah sebuah masalah penelitian tidak selalu berarti bahwa ada sesuatu yang secara serius adalah salah namun suatu masalah bisa saja merupakan minat, ketretarikan, rasa penasaran terhadap sesuatu (Sekaran, 2006)

Juliandi dkk, 2014

FUNGSI TEORI (skripsi dan tesis)


  • Mengidentifikasi permasalahan penelitian
Proses adalah penelitian adalah menetapkan permasalahan. Peneliti mengamati bahwa ada permaslaah tertentu di bidang ilmunya. Untuk memahami tersebut tidak cukuphanya dengan mengamati permasalah yang ada, peneliti perlu membaca teori untuk dapat memahami bagaimana pentingnya bagaimana pentingnya permasalahan itu untuk ditelitik, hal-hal apa saja yang menjadi faktor penyebab timbulnya permasalahan dan bagaimana menilai dan menyelesaikan permasalahan yang ada
  • Menjelaskan hakikat variable penelitian
Variable penelitian yang telah dipilih oleh peneliti dalam penelitiannya akan dapat lebih dipercaya secara ilmiah apabila variable tersebut didukung oleh suatu konsep sehingga isi teori bukan sekedar pendapat atau pemikiran peneliti. Konsep teori yang diperlukan untuk menjelaskan hakikat variable sebaiknya berisi mengenai apa, mengapa dan bagimana:
  1. Apa definisi suatu variable (definisi, pengertian)
  2. Apa saja faktor-faktor yang membentuk suatu variable
  3. Mengapa variable tersebut penting atau bermanfaat
  4. Bagaimana cara mengukur suatu variable
  5. Bagaimana hubungan satu variable dengan variable lainnya
  • Landasan untuk menyusun hipotesis penelitian
Teori dapat berfungsi sebagai landasan untuk menyusun suatu  variable yang berasal dari teori-teori yang ada
  • Dasar untuk menyusun instrument penelitian
Instrument penelitian (alat pengumpulan data penelitian) yang akan digunakan untuk mengukur suatu variable berasal dari teori-teori yang ada. Misalnya instrument yang digunakan peneliti adalah angket maka angket dapat dirancang atau atau dibangun dari teori, khususnya pada bagian yang mengemukakan mengenai ukuran atau indicator suatu variable
  • Acuan untuk membahas hasil penelitian
Teori juga berfungsi sebgai landasan bagi si peneliti ketika ia melakukan pembahasan atau analisis yang akan dilakukan. Apabila peneliti memperoleh suatu temua dari penelitiannya maka ia dapat membandingkannya dengan teori yang telah disusunnya, apakah temuan penelitiannya tersebut sama atau mungkin berbeda dengan teori yang ada

Juliandi dkk, 2014

MAKNA TEORI (skripsi dan tesis)


Teori adalah seperangkat konsep, konstruk dan preposisi tentang suatu objek penelitian (Dul dan Hak, 2008). Konsep dan kontruks memiliki makna yang berdekatan. Pertama konsep adalah abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasi hal-hal khusus (Kerlinger, 2000). Konsep dalam pengertian tersebut bermakna suatu ide atau pengertian yang dabstrakkan dari sesuatu yang nyata. Kedua, konstruk adalah konsep yang dapat diukur. Konsep dapat diontohkan dengan intelegensi yang didefiniskan dan dispesifikasikan dengan cara tertentu yang memungkinkan untuk diamati dan dilakukan pengukuran terhadapnya. Terakhir, presposisi adalah pernyataan yang berkaitan dengan hubungan antara suatu konsep dengan konsep lain.
Juliandi dkk, 2014

PERBEDAAN VARIABEL MODERATOR DAN  INTERVENING (skripsi dan tesis)

Perbedaan antara variable moderator dengan intervening bahwa variable moderator adalah mengenai “it depends” sedangkan variable intervening adalah mengenai “why and how”. Variable moderator menangani keadaan yang akan mngubah hubungan sederhana antara variable independen dan dependen sementar vaiabel intervening menyangkut masalah memahami mengapa dan bagaimana relasi/hubungan ada dan bisa terjadi serta bisa berhubungan secara kuat (Bennert, 2000). Varbel moderator menjelaskan keadaan yang menyebabkan hubungan yang lemah atau ambigu/tidak jelas antara dua variable yang diharapkan memiliki hubungan yang kuat

