<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810</id><updated>2011-12-24T02:54:35.036+07:00</updated><category term='Manajemen'/><category term='MENENTUKAN JUDUL SKRIPSI'/><category term='Sejarah'/><category term='Analisis Multivariat'/><category term='Biologi'/><category term='Tesis'/><category term='kesehatan'/><category term='Statistik'/><category term='Konstruksi'/><category term='Strategik'/><category term='Teori'/><category term='SKRIPSI'/><category term='Statistika'/><category term='Kapitalisme'/><category term='Manajemen Proyek'/><category term='Psikologi'/><category term='Kontruksi'/><category term='Kebahagiaan Hidup'/><category term='Politik'/><category term='anak'/><category term='obesitas'/><category term='Kedokteran'/><category term='kreativitas'/><category term='Multidimensional Scaling'/><category term='Sel Darah'/><title type='text'>Konsultasi Skripsi</title><subtitle type='html'>Pelatihan SPSS, Olah data, Skripsi, Tugas Akhir, Thesis, Makalah.    Alamat : Jl Pandean I No 45,Condong Catur, Sleman - Yogyakarta
Buka Senin-Sabtu (Kecuali Tanggal Merah) jam 08:00-15:30 WIB 
0274-6805879 or 08170406954 or 081802752025

e-mail : akbar_ngalam@yahoo.com</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-5303504961117449890</id><published>2011-05-10T14:24:00.002+07:00</published><updated>2011-05-10T14:31:02.659+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SKRIPSI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tesis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Blue Ocean Strategy (Strategi Samudra Biru)</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Menurut&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;&amp;nbsp;Chan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Kim W. dan Renee Mauborgne (2008) dalam bukunya&amp;nbsp;&lt;st1:placename w:st="on"&gt;Blue&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype w:st="on"&gt;Ocean&lt;/st1:placetype&gt; Strategy (Strategi Samudra Biru)&lt;/span&gt;, pasar &lt;/span&gt;dapat dibayangkan terdiri atas dua samudra: samudra merah dan samudra biru. Samudra merah merupakan semua industri yang ada saat ini. Ini adalah ruang pasar yang sudah dikenal. samudra biru menandakan industri-industri yang belum ada sekarang. Ini adalah ruang pasar yang tidak dikenal. Dalam samudra merah, batasan-batasan daram industri telah didefinisikan dan diterima, dan aruran-aturan persaingan sudah diketahui. Di sini, perusahaan berusaha mengalahkan lawan mereka demi mendapatkan pangsa permintaan yang lebih besar. Ketika ruang pasar semakin sesak, prospek akan laba dan pertumbuhan pun berkurang. produk menladi komoditas dan kompetisi jor-joran mengubah samudra merah menjadi samudra penuh darah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;Sebaliknya, samudra biru ditandai oleh ruang pasar yang belum terjelajahi, penciptaan permintaan, dan peluang pertumbuhan yang sangat menguntungkan. Meskipun sejumlah samudra biru diciptakan benar-benar di ruar industri yang sudah ada, kebanyakan dibuat dari dalam samudra merah dengan cara memperluas batasan-batasan industri yang sudah ada, sebagai mana dilakukan oleh cirque du soleil. Dalam samudra biru, kompetisi itu tidak relevan karena aruran-aturan permainan baru akan dibentuk. Tak dipungkiri bahwa berenang dengan sukses di samudra merah dengan cara mengalahkan pesaing akan selalu menjadi hal penting. Samudra merah akan selalu penting dan menjadi fakta dari dunia bisnis. Tetapi, dengan kondisi pasokan yang melebihi permintaan di sebagian besar industri, berkompetisi meraih pangsa dari pasar yang berkontraksi, meski perlu, tidak akan memadai untuk mendukung kinerja prima. Perusahaan perlu melampaui kompetisi. untuk meraih laba dan kesempatan pertumbuhan baru, perusahaan juga perlu menciptakan samudra biru.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;Sayangnya, samudra biru sebagian besar belum terpetakan. Fokus dominan dari kerja strategis selama 25 tahun terakhir selalu pada strategi samudra merah yang berbasiskan kompetisi. Hasilnya adalah pemahaman yang cukup baik mengenai bagaimana bersaing dengan tangkas di perairan merah, murai dari menganalisis struktur ekonomi yang mendasari sebuah industri, memilih posisi biaya rendah arau diferensiasi atau fokus yang straregis, hingga melakukan perbandingan dengan pesaing (benchmarking) dalam kompetisi. Memand ada sejumlah pembahasan mengenai samudra biru. Namun, hanya ada sedikit panduan praktis mengenai bagaimana menciptakan samudra biru itu. Tanpa kerangka kerja analitis untuk menciptakan samudra biru dan prinsip-prinsip untuk mengelola risiko secara efektif, menciptakan samudra biru hanya menjadi impian semata yang dipandang oleh para manajer sebagai terlalu berisiko untuk dijadikan strategi. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-left: 21.3pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;A.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Penciptaan Tiada Henti Samudra Biru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;Meskipun istilah samudra biru itu baru, eksistensi samudra itu tidaklah demikian adanya. samudra biru adalah bagian dari dunia bisnis, di masa kini dan masa silam. Mari menengok seratus tahun ke belakang dan bertanya: Berapa banyak idustri masa kini yang serarus tahun silam itu berum dikenal? Jawabannya: banyak industri dasar seperti industri mobil, rekaman musik, penerbangan, petrokimia, layanan kesehatan, dan konsultan manajemen yang belum pernah terdengar atau baru muncul pada saat itu. Kini, mari kita cukup menengok ke masa tiga puluh tahun yang silam. Kembali, bermunculan sekian ragam industri jutaan dolar-reksadana, telepon seluler, pembangkit listrik renaga gas, bioteknologi, toko rabar, pengiriman paket kilat, minivan, papan luncur, kedai kopi, dan video sewaan, untuk menyebut segelintir contoh. Hanya tiga dasawarsa lalu, tak satu pun dari industri-indusri ini yang eksis secara berarti. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;Kini, mari kita maju dua puluh tahun-atau mungkin &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; puluh tahun ke depan dan tanyai diri kita berapa banyak industri tak dikenal sekarang ini yang akan eksis di masa depan itu. Jika sejarah adalah landasan untuk meramalkan masa depan, jawaban pertanyaan ini adalah: banyak sekali. Realitasnya, industri tak pernah diam di tempat. Industri selalu berevolusi. Kegiatan operasional berkembang, pasar meiuas, dan pemain datang dan pergi. Sejarah mengajarkan bahwa kita memiliki kapasitas besar-yang selama ini kita remehkan-untuk menciptakan industri-industri baru dan menciptakan ulang industri-industri yang sudah ada. Sebenatnya, system Standard Industrial Classification (SIC) berusia 50 tahun yang dikeluarkan oleh US Census telah digantikan pada 1'997 oleh sistem North America Industry Classification Standard. Sistem baru ini mengembangkan sepuluh sektor industri SIC menjadi dua puluh untuk menggambarkan realitas teritori-teritori baru vang bermunculan.s Sektor jasa di sistem lama, misalnya, kini diperluas menjadi tujuh sektor bisnis, mulai dari informasi hingga layanan kesehatan hingga bantuan sosial. Karena system-sistem ini dirancang demi standardisasi dan kesinambungan, penggantian sistem semacam itu menunjukkan betapa signifikannya ekspansi samudra biru yang sudah berlangsung.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;Tetapi, pemikiran strategis selama ini lebih difokuskan pada strategi samudra merah yang berbasiskan-kompetisi. Sebagian alasannya adalah bahwa strategi korporat sangat dipengaruhi oleh akarnya dalam strategi militer. Bahasa strategi sangat dipenuhi oleh referensi-referensi militer-chief executiue " officers (perwira/petugas)" dt "headquarter (markas/kantor pusar)," "armada" di "lini depan". Jika digambarkan dengan cara ini, strategi adalah mengenai bagaimana melawan musuh dan bertempur memperebutkan sepetak tanah yang terbatas dan berjumlah tetap. Tetapi, tidak seperti perang, sejarah industri rnenunjukkan bahwa pasar tidak pernah konstan atau tetap. Sebaliknya, sepanjang waktu terlihat bermunculan samudra biru secara terus-menerus. Karena itu, berfokus pada samudra merah sama dengan menerima faktor-faktor penghambat utama dalam perang daerah yang terbatas dan perlunya mengalahkan musuh untuk bisa berhasil-dan sama dengan menolak kelebihan khas dari dunia bisnis: kemampuan untuk menciptakan ruang pasar baru yang belum ada pesaingnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-left: 21.3pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;B.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Dampak Penciptaan Samudra Biru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;Dalam sebuah studi tentang inisiatif bisnis di 108 perusahaan, kami berusaha mengukur secara kuantitatif dampak penciptaan samudra biru terhadap pertumbuhan pemasukan dan laba perusahaan. Kim (2008) menemukan bahwa 86 persen dari inisiatif itu adalah ekstensi atau perluasan lini, yaitu perbaikan besar dalam samudra merah ruang pasar yang sudah ada. Tetapi, inisiatif itu hanya mewakili 62 persen pemasukan total dan 39 persen laba total. Sedangkan sisa 14 persennya adalah inisiatif-inisiatif yang bertujuan menciptakan samudra biru. Inisiatif ini menghasilkan 38 persen pemasukan total dan 61 persen laba total. Karena inisiatif-inisiatif bisnis mencakup investasi total untuk menciptakan samudra merah dan biru terlepas dari akibat inisiatif-inisiatif itu terhadap pemasukan dan laba, termasuk akibat berupa kegagalan), manfaat dari menciptakan perairan biru tampak jelas. Meskipun kita tidak memiliki data mengenai tingkat keberhasilan inisiatif-inisiatif samudra merah dan biru, perbedaan kinerja di antara inisiatif-inisiatif itu di tingkat global cukup nyata.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-0HqZX_Aui3E/TcjmdK0h8AI/AAAAAAAAABg/gAP-G31XdYI/s1600/Dampak.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="159" src="http://2.bp.blogspot.com/-0HqZX_Aui3E/TcjmdK0h8AI/AAAAAAAAABg/gAP-G31XdYI/s320/Dampak.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-left: 21.3pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;C.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;lnovasi Nilai: Batu Pijak Strategi Samudra Biru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;Hal yang secara konsisten membedakan pemenang dari pecundang dalam menciptakan samudra biru adalah pendekatan :nereka atas strategi. Perusahaan yang terperangkap dalam samudra merah mengikuti pendekatan konvensional, yakni berlomba memenangi kompetisi dengan membangun posisi kokoh dalam tatanan industri yang ada.16 Kreator dari samudra biru, secara mengejutkan, tidak menggunakan kompetisi sebagai patokan mereka. Sebaliknya, mereka mengikuti logika stfategis berbeda yang kami sebut inovasi nilai.Inovasi nilai merupakan batu-pijak dari strategi samudra biru. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;Kim (2008) menyebutnya inovasi nilai karena alih-alih berfokus pada memenangi kompetisi, lebih berfokus menjadikan kompetisi itu tidak relevan dengan menciptakan lompatan nilai bagi pembeli dan perusahaan. Dengan demikian, kita sekaligus membuka ruang pasar yang baru dan tanpa pesaing. Inovasi nilai memberikan penekanan setara pada nilai dan inovasi. Nilai tanpa inovasi cenderung berfokus pada penciptaan nilai dalam skala besar, sesuatu yang meningkatkan nilai tapi tidak memadai untuk membuat kita unggul secara menonjol di pasar. lnovasi tanpa nilai cenderung bersifat mengandalkan teknologi, pelopor pasar, atau futuristis, dan sering membidik sesuatu yang belum siap diterima dan dikonsumsi oleh pembeli. Dalam pengertian ini, penting untuk membedakan antara inovasi nilai, inovasi teknologi, dan usaha menjadi pelopor pasar. Studi Kim (2008) menunjukkan bahwa yang memisahkan pemenang dan pecundang dalam menciptakan samudra biru bukanlah teknologi super canggih maupun "waktu yang tepat untuk memasuki pasar." Terkadang hal-hal itu diperlukan, tapi seringnya tidak. Inovasi nilai terjadi hanya ketika perusahaan memadukan inovasi dengan utilitas (manfaat), harga, dan posisi biaya. Jika mereka gagal memadukan inovasi dan nilai dengan cara ini, para inovator teknologi dan pelopor pasar sering hanya memberikan telor yang akan ditetaskan oleh perusahaan-perusahaan lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;Inovasi nilai merupakan cara baru untuk memikirkan dan melaksanakan strategi yang mengarah pada penciptaan samudra biru dan ditinggalkannya kompetisi. Yang penting, inovasi nilai menolak salah satu dari dogma yang paling umum diterima dalam strategi berbasiskan-kompetisi, dilema/pertukaran (trade off nilai-biaya). Secara umum, diyakini bahwa perusahaan hanya bisa antara menciptakan nilai lebih tinggi bagi pelanggan dengan biaya tinggi atau menciptakan nilai limayan dengan biaya lebih rendah' Di sini, strategi dilihat sebagai membuat pilihan antara diferensiasi dan biaya rendah. Sebaliknya, perusahaan yang berusaha menciptakan samudra biru mengejar diferensiasi dan biaya rendah secara bersamaan. &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-jvSzTN9JKz0/TcjnjHGqltI/AAAAAAAAABk/BgdI4J1azjk/s1600/Inovasi.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-jvSzTN9JKz0/TcjnjHGqltI/AAAAAAAAABk/BgdI4J1azjk/s1600/Inovasi.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: center; text-indent: 27.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: center; text-indent: 27.0pt;"&gt;Gambar 1.-2 menggambarkan dinamika diferensiasi-biaya rendah yang mendasari inovasi nilai.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;Sebagaimana ditunjukkan dalam gambar di atas, penciptaan samudra biru adalah soal menekan biaya sembari meningkatkan nilai bagi pembeli. Beginilah bagaimana lompatan nilai bagi perusahaan dan pembeli dicapai. Karena nilai pembeli berasal dari utilitas (manfaat) dan harga yang ditawarkan perusahaan kepada pembeli, dan karena nilai bagi perusahaan itu dihasilkan dari harga dan struktur biaya, maka inovasi nilai tercapai hanya ketika keseluruhan sistem kegiatan utilitas, harga. dan biaya perusahaan terpadu dengan tepat. Pendekatan keseluruhan sistem inilah yang menjadikan penciptaan samudra biru sebagai sebuah strategi berkesinambungan (sustainable). &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;Strategi samudra biru mengintegrasikan kegiatan-kegiatan fungsional dan operasional perusahaan. Sebaliknya, inovasi seperti inovasi produksi bisa dilakukan pada level subsistem tanpa memengaruhi keseluruhan strategi perusahaan. Sebuah inovasi dalam proses produksi, misalnya, bisa menurunkan struktur biaya perusahaan untuk memperkuat strategi-kepemimpinan-biaya yang telah ada tanpa mengubah proporsi utilitas dalam penawarannya. Meskipun inovasi semacam ini bisa membantu mempertahankan dan bahkan meringkatkan posisi perusahaan dalam ruang pasar yang ada, pendekatan subsistem yang demikian jarang menciptakan samudra biru berupa ruang pasar baru.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;Dalam pengertian ini, inovasi nilai adalah lebih dari sekedar inovasi. Inovasi nilai adalah soal strategi yang merangkul seluruh sistem kegiatan perusahaan. Inovasi nilai menuntut perusahaan untuk mengarahkan seluruh sistem pada tujuan mencapai lompatan dalam nilai bagi pembeli dan bagi perusahaan itu sendiri. Tanpa pendekatan integral semacam ini, inovasi akan selalu terpisah dari inti strategi. Tabel berikut membeberkan ciri-ciri khas utama dari strategi samudra biru dan samudra merah.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ZtHaly6kR1M/TcjnqRKJyPI/AAAAAAAAABo/k-ayecrwB04/s1600/strategi.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="226" src="http://3.bp.blogspot.com/-ZtHaly6kR1M/TcjnqRKJyPI/AAAAAAAAABo/k-ayecrwB04/s320/strategi.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: center; text-indent: 27.