Tampilkan postingan dengan label Judul Keperawatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Judul Keperawatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Juli 2017

TAHAP-TAHAP PENELITIAN COHORT (skripsi dan tesis)


Langkah-langkah pelaksanaan penelitian cohort antara lain sebagai berikut:
a.        Identifikasi faktor resiko dan efek
b.      Menetapkan subjek penelitian (menetapkan populasi dan sampel)
c.       Pemilihan subjek dengan faktor resiko posiif dari subjek dengan efk negatif
d.      Memilih subjek yang akan menjadi anggota kelompok kontrol
e.       Menganalisis dengan membandingkan proporsi subjek yang mendapat efek positif dengan subjek yang mendapat efek negatif baik pada kelompok resiko positif maupun kelompok beresiko negatif (kontrol)

(Soekidjo, 2010)



TAHAP-TAHAP PENELITIAN CASE CONTROL (skripsi dan tesis)


Tahap-tahap penelitian case control ini adalah sebagai berikut:
a.       Identifikasi variabel-variabel penelitian (faktor resiko dan efek)
b.      Menetapkan subjek penelitian (populasi dan sampel)
c.       Identifikasi kasus
d.      Pemilihan subjek sebagai kontrol
e.       Melakukan pengukuran retrospektif (melihat ke belakang) untukmelihat faktor resiko
f.       Melakukan analisis dengan membandingkan proporsi antara variabel-variebl objek penelitian dengan variabel-variabel kontrol

(Soekidjo, 2010)






TAHAP-TAHAP PENELITIAN CROSS SECTIONAL (skripsi dan tesis)



Dari skema rancangan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah penelitian cross sectional adalah sebagai berikut:
a.       Mengdentifikasi variabel-variabel penelitian dan mengindentifikasi faktor resiko dan faktor efek
b.      Menetapkan subjek penelitian atau populasi dan sampel
c.       Melakukan observasi atau pengukuran variabel-variabel yang merupakan faktor resiko dan efek sekaligus berdasarkan status  keadaan variabel pada saat itu (pengumpulan data)
d.      Melakukan analisis korelasi dengan cara membandingkan prporsi antar kelompok-kelompok hasil observasi (pengukuran)
(Soekidjo, 2010)

PENGERTIAN DAN JENIS FAKTOR RESIKO DALAM PENELITIAN KESEHATAN (skripsi dan tesis)



Faktor resiko adalah faktor-faktor atau keadaan-keadaan yan mempengaruhi perkembangan suatu penyakit atau status kesehatan tertentu. Faktor resiko berbeda dengan agen (penyebab penyakit), dimana faktor resiko merupakan suatu kondisi yang memungkinkan adanya mekanisme hubungan antara agen penyakit dengan induk semang (host) dan penjami yaitu manusia, sehingga terjadinya efek (penyakit). Sedangkan agen adalah suatu faktor yang harus ada untuk terjadnya penyakit.
Ada dua macam faktor resiko yaitu:
1.      Faktor resiko yang berasal dari organisme itu sendiri (faktor resiko intrinsik). Faktor intrinsik itu sendiri dibedakan menjadi:
a.       Faktor jenis kelamin dan usia
b.      Faktor-faktor anatomi atau konstitusi tertentu
c.       Faktor nutrisi
2.      Faktor resiko yang berasal dari lingkungan (faktor resiko ekstrinsik) yang memudahkan seseorang terjangkit suatu penyakit tertentu. Berdasarkan jenisnya, faktor ekstrinsik ini dapat berupa: keadaan fisik, kimiawi, biologis, psikologis sosial buadaya dan perilaku

(Soekidjo, 2010)

PENGERTIAN PENELITIAN SURVEI ANALITIK (skripsi dan tesis)



Survei analitik adalah survei atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Kemudian melakukan analisis dinamika korelasi antara fenomena atau antara faktor resiko dengan faktor efek. Yang dimaksud dengan faktor efek adalah sutu fenomena yang mengakibatkan terjadinya efek (pengaruh).
(Soekidjo, 2010)

JENIS PENELITIAN SURVEI DESKRIPTIF (skripsi dan tesis)