Juliandi dkk, 2014

JENIS-JENIS VARIABEL (skripsi dan tesis)


  1. Variabel Terikat
Variable terikat adalah variable yang dipengaruhi, terikat, tergantung oleh variable lainnya yaitu variable bebas. Variable terikat ini umumnya menjadi perhatian utama oleh peneliti
  1. Variabel bebas
Variable bebas adalah kebalikan dari variable terikat. Variable ini merupakan variable yang mempengaruhi variable terikat. Dengan kata lain, variable beas adalah sesuatu yang menjadi sebab terjadinya peubahan nilai pada variable terikat
  1. Variabel moderator
Variable moderator merupakan variable lain yang begitu kuat (moderat) dalam mempengaruhi hubungan variable beas dan variable terikat (Baron dan Kenny, 1986). Dalam kerangka analisis korelasional, moderator adalah variable ketiga yang mempengaruhi korelasi zero order antara dua variable lainnya. Variable moderator ini dapat mengubah hubungan awal yang secara ideal atau teoritis terjadi  antara variable bebas dan variable terikat. Hubungan yang semula positif dapat menjadi negative. Variable moderator selalu pada tingkat yang sama sebagai variable predictor sehubungan dengan peran mereka sebagai variable kausal. Ini berarti bahwa dalam model apapun merek adalah merupakan antaseden eksogen atau variable bebas terhadap variable dependen (Kim, 2001)
  1. Variable intervening
Variable intervening disebut juga sebagai variable antara yakni variable variable yang menjadi perantara hubungan variable bebas dan variable terikat. Dengan demikian variable intervening adalah merupakan penghubung. Variable intervening diknal dengan nama lain mediator variable, indirect effect dan intermediate variable (Chaplin, 2007)
Juliandi dkk, 2014


JENIS-JENIS PENELITIAN (skripsi dan tesis)


  1. Penelitian Eksperimen
Penelitian yang melibatkan kelompok-kelompok yang berbeda. Kelompok-kelompk yang ada dibandingkan satu sama lain. Dalam penelitian ini ada dua kelompok yang menjadi penelitian, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok control (Kaufman dan Kaufman, 2005). Kelompok eksperimen adalah kelompok yang
  1. Penelitian Survey
Penelitian survey adalah penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data dengan menelaah sampel dari suatu populasi yang tersedia. Penelitian survey biasanya tidak dilakukan secara mendalam tentang fenomena yang diteliti.
  1. Penelitian Korelasional, Kausal dan Kausal Komparatif
Penelitian korelasional tujuannya adalah untukmemahami hubungan antar variable (kaufan dan Kaufan, 2005). Dalam hal lain, menyebutkan bahwa penelitian kausal adalah enelitian yang ingin melihat apakah suatu variable yang berperan sebagai variable bebas berpengaruh terhadap variable lain yang menjadi variable terikat
  1. Penelitian sejarah/historis
Penelitian sejarah atau historis adalah penelitian yang berawal dari hal-hal yang tidak diketahui. Penelitian ini berupaya untuk menemukan fakta-fakta atau kejadian di masa lalu (Sreedheran,2007). Data masa lalu dikumpulkan dari berbagai rekaman sejarah yang bertujuan untuk menemukan kebenaran tentang apa yang dipermasalahkan dalam penelitian.
  1. Penelitian studi kasus
Penelitian studi kasus bertujuan untuk mengeksplorasi mengkaji suatu kasus yang spesifik, khas dan unik (smons, 2009). Kasus digali secara mendalam untuk mendapatkan informasi dan fakta yang sebenarnya mengenai sutu kejadian. Apa dan mengapa sseseuatu kasus bisa terjadi. Penelitian studi kasus ini bermaksud hanya untuk mengeksplorasi sesuatu, bukan untuk menguji hipotesis tetapi justru untuk mengembangkan hipotesis
  1. Penelitian tindakan
Penelitian tindakan adalah pendekatan untuk memcahan masalah dengan melakukan tindakan atau aksi tertentu dengan melibatkan peneliti dan partisipasi objek yang diteliti serta melihat hasil yang terjadi dari penerapan tersebut dan mengevaluasi kelebihan kekurangannya.
  1. Penelitian grounded theory
Penelitian ini adalah penelitia yang berkaitan dengan teori. Dimana teori diibangun dari data-data yang dikumpulkan dan dianalisis secara kuantitatif untuk membangun konsep atau teori . teori dibangun karena ketiadaan atau keterbatasan teori yang ada, keterbatasan memahami suatu fenomena tertentu. Tujuan lainnya bisa juga untuk menyempurnakan atau memperbaiki teori yang sudah usah atau tidak lagi sesuai dengan kondisi saat ini
  1. Penelitian etnografi
Penelitian etnografi adalah pendekatan sistematis untuk mempelajari kehidupan budaya dan social masyarakat, institusi. Lebih jelas lagi penelitian ini adalah mempelajari apa yang orang pikirkan, percayai meraka lakukan pada suatu tempat dan waktu tertentu dan bertahan dari waktu ke waktu (Le Compte dan Schensui, 2010)