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;Strategi samudra merah yang berbasiskan kompetisi mengasumsikan bahwa kondisi-kondisi struktural itu terberi dan bahwa perusahaan dipaksa untuk berkompetisi dalam kondisikondisi itu, sebuah asumsi yang didasarkan pada apa yang disebut akademisi sebagai pandangan strukturalis, arau determinisme lingkungan. Sebaliknya, inovasi nilai didasarkan pada pandangan bahwa batasan-batasan pasar dan struktur industri tidaklah terberi dan bisa direkonstruksi melalui tindakan dan keyakinan pelaku industri. Kami menyebut ini sebagai pandangan rekonstruksionis. Dalam samudra merah, diferensiasi menelan biaya besar karena perusahaan berkompetisi berdasarkan aturan praktik sukses yang sama. Dalam samudra biru, pilihan strategis bagi perusahaan adalah mengejar baik diferensiasi maupun biaya rendah. Di sisi lain, dalam pandangan rekonstruksionis, tujuan strategi adalah menciptakan aturan-aturan praktik sukses baru dengan mendobrak dilema/pertukaran nilai-biaya yang ada dan, dengan demikian, menciptakan samudra biru.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-left: 21.3pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;D.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Merumuskan dan Menerapkan Strategi Samudra Biru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;Meskipun kondisi-kondisi ekonomi menunjukkan bahwa tuntutan akan samudra biru semakin meningkat, ada keyakinan umum bahwa perusahaan yang mencoba bergerak melampaui ruang industri yang sudah ada akan memiliki peluang sukses lebih kecil. Bagaimana perusahaan bisa secara sistematis memaksimalkan kesempatan dan, pada saat yang bersamaan) meminimalkan risiko dari merumuskan dan menerapkan strategi samudra biru? Jika kita tidak memiliki pemahaman tentang prinsip-prinsip memaksimalkan kesempatan dan meminimalkan resiko yang mendorong penciptaan samudra biru, hambatan bagi inisiatif samudra biru akan lebih besar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;Tentu saja, setiap strategi pasti berisiko. Strategi selalu melibatkan peluang dan risiko, baik itu inisiatif samudra biru ataupun samudra merah. Tetapi, saat ini, &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;medan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; permainan sangat tidak seimbang, dengan kecenderungan lebih berat pada alat dan kerangka kerja analitis untuk berhasil dalam samudra merah. Selama hal ini terus berlangsung, samudra merah akan kerap mendominasi agenda strategis perusahaan, meskipun tuntutan bisnis untuk menciptakan samudra biru kian mendesak. Mungkin, hal ini menjelaskan kenapa meski ada seruan-seruan belumnya kepada perusahaan untuk melangkah melampaui ruang industri yang ada, perusahaan belum menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi ini secara serius.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;Strategi samudra biru melambangkan langkah menjauh dari status quo, Tabel berikut menunjukkan enam prinsip yang mendorong kesuksesan penerapan dan pelaksanaan strategi samudra biru beserta risiko-risiko yang ditangani oleh prinsip-prinsip tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-A3tMBGFN_mU/Tcjnw44gozI/AAAAAAAAABs/QKTzQoUnW1I/s1600/Enam+Prinsip.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="243" src="http://1.bp.blogspot.com/-A3tMBGFN_mU/Tcjnw44gozI/AAAAAAAAABs/QKTzQoUnW1I/s320/Enam+Prinsip.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: center; text-indent: 27.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-5303504961117449890?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/5303504961117449890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=5303504961117449890&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/5303504961117449890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/5303504961117449890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/05/menurut-kim-2008-pasar-dapat.html' title='Blue Ocean Strategy (Strategi Samudra Biru)'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-0HqZX_Aui3E/TcjmdK0h8AI/AAAAAAAAABg/gAP-G31XdYI/s72-c/Dampak.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-7543662244051911293</id><published>2011-05-02T09:31:00.000+07:00</published><updated>2011-05-02T09:31:05.354+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SKRIPSI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obesitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>OBESITAS PADA ANAK</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; tab-stops: 42.55pt 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: FI;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; tab-stops: -7.1pt 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Di seluruh dunia prevalensi kelebihan berat badan, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;overweight&lt;/i&gt; dan obesitas meningkat &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tajam dan telah mencapai tingkatan yang membahayakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Di &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;negara maju seperti negara-negara Eropa,USA dan Australia&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kejadian obesitas justru&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;telah mencapai tingkatan epidemi (Hadi, 2004). Indonesia dihadapkan beban ganda masalah gizi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;double burden of malnutrition&lt;/i&gt;)&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;satu pihak masalah gizi kurang dan buruk belum tuntas, di&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;lain pihak masalah kegemukan dan obesitas&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;muncul dan terus bertambah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;edua-duanya berdampak negatif yaitu menuru&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;kan kualitas sumber daya manusia&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(SDM) dan membebani ekonomi Bangsa (Hadi, 2007) &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: FI;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: FI;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Di Indonesia berdasarkan data &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;r&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;iset kesehatan dasar (&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: FI;"&gt;RISKESDA&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;S &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: FI;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;2007&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: FI;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: FI;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;World health organization&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: FI;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: FI;"&gt;WHO&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: FI;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: FI;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: FI;"&gt;diketahui bahwa laki-laki berumur lebih dari &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;15 tahun dengan lingkar perut di atas 90 cm atau perempuan dengan lingkar perut &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;di atas 80 cm dinyatakan sebagai obesitas sentral. Sedangkan p&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt;revalensi obesitas sentral pada perempuan sebanyak 29% yang lebih tinggi dibanding laki-laki yaitu 7,7%. Menurut tipe daerah, obesitas sentral lebih tinggi di daerah perkotaan yaitu 23,6% dibandingkan daerah perdesaan yaitu 15,7%. Demikian juga semakin meningkat tingkat pengeluaran rumah tangga per kapita per bulan, semakin tinggi prevalensi obesitas sentral. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: FI;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Obesitas pada anak dapat terjadi, oleh karena itu harus sedini mungkin dicegah. Obesitas pada anak akan beresiko menjadi obesitas&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di masa dewasa sekitar&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;30-60% (Mafies.et al. 2000). &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal; mso-bidi-font-style: italic; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Konsekuensi&lt;i&gt; &lt;/i&gt;kelebihan berat badan pada anak juga menyangkut kesulitan-kesulitan dalam psikososial, seperti diskriminasi dari teman-temannya, self-image negatif, depresi, dan penurunan sosialisasi &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;(Dietz dan gortmaker, 2001)&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;. &lt;/b&gt;Huriyati (2006) yang mengikuti perkembangan anak SD hingga SMP selama 2 tahun menemukan &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;bahwa perubahan status obesitas pada siswa-siswi tersebut menjadi non obesitas sangat kecil. Hal ini juga yang mendasari perlunya &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;pen&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: FI;"&gt;eliti&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;an &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: FI;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;obesitas anak sekolah, karena pada usia tersebut masih mudah diatasi sedangkan pada remaja akan lebih sulit. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; tab-stops: 42.55pt 7.0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: FI;"&gt;Obesitas pada anak tidak dapat dicegah dengan baik tanpa pengetahuan dan persepsi yang baik dari orang tua&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(Baughcum, 2000). Persepsi ibu dibutuhkan karena&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ibu &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;adalah orang yang paling dekat mendidik anak. Ibu sebagai pendidik anak bertanggungjawab agar anak-anak dibekali kekuatan rohani maupun jasmani dalam menghadapi segala tantangan zaman dan menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa. Demikian pula peran ibu guru &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;begitu penting dalam mendidik anak murid ketika berada di sekolah, karena kebersamaan murid SD dan guru di&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt;sekolah dengan di rumah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hampir sama waktunya (Pertanta,&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt;2007). Persepsi ibu semakin dibutuhkan dengan adanya data dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;artikel Indosiar.com yang men&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt;atakan &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;bahwa, rata-rata &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ibu mempunyai kecenderungan obesitas, &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt;wanita memiliki lemak tubuh yang banyak dibandingkan dengan pria. Perbandingan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;Karena w&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt;anita &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;mempunyai&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas atau dengan kata lain seseorang yang memiliki berat badannya diatas normal, dinggap mengalami obesitas (www.Indosiar.com, diakses pada tanggal 6 November 2009)&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;Penelitian&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tentang persepsi orang tua terhadap berat badan anak di Atlanta didapatkan hasil bahwa satu dari tiga ibu yang mem&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt;iliki &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;anak obes &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;mempunyai pers&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;psi yang salah terhadap obesitas anak dengan menganggap bahwa anaknya lebih kurus dari berat badan sebenarnya&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;(Maynar&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;2003)&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;Menurut penelitian di &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt;C&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;incinnati&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt;, O&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;hio&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;ibu &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt; tingkat pendidikan rendah mempunyai persepsi yang salah terhadap berat badan anak atau ibu tidak menyadari kalau anaknya sebenarnya mengalami obesitas &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;aughcum,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;1999)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt; &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; tab-stops: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;Persepsi adalah gambaran subyektif&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;internal seseorang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tentang suatu hal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;esepsi merupakan suatu proses yang didahului dengan pengindraan, yaitu merupakan proses yang berwujud diterimanya stumulus oleh individu melalui alat serert&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;p&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;nya secara terus menerus dan terjadilah proses psikologis (Walgito, 2004). &lt;span style="color: black;"&gt;Persepsi ibu merupakan prediktor yang kuat bagi obesitas anak karena&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;persepsi sangat mempengaruhi perilaku makan dan aktifitas fisik &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang merupakan manifestasi pola pikir seseorang terhadap arti dan fungsi makan, makanan dan aktifitas fisik&lt;/span&gt; (Subarja,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language: IN;"&gt;2004)&lt;span style="color: black;"&gt;. Sugih (2009) mengemukakan bahwa berat badan dipengaruhi perilaku makan dan aktifitas fisik (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;eating and physical activity behavior). &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-7543662244051911293?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/7543662244051911293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=7543662244051911293&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/7543662244051911293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/7543662244051911293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/05/obesitas-pada-anak.html' title='OBESITAS PADA ANAK'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-5454590192175414884</id><published>2011-03-24T13:10:00.000+07:00</published><updated>2011-03-24T13:15:10.428+07:00</updated><title type='text'>Karakteristik dan Potensi Lahan Pasang Surut</title><content type='html'>Peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan agro-industri menuntut peningkatan produksi pertanian yang semakin tinggi setiap tahunnya, padahal lahan-lahan subur semakin menyusut untuk berbagai keperluan pembangunan non-pertanian. Dewasa ini diperkirakan 35.000-40.000 ha lahan subur setiap tahunnya beralih fungsi menjadi wilayah pemukiman, jalan raya, dan industri (Litbang Pertanian, 1992). Karena itu untuk mengembangkan usaha pertanian perlu diarahkan kepada lahan-lahan marginal di luar Jawa yang dikaitkan dengan program transmigrasi dan peningkatan kesempatan kerja.&lt;br /&gt;Lahan pasang surut tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya meliputi areal seluas 24,8 juta ha, dan sekitar 9 juta ha diantaranya prospektif dikembangkan untuk pertanian (Litbang Pertanian, 1995). Meskipun disadari bahwa lahan pasang surut ini mempunyai berbagai kendala, baik agro-fisik, biologis, maupun sosial ekonomi sehingga pemanfaatannya harus dilakukan secara hati-hati dengan pendekatan konservasi dan pemahaman akan faktor-faktor sosial ekonomi seperti ketersediaan tenaga kerja, pemasaran, dan keterpencilan lokasi.