Di dalam penelitian kesehatan, jenis masalah survei deskriptif dapat digolongkan dalam hal-hal sebagai berikut:
1.      Survei rumah tangga
Adalah suatu survei deskriptif yang ditujukan kepada rumah tangga. Biasanya pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada kepala keluarga. Informasi yang diperoleh dari kepala keluarga tidak saja infomrasi mengenai dirinya kepala keluarga tersebut, tetapi juga infrmasi tentang diri atau keadaan anggota-anggota keluarga lainnya dan bahkan informasi tentang rumah dan lingkungannya.
2.      Survei morbiditas
Adalah suatu survei deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui kejadian dan distribusi penyakit dalam masyarakat atau pupulasu. Survei ini dapat sekaligus digunakan untuk mengetahui insidence atau kejadian suatu penyakit maupun prevalensi
3.      Survei analisis jabatan
Survei ini bertujuan untukmengetahui tentang tugas dan tanggung jawab petugas kesehatan serta kegiatan-kegiatan para petugas tersebut berhubungan dengan pekerjaan mereka.  Di samping itu, survei inin juga dapat mengetahui status dan hubungan antara satu dengan yang lainnya atau hubungan antara atasan dan bawahan, kondisi kerja serta fasilitas yang ada untuk melaksanakan tugas
4.      Survei pendapat umum
Survei ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran tentang pendapat umum terhadap suatu program pelayanan kesehatan yang sedangerjalan dan yang menyangkut seluruh lapisan masyarakat. Survei ini dapat juga digunakan untuk menggali pendapat seluruh masyarakat atau publik tentang pelayanan kesehatan dan masalah-masalah kesehatan masyarakat.

(Soekidjo, 2010)


PENGERTIAN DAN TUJUAN PENELITIAN SURVEI DESKRIPTIF (skripsi dan tesis)


Survei deskriptif dilakukan terhadap sekumpulan objek yang biasanya bertujuan untuk melihat gambaran fenomena (termasuk kesehatan) yang trjadi pada suatu populasi tertentu. Pada umumnya survei deskriptif digunakan untuk membuat penilaian terhadap suatu kondisi dan penyelenggaran suatu program di masa sekarang, kemudian hasilnya digunakan untuk menyusun perencanaan perbaikan program tersebut. Survei deskriptif didefinisikan suatu penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan suatu fenomena yang terjadi di dalam masyarakat. Dalam bidang kesehatan masyarakat survei deskriptif digunakan untuk menggambarkan atau memotret masalah kesehatan serta yang terkait dengan kesehatan sekelompok penduduk atau orang yang tinggal dalam komunitas tertentu
(Soekidjo, 2010)

MANFAAT PENELITIAN KESEHATAN/KEDOKTERAN (skripsi dan tesis)


Dalam rangka pengembangan penelitian kesehatan/kedokteran, dperlukan perencanaan yangbaik dan teliti. Perencanaan yang teliti sangat memerlukan informasi dan data yanga kurrat ini diperlukan bantuan penelitian yang relevan. Secara singkat manfaat penelitian kesehatan/kedokteran dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
1.      Hasil penelitian dapat digunakan untuk menggambarkan tentang keadaan atau status kesehatan idividu, kelompok maupun masyarakat
2.      Hasil penelitian kesehatan dapat digunaan untuk menggambarkan kemampuan sumberdaya, kemungkinan sumbernya tersebut guna mendukung pengembangan pelayanankesehatan yang direncanakan
3.      Hasil penelitian kesehatan dapat dijadikan sarana untuk menyusun kebijaksanaan dalam menyusun strategi pengembangan pelayanan kesehatan
4.      Hasil penelitian kesehatan dapat dilukiskan kemampuan dalam pembiayaan, peralatan dan ketenagakerjaan baik secara kuantitas maupun kualitats guna mendukung sistem kesehatan

(Soekidjo, 2010)

TUJUAN PENELITIAN KESEHATAN (skripsi dan tesis)