Juliandi dkk, 2014

CIRI-CIRI PENELITIAN ILMIAH (skripsi dan tesis)


Penelitian dapat dikatakan sebagai suatu prosespencarian atau penemuan. Setiap orang dapat melakukan pencarian. Hanya saja aktivitas pencarian belum tentu dapat dikatakna ilmiah. Pencarian atau penelitian boleh diakatakan ilmiah jika memiliki bebebrapa karakteristik tertantu.
  1. Sistematis
Ada langkah-langkah tertentu yang ditata sedemikian rupa dalam proses penemuan jawaban atas permasalahan. Umumnya penelitian diawali dengan penemuan permasalahan, penelaahan teori, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, mengolah dan menganlisis data dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan.
  1. Logis
Proses penemuan dilakukan dengan cara logis atau sesuatu yang bisa dicerna oleh akal sehat manusia. Suatu proses penemuan yang tidak bisa masuk akal seperti proses pencarian dalam kegiatan mistik, klenik bukanlah termasuk dalam penelitian ilmiah
  1. Kritis
Penelitian perlu mengedepankan sikap kritis, tidak mudah percaya tanpa adanya bukti nyata yang jelas. Fakta diperoleh dari sumber ilmiah dan fakta terpercaya
  1. Objektif
Penelitian harus memandang sesuatu apa adanya, tidak berorientasi kepada sikap subjektif atau emosional peneliti. Apabila suatu penelitian menukan fakta yang mungkin bertentangan dengan kebiasaan, maka suatu fakta tersebut harus diterima sebagai suatu kenyataan yang memang terjadi.
Juliandi dkk, 2014

Jumat, 21 Juni 2019

Confirmatory Factor Analysis (skripsi dan tesis)

Hair et al (2010) mengemukakan bahwa Confirmatory Factor Analysis (CFA) merupakan bagian dari SEM (Structural Equation Modeling) untuk menguji cara variabel terukur atau indikator yang baik dalam menggambarkan atau mewakili suatu bilangan dari suatu faktor. Pada CFA faktor disebut juga sebagai konstruk. Teori pengukuran digunakan untuk menentukan bagaimana variabel terukur, menggambarkan secara sistematik dan logis suatu konstruk yang ditampilkan dalam suatu model.
Ghozali (2005) mengemukakan bahwa Confirmatory Factor Analysis adalah salah satu metode analisis multivariat yang digunakan untuk menguji atau mengkonfirmasikan model yang dihipotesiskan. Model yang dihipotesiskan terdiri dari satu atau lebih variabel laten, yang diukur oleh satu atau lebih variabel indikator. Variabel laten adalah variabel yang tidak terukur atau tidak dapat diukur secara langsung dan memerlukan variabel indikator untuk mengukurnya, sedangkan variabel indikator adalah variabel yang dapat diukur secara langsung.