&lt;br /&gt;Menurut Widjaja Adhi et al (1992), lahan pasang surut merupakan lahan marginal dan rapuh yang pemanfaatannya memerlukan perencanaan dan penanganan yang cermat. Kekeliruan di dalam membuka lahan ini akan membutuhkan investasi besar dan sulit untuk mengembalikannya seperti keadaan semula. Karena itu, pengembangan lahan pasang surut memerlukan perencanaan yang teliti, penerapan teknologi yang sesuai, dan pengelolaan yang tepat. &lt;br /&gt;Menurut Widjaja Adhi et.al (1992), faktor penting yang perlu dipertimbangkan di dalam pengembangan dan pengelolaan lahan pasang surut diantaranya adalah :&lt;br /&gt;1. Lama dan kedalaman air banjir atau air pasang serta kualitas airnya;&lt;br /&gt;2. Ketebalan, kandungan hara, dan kematangan gambut;&lt;br /&gt;3. Kedalaman lapisan pirit dan kemasaman total potensial dan aktual setiap lapisan tanahnya;&lt;br /&gt;4. Pengaruh luapan atau intrusi air asin/payau; dan&lt;br /&gt;5. Tinggi muka air tanah dan keadaan substratum lahan, apakah endapan sungai, laut, atau pasir kuarsa.&lt;br /&gt;Menurut Litbang Pertanian (1993) macam dan tingkat kendala yang diperkirakan dapat ditimbulkan oleh faktor-faktor di atas digunakan dalam menyusun tipologi lahan pasang surut yang dikelompokkan kedalam 4 tipologi utama, yaitu:&lt;br /&gt;1. Lahan potensial; yaitu lahan nnnnnyang memiliki kendala teknis agronomis yang paling ringan, jika dibandingkan dengan lahan lainnya. Karakteristik lahan potensial adalah tekstur liat, lapisan pirit berada pada kedalaman lebih dari 50 cm dari permukaan tanah, kandungan N dan P tersedia rendah, derajat keasaman (pH) 3,5 - 5,5 ; serta kandungan pasir kurang dari 5% dan debu 20%.&lt;br /&gt;2. Lahan sulfat masam; dicirikan oleh kandungan senyawa sulfida tinggi dan lapisan pirit terletak pada kedalaman kurang dari 50 cm. Di lapang terdapat dua macam lahan sulfat masam, yaitu : &lt;br /&gt;a. Lahan sulfat masam potensial; dicirikan oleh belum teroksidasinya lapisan pirit dan pH di atas 3,5;&lt;br /&gt;b. Lahan sulfat masam aktual; dicirikan oleh telah teroksidasinya lapisan pirit, dan pH kurang dari 3,5. Kemasan tanah yang tinggi menyebabkan ketidakseimbangan hara, sehingga tanaman dapat mengalami kekahatan dan keracunan hara.&lt;br /&gt;3. Lahan gambut; adalah lahan yang mempunyai lapisan gambut dengan berbagai ketebalan dan terbagi kedalam beberapa golongan yaitu : &lt;br /&gt;- bergambut; ketebalannya kurang dari 50 cm,&lt;br /&gt;- gambut dangkal; ketebalannya 50 - 100 cm,&lt;br /&gt;- gambut sedang ; ketebalannya 100 - 200 cm,&lt;br /&gt;- gambut dalam ; ketebalannya 200 - 300 cm, dan&lt;br /&gt;- gambut sangat dalam, ketebalannya di atas 300 cm.&lt;br /&gt;4. Lahan salin; merupakan lahan yang dipengaruhi oleh intrusi air bergaram sehingga mempunyai daya hantar listrik lebih dari 4 MS / cm, tetapi mengandung unsur Na dapat dipertukarkan kurang dari 15%. Pendekatan yang ditempuh untuk mengatasi salinitas ini adalah dengan mengurangi terjadinya intrusi air bergaram dan mengusahakan komoditas serta varietas yang toleran terhadap salinitas.&lt;br /&gt;Berdasarkan tipologi lahan pasang surut komoditas padi sawah dapat tumbuh dengan baik pada tipologi lahan potensial yaitu pada tipe luapan A,B dan C dengan syarat lahan ditata dengan baik.(Widjaja-Adhi et al dalam Nunthe 1998 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-5454590192175414884?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/5454590192175414884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=5454590192175414884&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/5454590192175414884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/5454590192175414884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/03/karakteristik-dan-potensi-lahan-pasang.html' title='Karakteristik dan Potensi Lahan Pasang Surut'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-3970821253676062697</id><published>2011-03-24T13:09:00.000+07:00</published><updated>2011-03-24T13:10:15.303+07:00</updated><title type='text'>Biaya, Keuntungan dan Marjin Pemasaran Pertanian</title><content type='html'>Menurut Soekartawi (1993: 156) biaya pemasaran adalah biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pemasaran. Biaya pemasaran meliputi biaya angkut, biaya pengeringan, penyusutan, retribusi dan lainnya. Besarnya biaya ini berbeda satu sama lain disebabkan karena: macam komoditi, lokasi pemasaran dan macam lembaga pemasaran dan efektivitas pemasaran yang dilakukan.&lt;br /&gt;Sering kali komoditi pertanian yang nilainya tinggi diikuti dengan biaya pemasaran yang tinggi pula. Peraturan pemasaran disuatu daerah juga kadang-kadang berbeda satu sama lain. Begitu pula macam lembaga pemasaran dan efektivitas pemasaran yang mereka lakukan. Makin efektif pemasaran yang dilakukan, maka akan  semakin kecil biaya pemasaran yang mereka keluarkan (Soekartawi, 1993: 156).&lt;br /&gt;Selisih harga yang dibayarkan ke produsen dan harga yang diberikan oleh konsumen disebut dengan keuntungan pemasaran. Besar kecilnya keuntungan yang diambil oleh masing-masing lembaga pemasaran akan menentukan harga dimasing-masing lembaga pemasaran &lt;br /&gt;(Soekartawi, 1993: 157).&lt;br /&gt;Keuntungan pemasaran didefinisikan sebagai selisih harga yang dibayarkan produsen dan harga yang diberikan oleh konsumen. Masing-masing lembaga ingin mendapatkan keuntungan, maka harga yang dibayarkan oleh masing-masing lembaga pemasaran juga berbeda. Semakin maju tingkat pengetahuan produsen, lembaga pemasaran dan konsumen terhadap penguasaan informasi pasar, maka semakin merata distribusi marjin pemasaran yang diterima (Soekartawi, 1993: 157).&lt;br /&gt;Menurut Sudiyono (2004: 94) marjin pemasaran didefinisikan dengan dua cara yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Marjin pemasaran merupakan perbedaan harga antara harga yang dibayarkan konsumen dengan harga yanga diterima petani, secara sistematis dapat dirumuskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;M = Pr – Pf&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;M : Marjin pemasaran&lt;br /&gt;Pr : Harga ditingkat konsumen &lt;br /&gt;Pf : Harga ditingkat petanini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Marjin pemasaran terdiri dari komponen yang terdiri dari biaya-biaya yang diperlukan lembaga-lembaga pemasaran untuk melakukan fungsi-fungsi pemasaran dan keuntungan lembaga pemasaran. Secara sistematis marjin pemasaran dapat dirumuskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Mp = Bp + Kp&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;Mp : Marjin pemasaran&lt;br /&gt;Bp  : Biaya pemasaran&lt;br /&gt;Kp  : Keuntungan pemasaran&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-3970821253676062697?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/3970821253676062697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=3970821253676062697&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/3970821253676062697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/3970821253676062697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/03/biaya-keuntungan-dan-marjin-pemasaran.html' title='Biaya, Keuntungan dan Marjin Pemasaran Pertanian'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-6036846054703909358</id><published>2011-03-24T13:05:00.000+07:00</published><updated>2011-03-24T13:08:31.307+07:00</updated><title type='text'>Path Analysis</title><content type='html'>Pada dasarnya metode Analisis Lintas (Path Analysis) merupakan analisis regresi linier berstruktur berkenaan dengan variabel-variabel baku (standard dized variable), dalam satu sistem tertutup (closed system) yang secara formal bersifat lengkap. Dengan demikian analisis lintas dapat dipandang sebagai suatu analisis struktural  yang membahas hubungan kasual diantara  variabel – variabel dalam sistem tertutup. Adapun analisis lintas sangat bermanfaat untuk mengetahui hubungan kasual antar faktor (antar variabel peramal atau variabel independent / variabel bebas) Xi, terhadap pembatas respon dependent (Yi). Melalui analisis lintas dapat diukur pengaruh langsung dari faktor independen terhadap respon hasil (faktor dependent / varaibel tak bebas).&lt;br /&gt;Dihitung dengan persamaan sebagai berikut:&lt;br /&gt;                                     n∑ xixj - (∑xi)(∑xj)  &lt;br /&gt;          r xix j     =&lt;br /&gt;                              √{n∑xi2 -(∑xi)2 }{n∑xj2-(∑xj)2} &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan rumus analisis korelasi diatas kita dapat dilakukan analisis lintasan, yakni dengan membangun gugus persamaan simultannya, yaitu :&lt;br /&gt;  r11  r12 r 13 ..... r 1p        c1            r1y&lt;br /&gt;  r21 r22 r 23 ......r 2p         c2             r2y&lt;br /&gt; .      .      .             . .               .&lt;br /&gt;        .      .      .             . . = .&lt;br /&gt; Rp1 rp2            rpp             c              rpy&lt;br /&gt;  Rx                     C        =    Ry&lt;br /&gt;    Gambar1. Matriks Korelasi&lt;br /&gt;Keterangan : &lt;br /&gt;Rx =   Matriks korelasi antar variabel bebas dalam model regresi berganda yang memiliki p buah variabel bebas jadi merupakan matriks dengan elemen-elemen Rxixj   (i, j = 1,2...,p).&lt;br /&gt;C =   Vektor koefisien lintasan yang menunjukkan pengaruh langsung dari setiap variabel bebas yang telah dibakukan, Zi, terhadap variabel tak bebas (nilai koefisien lintasan sama dengan koefisien beta atau koefisien regresi baku).&lt;br /&gt;  Ry =   Vektor koefisien korelasi antar variabel bebas Xi (i = 1, 2, ...,p) dan variabel tak bebas Y :     C   = R-1 . Ry&lt;br /&gt;Untuk mengetahui pengaruh langsung variabel bebas yang dibakukan, Zi, terhadap variabel tak bebas Y, diukur oleh koefisien lintasan  Ci. Pengaruh tidak langsung variabel bebas  Zi terhadap varibel tak bebas Y, melalui variabel bebas Zj (melalui kehadiran variabel bebas Zj dalam model),  diukur oleh besaran (Cjrij). Pengaruh galat (error) yang tidak dapat dijelaskan oleh suatu model, dimasukkan sebagai pengaruh galat atau sisaan, diukur dengan besaran :&lt;br /&gt;C2s = 1 - ∑C1riy ; Cs =√C2s&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-6036846054703909358?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/6036846054703909358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=6036846054703909358&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/6036846054703909358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/6036846054703909358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/03/path-analysis.html' title='Path Analysis'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-7667578711048514330</id><published>2011-03-24T13:04:00.000+07:00</published><updated>2011-03-24T13:05:25.420+07:00</updated><title type='text'>Lembaga Pemasaran Pertanian</title><content type='html'>Lembaga pemasaran adalah pihak yang menjalankan fungsi-fungsi pemasaran.Lembaga ini dapat terdiri dari perorangan atau pun kelompok. Di mana masing-masing lembaga pemasaran tersebut dapat menjalanjan salah satu atau pun beberapa tugas sekaligus. Hadisaputra (1997), membedakan lembaga pemsaran berdasarkan tugas dan jasa yang dilakukannya, yaitu:&lt;br /&gt;a. Pedagang pengumpul, yaitu orang atau kelompok yang mengumpulkan hasil pertanian langsung dari desa.&lt;br /&gt;b. Pedagang distribusi yaitu orang yang menjual barang-barang hasil pertanian yang telah dikumpulkan dari pengecer ke konsumen. Pedangantersebut juga melaksanakan pengangkutan, penyimpanan, penglahan, persiapan, dan  juga sering dianggap sebagai spekulator atau stabilisator. &lt;br /&gt;c. Pembungkus dan pengolahan, yaitu orang yang mengubah bentuk dari hasil pertanian agar mudah dijual dan memenuhi keinginan pembeli.&lt;br /&gt;d. Komisioner, yaitu orang yang tugasnya menadakan pembelian atau pun penjualan atas nama pihak lain.&lt;br /&gt;e. Perantara, yaitu orang yang menghubungkan antara penjual dengan pembeli namun tidak melakukan transaksi jual beli.&lt;br /&gt;f. Pelelang, yaitu orang yang bertugas untuk memepertemukan antara penjual dengan pembeli pada tempat dan waktu tertentu serta menjadi penghubung dalam transsaksi beli.&lt;br /&gt;g. Pengecer, yaitu orang yang menyediakan barang dalam bentuk, waktu dan tempat tertentu sesuai dengan keinginan konsumen&lt;br /&gt;Swasata (2002) menggolongkan lembaga pemasaran, sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Pedagang perantara,meliputi:&lt;br /&gt;1). Produsen, sebagai pembuat dan penyalur&lt;br /&gt;2). Pedangan besar, sebagai penjual barang dalam partai besar&lt;br /&gt;3)  Pengecer, sebagai penjual barang kepada konsumen&lt;br /&gt;b. Perantara agen, yaitu lembaga pemasaran yang melaksanakan perdagangan dengan menyediakan jasa/fungsi khusus yang berhubungan dengan penjualan dan distribusi barang tetapi tidak berhak memiliki barang tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-7667578711048514330?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/7667578711048514330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=7667578711048514330&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/7667578711048514330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/7667578711048514330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/03/lembaga-pemasaran-pertanian.html' title='Lembaga Pemasaran Pertanian'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-6080603408653212152</id><published>2011-03-24T12:57:00.000+07:00</published><updated>2011-03-24T13:01:04.852+07:00</updated><title type='text'>Saluran Pemasaran Pertanian</title><content type='html'>Urut-urutan lembaga pemsaran yang harus dilalui oleh produk pertanian dari tempat berproduksi sampai konsumen akhir disebut dengan saluran pemasaran. Suatu jenis hasil produksi dimungkinkan mempunyai lebih dari satu macam saluran pemasaran. Pada umumnya alasan utama penggunaan jasa perantara pemsaran karena mereka dapat membantu meningkatkan efisiensi pemasaran (Swastha, 2002).&lt;br /&gt;Dalam saluran pemasaran yang dikemukakan oleh Soekarwati (1996), dapat berbentuk secara sederhana dan dapat pula rumit sekali tergantung dari macam komoditinya. Lembaga pesaran yang mampu dengan cepat menyampaikan produk kepada konsumen, biasanya saluran pemasarannya lebih sederhana.&lt;br /&gt;Kegiatan saluran pemasaran merupakan suatu tindakan ekonomi yang mendasarkan pada kemampuannya untuk membantu dalam penciptaan nilai ekonomi. Sedangkan nilai ekonomi menentukan harga barang dan jasa kepada indivisu-individu (Swastha, 2002). Dalam sistem pemasaran produsen seringkali menggunakan perantara sebagai penyalurnya, dan perantara ini merupakan suatu kegiatan usaha yang berdiri sendiri serta berbeda di antara produsen dan konsumen akhir atau pemakai. Lebih lanjut Swastha (2002) mengemukakan bahwa dalam penyaluran barang konsumsi yang ditujukan untuk pasar konsumen&lt;br /&gt;1. Produsen → Konsumen Akhir&lt;br /&gt;Saluran ini merupakan model saluran yang paling sederhana dan pendek, seringkali disebut juga pemasaran langsung.&lt;br /&gt;2. Produsen → Pengecer → Konsumen Akhir&lt;br /&gt;Saluran ini melibatkan beberapa pengecer besar yang membeli secara langsung dari produsen, ada juga beberapa penjualan langsung pada konsumennya tetapi kondisi saluran semacam ini tidak umum dipakai&lt;br /&gt;3. Produsen → Pedagang Besar → Pengecer → Konsumen Akhir&lt;br /&gt;Saluran pemasaranini disebut juga saluran tradisional dan banyak digunakan oleh produsen. Di mana produsen hanya elayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar. &lt;br /&gt;4. Produsen → Agen →  Pengecer → Konsumen Akhir&lt;br /&gt;Pada saluran pemasaran ini selain melibatkan pedagang besarm produsen juga menggunakan agen pabrik, makelar, atau perantara lainnya untuk mencapai penbgecer besar.&lt;br /&gt;5. Produsen → Agen → Pedagang Besar → Pengecer → Konsumen Akhir&lt;br /&gt;Pada saluran pemasaran ini untuk mencapai pengecer kecil, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara dalam proses penyaluran barangnya kepada pedagang besar yang kemudian disalurkan kepada toko-toko kecil.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-6080603408653212152?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/6080603408653212152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=6080603408653212152&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/6080603408653212152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/6080603408653212152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/03/saluran-pemasaran-pertanian.html' title='Saluran Pemasaran Pertanian'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-5628131070717878955</id><published>2011-03-24T12:54:00.000+07:00</published><updated>2011-03-24T12:56:57.212+07:00</updated><title type='text'>Pengukuran Keberhasilan Inseminasi buatan</title><content type='html'>Service Per Conception ( S/C )&lt;br /&gt; Service Per Conception ( S/C )  adalah jumlah perkawinan atau inseminasi hingga diperoleh kebuntingan. Semakin rendah S/C semakin tinggi kesuburan ternak betina tersebut, sebaliknya semakin tinggi S/C kesuburan seekor ternak semakin rendah ( Partodiharjo, 1992 ).