Tujuan penelitian kesehaan/kedokteran erat hubungannya dngan peelitian yang akan dilakukan. Tujuan penelitian penjelajahan berbeda dengan penelitian pengembangan, bebeda pila penelitian verifikatif. Demikian pula penelitian dasar, akan lain pula tujuannya dengan penelitian terapan. Tetapi secara umum semua jenis penelitian kesehatan/kesokteran itu antara lain, adalah:
1.      Menemukan atau mengkaji fakta baru maupun fakta lama sehubungan dengan bidang kesehatan/kedokteran
2.      Mengadakan analisiterhadap hubungan atau interaksi antara fakta-fakta yang ditemukan serta hbungannya dengan teori-teori yang ada
3.      Mengembangkan alat, teori atau konsep baru dalam bidang kesehatan/kedokteran yang memberi kemungkinan bagi peningkatan kesehatan masyarakat khususnya dan peningkatan kesehjateraan manusia pada umumnya
Pendapat lain mengelompokkan tujuan penelitian kesehatan/kedokteran itu menjadi tiga, yaitu:
1.      Untuk merumuskan teori, konsep dan atau generalisasi baru tentang penelitian kesehatan/kedokteran
2.      Untuk memperbaiki atau modifikasi teori, sistem atau program pelayanan penelitian kesehatan/kedokteran
3.      Untukmemperkokoh teori, konsep, sistem atau generalisasi yang sudah ada
(Soekidjo, 2010)

JENIS PENELITIAN BERDASARKAN SUMBER DATA (skripsi dan tesis)


Dari segi tempat atau sumber data darimana suatu penelitian itu dilakukan jenis penelitian kesehatan dibedakan menjadi:
a.       Penelitian perpustakaan
Penelitian perpustakaan dilakuka hanya dengan mengumpulkan dan mempelajari data dari literatur, laoran-laporan dan dokumen-dokumen lannya yang telah ada di perpustakaan.
b.      Penelitian labotarium
Penelitian labotarium dilakukan di dalam labotarium, pada umumnya digunakan dalam penelitian-penelitian klinis.
c.       Penelitian lapangan
Penelitian lapangan dilaksanakan di masyarakat dan masyarakat sebagai objek penelitian.

(Soekidjo, 2010)

JENIS PENELITIAN KESEHATAN BERDASARKAN TUJUAN (skripsi dan tesis)


Ditinjau dari segi tujuan, penelitian kesehatan apat digolongkan menjadi tiga:
a.       Penelitian penjelajahan (eksploratif)
Penelitian penjelajahan bertujuan utnuk menemukan probelamtika-problematika baru dalam dunia kesehatan
b.      Penelitian pengembangan
Penelitian pengembanan bertujuan utnuk mengembangkan pengetahuan atau teori baru di bidang kesehatan atau kedokteran.  
c.       Penelitian verifikatif
Penelitian verifikatif bertujuan untuk menguji kebenaran suatu teori dlam bidang kesehatan atu kedokteran.
(Soekidjo, 2010)

JENIS PENELITIAN DALAM RANAH EKSPERIMEN (skripsi dan tesis)


a.       Penelitian dasar
Penelitian ini dilakukan untuk memahami atau menjelaskan gejala yang muncul pada suatuikhwal atau kejadian. Kemudian dari gejala yang terjadi pada ikhwal tersebut dianalisis dan kesimpulannya adalah merupakan pengethuan atau teori baru. Jenis penelitianin isering juga disebut dengan peneliitan murni atau “pure research” karena dilakukan untuk merumuskan suatu teori atau dasar pemikiran ilmiah tentang kesehatan/kedokteran.
b.      Penelitian terapan
Penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki atau memodifikasi proses suatu sistem atau program dengan menerapkan teori kesehatan  yang ada. Dengan kata lain, penelitian ini berhubungan dengan penerapan suatu sistem atau metiode yang terbaik sesuai dengan sumber daya yang tersedia untuk suatu hal atau suatu keadaan. Artinya, penelitian ini dilakukan, sementara itu sistem tersebut di uji coba dan dimodifikasi. Penelitian terapan ini sering disebut sebagai penelitian operasional.
c.       Penelitian tindakan
Penelitia ini dilakukan terutama untuk mencari suatu dasar pengetahuan praktis guna memperbaiki suatu situasi atau keadaan kesehatan masyarakat yang dilakukan secara terbatas. Biasanya penelitian ini dilakukan erhadap suatu keadaan yang sedang berlangsung. Penelitian ini biasanya dilakukan dimana pemecahan masalah perlu dilakukan dan hasilnya diperlukan untuk memperbaiki suatu keadaan
d.      Penelitian evaluasi
Penelitian ini dilakukan untukmelakukan penilaian terhadap suatu pelaksanaan kegiatan atau program yang sedang dilakukan dalam rangka mencari umpan balik yang akan dijadikan dasar untuk memperbaiki suatu program atau sistem. Penelitian evaluasi ada dua tipe, yaitu tinjauan (review) dan pengujian (trial).