Uji Statistik Parametrik (skripsi dan tesis)

Statistik Parametrik; yaitu teknik yang didasarkan pada asumsi bahwa data yang diambil mempunyai distribusi normal dan menggunakan data interval dan rasio.[6]
  1. Uji-t
Uji-digunakan untuk menentukan apakah 2 kelompok skor memiliki perbedaan yang signifikan di tingkat probabilitas pilihan. Contohnya, Uji-tdapat digunakan untuk membandingkan skor membaca pada laki-laki dan skor membaca pada perempuan di sekolah A.
Strategi dasar Uji-adalah membandingkan perbedaan nyata antara mean kelompok (X1-X2) menentukan apakah ada perbedaan yang diharapkan berdasarkan peluang.
Uji-terdiridari:
Uji-t untuk sampel independen digunakan untuk menentukan apakah ada perbedaan yang signifikan antara dua sampel independen. Sampel independen ditentukan tanpa adanya pemadanan jenis apapun. Software SPSS dapat digunakan untuk uji-t.
Uji-t untuk sampel non-independen digunakan untuk membandingkan dua kelompok terpilih berdasarkan beberapa kesamaan. Uji ini juga digunakan untuk membandingkan performansi kelompok tunggal dengan pretest danposttest atau dengan dua perlakuan berbeda.[7]
  1. Analisis Varians (ANOVA)
Dalam Educational Research (2008), Cresswell mengartikan ANOVA sebagai teknik statistik yang digunakan untuk perbedaan yang ada pada lebih dari dua kelompok data. Adapun jenis analisis varians, yakni:
  1. ANOVA sederhana (satu arah) digunakan untuk menentukan apakah skor dari dua kelompok atau lebih memiliki perbedaan secara signifikan pada tingkat probabilitasnya. Misalnya,  pengukuran prestasi siswa berdasarkan tingkat ekonominya (tinggi, sedang, dan rendah), dimana tingkat ekonomi sebagai variabel kelompok dan tingkat ekonomi sebagai variabel dependennya.
  2. Multi comparison adalah pengujian yang melibatkan perhitungan bentuk istimewa dari uji-t. Setiap kali uji signifikansi dilakukan, tingkat probabilitasnya kita terima. Misalnya, kita setuju kalau hasil yang akan didapatakan muncul hanya 5 kali kesempatan pada setiap 100 sampel. Hasil tersebut dikatakan bermakna dan bukan sekedar karena peluang semata.
  3. ANOVA Multifaktor
Seperti pembahasan kelompok sebelumnya, desain factorial digunakan untuk meneliti dua variabel bebas atau lebih serta hubungan di antara variabel tersebut, maka ANOVA multifaktor adalah jenis analisis statistik yang paling sesuai. Hasilan alisisnya adalah rasioterpisah untuk setiap variabel bebas dan satu rasio untuk interaksi. Misalnya, kita ingin mengetahui apakah gender dan tingkat ekonomi (tinggi, sedang, dan rendah) mempengaruhi prestasi mahasiswa. ANOVA multifaktor memungkinkan kita untuk menghitung kedua variabel bebas (gender dan tingkat ekonomi) dan variabel terikat (prestasi; IPK, skor bahasa, skor matematika, dsb)
  1. Analysis of Covariance (ANCOVA)
Analisis ini model ANOVA yang digunakan dengan cara berbeda dimana variabel bebas dihitung dengan memperhatikan rancangan penelitian. Bila penelitian memiliki 2 variabel bebas atau lebih, maka uji jenis inilah yang cocok digunakan melalui dua cara yakni: (1) sebagai teknik pengendalian variabel luar (extraneous variable) serta sebagai alat untuk meningkatkan kekuatan uji statistik. ANCOVA bisa digunakan pada penelitian kausal komparatif maupun penelitian ekperimental yang melibatkan kelompok yang sudah ada dan kelompok yang dibentuk secara acak, dan (2) ANCOVA digunakan untuk memperkuat uji statistic dengan memperkecil varians dalam kelompok (error). Kekuatan yang dimaksudkan adalah kemampuan uji signifikansi untuk mengenali temuan riset sebenarnya, yang memungkinkan penguji menolak hipotesis 0 (nol) yang salah.[8]7