&lt;br /&gt; Perhitungan S/C adalah perbandingan jumlah straw yang digunakan untuk IB dengan jumlah keseluruhan ternak yang di inseminasi dan menjadi bunting.&lt;br /&gt;Rumus S/C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       jumlah straw yang dihabiskan &lt;br /&gt; S/C   =      &lt;br /&gt;        Jumlah ternak yang bunting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam suatu peternakan bila angka konsepsi berkisar 1,5 – 1,7 untuk setiap kebuntingan sudah dianggap baik ( Partodiharjo, 1992 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka Kebuntingan&lt;br /&gt;Salah satu ukuran yang sering dipakai dalam penentuan angka kebuntingan ternak menggunakan Non Return Rate ( NR ) pada ternak yang tidak kembali minta kawin pada waktu 60 – 90 hari. Metode pengukuran dipengaruhi oleh jumlah ternak yang di inseminasi, waktu perkawinannya serta perhitungan betina yang kembali minta di kawinkan dan pengaruh yang kadang-kadang mempertinggi jumlah ternak yag estrus dan ternak menjadi tidak bunting ( Toelihere, 1993 ).&lt;br /&gt;Kurang tepatnya perhitungan NR dapat juga karena peternak tidak melaporkan kepada petugas inseminator bila sapi yang di kawinkan mengalami kebuntingan. Penjualan ternak yang dilakukan oleh peternak tanpa adanya laporan dapat mempengaruhi perhitungan NR. Menurut Partodiharjo, (1992) angka kebuntingan dianggap baik bila mencapai 60% untuk IB pertama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka Kelahiran&lt;br /&gt; Angka kelahiran adalah suatu ukuran terbaik dalam penilaian hasil perkawinan dengan melihat persentase jumlah ternak yang dilahirkan pada setiap inseminasi disebut dengan calving rate (CR) atau angka konsepsi. Angka konsepsi ditentukan berdasarkan persentase kebuntingan setelah inseminasi (Toelihere, 1993).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-5628131070717878955?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/5628131070717878955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=5628131070717878955&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/5628131070717878955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/5628131070717878955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/03/pengukuran-keberhasilan-inseminasi.html' title='Pengukuran Keberhasilan Inseminasi buatan'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-5963413039692683297</id><published>2011-03-24T12:36:00.000+07:00</published><updated>2011-03-24T12:39:38.562+07:00</updated><title type='text'>Makna dalam Karya Sastra</title><content type='html'>Djajasudarma (1977 : 31) menyatakan bahwa ketetapan suatu kata untuk mewakili suatu hal, barang atau orang tergantung dari maknanya. Tetapi dari waktu ke waktu kata-kata dapat mengalami perubahan. Perubahan-perubahan yang terjadi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:&lt;br /&gt;1) faktor kebahasaan (linguistic causes). Berhubungan dengan morfologi, fonologi dan sintaksis.&lt;br /&gt;2) faktor sejarah (historical causes).&lt;br /&gt;3) faktor sosial (social causes).&lt;br /&gt;4) faktor psikologis (psychological causes) yang berwujud faktor emotif dan hal-hal tabu yang muncul karena takut, kesopanan dan kehalusan.&lt;br /&gt;5) pengaruh bahasa asing.&lt;br /&gt;6) karena kebutuhan akan kata-kata baru.&lt;br /&gt;Menurut Ullmann (1972: 193-195) perubahan makna kata dapat terjadi karena beberapa faktor seperti:&lt;br /&gt;1) bahasa diturunkan dari satu generasi satu ke generasi lainnya. Oleh karena itu, sangat mungkin terjadi kesalahpahaman dalam mengartikan arti dari kata-kata.&lt;br /&gt;2) kekaburan (vagueness) arti sebuah kata juga merupakan salah satu penyebab berubahnya makna kata tersebut.&lt;br /&gt;3) kata yang keberadaannya terlalu terkekang pada lingkungannya juga bisa berubah menjauh dari arti sebenarnya.&lt;br /&gt;4) keberadaan polisemi menambah faktor fleksibilitas dalam bahasa.e. ketaksaan (ambiguity) makna dari sebuah kata juga dapat menimbulkan perubahan semantik kata tersebut.&lt;br /&gt;5) struktur perbendaharaan kata yang lebih mudah berubah dibandingkan dengan sistem fonologis dan gramatikal dari bahasa.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dapat ditarik simpulan bahwa makna dapat berubah-ubah, dan perubahan-perubahan yang terjadi pada makna bergantung kepada berbagai faktor.&lt;br /&gt;C.2. Jenis Makna&lt;br /&gt;Para ahli bahasa mempunyai pendapat yang beragam mengenai penggolongan makna ke dalam jenis-jenisnya. Berikut akan dijabarkan makna menurut Soedjito (1990: 52-59):&lt;br /&gt;1) makna leksikal dan makna gramatikal (berdasarkan hubungan unsur bahasa yang satu dengan yang lain). Makna leksikal, menurut Djajasudarma, adalah “makna unsur-unsur bahasa sebagai lambang benda, peristiwa, dan lain-lain. Makna leksikal ini dimiliki unsur-unsur bahasa secara tersendiri, lepas dari konteks” (1993 : 13). Misalnya kata mata dalam kalimat mata saya sakit berarti alat / organ tubuh manusia yang berfungsi untuk melihat. Sedangkan makna gramatikal, masih menurut Djajasudarma, adalah makna yang menyangkut hubungan intra bahasa, atau makna yang muncul sebagai akibat berfungsinya sebuah kata dalam kalimat (1993 : 13). Misalnya kata mata pada kalimat adik ingin telur mata sapi berarti goreng telur yang rupanya mirip dengan mata sapi.&lt;br /&gt;2) makna denotatif dan makna konotatif (berdasarkan penunjukannya). Alwasilah (1995 : 147) berpendapat bahwa makna denotatif mengacu kepada makna leksikal yang umum dipakai atau singkatnya makna yang biasa, objektif, belum dibayangi perasaan, nilai, dan rasa tertentu. Misalnya terlihat pada kata gadis di dalam kalimat seorang gadis berdiri di depan rumah sakit. Kata gadis di sini adalah kata umum dan netral. Sebaliknya, mengutip pendapat Alwasilah (1995 : 147), makna konotatif bersifat subjektif dalam pengertian ada pergeseran dari makna umum (denotatif) karena sudah ada penambahan rasa dan nilai tertentu. Sebagai contoh terlihat pada kalimat seorang perawan berdiri di depan rumah sakit. Kata perawan di sini walaupun artinya sama, yaitu gadis muda, bagi beberapa orang mungkin diasosiasikan dengan ketaatan beragama, moral, atau modernisasi.&lt;br /&gt;3) makna lugas/sebenarnya dan makna kiasan/figuratif (berdasarkan penerapannya terhadap acuan).&lt;br /&gt;a) makna lugas ialah makna yang acuannya cocok dengan makna kata yang bersangkutan. Misalnya kata mahkota pada kalimat mahkota raja dicuri orang tadi malam.&lt;br /&gt;b) makna kiasan ialah makna yang referennya tidak sesuai dengan kata yang bersangkutan. Misalnya kata mahkota pada kalimat rambut adalah mahkota wanita.&lt;br /&gt;c) makna kontekstual ialah makna yang ditentukan oleh konteks pemakaiannya. Makna ini akan menjadi jelas jika digunakan dalam kalimat. Makna kontekstual sebagai akibat hubungan antara ujaran dan situasi. &lt;br /&gt;Sebagai contoh seorang ibu berkata Jangan! Kepada anaknya yang sedang bermain api. Di sini kata jangan! Dapat berarti jangan masukkan tanganmu ke dalam api, berbahaya!.&lt;br /&gt;Sedangkan Larson mengungkapkan adanya makna implisit. Dia juga membagi makna implisit menjadi tiga golongan (1984: 34-37), sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. makna referensial implisit (implicit referential meaning).&lt;br /&gt;b. Makna organisasional/kontekstual implisit (implicit organizational meaning).&lt;br /&gt;c. makna situasional implisit (implicit situational meaning).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.3. Makna Implisit&lt;br /&gt;Larson (1984: 34) menyatakan bahwa makna implisit merupakan makna yang tidak ditampilkan tetapi merupakan bagian dari pembicaraan atau maksud yang ingin disampaikan penutur. Di dalam proses memahami makna implisit ini, penanggap tutur terkadang harus berusaha keras untuk tiba pada tafsiran yang tepat antara lain dengan melalui pembayangan atau penafsiran. Penanggap harus mengetahui hal tertentu yang menjadi acuan, situasi dan konteks. Pengetahuan konteks akan sangat membantu penanggap untuk mendapat tafsiran yang tepat.&lt;br /&gt;Aminuddin, mengutip pendapat Samuel dan Kiefer, mengemukakan adanya ungkapan reading the lines, yakni membaca untuk memahami makna yang tersurat dan ungkapan reading between the lines, yaitu membaca untuk memahami makna yang implisit. Jadi, makna dapat dibedakan antara makna yang tersurat dan makna yang tersirat (1985: 92).&lt;br /&gt;Masih menurut Aminuddin (1985: 50) agar seorang penanggap dapat mencapai tafsiran yang tepat, dalam proses penafsirannya makna harus diperhatikan keterkaitannya dengan hal-hal sebagai berikut.&lt;br /&gt;a. ciri-ciri atau unsur internal kebahasaan.&lt;br /&gt;b. sistem sosial budaya yang melatari.&lt;br /&gt;c. pemakai, baik sebagai penutur atau penanggap tutur.&lt;br /&gt;d. ciri informasi dan ragam tuturan yang disampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.4. Makna Referensial Implisit&lt;br /&gt;Keberadaan referen dalam menginterpretasikan makna sangatlah penting. Makna akan sulit untuk dimengerti apabila referennya tidak diketahui. Gambaran makna yang dihasilkan oleh elemen kebahasaan yang berupa kata, kalimat maupun elemen lainnya sehubungan dengan unsur luar bahasa baik itu berupa realitas maupun pengalaman disebut referen, demikian Aminuddin (1985: 88).&lt;br /&gt;Kridalaksana (1993: 186) mengatakan bahwa referen adalah unsur luar bahasa yang ditunjuk oleh unsur bahasa. Yang dimaksud dengan unsur bahasa di sini diantaranya kata atau kalimat.&lt;br /&gt;Makna referensial, menurut Kridalaksana, adalah makna unsur bahasa yang sangat dekat hubungannya dengan dunia di luar bahasa (objek atau gagasan), dan yang dapat dijelaskan oleh analisis komponen (1993 : 199). Dengan kata lain makna ini mengacu langsung pada benda, kejadian, atribut, atau relasi tertentu yang dapat dilihat atau dibayangkan yang merupakan isi informasi atau sesuatu yang dikomunikasikan.&lt;br /&gt;Halliday dan Hasan (1976: 37) mengemukakan bahwa referen dalam suatu teks bisa bersifat eksoforik, yaitu yang mengacu pada hal-hal di luar konteks, ataupun endoforik yaitu yang referennya terdapat dalam konteks itu sendiri. Referen endoforik terbagi dalam anaforik, yang mengacu pada referen yang telah disebutkan dan kataforik yaitu yang mengacu pada konteks yang mengikutinya. Kemudian Halliday dan Hasan mengelompokkan referen ke dalam tiga jenis, yaitu:&lt;br /&gt;a. referen personal, yaitu referen yang terdapat pada kategori persona.&lt;br /&gt;b. referen demonstratif, yaitu referen yang terdapat pada penunjukan lokasi atau tempat.&lt;br /&gt;c. referen komparatif adalah referen tidak langsung yang terdapat pada pemakaian ciri-ciri atau kesamaan sesuatu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-5963413039692683297?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/5963413039692683297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=5963413039692683297&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/5963413039692683297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/5963413039692683297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/03/makna-dalam-karya-sastra.html' title='Makna dalam Karya Sastra'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-1610919181043013643</id><published>2011-03-24T12:33:00.000+07:00</published><updated>2011-03-24T12:36:15.910+07:00</updated><title type='text'>Hermeneutika Dalam Puisi</title><content type='html'>Secara etimologis, kata hermenutik berasal dari bahasa Yunani hermeneuein (kata kerja) yang berarti menafsirkan atau hermeneia (kata benda) yang dapat diartikan sebagai penafsiran atau interpretasi. Kata tersebut berasal dari tokoh mitologis bernama Hermes, yaitu seorang utusan yang mempunyai tugas menyampaikan pesan Jupiter kepada manusia. Tugas Hermes adalah menerjemahkan pesan-pesan dari dewa di gunung Olympus ke dalam bahasa manusia (Sumaryono, 1999: 23). Hermeneutik diartikan sebagai proses mengubah sesuatu atau situasi ketidaktahuan menjadi mengerti (E. Palmer, 1969: 3)&lt;br /&gt;Salah satu tokoh hermeneutik adalah Hans Georg Gadamer. Gadamer lahir di Marburg pada tahun 1900. Gelar doktor filsafat ia peroleh pada tahun 1922. Sejak tahun 1949 ia mengajar di Heidelberg sampai ia pensiun. Menjelang masa pensiunnya pada tahun 1960, karier filsafat Gadamer mencapai puncaknya, yaitu ditandai dengan munculnya buku yang berjudul Kebenaran dan Metode karya Gadamer (Sumaryono, 1999: 67). Teorinya menarik untuk analisis teks karena pandangannya tentang interpretasi teks yaitu perpaduan antar cakrawala. Disamping itu, gadamer tidak berfikir melalui kalimat-kalimat pernyataan ataupun proposisi, melainkan lebih mengarah pada berfikir melalui bertanya (Sumaryono, 1999: 69).&lt;br /&gt;Hermeneutika sebagai ilmu maupun metode mempunyai peran luas dan penting dalam filasfat. Dalam sastra pembicaraanya sebatas sebagai metode. Sebagai metode, hermeneutik diartikan sebagai cara menafsirkan teks sastra untuk diketahui maknanya. Dalam sastra dan filsafat hermeneutika disejajarkan dengan interpretesi dan pemahaman. Metode Hermeneutik pada dasarnya sama dengan metode analisis isi. Diantara metode-metode yang lain, hermeneutik adalah salah satu metode yang dapat digunakan dalam penelitian teks sastra (Ratna, 2006: 44). Namun demikian, menurut Sumaryono (1999: 21) hermeneutik belum bisa diterima sebagai metode yang universal, namun metode ini setidaknya mendukung pemahaman tentang sebuah pemahaman dan interpretasinya.&lt;br /&gt;Setiap peneliti sastra bertanggung jawab terhadap suatu karya sastra yang sedang dikajinya. Peneliti karya sastra wajib memberikan penafsiran seperti yang dibutuhkan oleh orang pada masa kini (Damono, 1978: 5). Jadi, tugas peneliti sastra adalah mengungkap kandungan makna pada sebuah teks dalam perspektif masa kini atau pada saat teks tersebut dibaca oleh pembaca. &lt;br /&gt;Permasalahan yang dihadapi peneliti dalam melaksanakan tanggung jawab tersebut adalah bagaimana peneliti mampu memahami makna terdalam yang terkandung dalam teks lagu Ahmad Dhani. Inti permasalahan tersebut adalah bagaimana peneliti dapat memahami kandungan sufistik dalam teks lagu Ahmad Dhani, padahal teks lagu itu ditulis pada waktu dan latar belakang sosial budaya yang berbeda dengan peneliti. Salah satu kerangka pemahaman yang dapat membantu untuk memecahkan permasalahan tersebut adalah hermeneutika yang kemudian dirumuskan metodenya. Pradopo (1994: 90) menjelaskan dalam penelitian sastra, dengan menggunakan salah satu teori sastra, pertama kali, harus dimengerti dahulu mengenai teori itu, kemudian dirumuskan metodenya.&lt;br /&gt;Secara etimolagis hermeneutika berasal dari kata hermeneuein, bahasa yunani, yang berarti menafsirkan atau menginterpretasikan. Hermeneutik pada awalnya digunakan untuk menafsirkan kitab suci (Ratna, 2006: 45). Palmer (1969: 3) mendefinisaikan hermeneutik sebagai proses mengubah sesuatu atau situasi ketidaktahuan menjadi mengerti, sehingga yang menjadi tugas pokok hermeneutik adalah bagaimana menafsirkan sebuah teks klasik menjadi milik kita yang hidup di jaman dan tempat yang berbeda. Hermeneutik merupakan usaha memahami atau mengiterpretasikan sebuah teks (Sumaryono, 199: 83). &lt;br /&gt;Tugas hermeneutik adalah mencari dalam teks kemampuan karya untuk memproyeksikan diri keluar dari dirinya dan melahirkan suatu dunia yang merupakan pesan teks itu. Dalam bidang kajian sastra, hermeneutik diartikan sebagai ilmu atau keahlian menginterpretasikan karya sastra dan ungkapan bahasa dalam arti yang lebih luas menurut maksudnya (Teeuw, 2003: 102). &lt;br /&gt;Hans-Georg Gadamer, seorang pemikir hermeneutik, berpendapat bahwa maksud sebuah teks harus dibedakan dari maksud pengarangnya. Teks bersifat otonom, teks mempunyai kehidupan sendiri, lepas dari penulis dan pembacanya. Interpretasi teks itu  oleh seorang pembaca tidak dapat tidak berarti pemberian makna sesuai dengan situasi si pembaca. Interpretasi teks selalu merupakan fusion of horison (pembauran cakrawala), yakni dalam proses pemahaman oleh seorang pembaca berlangsung atau terjadi persesuaian perpaduan cakrawala, perpaduan antara cakrawala masa lampau saat teks itu tercipta dan cakrawala masa kini si pembaca (Teeuw, 2003: 143).