(Soekidjo, 2010)

JENIS PENELITIAN DALAM RANAH EKSPERIMEN (skripsi dan tesis)


a.       Penelitian dasar
Penelitian ini dilakukan untuk memahami atau menjelaskan gejala yang muncul pada suatuikhwal atau kejadian. Kemudian dari gejala yang terjadi pada ikhwal tersebut dianalisis dan kesimpulannya adalah merupakan pengethuan atau teori baru. Jenis penelitianin isering juga disebut dengan peneliitan murni atau “pure research” karena dilakukan untuk merumuskan suatu teori atau dasar pemikiran ilmiah tentang kesehatan/kedokteran.
b.      Penelitian terapan
Penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki atau memodifikasi proses suatu sistem atau program dengan menerapkan teori kesehatan  yang ada. Dengan kata lain, penelitian ini berhubungan dengan penerapan suatu sistem atau metiode yang terbaik sesuai dengan sumber daya yang tersedia untuk suatu hal atau suatu keadaan. Artinya, penelitian ini dilakukan, sementara itu sistem tersebut di uji coba dan dimodifikasi. Penelitian terapan ini sering disebut sebagai penelitian operasional.
c.       Penelitian tindakan
Penelitia ini dilakukan terutama untuk mencari suatu dasar pengetahuan praktis guna memperbaiki suatu situasi atau keadaan kesehatan masyarakat yang dilakukan secara terbatas. Biasanya penelitian ini dilakukan erhadap suatu keadaan yang sedang berlangsung. Penelitian ini biasanya dilakukan dimana pemecahan masalah perlu dilakukan dan hasilnya diperlukan untuk memperbaiki suatu keadaan
d.      Penelitian evaluasi
Penelitian ini dilakukan untukmelakukan penilaian terhadap suatu pelaksanaan kegiatan atau program yang sedang dilakukan dalam rangka mencari umpan balik yang akan dijadikan dasar untuk memperbaiki suatu program atau sistem. Penelitian evaluasi ada dua tipe, yaitu tinjauan (review) dan pengujian (trial).

(Soekidjo, 2010)

JENIS PENELITIAN BERDASARKAN SURVEI ANALITIK (skripsi dan tesis)


Dalam penelitian survei analitik, dari analisis korelasi dapat diketahui seberapa jauh kontribusi faktor resiko tertentu terhadap adanya suatu kejadian tertentu (efek). Secara garis besar survei analitik ini dibedaan dalam tiga pendekatan (jenis) yakni:
a.       Potong silang (cross sectional)
Dalam penelitian seksional silang atau potong silang, variabel sebab atau resiko dan akibat atau kasus yang terjadi pada objek penelitian diukur dan dikumpulkan secara simultan (dalam waktu yang bersamaan)
b.      Studi restrospektif (retrospective study)
Penelitian ini adalah penelitian yang berusa melihat ke belakang. Artinya pengumpulan data dimulai dari efek atau akibat yang telah terjadi. Kemudian dari feek tersebut ditelusuri ke belakang tentang penyebabnya atau variabel-variabel yang mempengaruhi akibat tersebut. Dengan kata lain, penelitian retrospektif ini berangkat dari dependent variables kemudian di cari independent variables.
c.       Studi Prospektif (cohort)
Penelitian ini adalah penelitian yang melihat ke depan (forward looking) artinya penelitian dimulai dari variabel penyebab atau faktor resiko kemudian diikuti akibanya pada waktu yang akan datang. Dengan kata lain, peneliitan in berangkat dari variabel independen kemudian diikuri akibat dari independen variabel tersebut terhadap dependen variabel.

(Soekidjo, 2010)

JENIS PENELITIAN DALAM RANAH SURVEI (KESEHATAN) (skripsi dan tesis)



Penelitian survei digolongkan menjadi dua yaitu penelitian survei yang bersifat deskriptif (descriptive) dan analitik (analytical).
a.       Dalam penelitian survei deskriptif, peneitian diarahkan untuk mendeskripsikan atau menguraikan suatu keadaan di dalam suatu komunitas atau masyarakat. Dalam survei deskriptif pada umumnya penelitian menjawab pertanyaan bagaimana (how)
b.      Penelitian survei analitik maka penelitian diarakahkan untuk menjelaskan suatu keadaan atau situasi. Survei ini ppada umumnya berusaha menjawab pertanyaan mengapa (why)? Oleh sebab itu juga disebut dengan penelitian penjelasan (explanatory study). 