  1. Regresi Jamak
Regresi jamak digunakan pada data berbentuk rasio dan interval. Regresi jamak menggabungkan variabel yang diketahui secara terpisah untuk memprediksi (misalnya, hubungan antara) criteria dalam persamaan (rumus) prediksi atau dikenal dengan  Multiple Regression Equation. Regresi jamak merupakan prosedur analisis untuk penelitian eksperimental, kausal komparatif, dan korelasional karena teknik ini tidak hanya untuk menentukan apakah ada hubungan antar variable tetapi juga untuk mengetahui besar (kuatnya) hubungan tersebut. Salah satu jenis regresi jamak adalah step-wise analysis yang memungkinakn kita memasukkan atau mengeluarkan variabel utama (predicator) ke dalam persamaan regresi tahap demi tahap. Regresi jamak juda menjadi dasar analisis jalur yang bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat interaksi variabel utama satu sama lain dan berkontribusi pada variabel terikat.[9]
Sementara dalam Emzir (2011) dikatakan bahwa regresi jamak merupakan perluasan dari regresi dan prediksi sederhana dengan penambahan beberapa variabel. Kekuatan prediksi akan semakin terdukung dengan penambahan variabel.[10]
  1. Korelasi
Menurut Cohen, dkk., Teknik korelasi digunakan untuk mengetahui tiga hal pada dua variabel atau dua set data. Pertama, “Apakah ada hubungan antara dua variabel atau set data”. Bila jawabannya “ya”, maka dua hal berikutnya perlu kita cari yakni; “Bagaimana arah hubugan tersebut”; dan “Apa yang menjadi ukurannya?” Hubungan yang dimaksudkan adalah kencenderungan dua variabel atau set data berbeda secara konsisten.[11] Dalam Solusi Mudah dan Cepat Menguasai SPSS 17.0 unruk Pengolahan Data Statistik (Wahana Komputer, 2009) dikatakan analisis korelasi dilakukan untuk menunjukkan keeratan hubungan kausal antara variabel-variabel. Jenis-jenis analisis korelasi, yaitu: Korelasi sederhana, yaitu , korelasi parsial, dan uji distance
yaitu teknik yang didasarkan pada asumsi bahwa data yang diambil mempunyai distribusi normal dan menggunakan data interval dan rasio.[6]
  1. Uji-t
Uji-digunakan untuk menentukan apakah 2 kelompok skor memiliki perbedaan yang signifikan di tingkat probabilitas pilihan. Contohnya, Uji-tdapat digunakan untuk membandingkan skor membaca pada laki-laki dan skor membaca pada perempuan di sekolah A.
Strategi dasar Uji-adalah membandingkan perbedaan nyata antara mean kelompok (X1-X2) menentukan apakah ada perbedaan yang diharapkan berdasarkan peluang.
Uji-terdiridari:
Uji-t untuk sampel independen digunakan untuk menentukan apakah ada perbedaan yang signifikan antara dua sampel independen. Sampel independen ditentukan tanpa adanya pemadanan jenis apapun. Software SPSS dapat digunakan untuk uji-t.
Uji-t untuk sampel non-independen digunakan untuk membandingkan dua kelompok terpilih berdasarkan beberapa kesamaan. Uji ini juga digunakan untuk membandingkan performansi kelompok tunggal dengan pretest danposttest atau dengan dua perlakuan berbeda.[7]
  1. Analisis Varians (ANOVA)
Dalam Educational Research (2008), Cresswell mengartikan ANOVA sebagai teknik statistik yang digunakan untuk perbedaan yang ada pada lebih dari dua kelompok data. Adapun jenis analisis varians, yakni:
  1. ANOVA sederhana (satu arah) digunakan untuk menentukan apakah skor dari dua kelompok atau lebih memiliki perbedaan secara signifikan pada tingkat probabilitasnya. Misalnya,  pengukuran prestasi siswa berdasarkan tingkat ekonominya (tinggi, sedang, dan rendah), dimana tingkat ekonomi sebagai variabel kelompok dan tingkat ekonomi sebagai variabel dependennya.