&lt;br /&gt;Gadamer menaruh perhatiannya terhadap seni karena hermeneutik dengan seni memiliki hubungan yakni di dalam seni terdapat suatu kebenaran. Sebagai contoh, dalam sebuah lukisan, garis-garis yang mestinya ditarik lurus justru ditarik miring, atau campuran warnanya yang tidak menurut kombinasi yang lazim, seringkali menghasilkan efek kenikmatan yang estetis. Artinya, interpretasi tidak bersifat kaku atau statis (Sumaryono: 1999: 70-71). &lt;br /&gt;Menurut konsep Gadamer interpretasi adalah penciptaan kembali. Interpretasi terjadi jika adanya perpaduan cakrawala atau fusion of horison (Sumaryono, 1999: 78). Gadamer juga menegaskan bahwa interpretasi akan benar jika interpretasi tersebut mampu menghilang dibalik bahasa yang digunakan. Artinya interpretasi yang baik bila tidak menurut kata per kata, tetapi disesuaikan menurut ragam bahasanya sendiri (Sumaryono, 1999: 81). Dalam penelitian ini, peneliti hanya dapat memahami teks dari pusat pandangan peneliti dan dari sejarahnya sendiri. Interpretasi selalu bersifat perspektival karena interpretasi selalu dibatasi oleh horison atau cakrawala peneliti yang hidup pada saat sekarang. Interpretasi tidak akan pernah sampai pada interpretasi yang menyeluruh karena perhatian peneliti hanya diarahkan pada elemen-elemen yang berkaitan dengan kondisi kontemporer si peneliti. Puncak atau hasil maksimal dari interpretasi adalah fusion of horizons atau bertemunya cakrawala masa lalu ketika teks diciptakan dan masa kini saat teks ditafsirkan.&lt;br /&gt;Guna mendukung pencapain fusion of horison, setiap penelitian selalu diawali dengan orientasi awal yang didasarkan pada teks atau yang menjadi pijakan pertama adalah teks (Suwondo, 1994: 74). Dalam metode hermeneutik ini, orientasi awal itu kurang lebih sama pengertiannya dengan praanggapan atau menurut gadamer adalah bildung yang dapat diartikan sebagai gambaran umum. Bildung  itu diperoleh peneliti dari pemahaman sejarah dan pemahaman budayanya sendiri. Peneliti sebagai seorang manusia memiliki akal budi, yakni kemampuan untuk mengaitkan makna-makna itu ke dalam rangkaian-rangkaian yang koheren dan terpadu. Pemahaman tentang sejarah hidup dan pemahaman tentang kebudayaannya sendiri menyebabkan ia mampu memahami sejarah dan kebudayaan orang lain. Misalnya, bila seorang membaca suatu teks kesusastraan keseluruhan latar belakangnya ikut berperan. Dua orang yang berbeda latar pendidikan, usia, kebudayaannya tidak akan melakukan interpretasi dengan cara yang sama (Sumaryono, 1999:72). &lt;br /&gt;Karya sastra merupakan karya seni yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya (Pradopo, 1994: 93). Dalam hermeneutika, bahasa merupakan jembatan antara pengalaman hermeneutik dan interpretasi. Hal ini terjadi karena manusia dalam merumuskan makna dan mengaitkan makna yang satu dengan makna yang lain ke dalam rangkaian-rangkaian yang koheren dan terpadu, melalui proses berbahasa. Pemahaman manusia tentang dunia ini terjadi melalui bahasa dan konsep atau rangkaian-rangkaian makna yang koheren dan terpadu.&lt;br /&gt;Visi sastra modern menyebutkan bahwa dalam karya sastra terkandung ruang-ruang kosong, ditempat itulah pembaca memberikan berbagai penafsiran. Makin besar sebuah karya sastra, maka semakin banyak mengandung ruang-ruang kosong, sehingga semakin banyak investasi penafsiran yang dapat ditanam didalmnya. Dalam interpretasi ruang-ruang kosong tersebut, metode hermeneutika tidak mencari makna yang benar, melainkan makna yang paling optimal (Ratna, 2006: 46)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-1610919181043013643?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/1610919181043013643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=1610919181043013643&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/1610919181043013643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/1610919181043013643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/03/hermeneutika-dalam-puisi.html' title='Hermeneutika Dalam Puisi'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-5420581315187374937</id><published>2011-03-24T12:29:00.000+07:00</published><updated>2011-03-24T12:33:06.274+07:00</updated><title type='text'>Ketidaklangsungan ekspresi puisi</title><content type='html'>Penggantian arti disebabkan oleh penggunaan bahasa kias. Bahasa kias mencakup semua jenis ungkapan yang memiliki makna lain dengan makna harfiahnya. Bahasa kias bisa berupa kata, frasa, ataupun satuan sintaksis yang lebih luas. Sesuai dengan hakekat puisi sebagai pemusatan dan pemadatan ekspresi, bahasa kias dalam puisi berfungsi sebagai saraba pengedepanan suatu yang berdimensi jamak dalam bentuk yang sesingkat-singkatnya. Disamping itu, sebagai akibat bentuknya yang singkat, bahasa kias juga berfungsi membangkitkan tanggapan pembaca. Fungsi bahasa kias adalah untuk mengiaskan atau mempersamakan suatu hal dengan hal lain supaya gambaran menjadi jelas, lebih menarik dan hidup (Pradopo, 1999: 62)&lt;br /&gt;Bahasa kias dalam puisi dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok, yakni kelompok perbandingan (metafora dan simile), penggantian (metonimi dan sinekdoki), dan pemanusiaan (personifikasi). Kesemua bahasa kias tersebut memiliki sifat yang umum, yaitu bahasa-bahasa kias tersebut mempertalikan sesuatu dengan cara menghubungkannya dengan yang lain (Altenbern dalam Pradopo, 1999: 62)&lt;br /&gt;Metafora adalah bahasa kias yang membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain tanpa kata pembanding, misalnya Bumi ini perempuan jalang. Simile adalah bahasa kias yang membandingkan suatu hal dengan hal lain disertai dengan kata pembanding seperti: bagai, sebagai, bak, seperti, semisal, seumpama, laksana, dan kata-kata pembanding lainnya, misalnya serupa dara dibalik tirai (Pradopo, 1999: 62).&lt;br /&gt;Metonimi adalah bahasa kias berupa penggunaan sebuah atribut sebuah objek atau penggunaan sesuatu yang sangat dekat berhubungan dengannya untuk menggantikan objek tersebut. Contoh klakson dan lonceng bunyi bergiliran. Kata klakson dan kata lonceng dapat menggantkan orang-orang atau partai-partai yang bersaing adu keras suaranya (Pradopo, 1999: 78).&lt;br /&gt;Sinekdok adalah bahasa kiasan yang menyebutkan suatu bagian yang penting suatu benda (hal) untuk benda (hal) itu sendiri (Altenbern dalam Pradopo, 1999: 78). Sinekdoki ada dua macam, yaitu (1) pars pro toto (sebagian untuk keseluruhan), (2) totum pro parte (keseluruhan untuk sebagian). Contoh: kujelajahi bumi dan alis kekasih. Kata bumi merupakan totum pro parte, dan kata kekasih merupakan pars pro toto.&lt;br /&gt;Personifikasi adalah bahasa kias yang menyamakan sesuatu (benda) dengan manusia, benda-benda mati dibuat seolah-olah dapat berfikir, berbuat dan sebagainya layaknya manusia (Sayuti, 2002: 68). Contoh: ombak bernyanyi, burung-burung tertawa riang. &lt;br /&gt;Menurut Riffaterre (dalam Pradopo, 1999: 213) penyimpangan arti disebabkan oleh tiga hal yakni ambiguitas, kontradiksi, dan nonsense. Ambiguitas adalah penafsiran bermacam-macam arti atau makna terhadap suatu ungkapan atau kata. Kontradiksi adalah salah satu car men yampaikan maksud secara berlawanan atau kebalikannya (Pradopo, 1999:215). Nonsense adalah kata-kata yang secara linguistik tidak mempunyai arti atau kata-kata yang merupakan ciptaan penyair sendiri, contoh potapa potitu potkaukah potaku (Pradopo, 1999: 219).&lt;br /&gt;Penciptaan arti dipengaruhi oleh sajak (rima), enjambemen, dan tipografi. Sajak (rima) adalah persamaan bunyi akhir kata. Bunyi ini berulang secara terpola dan biasanya terdapat di akhir baris saja, tetapi kadang-kadang terletak di awal atau di tengah baris. Enjambemen adalah kata atau frasa atau baris puisi yang berfungsi ganda yakni menghubungkan bagian yang mendahului dengan bagian yang mengikutinya. Artinya, sebuah kelompok kata dipenggal, dan penggalannya dipindah ke baris berikutnya. Tipografi merupakan aspek bentuk visual puisi yang berupa tata hubungan dan tata baris. Tipografi kadang disebut sebagai susunan baris puisi dan ada pula yang menyebutnya sebagai ukiran bentuk. Tipografi dalam puisi dipergunakan untuk mendapatkan bentuk yang menarik supaya indah dipandang oleh pembaca&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-5420581315187374937?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/5420581315187374937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=5420581315187374937&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/5420581315187374937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/5420581315187374937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/03/ketidaklangsungan-ekspresi-puisi.html' title='Ketidaklangsungan ekspresi puisi'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-5528837077484532228</id><published>2011-03-24T12:17:00.000+07:00</published><updated>2011-03-24T12:22:47.207+07:00</updated><title type='text'>Sastra Perbandingan</title><content type='html'>Dalam ruang lingkup karya sastra, sastra perbandingan dapat digolongkan menjadi ampat bidang utama yaitu:&lt;br /&gt;1. Kajian yang bersifat komparatif yaitu mnelaah teks dan seterusnya. Kajian ini mendasarkan pada nama pengarang, tahun penerbitan, lokasi penerbitan dan seterusnya. Kajian ini untuk melihat influence study atau affinity study&lt;br /&gt;2. Kajian bandingan histories yaitu ingin melihat pengaruh nilai-nilai histories yang melatar belakangi kaitan antara satu karya sastra dengan karya sastra lain atau mungkin antara karya sastra dengan buah pemikiran manusia. Tugas studi ini untuk melihat seberapa pengaruh histories tertentu yang masuk dalam diri pengarang sehingga menciptakan karya. Hal ini mirip dengan strukturalisme genetic, hanya dibandingkan&lt;br /&gt;3. Kajian bandingan teoritik, bertujuan untuk menggambarkan secara jelas tentang kaidah-kaidah kesusteraan, misalkan saja, peneliti dapat membandingkan berbagai genre, aliran dalam sastra, kritik sastra (antara strukturalisme dan formalisme), tema dan sebagainya. Dalam kaitan ini, tampak tidak secara langsung membandingkan cipta sastra, namun hakikatnya tidak demikian peneliti tetap membandingkan karya sastra. Hanya saja, bandingan diarahkan untuk menemukan atau meyakinkan berbagai teoritik sastra&lt;br /&gt;4. Kajian antar disiplin ilmu, yaitu bandingan antara karya sastra dengan bidang lain misalkan kepercayaan, politik, agama, seni dan sebagainya. Titik tolak bandingan adalah karya sastra sedangkan bidang lain berguna untuk memperjelas informasi sastra (Endraswara, 2007)&lt;br /&gt; Dalam pandangan Jost (dalam Rahman, 2000) sastra bandingan juga dapat meliputi aspek: pengaruh, sumber ilham (acuan), proses pengambilan ilham atau pengaruh dan tema dasar. Dalam kaitan ini ada empat kelompok kajian sastra bandingan jika dilihat dari aspek objek garapan yaitu; Pertama, kategori yang melihat hubungan karya sastu dengan lainnya dengan menelusuri juga kemungkinan adanya pengaruh satu karya terhadap karya yang lain. Termasuk dalam interdispliner dalam sastra bandingan adalah filsafat, sosiologi agama dn sebagainya. Kedua, aktegori yang mengkaji tema karya sastra. Ketiga, kajian terhadap gerakan atau kecenderungan yang menandai suatu peradaban. Keempat, analisis bentuk karya sastra (genre).&lt;br /&gt;Dalam lingkup kajian demikian, secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua golongan yakni: (1) kajian persamaan dan (2) kajian konsep pengaruh. Kajian persamaan, tidak selau menjawab masalah; mengapa terdapat persamaan namun juga lebih kepada apabila dua karya sastra memiliki kesamaan berarti ada hal paralel dalam bidang tertentu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-5528837077484532228?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/5528837077484532228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=5528837077484532228&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/5528837077484532228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/5528837077484532228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/03/sastra-perbandingan.html' title='Sastra Perbandingan'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-5860527058662468905</id><published>2011-03-24T11:50:00.000+07:00</published><updated>2011-03-24T12:14:54.267+07:00</updated><title type='text'>Kemandirian</title><content type='html'>Kemandirian merupakan salah satu aspek karakter yang dianggap menjadi salah satu indikator dari keberhasilan perjalanan hidup seseorang.Bahkan dalam salah satu artikel yang pernah saya baca, kemandirian menjadi salah satu indikator yang dimasukkan kesiapan anak memasuki sekolah dasar.kalau tidak salah (alias lupa, indikator lain adalah ketekunan dan kedisiplinan)....&lt;br /&gt;muncul pertanyaan saya mengapa kemandirian jauh lebih penting ditekankan dari pada kemampuan semisal calistung). Melalui penelusuran dari beberapa buku yang kemudian saya rangkum, saya menyimpulkan bahwa kemandirian merupakan suatu dimensi yang sangat luas. tidak hanya menyangkut kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tanpa bantuan orang lain namun di dalamnya mengandung beberpa hal, misalknya 1)  hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya, (2) Mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi (3) Memiliki kepercayaan diri dalam mengerjakan tugas-tugasnya (4) Bertanggungjawab terhadap apa yang dilakukannya.&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang perlu dicatata dalam menumbuhkembangkan sikap kemandirian adalah peranan orang tua. Orang tualah yang memunculkan dan membentuk dasar-dasar kemandirian. Baru kemudian setelah interkasinya di lingkungan smeakin banyak muncul porsi yang lebih besar dari lingkungan . secara bersama-sama peran orangtua dan respon dari lingkungan sangat diperlukan bagi anak sebagai “penguat” bagi setiap perilakunya. &lt;br /&gt;Kemandirian sendiri merupakan suatu sikap yang diperoleh secara kumulatif selama perkembangan, dimana individu akan terus belajar untuk bersikap mandiri dalam menghadapi berbagai situasi di lingkungan, sehingga individu pada akhirnya akan mampu bertindak dan berpikir sendiri. Artinya perlu suatu pembentukan yang terus berlangsung bahkan ketika anak kita menjadi remaja atau bahkan individu dewasa. &lt;br /&gt;tentunya pembentukan kemandirian tersebut berubah-ubah seiring dengan karakter pribadi dan perkembangan yang dilalui oleh sang anak. hal ini disesuaikan dengan porsi tanggung jawab yang dikenakan pada perkembangan tersebut.&lt;br /&gt;Catatan selanjutnya (masih harus banyak belajar mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menumbuhkembangkan kemandirian)...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-5860527058662468905?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/5860527058662468905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=5860527058662468905&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/5860527058662468905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/5860527058662468905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/03/kemandirian.html' title='Kemandirian'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-61072352942016590</id><published>2011-03-23T11:16:00.000+07:00</published><updated>2011-03-23T11:17:35.572+07:00</updated><title type='text'>Depresi</title><content type='html'>Depresi dapat diartikan sebagai sebuah kondisi batin yang tertekan dalam waktu panjang (stres berkelanjutan) dan mengakibatkan hilangnya harapan hidup, makna hidup, motivasi berprestasi, dan kepercayaan-diri (losing mood and confidence). Secara garis besar depresi bisa terjadi distimulasi oleh keadaan eksternal yang berubah ke arah yang lebih buruk dan itu di luar kontrol individu tersebut. Kondisi emosi atau psikologis masing-masing orang turut menentukan apakah sesuatu itu dapat menyebabkan depresi, sejauh mana tingkat depresinya  serta seberapa besar kemampuan orang itu untuk mengatasi masalah (hingga tidak sampai depresi) atau, seberapa besar kemampuan orang itu untuk mengatasi depresinya.