(Soekidjo, 2010) 

JENIS PENELITIAN KESEHATAN (Skripsi dan Tesis)


Pengelompokkan jenis penelitian kesehatan ini bermacam-macam menurut aspek mana penelitian itu ditinjau. Berdasarkan metode yang digunakan maka penelitian kesehatan dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu
1.      Metode penelitian survey
Penelitian survey adalah suatu penelitian yang dilakukan tanpa melakukan intervensi terhadap subjek penelitian (masyarakat), sehingga sering disebut dengan penelitian non eksperiman. Dalam survei, penelitian tidak dilakukan terhadap seluruh objek yang diteliti atau populasi tetapi hanya mengambil sebagian dari populasi tersebut (sampel). Sampel adalah bagian dari populai yang dianggap mewakili populasinya. Dalam penelitian survei, hasil dari peneliitian tersebut merupakanhasil dari keseluruhan. Dengan kata lain, hasil dari sampel tersebut dapat digeneralisasikan sebagi hasil populasi.  
2.      Metode penelitian eksperimen
Dalam penelitian eksperimen atau percobaan, peneliti melakukan percobaan atau perlakuan terhadap variabel independennya, kemudian mengukur akibat atau pengaruh percobaan tersebut terhadap dependen variabel. Yang dimaksud dengan percobaan atau perlakuan di sini adalah suatu usaha modifikasi kondisi secara sengaja dan terkontrol dalam menentukan peristiwa atau kejadian, serta pengamatan terhadap perubahanyang terjadi akibat dari peristiwa tersebut.
3.      Metode penelitian surveilans
Dalam epidemiologi, khususnya pemberantasan penyakit menular, penelitian harus dilakukan secara terus menerus untuk mengetahui perkembangan penyakit-penakit yang bersangkutan. Penelitian yangterus menerus dilakukan dalam rangka memantau perkembangan suatu penyakit itu disebut dengan surveilans. Surveilans (surveillance) yang artinya pengamatan secara terus menerus terhadap suatu penyakit atau suatu kelompok atau masyarakat. Pengamatan dalam rangka surveilans dapat dilakukan terhadap kejadian suatu penyakit baik penyakit menular atau tidak menular

(Soekidjo, 2010)


Senin, 28 September 2015

Penolong Persalinan (Konsultasi Skripsi, SKRIPSI, Jogja, Kedokteran, Judul Kedokteran, Keperawatan, Judul Keperawatan, kesehatan, Judul Kesehatan)

a.      Bidan
Istilah midwife dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan menjadi kata bidan dalam bahasa Indonesia berarti mendampingi perempuan. Istilah ini sudah ada sejak jaman dahulu kala dan beberapa tulisan tentang midwife telah terdapat dalam Perjanjian Lama. Bidan dijaman moderen pertama harus merupakan perawat berijasah kemudian melanjutkan pendidikan, mendapatkan pengalaman dan melakukan pemeriksaan dalam asuhan keperawatan bagi wanita yang hamil, bersalin serta postpartum dan juga bagi bayinya. Kemudian bidan harus memiliki kualifikasi untuk mengerjakan semua asuhan untuk mengerjakan semua asuhan kehamilan yang normal (sesudah dokter ahli obstetric menyingkirkan semua kelainan yang mungkin atau potensial terjadi), mengawasi persalinan serta melangsungkan proses pelahiran yang normal dan merawat ibu yang postpartum serta bayi baru lahir normal. Pada beberapa klinik kebidanan, keseluruh asuhan keperawatan tersebut dilaksanakan oleh para bidan; pada beberapa klinik lainnya dan juga sebagian besar rumah sakit, asuhan keperawatan dilakukan dibawah pengawasan dokter ahli obstetric. Namun demikian bidan harus mendampingi ‘ibu’ khususnya selama proses kelahiran berlangsung.
Bidan bekerja di rumah sakit, klinik antennal, bangsal perawatan antenatal serta kamar bersalin, kamar bayi, dan bangsal perawat serta klinik postnatal. Mereka juga bekerja dalam komunitas sebagian bidan  kunjungan rumah (khususnya kalau ibu dan bayinya dipulangkan secara dini dari rumah sakit), pada puskesmas serta klinik keluarga berencana. Mereka juga terlibat dalam penyuluhan antenatal, kursus-kursus persiapan persalinan dan kursus-kursus untuk mengejarkan cara-cara menjadi orang tua. Para bidan juga memasuki bidang-bidang spesialisasi tertentu seperti konsultan laktasi, dan beberapa pekerjaan dalam praktek yang tidak terikat.