  2. Multi comparison adalah pengujian yang melibatkan perhitungan bentuk istimewa dari uji-t. Setiap kali uji signifikansi dilakukan, tingkat probabilitasnya kita terima. Misalnya, kita setuju kalau hasil yang akan didapatakan muncul hanya 5 kali kesempatan pada setiap 100 sampel. Hasil tersebut dikatakan bermakna dan bukan sekedar karena peluang semata.
  3. ANOVA Multifaktor
Seperti pembahasan kelompok sebelumnya, desain factorial digunakan untuk meneliti dua variabel bebas atau lebih serta hubungan di antara variabel tersebut, maka ANOVA multifaktor adalah jenis analisis statistik yang paling sesuai. Hasilan alisisnya adalah rasioterpisah untuk setiap variabel bebas dan satu rasio untuk interaksi. Misalnya, kita ingin mengetahui apakah gender dan tingkat ekonomi (tinggi, sedang, dan rendah) mempengaruhi prestasi mahasiswa. ANOVA multifaktor memungkinkan kita untuk menghitung kedua variabel bebas (gender dan tingkat ekonomi) dan variabel terikat (prestasi; IPK, skor bahasa, skor matematika, dsb)
  1. Analysis of Covariance (ANCOVA)
Analisis ini model ANOVA yang digunakan dengan cara berbeda dimana variabel bebas dihitung dengan memperhatikan rancangan penelitian. Bila penelitian memiliki 2 variabel bebas atau lebih, maka uji jenis inilah yang cocok digunakan melalui dua cara yakni: (1) sebagai teknik pengendalian variabel luar (extraneous variable) serta sebagai alat untuk meningkatkan kekuatan uji statistik. ANCOVA bisa digunakan pada penelitian kausal komparatif maupun penelitian ekperimental yang melibatkan kelompok yang sudah ada dan kelompok yang dibentuk secara acak, dan (2) ANCOVA digunakan untuk memperkuat uji statistic dengan memperkecil varians dalam kelompok (error). Kekuatan yang dimaksudkan adalah kemampuan uji signifikansi untuk mengenali temuan riset sebenarnya, yang memungkinkan penguji menolak hipotesis 0 (nol) yang salah.[8]7
  1. Regresi Jamak
Regresi jamak digunakan pada data berbentuk rasio dan interval. Regresi jamak menggabungkan variabel yang diketahui secara terpisah untuk memprediksi (misalnya, hubungan antara) criteria dalam persamaan (rumus) prediksi atau dikenal dengan  Multiple Regression Equation. Regresi jamak merupakan prosedur analisis untuk penelitian eksperimental, kausal komparatif, dan korelasional karena teknik ini tidak hanya untuk menentukan apakah ada hubungan antar variable tetapi juga untuk mengetahui besar (kuatnya) hubungan tersebut. Salah satu jenis regresi jamak adalah step-wise analysis yang memungkinakn kita memasukkan atau mengeluarkan variabel utama (predicator) ke dalam persamaan regresi tahap demi tahap. Regresi jamak juda menjadi dasar analisis jalur yang bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat interaksi variabel utama satu sama lain dan berkontribusi pada variabel terikat.[9]
Sementara dalam Emzir (2011) dikatakan bahwa regresi jamak merupakan perluasan dari regresi dan prediksi sederhana dengan penambahan beberapa variabel. Kekuatan prediksi akan semakin terdukung dengan penambahan variabel.[10]
  1. Korelasi
Menurut Cohen, dkk., Teknik korelasi digunakan untuk mengetahui tiga hal pada dua variabel atau dua set data. Pertama, “Apakah ada hubungan antara dua variabel atau set data”. Bila jawabannya “ya”, maka dua hal berikutnya perlu kita cari yakni; “Bagaimana arah hubugan tersebut”; dan “Apa yang menjadi ukurannya?” Hubungan yang dimaksudkan adalah kencenderungan dua variabel atau set data berbeda secara konsisten.[11] 
Dikatakan analisis korelasi dilakukan untuk menunjukkan keeratan hubungan kausal antara variabel-variabel. Jenis-jenis analisis korelasi, yaitu: Korelasi sederhana, yaitu , korelasi parsial, dan uji distance