(Beck,1979)&lt;br /&gt;Misalnya kematian orang-orang tercinta atau bencana alam yang menyisakan kenangan-kenangan traumatik. Bila ini berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi maka menyebabkan individu kehilangan mood, kehilangan gairah untuk melangkah, kehilangan kepercayaan diri, maka trauma itu menyebabkan seseorang mengalami depresi. Individu kehilangan daya tarik untuk menjadikan hidup individu menjadi lebih hidup dan kehilangan semangat untuk menjalankan aktivitas positif. &lt;br /&gt;Depresi juga muncul karena ulah individu sendiri. Ulah di sini ada yang berbentuk penyimpangan / pelanggaran  atau ada yang berbentuk pengabaian. Hampir seluruh tindak penyimpangan atau pelanggaran atas apa yang benar di dunia ini dalam skala / ukuran yang besar,  umumnya akan melahirkan konsekuensi yang tidak terkontrol. Bila konsekuensi buruk itu terjadi dan merembet kemana-mana dan semuanya menjadi pilihan buruk buat individu, ini juga bisa menimbulkan depresi. Pengabaian terhadap diri sendiri seperti potensi yang tidak dikembangkan atau mempunyai resource tetapi tidak digunakan, dan lain-lain, ini juga bisa menimbulkan depresi. Jadi, bukan pengabaiannya yang menyebabkan depresi tetapi konsekuensi pengabaian itulah yang membuat orang menjadi depresi.  Individu mulai merasa tidak berarti bagi diri sendiri dan orang lain. (Gilbert et al,1988)&lt;br /&gt;Cara mengatasi depresi adalah dengan memperbaiki: a) hubungan dengan diri sendiri dengan cara control diri, dialog diri, dll, b) hubungan dengan orang lain dan c) hubungan dengan Tuhan (meningkatkan iman). &lt;br /&gt;Memperbaiki hubungan dengan diri sendiri akan membuat individu cepat mengontrol atau menarik diri dari keadaan yang tidak menguntungkan individu. Kalau individu sadar bahwa individu sedang depresi dan sadar bahwa individu harus segera mengambil tindakan, tentunya ini akan beda persoalannya. &lt;br /&gt;Memperbaiki hubungan dengan manusia lain akan membantu usaha yang individu lakukan dalam mengatasi depresi. Individu tetap harus ingat bahwa manusia itu bisa digolongkan menjadi dua: a) ada manusia yang menjadi sumber depresi buat individu, dan b) ada manusia yang menjadi bantuan solusi atas depresi. Yang individu butuhkan (sebanyak-banyaknya) adalah manusia kelompok kedua. Jangan sampai individu menjauhi semua manusia, trauma kepada semua manusia, atau tidak percaya pada semua manusia. (Jarvis, 2006)&lt;br /&gt;Memperbaiki hubungan dengan Tuhan dapat dilakukan dengan banyak cara, antara lain: a) meningkatkan iman, b) menjalankan ajaran agama yang individu pilih (formal dan non-formal&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-61072352942016590?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/61072352942016590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=61072352942016590&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/61072352942016590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/61072352942016590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/03/depresi.html' title='Depresi'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-4820084665613237799</id><published>2011-03-23T11:14:00.000+07:00</published><updated>2011-03-23T11:16:11.525+07:00</updated><title type='text'>Pemaknaan Makna Hidup</title><content type='html'>Manusia adalah makhluk yang terus-menerus mencari dirinya sendiri dan yang setiap saat harus menguji dan mengkaji secara cermat kondisi-kondisi eksistensinya. Apa yang berarti dalam eksistensi manusia bukan semata-mata nasib yang menantikan kita, tapi cara bagaimana kita menantikan nasib itu atau melakukan pemahaman terhadap makna hidup. Pemahaman makna hidup individu adalah cara individu memandang dan mengerti akan segala sesuatu dan menentukan garis pembatas yang membentuk sebuah pigura di mana individu berada di dalamnya. Ruangan yang diluar garis pembatas tersebut adalah dunia dan isinya. Bagaimana individu memahami segala sesuatu tergantung sepenuhnya dengan ukuran pigura tersebut dibuat. Keterbatasan yang individu pahami sebagai takdir atau bukan takdir pada prakteknya lebih mengisyaratkan adanya keterbatasan individu memahami sesuatu yang individu ciptakan sendiri. (Frankl dalam Schultz, 1991) Memahami bagaimana dunia dan isinya ini bekerja memiliki implikasi langsung pada situasi konkrit tertentu di dalam hidup individu, terutama berhubungan dengan kemajuan dan kemunduran atau kesuksesan dan kegagalan. Oleh karena itu pemahaman perlu disempurnakan atau didinamiskan menurut perkembangan situasi yang individu hadapi. Kuncinya adalah menerima perubahan dunia dari satu titik ke titik berikutnya sebagai materi untuk mengembangkan diri alias memperluas ukuran pigura individu. (Hewitt, 1994) &lt;br /&gt;Alasannya sangat mendasar ketika pemahaman individu tentang obyek kehidupan ini stagnant sementara realitas eksternal itu berdifat dinamis maka pemahaman individu mandul alias tidak bekerja menciptakan kemajuan melainkan jalan di tempat.  Dari sinilah awal dari semua yang individu namakan problem, yaitu ketika pemahaman konseptual tidak lagi sejalan dengan realitas eksternal. Gap tersebut menciptakan sikap yang membenarkan kenyataan secara pasif atau sikap menyatakan kebenaran yang bertentangan dengan kebenaran lain. (Allport, 1955).&lt;br /&gt; Dalam rangka menciptakan pemahaman yang sinergis dengan perkembangan situasi, maka terlebih dahulu individu perlu mengetahui sumber-sumber pemahaman dan memahami bagaimana cara kerjanya, maka jalan untuk mengauditnya akan terbuka lebar. Berikut adalah sebagian dari sumber dominan di mana individu memperoleh pemahaman hidup dan bagaimana individu dapat mengaplikasikannya ke dalam situasi konkrit.  (Dollard, 1950)&lt;br /&gt;1. Hukum Universal &lt;br /&gt;Hukum Universal mengandung kebenaran yang diartikulasikan ke dalam pesan-pesan moral yang sifatnya berlaku umum.  Selain itu, hukum tersebut juga merupakan kebenaran mutlak yang tidak memberi hak kepada siapa pun untuk mengubahnya. Institusi yang paling banyak mengungkapkan kebenaran tersebut adalah agama-agama, kepercayaan, tradisi, atau sebagian dari adat istiadat. Kebenaran mutlak jelas berupa kebenaran dari langit dan supaya dapat didistribusikan ke bumi ia membutuhkan tool atau alat bantu agar bisa menciptakan penafsiran, pemahaman, persepesi, paradigma mental, dan karakter behavioral seperti ajaran agama.&lt;br /&gt;Namun jika alat bantu yang dipilih seseorang seolah sangat jauh dari realitas, bahkan terjadi seakan-akan missing-link dengan realitas, sehingga misi kebenaran langit yang mestinya untuk memperbaiki manusia justru membelenggunya maka seseorang tersebut biasanya akan mencari alat bantu lain untuk memahami kebenaran . Contohnya terjadi fenomena di mana seseorang menggunakan ajaran agama saat beribadah tetapi ketika mencari makan ia menggunakan ajaran komunisme atau atheisme. Agama, ajaran moral dipahami individu tersebut tidak mendukungnya untuk menjadi kaya.&lt;br /&gt;2. Hukum Personal &lt;br /&gt;Di dalam diri individu sebagai “the person” yang utuh telah diciptakan dua kekuatan yang berlomba merebut posisi kepemimpinan  atas kehidupan individu. Kekuatan pertama berupa The Self dan kedua berupa The Ego.  The Self adalah kekuatan yang memberi instruksi agar individu memahami diri, menjadi diri  dan menjadi  master  bagi diri individu: "To Know, To become, dan Tobe”. Dialah yang menciptakan pemahaman bahwa kehidupan eksternal ditentukan sepenuhnya oleh kekuatan internal. The Self berbicara tentang sesuatu yang sebenarnya individu kehendaki dan menjadi hak  sehingga dalam banyak redaksi doa,  The Self adalah permohonan tentang kehidupan surga. &lt;br /&gt;Tidak demikian halnya dengan The Ego. Kekuatannya berupa instruksi untuk mendorong individu menyerahkan naskah hidup asli kepada pihak lain dengan kompensasi individu menggunakan naskah hidup mereka. Kekuatan inilah yang menyuntikkan drug bahwa kehidupan eksternal tidak dipandu oleh kekuatan internal sehingga pada gilirannya sang diri hilang, lenyap tanpa kekuatan dan suara. The Ego adalah bentuk ketergantungan terhadap kekuatan eksternal. Ia adalah bentuk penghindaran yang sering individu ucapkan dalam doa-doa. &lt;br /&gt;Mayoritas dari individu hanya menggunakan kekuatan minimal  ketika urusannya berupa ‘menginginkan sesuatu’ dan baru bisa  mengeluarkan secara maksimal ketika ‘menghindar dari sesuatu’,  apalagi  jika konsekuensinya hidup – mati. Dari temuan tersebut disimpulkan bahwa pembeda antara orang genius dengan orang biasa bukan terletak pada kadar potensi atau kemampuan yang diturunkan sejak lahir, tetapi bagaimana menggunakan kemampuan atau potensi tersebut dengan cara-cara tertentu dan maksimal &lt;br /&gt;Contoh nyata individu yang dapat dijadikan contoh dalam menggunakan potensi secara maksimal dengan cara-caranya yang khusus adalah Thomas A. Edison. Mungkin individu bertanya-tanya apakah makhluk seperti Edison atau para avatar lainnya sudah dicetak untuk berbeda dengan individu? Awalnya adalah sama.  Ia tetap memiliki fluktuasi emosi antara kecewa dengan kegagalan dan bahagia dengan kesuksesan bahkan mungkin sempat putus asa. Bahkan sekolahnya Edison dikenal sebagai siswa yang tidak memiliki prestasi gemilang sehingga akhirnya sang guru bosan merawatnya.  Lalu kekuatan apakah yang terus mendorongnya sehingga rintangan apapun tidak bisa menghambatnya? Kuncinya adalah menemukan cara bagaimana menggunakan mengeluarkan kekuatan The Self sebanding dengan kekuatan The Ego. Apa diraih Edison, tidak mustahil dapat juga diraih oleh individu seindividuinya  etos kerja atau motivasi individu belajar menggunakan energi yang individu gunakan untuk bercinta? Jika ini yang terjadi maka pastilah akan muncul kegigihan yang tidak sanggup dibendung oleh diri individu sendiri. (Dennis Fox dan Isaac Prilleltensky, 2005)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;3. Hukum Lingkungan &lt;br /&gt;  Lingkungan diversikan ke dalam berbagai ungkapan bahasa mulai dari keluarga, saudara, relasi, persahabatan dan lain-lain di mana masing-masing memiliki instruksi berupa instruksi psikologis dan instruksi keadaan yang sifatnya ditawarkan. Individulah yang pada akhirnya menentukan keputusan itu meskipun sayangnya keputusan individu adalah keputusan dengan tidak memutuskan apapun. Di samping memiliki pengaruh di mana semua manusia tidak bisa melepaskannya, lingkungan juga memiliki individu  asumsi, persepsi atau penilaian  tentang bagaimana lingkungan tersebut melihat dunia. Pemahaman individu tentang hukum lingkungan punya hubungan kausalitas dengan bagaimana individu ingin diperlakukan dan bagaimana individu memperlakukan orang lain. Jika levelnya keinginan, tentu saja individu menginginkan  bentuk perlakuan terhormat atau sesuai dengan yang individu inginkan.  Semua manusia bahkan hewan pun sama  tetapi kuncinya terdapat pada pemahaman individu terhadap instruksi psikologis dan keadaan yang  menciptakan perbedaam diametral antara individu dimanfaatkan dan dihormati; antara individu menjadi korban lingkungan dan menciptakan adaptasi.&lt;br /&gt;Kenyataan yang sulit dipungkiri adalah bahwa individu membutuhkan lingkungan untuk menciptakan kemajuan hidup. Tetapi di sisi lain, individu memerlukan upaya membersihkan diri dari pengaruh yang diciptakan oleh pembawaan umum lingkungan yang bisa menjadi penghambat bagi kemajuan hidup individu.  Pembawaan umum itulah yang oleh Samuel A. Malone dalam Mind Skill for Manager disebut Conformity yang menjadi ancaman kreativitas untuk merealisasikan keunggulan individu.  Menurut Advance Dictionary, Conformity adalah "Action or behavior in agreement with what is usual, accepted or required by custom".  Dengan kata lain, konformitas adalah ketakutan untuk menjadi diri sendiri yang berbeda dengan orang lain karena didorong oleh oleh keinginan untuk diterima oleh lingkungan.&lt;br /&gt;Kualitas pemahaman instruksi lingkungan dengan begitu sebanding dengan kualitas kecerdasan bersikap saat individu menjatuhkan kartu hidup. Ketika individu larut ke dalam konformitas, maka bukan penghormatan yang akan individu terima, melainkan pemanfaatan. Saat itulah kebaikan yang individu berikan bisa jadi kebodohan yang individu lakukan. Bahkan lingkungan tidak memiliki makna kualitas apapun   ketika individu tidak menemukan peluang belajar mengisi muatan pikiran sukses dari orang yang lebih atas; atau ketika individu tidak menemukan celah  mengukur kemajuan dari orang yang sepadan; atau ketika individu tidak bisa membangun empati dari orang yang lebih rendah.  &lt;br /&gt;Dalam bagian pertama buku Man's Seach for Meaning (Frankl dalam Schultz, 1991), Frankl mengisahkan pengalamanya selama menjadi tawanan Yahudi di Auschwitz dan beberapa kamp konsentrasi Nazi lainnya. Kehidupannya selama tiga tahun di kamp konsentrasi adalah kehidupan yang mengerikan secara kejam. Setiap hari, ia menyaksikan tindakan-tindakan kejam, penyiksaan, penembakan, pembunuhan masal di kamar gaas atau eksekusi dengan aliran listrik. Pada saat yang sama, ia juga melihat peristiwa-peristiwa yang sangat mengharukan; berkorban untuk rekan, kesabaran yang luar biasa, dan daya hidup yang perkasa. Di samping para tahanan yang berputus asa yang mengeluh, "mengapa semua ini terjadi pada kita? "mengapa aku harus menanggung derita ini?" ada juga para tahanan yang berpikir "apa yang harus kulakukan dalam keadaan seperti ini?". Yang pertama umumnya berakhir dengan kematian, dan yang kedua banyak yang lolos dari lubang jarum kematian.&lt;br /&gt;Menurut Rakhmat (dalam Zohar &amp; Marshall, 2002), hal yang membedakan keduanya adalah pemberian makna. Pada manusia ada kebebasan yang tidak bisa dihancurkan bahkan oleh pagar kawat berduri sekalipun. Itu adalah kebebasan untuk memilih makna. Sambil mengambil pemikiran Freud tentang efek berbahaya dari represi dan analisis mimpinya, Frankl menentang Freud ketika dia menganggap dimensi spiritual manusia sebagai sublimasi insting hewani. Dengan landasan fenomenologi, Frankl membantah dan menjelaskan bahwa perilaku manusia tidak hanya diakibatkan oleh proses psikis saja. Menurutnya, pemberian makna berada di luar semua proses psikologis. Dia mengembangkan teknik psikoterapi yang disebut dengan Logoterapi (berasal dari kata Yunani "Logos" yang berarti makna.&lt;br /&gt;Logoterapi memandang manusia sebagai totalitas yang terdiri dari tiga dimensi; fisik, psikis, spiritual. Untuk memahami diri dan kesehatan, kita harus memperhitungkan ketiganya. Selama ini dimensi spiritual diserahkan pada agama, dan pada gilirannya agama tidak diajak bicara untuk urusan phisik dan psikilogis. Kedokteran, termasuk psikologi telah mengabaikan dimensi spiritual sebagai sumber kesehatan dan kebahagiaan ( Rahmat, 2004).&lt;br /&gt;Frankl menyebut dimensi spiritual sebagai noos yang mengandung semua sifat khas manusia, seperti keinginan kita untuk memberi makna, orientasi-orientasi tujuan kita, kreativitas kita, imajinasi kita, intuisi kita, keimanan kita, visi kita akan menjadi apa, kemampuan kita untuk mencintai di luar kecintaan yang phisik psikologis, kemampuan mendengarkan hati nurani kita di luar kendali superego, secara humor kita. Di dalamnya juga terkandung pembebasa diri kita atau kemampuan untuk melangkah ke luar dan memandang diri kita, dan transendensi diri atau kemampuan untuk menggapai orang yang kita cintai atau mengejar tujuan yang kita yakini. Dalam dunia sp iritual, kita tidak dipandu, kita adalah pemandu, pengambil keputusan. Semuanya itu terdapat di alam tak sadar kita. Tugas seorang logoterapis adalah menyadarkan kita akan  perbendaharaan kesehatan spiritual ini.&lt;br /&gt;Dalam hidup ini ada beberapa ancaman sebagai penyebab "kecemasan eksistensial", hal ini merupakan aspek terpenting yang menentukan apakah hidup kita bermakna atau hanya kesia-siaan, adalah pertama, kematian: kita semua adalah makhluk yang fana', kematian sewaktu-waktu akan dating menjemput kita. Kedua, takdir, garis kehidupan kita mungkin suatu kesengsaraan atau malapetaka, semuanya tidak bisa diramalkan atau dikendalikan. Ketiga, keharusan untuk membuat pilihan mengandung kecemasan eksistensial melalui setidaknya dengan tiga cara; a). kadang-kadang kita mesti menjatuhkan suatu pilihan tanpa informasi yang cukup, b). ketika mengambil keputusan, manusia cenderung untuk mencari bimbingan dari sumber transcendental yang lebih tinggi, c). menjatuhkan pilihan berarti mengabaikan pilihan lainnya (Abidin, 2002).