b.      Dokter Obstretri
Dokter ahli obstetric adalah dokter yang sudah mendapatkan pendidikan dengan kualifikasi khusus dalam bidang spesialisasi kebidanan atau obstetric, memiliki pengalaman postgraduate dan melakukan pemeriksaan untuk ibu hamil, bersalin secara nifas. Dokter obstetri bekerja di rumah sakit umum sebagai konsultan, dan kepala setiap Klinik atau Unit kebidanan di rumah sakit tersebut adalah dokter obstetric senior yang dapat dibantu oleh dokter-dokter obstetrilainnya. Pada Unit Kebidanan bisa ditemukan residen yang sedang menjalani pendidikan spesialis untuk manjadi ahli obstetri. Dokter obstetri juga memberikan asuhan maternitas secara individual atau personal, dan ibu hamil dapat menjalani pemeriksaan antenatal pada praktek pribadi dokter obstetric. Sebagian besar dokter obstetric memiliki jatah tempat tidur bagi pasien-pasiennya di bangsal-bangsal rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta yang besar.

c.       Dokter Umum
Dokter umum juga terlibat dalam asuhan maternitas. Kadang-kadang dokter umum memiliki kelebihan karena memahami dan merawat keluarga pasien sehingga mengetahui secara lebih luas kebutuhan atau permasalahan yang mempengaruhi kehamilan. Dokter umum biasanya memiliki perjanjian dengan sejumlah dokter obsetetri untuk keperluan konsultasi dan rujukan jika pelayanan spesialis ini diperlukan. Beberapa dokter umum mungkin memiliki Diploma Obstetri dan Ginekologi sehingga mereka diperbolehkan melakukan tindakan obstetric sederhana, seperti pemakaian vakum ekstraksi untuk persalinan tanpa komplikasi.

d.      Profesional Medis Lain
Ibu hamil dapat dirujuk professional kesehatan lainnya atau ia dapat memutuskan sendiri konsultasi pada professional kesehatan lainnya untuk memperoleh nasihat, penyuluhan atau tindakan tambahan selama kehamilannya. Konsultasi pada ahli gizi diperlukan untuk perencanaan makan dan penyuluhan gizi; konsultasi pada fisioterapis untuk latihan antenatal, persiapan persalinan  dan teknik relaksi; konsultasi pada konsultan payudara untuk perawatan payudara serta putting susu dan kemudian untuk pengawasan serta bantuannya dalam pemberian ASI; dan konsultasi pada petugas penyuluhan untuk calon ayah serta ibu (parent craft teacher) diperlukan guna mendapatkan nasihat mengenai hal-hal di luar kelahiran bayi seperti cara membeli perlengkapan bayi, perencanaan belanja yang sederhana, segi-segi keamanan dan ketrampilan dasar dalam perawatan bayi. Pekerjaan sosial, ulama dan ahli farmasi mungkin dibutuhkan pula untuk perawatan ibu hamil serta keluarganya.

Pengertian Paritas (Konsultasi Skripsi, SKRIPSI, Jogja, Kedokteran, Judul Kedokteran, Keperawatan, Judul Keperawatan, kesehatan, Judul Kesehatan)


                  Paritas atau para adalah jumlah kehamilan yang menghasilkan janin yang mampu hidup di luar (28 minggu) (Pusdiknakes,2003)
Berdasarkan paritasnya, wanita dapat digolongkan menjadi :
                        1). Nulipara memiliki paritas 0
                        2). Primipara memiliki paritas 1
                        3). Sekundipara memiliki paritas 2
                        4). Multipara memiliki paritas >2-5
                        5). Grandemultipara memiliki paritas .5 (Manuaba,2005)
                              Parturient atau paritas merupakan jumlah kehamilan yang mencapai tahap viabilitas dan jumlah bayi yang dilahirkan yang menentukan digolongkannya menjadi :
                        1). Primipara adalah seorang wanita yang pernah sekali melahirkan janin yang mencapai viabilitas.
                        2). Multipara adalah seorang wanita yang pernah dua kali atau lebih hamil sampai usia viabilitas.
                        3). Nulipara adalah seorang wanita yang belum pernah menyelesaikan kehamilannya melebihi usia abortus                     ( Cunningham, 2006) 