 Pengujian Hipotesis (skripsi dan tesis)


Pengujian hipotesis adalah proses pengambilan keputusan dimana peneliti mengevaluasi hasil penelitian terhadap apa yang ingin dicapai sebelumnya. Misalnya, kita ingin menerapkan program baru dalam pelajaran membaca. Pada rencana penelitian dikemukanan hipotesis penelitian yang memprediksi perbedaan skor siswa yang menjalni program baru tadi dengan proglam lama, dan hipotesis nol (0), yang memprediksikan skor kedua kelompok tidak akan berbeda. Setelah data dihitung mean dan standar deviasinya dan hasilnya menunjukkan skor siswa dengan program baru lebih tinggi (berbeda secara signifikan) daripada siswa yang mengikuti program lama, maka hipotesis penelitian diterima dan hipotesis nol ditolak. Yang berarti bahwa program baru tersebut efektif untuk diterapkan pada program membaca. Intinya, pengujian hipotesis adalah proses evaluasi hipotesis nol, apakah diterima tau ditolak

Standard Error (skripsi dan tesis)


Peluang setiap sampel sangat identik dengan populasinya sangat kecil (nill) meskipun inferensi populasi didapat dari informasi sampel.Penerapan random sampling tidak menjamin karakteristik sampel sama persis dengan populasi. Variasi prediksi antara mean disebut sampling errorSampling error ini tidak bisa dihindari dan ini bukan kesalahan peneliti. Yang menjadi persoalah adalah apakah error tersebut semata-mata hasil sampling error atau merupakan perbedaan yang bermakna yang akan pula ditemukan pada papulasi yang lebih besar.
Ciri standard error adalah bahwa error yang terjadi bisaanya berdistribusi normal yang besarnya berbeda-bedadan error tersebut cenderung membentuk kurva normal yang menyerupai lonceng.
Faktor utama yang mempengaruhi standard error adalah jumlah sampel. Semakin banyak sampelnya, semakin kecil standard  errornya. Ini menunjukkan bahwa sampel penelitian semakin akurat bila banyak sampelnya.
Faktor utama yang mempengaruhi standard error adalah jumlah sampel. Semakin banyak sampelnya, semakin kecil standard error meannya yang berarti bahwa semakin kecil standard error-nya, semakin akurat mean sampel untuk dijadikan estimator untuk mean populasiny

Statistik inferensial (skripsi dan tesis)

Statistik inferensial adalah teknik analisis data yang digunakan untuk menentukan sejauh mana kesamaan antara hasil yang diperoleh dari suatu sampel dengan hasil yang akan didapat pada populasi secara keseluruhan. Jadi statistik inferensial membantu peneliti untuk mencari tahu apakah hasil yang diperoleh dari suatu sampel dapat digeneralisasi pada populasi.[1] Sejalan dengan pengertian statistik inferensial menurut Creswell, Muhammad Nisfiannoor berpendapat bahwa statistik inferensial adalah metode yang berhubungan dengan analisis data pada sampel untuk digunakan untuk penggeneralisasian pada populasi. Penggunaan statistic inferensial didasarkan pada peluang (probability) dan sampel yang dipilih secara acak (random). [2]
Statistik inferensial terdiri atas dua jenis yaitu statistik parametris dan statistik nonparametris. Statistik parametris digunakan untuk menguji parameter populasi melalui statistik, atau menguji ukuran populasi melalui data sampel. Sedangkan, statistik nonparametris tidak menguji parameter populasi, tetapi menguji distribusi. Penggunaan statistik parametris dan statistik nonparametris tergantung pada asumsi dan jenis data yang akan dianalisis. Statistik parametris kebanyakan digunakan untuk untuk menganalisis data interval dan rasio, sedangkan statistik nonparametris kebanyakan digunakan untuk menganalisis data nominal, ordinal (Sugiyono, 2013).