&lt;br /&gt;Frankl (dalam Schultz, 1991) berpendapat bahwa cara paling baik untuk mencapai makna hidup adalah mulai berkomitmen pada hal-hal di luar diri. Seseorang akan berbalik fokus pada dirinya sendriri ketika tidak menemukan arti dan tugas mereka di dunia. Menjadi sehat secara psikologis adalah bergerak keluar dari fokus diri, mengatasinya, menyerapinya dalam arti dan tujuan seseorang. Maka dengan demikian diri akan dipenuhi dan diaktualisasikan secara sponyan dan wajar. Secara umum sifat sesorang yang dapat menemukan makna hidupnya menurut Frankl adalah:&lt;br /&gt;a. Mampu secara bebas memilih langkah tindakan mereka&lt;br /&gt;b. Mampu secara pribadi bertanggung jawab terhadap tingkah laku hidup dan sikap yang dianutnya terhadap nasib.&lt;br /&gt;c. Dalam segala tindakannya tidak dikendalikan oleh kekuatan-kekuatan di luar dirinya&lt;br /&gt;d. Menemukan arti peranannya dalam kehidupan yang sesuai dengannya.&lt;br /&gt;e. Mampu secara sadar mengontrol kehidupannya sendiri.&lt;br /&gt;f. Mampu mengungkapkan nilai-nilai daya cipta, nilai-nilai pengalaman, atau nilai-nilai sikap.&lt;br /&gt;g. Mampu mengorientasikan diri terhadap tujuan-tujuan dan tugas-tugas yang akan datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-4820084665613237799?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/4820084665613237799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=4820084665613237799&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/4820084665613237799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/4820084665613237799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/03/pemaknaan-makna-hidup.html' title='Pemaknaan Makna Hidup'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-6157001486362640860</id><published>2011-03-23T10:48:00.000+07:00</published><updated>2011-04-01T14:17:06.379+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kreativitas'/><title type='text'>Kreativitas (Ulasan mengenai Pengertian, dimensi serta ciri)</title><content type='html'>Manusia di dalam menggunakan akalnya berusaha untuk dapat mengatur kehidupannya agar kebutuhannya terpenuhi. Selain itu interaksi antara manusia di dalam suatu masyarakat akan sangat mendukung pula terjadinya suatu perubahan. Menurut Soekanto(1990), salah satu penyebab perubahan tersebut adalah adanya penemuan-penemuan baru atau inovasi sumbangan kreatif yang berupa ide-ide baru, penemuan baru dan teknologi baru. Disebutkan oleh Munandar (1999) bahwa ide-ide akan memberikan pengaruh terhadap kesejahteraan dan kejayaan suatu masyarakat dan negara. &lt;br /&gt;Dengan demikian kreativitas memegang peranan sangat penting dalam menentukan perjalanan hidup seseorang dan bahkan kehidupan sebuah masyarakat.Dalam kehidupan ini kreativitas sangatlah penting dikarenakan kreativitas merupakan kemampuan yang sangat berarti dalam proses kehidupan manusia.nya penemuan baru itu tidak terlepas dari adanya kreativitas dari individu. Lubart (Zimbardo, dkk, 1999) mengemukakan bahwa kreativitas merupakan suatu kemampuan seseorang di dalam menghasilkan ide-ide maupun produk baru dan sesuai dengan tuntutan keadaan, di mana ide-ide maupun produk tersebut dibutuhkan. Kemampuan itu dapat diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar sebagai sesuatu yang wajar dan bukan sesuatu yang aneh dan tidak masuk akal, apabila ide-ide atau produk baru yang dihasilkan dianggap mampu memenuhi kebutuhan. Orang yang kreatif akan memiliki sikap, pemikiran dan perilaku kreatif apabila kemampuannya dipupuk sejak dini karena kreativitas merupakan suatu proses.&lt;br /&gt;Kreativitas dapat berupa kegiatan imajinatif atau sintesis pemikiran yang mempunyai maksud dan tujuan yang jelas dan bukan fantasi (Hurlock, 1995). Oleh karena itu kreativitas tidak muncul dalam kehampaan tetapi tergantung pada perolehan pengetahuan yang diterima. Sejalan dengan pendapat tersebut Mart Sternberg (Woolfolk, 1995) mengatakan bahwa dengan memiliki pengetahuan yang handal akan membantu dalam memperoleh insight.&lt;br /&gt;Kreativitas merupakan suatu perwujudan dari diri individu, suatu karya kreatif sebagai hasil kreativitas seseorang dapat menimbulkan suatu kepuasan pribadi yang tak terhingga. Dalam teori kebutuhan Maslow (1968) disebutkan bahwa dalam perwujudan diri manusia, kreativitas merupakan manifestasi dari individu yang memiliki fungsi penuh. Dari sini terlihat bahwa kreativitas penting untuk mengembangkan semua bakat dan keterampilan individu pengembangan prestasi hidupnya.&lt;br /&gt;beberapa pernyataan yang digunakan untuk mendefinisikan pengertian. Kamus lengkap psikologi susunan Chaplin (1995) mendifinisikan kreativitas atau creativity sebagai kemampuan untuk menghasilkan bentuk baru di dalam seni atau permesinan atau dalam memecahkan masalah-masalah dengan kemampuan masing-masing.&lt;br /&gt;Chandra (1994) menegaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan mental dan berbagai jenis keterampilan khas manusia yang dapat melahirkan pengungkapan yang unik, berbeda, orisinal, sama sekali baru, indah, efisien, tepat sasaran dan tepat guna. Menurut Semiawan dkk (1984), kreativitas adalah potensi yang pada dasarnya dimiliki setiap orang, tentu dalam derajat yang berbeda-beda. Dengan arti lain setiap orang memiliki kemampuan untuk menjadi pemikir-pemikir yang kreatif tapi dengan tingkatan-tingkatan yang berbeda sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kemampuan tersebut bergantung pada perolehan pengetahuan yang diterima. Sependapat dengan Semiawan dkk, Munandar (1999) juga mengatakan bahwa kreativitas merupakan bakat yang secara potensial dimiliki oleh setiap orang, yang dapat diidentifikasi dan dipupuk melalui pendidikan yang tepat.&lt;br /&gt;Rogers (Munandar, 1999) juga menekankan bahwa kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang dan menjadi matang, kecenderungan dalam mengekspresikan dan mengaktifkan semua kemampuan individu. Orang yang kreatif memiliki kebebasan berfikir dan bertindak. Kebebasan tersebut berasal dari diri sendiri, termasuk di dalamnya kemampuan untuk mengendalikan diri dalam mencari alternatif yang memungkinkan untuk mengaktualisasikan potensi kreatif yang dimiliki. Hal ini sejalan dengan pandangan Guilford yang mengungkapkan bahwa kreativitas adalah kemampuan berfikir divergen untuk menjajaki bermacam-macam alternatif jawaban terhadap suatu persoalan yang sama benarnya.&lt;br /&gt;Menurut Maslow (Schultz, 1995) kreativitas merupakan suatu sifat yang akan diharapkan seseorang dari pengaktualisasi diri. Mereka adalah asli, inventif dan inovativ, meskipun tidak selalu dalam pengertian menghasilkan suatu karya seni. Kreativitas lebih merupakan suatu sikap, suatu ungkapan kesehatan psikologis dan lebih mengenai cara bagaimana kita mengamati dan bereaksi terhadap dunia dan bukan mengenai hasil-hasil yang sudah selesai dari suatu karya seni.&lt;br /&gt;Tentang sifat-sifat kreativitas, Campbell (Nashori &amp; Mucharam, 2002) mengemukakan bahwa kreativitas merupakan suatu kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya : Pertama, baru atau diartikan sebagai inovatif, tidak ada sebelumnya, segar, menarik, aneh dan mengejutkan. Kedua, berguna, bermanfaat atau useful, yang diartikan sebagai lebih enak, lebih praktis, mempermudah, mendorong, mengembangkan, mengatasi kesulitan, mendatangkan hasil yang baik. Ketiga, dapat dimengerti atau understandable, yaitu diartikan sebagai hasil karya yang tercipta atau dibuat dapat dimengerti orang lain contohnya ketika Sigmund Freud menjelaskan tentang struktur kepribadian yang terdiri atas Id, ego dan super ego orang lain dapat memahaminya sebagai penentu-penentu perilaku manusia&lt;br /&gt;Setelah melakukan penelitian menganai kreativitas dengan analisis faktor, sedangkan untuk aspek dalam kreativitas sendiri menurut Guilford(dalam Nashori &amp; Mucharam, 2002)terdapat empat faktor penting yaitu :&lt;br /&gt;a. Kelancaran Berfikir (Fluency of Thinking)&lt;br /&gt;Adalah kemapuan untuk menghasilkan banyak ide yang keluar dari pemikiran seseorang secara cepat. Dalam kelancaran berfikir yang perlu ditetapkan adalah kuantitas bukan kualitas. Menurut Torrance (1974), kelancaran berfikir adalah banyaknya respon yang dibuat terhadap suatu stimulus. Munandar  (1992) mengemukakan bahwa kelancaran berfikir adalah kemampuan untuk mencetuskan banyaknya gagasan, jawaban, penyelesaian masalah, memberikan banyak cara atau saran untuk melakukan berbagai hal dan selalu memikirkan lebih dari satu jawaban.&lt;br /&gt;b. Keluwesan Berfikir (Flexibility)&lt;br /&gt;Adalah kemampuan untuk memproduksi sejumlah ide jawaban-jawaban atau pertanyaan-pertanyaan yang bervariasi, dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda dan mampu menggunakan bermacam-macam pendekatan atau cara pemikiran. Orang yang kreatif adalah orang luwes dalam berfikir. Mereka dengan mudah dapat meninggalkan cara berfikir lama dan menggantikan dengan cara berfikir yang baru. Munandar (1992) mengemukakan bahwa keluwesan berfikir merupakan kemampuan melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda, mencari alternatif atau cara yang berbeda-beda, maupun megubah cara pendekatan atau cara berfikir.&lt;br /&gt;c. Elaborasi  Pikiran (Elaboration)&lt;br /&gt;Adalah kemampuan dalam mengembangkan gagasan dan menambahkan atau merinci detil-detil dari suatu objek gagasan atau situasi sehingga menjadi lebih menarik. Menurut Torrance (1974) elaborasi pikiran adalah detil ide-ide atau gagasan yang ditambahkan untuk merespons suatu stimulus sehingga responnya menjadi berarti dan bermakna serta relevan. Selanjutnya Munandar (1992) mengemukakan bahwa elaborasi pikiran adalah kemampuan untuk memperkaya dan mengembangkan suatu gagasan, mampu menambahkan atau merinci detil-detil dari suatu objek, gagasan atau situasi sehingga lebih menarik. Aspek ini juga penting dalam mengungkapkan kreativitas karena orang yang kreatif adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide sampai ke hal-hal yang kecil.&lt;br /&gt;d. Keaslian Berfikir (Originality)&lt;br /&gt;Adalah kemampuan untuk mencetuskan gagasan unik (Unusual) atau kemampuan untuk mencetuskan gagasan asli. Menurut Torrance (1974), keaslian berfikir adalah keampuan memberikian respon yang secara statistic, langka, relevan dan mampu menghasilkan respon yang tepat. Munandar (1992) mengemukakan bahwa keaslian berfikir adalah kemampuan untuk memikirkan ide-ide baru dan unik, memikirkan cara yang tidak lazim untuk mengungkapkan diri, mampu membuat kombinasi yang tidak lazim dari bagian-bagian atau unsur-unsur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-6157001486362640860?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/6157001486362640860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=6157001486362640860&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/6157001486362640860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/6157001486362640860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/03/kreativitas-ulasan-mengenai-pengertian.html' title='Kreativitas (Ulasan mengenai Pengertian, dimensi serta ciri)'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-7102876209542575247</id><published>2011-03-23T10:40:00.000+07:00</published><updated>2011-03-23T10:46:43.702+07:00</updated><title type='text'>terapi relaksasi religius</title><content type='html'>Relaksasi merupakan pengaktifan dari syaraf parasimpatetis yang menstimulasi turunnya semua fungsi yang dinaikkan oleh sistem syaraf simpatetis, dan menstimulasi naiknya semua fungsi yang diturunkan oleh syaraf simpatetis. Masing-masing syaraf parasimpatetis dan simpatetis saling berpengaruh maka dengan bertambahnya salah satu aktivitas sistem yang satu akan menghambat atau menekan fungsi yang lain (Utami, 1993). Ketika seseorang mengalami kecemasan maka ada ketegangan pada otak dan otot sehingga dengan mengaktifkan syaraf parasimpatetis dengan teknik relaksasi maka secara otomatis ketegangan berkurang sehingga seseorang akan mudah untuk menurunkan kondisi kecemasan.&lt;br /&gt;Berbagai macam bentuk relaksasi yang sudah ada adalah relaksasi otot, relaksasi kesadaran indera, relaksasi meditasi, yoga dan relaksasi hipnosa (Utami, 1993). Dari bentuk relaksasi di atas belum pernah dimunculkan kajian tentang bentuk relaksasi religius. Relaksasi religius ini merupakan pengembangan metode respon relaksasi dengan melibatkan faith factor dari Benson. oleh karenanya terapi relaksasi memasukkan proses berupa formula-formula tertentu yang dibaca berulang-ulang dengan melibatkan unsur keimanan kepada agama, kepada Tuhan yang disembah akan menimbulkan respon relaksasi yang lebih kuat dibandingkan dengan sekedar relaksasi tanpa melibatkan unsur keyakinan terhadap hal tersebut.Relaksasi religius merupakan pengembangan dari respon relaksasi yang dikembangkan oleh Benson (2000), dimana relaksasi ini merupakan gabungan antara relaksasi dengan keyakinan agama yang dianut. Dalam metode meditasi terdapat juga meditasi yang melibatkan faktor keyakinan yaitu meditasi transendental (trancendental meditation). Meditasi ini dikembangkan oleh Mahes Yogi (Sothers, 1989) dengan megambil objek meditasi frase atau mantra yang diulang-ulang secara ritmis dimana frase tersebut berkaitan erat dengan keyakinan yang dianut. Fokus dari relaksasi ini tidak pada pengendoran otot namun pada frase tertentu yang diucapkan berulang kali dengan ritme yang teratur disertai sikap pasrah kepada objek transendensi yaitu Tuhan. Frase yang digunakan dapat berupa nama-nama Tuhan, atau kata yang memiliki makna menenangkan.&lt;br /&gt;Dengan demikian relaksasi religius merupakan penggabungan teknik relaksasi dengan memasukkan faktor keyakinan. Pada penelitian ini unsur keyakinan yang akan dipergunakan dalam intervensi adalah unsur keyakinan agama Islam.Unsur keyakinan yang dimasukkan  adalah penyebutan Allah secara berulang-ulang yang disertai dengan sikap pasrah.  &lt;br /&gt;Salah satu manfaat yang dapat diperoleh dalam terapi relaksasi religius adalah cukup efektif untuk memperpendek waktu dari mulai merebahkan hingga tertidur dan mudah memasuki tidur. Hal ini membuktikan bahwa relaksasi religius yang dilakukan dapat membuat lebih relaks sehingga keadaan kesulitan ketika mengawali tidur dapat diatasi dengan treatmen ini. Penggunaan kaset relaksasi religius cukup membantu subjek dalam mengawali tidur. Pada umumnya subjek melaporkan bahwa dengan mengikuti kaset relaksasi dirinya lebih mudah untuk tertidur, ada beberapa hal yang menyebabkan mereka mudah tertidur antara lain instruksi diucapkan dengan pelan dan mudah diikuti.&lt;br /&gt;Pelatihan relaksasi dapat memunculkan keadaan tenang dan relaks dimana gelombang otak mulai melambat semakin lambat akhirnya membuat seseorang dapat beristirahat dan tertidur. Hal ini sesuai dengan pendapat Panteri (1993) yang menggambarkan neurofisiologi tidur sebagai berikut : Pada saat berbaring dalam keadaan masih terjaga seseorang berada pada gelombang otak beta, hal ini terjadi ketika subjek mulai merebahkan diri tidur dan mengikuti instruksi relaksasi religius yaitu pada tahap pengendoran otot dari atas yaitu kepala hingga jari jari kaki. Selanjutnya dalam keadaan yang lelah dan siap tidur mulai untuk memejamkan mata, pada saat ini gelombang otak yang muncul mulai melambat frekwensinya, meninggi tegangannya dan menjadi lebih teratur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-7102876209542575247?