Pengobatan Kanker Serviks (Konsultasi Skripsi, SKRIPSI, Jogja, Kedokteran, Judul Kedokteran, Keperawatan, Judul Keperawatan, kesehatan, Judul Kesehatan)


      Menurut (Wiknjosasto, 2006) pada tingkat klinik (KIS) tidak dibenarkan dilakukan elektrokoagulasi atau elektrofulgerasi, bedah mikro (cryosurgery) atau dengan sinar laser, kecuali bila yang menangani seorang ahli dalam kolposkopi dan penderitanya masih muda dan bahkan belum mempunyai anak. Bila penderita telah cukup tua, atau sudah mempunyai cukup anak, uterus tidak perlu ditinggalkan, agar penyakit tidak kambuh (relapse) dapat dilakukan histerektomi sederhana.
               Pada tingkat klinik IA, umumnya dianggap dan ditangani sebagai kanker yang invasive. Bilamana kedalaman invasi <1mm area="" atau="" dan="" darah.="" limfa="" luas="" melibatkan="" meliputi="" o:p="" pembuluh="" serta="" tidak="" yang="">
               Pada klinik IB,IB occ dan IIA dilakukan histerektomi radikal dengan limfadenektomi panggul. Pasca bedah biasanya dilakukan dengan penyinaran, tergantung ada tidaknya sel tumor dalam kelenjar limfa regional yang diangkat.
               Pada tingkat IIB,III dan IV tidak dibenarkan melakukan tindakan bedah, untuk ini primer adalah radioterapi. Sebaiknya karsinoma serviks selekasnya segera dikirim ke pusat penanggulangan kanker.
               Pada tingkat klinik IVA dan IVB penyinaran hanya bersifat paliatif. Pemberian kemoterapi dapat dipertimbangkan. Pada penyakit yang kambuh satu tahun sesudah penaganan lengkap dapat dilakukan operasi jika terapi terdahulu adalah radiasi dan prosesnya masih terbatas pada panggul. Bilamana proses sudah jauh atau operasi tak mungkin dilakukan, harus dipilih khemoterapi bila syarat-syarat terpenuhi.          

Etiologi dan faktor Resiko Kanker Serviks (Konsultasi Skripsi, SKRIPSI, Jogja, Kedokteran, Judul Kedokteran, Keperawatan, Judul Keperawatan, kesehatan, Judul Kesehatan)


               Kanker servik sering dijumpai pada wanita yang sering melahirkan usia perkawinan terlalu muda atau hubungan sex pada umur muda disebabkan adanya hubungan dengan belum matangnya daerah transformasi pada umur tersebut bila seseorang terekspos. Prevalensi pada wanita tuna susila lebih tinggi uteri banyak didapatkan pada wanita yang suaminya tidak sirkum sisi . Hal ini disebabkan  oleh senggama suami yang mengandung bahan karsinogenesis. Kanker serviks banyak di dapat pada wanita dengan sosial ekonomi dan kebersihan yang rendah. Faktor sosial ekonomi adalah kaitan dengan gizi dan imunitas.
                     Menurut Black and Matassorin (1997) pada fase permulaan karsinoma serviks belum terdapat keluhan. Gejala-gejala yang sering timbul di tentukan pada kanker serviks adalah pervaginam abnormal yang bervariasi antara lain contact bleeding ( pendarahan saat berhubungan seksual) pendarahan setelah sua tahun positif menopause (nyeri pinggang, pinggul yang persisten, kostipasi, ganguan miksi, berat badan yang semakin menurun dan pendarahan yang mirip dengan cairan cucian daging berbau busuk biasanya terjadi pada stadium lanjut.
                                    Maka perlu adanya komunikasi untuk mendiagnosisi penyakit ini antara lain pemeriksaan sitologi (pap smear) pemeriksaan dalam uterus, sinar Xorografi intravena, pemeriksaan foto, taraks, biopsi. Pemeriksaan papsmear digunakan untuk mendeteksi dini adanya keganasan, menilai keadaaan hormonal dan mengetahui daya mikroorganisme ( Velve, 1996)