PENGUJIAN HIPOTESIS UNTUK ANALISIS DATA RISET (skripsi dan tesis)

Pengujian hipotesis merupakan suatu asumsi atau anggapan yang bisa benar atau bisa salah mengenai suatu hal dan dibuat untuk menjelaskan suatu hal tersebut sehingga memerlukan pengecekan lebih lanjut. Bila hipotesis yang dibuat itu secara khusus berkaitan dengan parameter populasi, maka hipotesis itu disebut hipotesis statistik. Jadi hipotesis statistik adalah suatu asumsi atau anggapan atau pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi. Untuk suatu hipotesis yang dibuat, hanya dua kemungkinan yang akan kita putuskan, yaitu kita akan menolak hipotesis atau kita akan menerima hipotesis, setelah kita manghitung statistik dari sampel. Menolak hipotesis artinya kita menyimpulkan bahwa hipotesis tidak benar, sedangkan menerima hipotesis artinya tidak cukup informasi/bukti dari sampel untuk menyimpulkan bahwa hipotesis harus kita tolak. Artinya walaupun hipotesis itu kita terima, tidak berarti bahwa hipotesis itu benar. Sehingga dalam membuat rumusan pengujian hipotesis, hendaknya selalu membuat pernyataan hipotesis yang diharapkan akan diputuskan untuk ditolak. Hipotesis yang dirumuskan dengan harapan untuk ditolak disebut hipotesis nol yang ditulis Ho. Penolakan hipotesis nol akan menjurus pada penerimaan hipotesis alternatif atau hipotesis tandingan yang ditulis H1 atau Ha

Pengertian Analisis Data (skripsi dan tesis)

Pengertian Analisis Data adalah suatu proses atau upaya pengolahan data menjadi sebuah informasi baru agar karakteristik data tersebut menjadi lebih mudah dimengerti dan berguna untuk solusi suatu permasalahan, khususnya yang berhubungan dengan penelitian.
Analisis data juga dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengubah data hasil dari penelitian menjadi sebuah informasi baru yang dapat digunakan dalam membuat kesimpulan.
Secara umum, tujuan analisis data adalah untuk menjelaskan suatu data agar lebih mudah dipahami, selanjutnya dibuat sebuah kesimpulan. Suatu kesimpulan dari analisis data didapatkan dari sampel yang umumnya dibuat berdasarkan pengujian hipotesis atau dugaan.

Validitas (skripsi dan tesis)

Validitas adalah istilah penting dalam penelitian yang mengacu pada konseptual dan kesehatan ilmiah dari sebuah studi penelitian (Graziano & Raulin, 2004).  Untuk menghasilkan kesimpulan yang valid, konsep yang sangat penting dan berguna dalam segala bentuk  metodologi penelitian. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan akurasi dan kegunaan temuan dengan menghilangkan atau mengendalikan banyak pengganggu variabel mungkin, yang memungkinkan untuk kepercayaan yang lebih besar dalam temuan  sebuah studi yang diberikan.Membicarakan validitas sebagai terminologi penelitian, setidak-tidaknya akan sampai pada dua pengertian , yakni berkaitan dengan pengukuran dan yang kedua berkaitan dengan penelitian itu sendiri. validitas berkaitan dengan tiga unsur; alat ukur,metode ukuran dan pengukur (peneliti). Validitas ukur adalah suatu keadaan dimana alat ukur yang di gunakan untuk mengukur karakteristik seperti yang diinginkan oleh peneliti untuk di ukur. Validitas penelitian mempunyai pengertian yang berbeda dengan validitas pengukuran ,walaupun untuk termencapai validitas penelitian syarat validitas pengukuran harus terpenuhi pula. Ada empat jenis yang berbeda dari validitas (validitas internal, eksternal validitas, validitas konstruk, dan validitas kesimpulan statistik) yang berinteraksi  untuk mengendalikan dan meminimalkan dampak dari berbagai asing  faktor yang dapat mengacaukan studi dan mengurangi akurasi yang  kesimpulan. Namun yang akan di bahas sekarang ialah yang di kenal demngan validitas eksternal dan internal yang di kemukakan oleh Sugiyono membagi validitas menjadi dua jenis, yaitu validitas internal dan validitas eksternal