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/7102876209542575247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=7102876209542575247&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/7102876209542575247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/7102876209542575247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/03/terapi-relaksasi-religius.html' title='terapi relaksasi religius'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-8064537988210587660</id><published>2011-03-23T10:21:00.000+07:00</published><updated>2011-03-23T10:40:07.446+07:00</updated><title type='text'>Depresi Pada Orang Tua Pemakai Napza</title><content type='html'>merebaknya pemakaian NAPZA seringkali memunculkan suatu kondisi lain yaitu pengaruh yang ditimbulkan terhadap kondisi kesehatan jiwa orang tua si pemakai. Kondisi tersebut seringkali diacuhkan sehingga tidak dimasukkan sebagai bagian dari proses penyembuhan pemakai NAPZA.Pada kenyataannya,peran orangtua sebagai orang terdekat sangat menentukan keberhasilan penyembuhan pemakai NAPZA. &lt;br /&gt;Berdasarkan Dore (1998) terdapat tiga hubungan yang menyebabkan inidividu yang ketagihan NAPZA dapat mempengaruhi orang-orang terdekat untuk mengalami kondisi depresi yaitu: Pertama, efek langsung dari penggunaan obat terhadap perubahan perilaku pengguna NAPZA. Penggunaan NAPZA akan menyebabkan seseorang akan, meningkatkan agresivitas dan menurunkan toleransi terhadap stress. Perubahan perilaku ini akan mempengaruhi terutama orang-orang terdekat seperti misalkan orang tua, saudara, pacar dan teman. Perubahan tersebut disebabkan perilaku agresif dan lebih mudah stress akan menimbulkan lingkungan atau kondisi psikologis yang tidak nyaman bagi orang-orang dekat si pengguna NAPZA sendiri. Kedua, efek tidak langsung dari kekerasan dan agresivitas yang disebutkan diatas akan menyebabkan orang-orang terdekat mengalami trauma. Tindakan kekerasan dan agresivitas yang dilakukan pengguna NAPZA umumnya berupa penganiayaan tidak hanya secara fisik, namun kadang-kadang juga berwujud tindakan kekerasan seksual dan ekonomi. Hal ini yang mendorong pandangan bahwa terapi tidak hanya ditujukan bagi pengguna NAPZA saja namun bagi orang-orang terdekat. Ketiga, efek tidak langsung yaitu timbulnya ketidakpercayaan atau bahkan  penolakan orang-orang terdekat atas kondisi dari yang menimpa si pengguna NAPZA. Umumnya hal ini terjadi pada orang tua terhadap anak yang menjadi pengguna NAPZA. Timbulnya ketidakpercayaan atau bahkan penolakan kondisi merupakan bagian awal dari timbulnya depresi akibat merasa bersalah atas apa yang menimpa si anak yang ternyata menjadi pengguna NAPZA&lt;br /&gt;Manifestasi dari timbulnya depresi bagi orang tua akibat anak yang menjadi pengguna NAPZA sebenarnya sangat bermacam-macam. Misalkan ketika orang tua menyadari anak mereka menjadi korban penyalahgunaan NAPZA maka berkemungkinan untuk menutupi pergaulan social akibat perasaan malu. Hal ini mendorong orangtua tidak menjalin hubungan sosial yang sehat (Amriel, 2008). Selain itu orang tua juga harus mengeluarkan biaya perawatan dan pemulihan kondisi anak. Orang tua juga akan mengalami kondisi tidak nyaman akibat kehilangan benda berharga, lebih sering timbulnya pertengkaran dan rusaknya kehidupan anak karena mengalami kemandirian yang makin berkurang (Laksana, 2007). Kondisi ini akan membuat orang tua resah, putus asa dan mudah mengalami depresi. &lt;br /&gt;Menurut National Institute of Mental Health (dalam Siswanto, 2002) gangguan depresi diartikan sebagai suatu penyakit tubuh yang menyeluruh (whole body) yang meliputi tubuh, suasana perasaan dan pikiran. Hal ini berpengaruh terhadap cara makan dan tidur, cara seseorang merasa dirinya sendiri dan cara berpikir orang mengenai sesuatu. Gangguan depresi tidak sama dengan suasana murung (blue mood). Depresi juga tidak sama dengan kelemahan pribadi atau suatu kondisi yang dapat dikehendaki atau diharapkan berlaku. Orang dengan penyakit depresi tidak dapat begitu saja ”memaksa diri mereka sendiri ” dan menjadi lebih baik. &lt;br /&gt;Stab dan Fieldeman (1999) mengemukakan bahwa depresi terjadi apabila individu secara konsisten menemukan diri mereka dalam suasana tertekan setiap hari dilebihi periode dua minggu. Dalam American Psychiatry Asociation (1994) seseorang dapat dinyatakan mengalami depresi apabila setidaknya dalam dua minggu terakhir mengalami lima atau lebih simtom berikut: adanya perubahan pada nafsu makan atau berat badan, tidur dan aktivitas psikomotor, muncul perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah, kesulitan berpikir, dan membuat keputusan, munculnya pikiran atau ide yang menyebabkan mudah lelah, munculnya pikiran atau ide untuk bunuh diri atau keinginan untuk mati. &lt;br /&gt;Menurut Beck (1967) bahwa manifestasi depresi mempunyai konsistensi, seperti adanya penurunan mood, kesedihan, pesimisme tentang masa depan, retardasi dan agitasi, sulit berkonsentrasi, menyalahkan diri sendiri, lamban dalam berpikir serta serangkaian tanda vegetatif seperti gangguan dalam nafsu makan maupun gangguan dalam hal tidur. Konsistensi manifestasi depresi tersebut menjadikan simtom depresi dapat digolongkan menjadi simptom emosional, kognitif, motivasional dan vegetatif fisik. &lt;br /&gt;Sedangkan depresi orang tua yang anaknya menjadi pemakai NAPZA mempunyai respon agak berbeda dari respon depresi secara umum; yaitu menghambat peran orang tua itu sendiri. Berdasarkan penelitian Ismail dkk (2007)orangtua dapat mengalami depresi apabila terjadi perubahan drastis terhadap kondisi perilaku atau kesehatan. Orangtua depresi akan melewati fase-fase kejutan, penyangkalan, kemarahan, depresi, dan penerimaan. Hanya sedikit (5,9%) orang tua yang tetap mengalami depresi dan mengalami gangguan sistimik namun membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk ke kondisi penerimaan. &lt;br /&gt;Penanganan depresi dapat dilakukan dengan 3 cara utama yaitu (1) biologis yakni dengan obat anti depresan, (2) psikoterapi dengan menggunakan berbagai teknik terapi seperti terapi kognitif, terapi perlakuan dan terapi kelompok (3) pelatihan, antara lain social problem solving therapy, pelatihan ketrampilan interpersonal dan manajemen stres. Ketiga cara utama itu seringkali dipakai oleh para ahli secara terpisah atau dengan mengkombinasikannya (Branon dan Nelson, 1987). &lt;br /&gt;Retnowati (1990) manyatakan bahwa hanya dari 60-65% penderita depresi menggunakan pengobatan medis akan memperoleh kemajuan (penurunan tingkat depresi). Kenyataan ini mendorong para ahli mencari upaya alternatif selain menggunakan terapi pengobatan medis. Salah satu upaya yang dianggap efektif adalah melakukan manajemen stres. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Retnowati (1990) yang menyebutkan bahwa manajemen stres, terapi kognitif dan perilaku afektif efektif menurunkan gangguan depresi. Harrington (1995) menyatakan bahwa manajemen stres, terapi kognitif dan perilaku afektif efektif terhadap depresi tingkat ringan sampai sedang tetapi belum direkomendasikan untuk kategori berat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-8064537988210587660?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/8064537988210587660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=8064537988210587660&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/8064537988210587660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/8064537988210587660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/03/depresi-pada-orang-tua-pemakai-napza.html' title='Depresi Pada Orang Tua Pemakai Napza'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-8390384306332833876</id><published>2011-03-23T10:17:00.000+07:00</published><updated>2011-03-23T10:19:26.388+07:00</updated><title type='text'>Metode Mengajar Orang Dewasa (Andragogi)</title><content type='html'>Pembelajaran orang dewasa mencerminkan suatu proses di mana orang dewasa menajdi perduli dan mengevaluasi tentang pengalamannya. Untuk itu, pembelajaran orang dewasa tidak dimulai dengan mempelajari materi pelajaran, tetapi berdasarkan harapan bahwa pembelajaran dimulai dengan memberikan perhatian pada masalah-masalah yang trjadi/ditemukan dalam kehidupannya (lingkungan pkerjaan, masyarakat, dan lain-lain. oleh karenanya pembelajaran orang dewasa tentu saja berbeda dengan pembelajaran fase perkembangan lainnya.&lt;br /&gt;Menurut Lindeman (1986), konsep pembelajaran orang dewasa merupakan pembelajaran yang berpola non otoriter, lebih bersifat informal yang pada umumnya bertujuan untuk menemukan pengertian pengalamandan/atau pencarian pemikiran guna merumuskan perilaku standar. Dengan demikian, teknik pembelajaran orang dewasa adalah bagaimna membuat pembelajaran menjadi selaras dengan kehidupan nyata.&lt;br /&gt;Metode yang biasa digunakan dalam pendidikan orang dewasa adalah metode pertemuan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan jenis pertemuan. Berikut ini merupakan beberapa pertanyaan yang akan dipergunakan dalam suatu program pendidikan orang dewasa (Morgan et al, 1976)&lt;br /&gt;1. Usaha atau kegiatan apa yang akan diorganisasikan &lt;br /&gt;2. Tugas apa saja yang ingin diselesaikan &lt;br /&gt;3. Siapa saja yang menjadi sasarannya&lt;br /&gt;4. Bagaimana pesan yang dapat disampaikan sebaik mungkin&lt;br /&gt;5. Masalah apa saja yang mungkin timbul dalam pengorganisasian pertemuan yang harus dipecahkan&lt;br /&gt;Ada beberapa jenis pertemuan yang dapat dipilih seseorang guna menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Pemilihan jenis pertemuan yang memuaskan tergantung pada apa yang ingin diselesaikan. Jenis-jenis pertemuan yang umum dilakukan dalam pendidikan orang dewasa adalah sebagai berikut (Suprijanto, 2008)&lt;br /&gt;1. Institusi (institution)&lt;br /&gt;Institusi adalah terjemahan dari institution. Mereka yang ikut dalam insititusi adalah orang yang tertarik dengan bidang khusus. Dalam institusi, materi baru diberikan untuk menambah pengetahuan yang telah dimiliki peserta. Salah satu institusi yang paling umum di Amerika Serikat adalah institusi guru yang diadakan oleh Departemen Pendidikan dengan tujuan untuk memberikan tambahan informasi tentang fase pembelajaran. Kelas institusi ini merupakan serangkaian pertemuan satu hari atau beberapa hari. &lt;br /&gt;Dalam suatu insititusi diharapkan akan berlangsung pemberian informasi dan instruksi serta identifikasi masalah dan pemecahannya. Institusi adalah salah satu bentuk pendidikan orang dewasa yang paling sering digunakan. Dalam institusi, sering dilakukan  upaya untuk mengembangkan informalitas, kesempatan untuk berpartisipasi dan mengembangkan diri. Banyak teknik yang digunakan dalam institusi ini seperti sesi buzz, permainan peran, diskusi terbuka, penyajian formal dan lain-lain. &lt;br /&gt;Suatu institusi memerlukan pengorganisasian dan tindak lanjut supervisi yang baik dengan dipimpin oleh orang yang ahli dalam melaksanakan program dan mendelegasikan tanggung jawab sehingga mampu menggunakan berbagai macam teknik kelompok untuk mendorong partisipasi individu. Suatu institusi harus ada perencanaan, panitia pelaksanan dan evaluasi akhir. &lt;br /&gt;Jika seseorang merencanakan suatu institusi perlu diperhatikan bahwa pengaturan institusi harus sesuai, jadwal waktu yang logis dan harus menyenangkan semua yang terlibat. Selain itu, harus ada sesi pendahuluan untuk menyakinkan kesiapan peserta dan suasana yang kondusif. Salah satu pola institusi adalah ketua membuka pelatihan dengan sambutan pengarahan atau mengundang orang lain untuk membukanya. Sambutan pengarahan sangat penting dalam member batasan isu, mengatur panel dan waktu, memberi pikiran agar peserta lebih cepat mencapai pemecahan masalah yang dihadapi.&lt;br /&gt;Setelah sambutan pembukaan biasanya kelompok dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang dipimpin seorang pimpinan kelompok. Diharapkan kelompok-kelompok kecil tersebut menghasilkan kesepakatan tindak lanjut setelah pulang.&lt;br /&gt;Sering setelah selang waktu tertentu, kelompok kecil berkumpul kembali untuk mendengarkan sambutan lanjutan atau kesimpulan ringkasan kemajuan industri. Jika institusi dilaksanakan setengah hari, acara ke dua dilaksanakan pada acara penutupan sebelum selesai. &lt;br /&gt;Keterbatsan institusii yakni tujuan akhirnya sering tidak tercapai. Bahkan walaupun peserta mungkin mempunyai dedikasi pribadi yang tinggi untuk meningkatkan tindak lanjut setelah pulang namun tidaklah selalu dilaksanakan semuanya. Dikarenakan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam mengorganisasikan suatu institusi dan melihat perkembangannya, ada beberapa perencana uang tidak mau menyisihkan waktunya untuk keperluan itu. Hal ini harus menjadi tantangan bagi tim kerja untuk menyusun setiap fase institusi dengan baik. Tidak hanya harus ada tim kerja tetapi juga harus ada keahlian kepemimpinan. &lt;br /&gt;Pendidikan dan Pelatihan Guru dapat dikategorikan sebagai pertemuan institusi karena bertujuan untuk memberikan materi baru untuk menambah pengetahuan yang telah dimiliki peserta sebagai guru.&lt;br /&gt;2. Konvensi &lt;br /&gt;Konvensi seperti institusi, adalah kumpulan dari peserta. Budaya adalah peserta datang dari kelompok local yang merupakan organisasi orang tua baik dari tingkat kabupaten, propinsi hingga tingkat nasional.&lt;br /&gt;Maksud mendasarnya adalah untuk mendiskusikan dan memikirkan ide-ide yang mungkin dapat memperkuat organisasi orang tua murid (Morgan et al, 1976). Sering peserta datang bersama-sama untuk menetapkan kebijakan, menyetujui calon ketua dan merencanakan strategi dan promosi. Memang benar ada konvensi dari dua partai politik dalam rangka mempersiapkan pemilihan umum. Sejak konvensi bermaksud untuk mempromosikan dan memperkuat organisasi  orang tua murid, sering banyak pembicara dihadirkan guna memberikan inspirasi. Seperti dalam institusi, dalam konvensi ada dua arahan pokok atau sesi pengarah yang dilengkapi dengan sesi kelompok besar dan kelompok kecil. &lt;br /&gt;Salah satu manfaat utama konvensi adalah meberikan peserta secra individual kesempatan melihat organisasi sebagai sutau badan penting dimana ia mengidentifikasikan dirinya. Jika konvensi dilaksanakan dengan baik, loyalitas peserta akan termotivasi, egonya akan berkurang dan dedikasinya akan menguat. Ia kembali ke rumah dengan perasaan bangga menjadi bagian dari suatu gerakan. Keberhasilan pelaksanaan konvensi tergantung pada pengembangan jiwa korp dan moral kelompok. Banyak aktivitas yang dilengkapi dengan moto, pameran klise, pidato pengarahan dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;Kelemahan konvensi adalah jika pelaksanaan kurang baik maka tidak dapat memberikan motivasi kepada peserta. Ada kemungkinan manipulasi di belakang layar dan aksi mob akan mengganggu jalannya acara secara normal. Kadang-kadang peserta merasa dirinya kurang terlibat karena hal-hal yang  kurang dimngerti. Kadang-kadang ia kembali ke rumah dibingungkan dengan besarnya program dan politik praktis. Perencana konvensi mempunyai tugas besar, terutama bila konvensi merupakan acara propinsi atau nasional. &lt;br /&gt;Makin besar ruang lingkup konvensi menyebabkan masing-masing peserta saling tidak mengenal. &lt;br /&gt;3. Konferensi&lt;br /&gt;Konferensi adalah pertemuan dalam kelompok besar maupun kelompok kecil. Jumlah peserta  dalam konferensi mungkin hanya dua orang, atau sampai lima puluh orang atau lebih. Biasanya jumlah peserta konferensi yang lain adalah diikuti dengan kata sebutan yang menunjukkan tema konferensi. Sebagai contoh, konferensi supervisor, konferensi pendidikan agama, konferensi tanaman dan lain-lain (Morgan et.al 1976). Pada umumnya peserta berperansebagai kelompok khusu yang mengadakan konsultasi bersama terhadap masalah yang memerlukan pemikiran sangat serius dalam bentuk pertemuan formal. Peserta mempunyai pengalaman di bidang pekerjaannya (Kang dan Song, 1984). Acara konferensi perlu disusun dengan baik. Penyusun pengarahan pokok tergantung  pada keinginan pribadi. Pada umumnya, mereka tidak datang sebagai utusan delegasi yang ditunjuk seperti pada konvensi. &lt;br /&gt;Pertemuan itu mungkin konferensi kerja atau konferensi pendidikan. Pola konferensi kerja biasanya bersifat teknis dan sangat terbatas jumlah pesertanya dan mempunyai tema yang direncanakan untuk mengembangkan sutau ide.&lt;br /&gt;Teknik diskusi yang biasa digunakan, seperti pertemuan meja bundar, diskusi yang diikuti dengan acara makan siang dan/atau bankuet, oenl dan lain-lain. Seperti pada konvensi dan institusi pada konferensi juga terdapat pembuatan daftar masalah, termasuk iuran (jika ada), penjualan karcis akan siang atau bankuet, bahan informasi dan lain-lain yang diatur oleh panitia.&lt;br /&gt;Umpan balik, baik dari kelompok diskusi dalam konferensi maupun dari peserta setelah pulang dari rumah, lebih mudah diperoleh dalam institusi dan konferensi daripada dalam konvensi. Keterbatasan konferenis adalah ketidakpastian kehadiran peserta. Keterbatasan lain adalah sulitnya mengevaluasi apa yang telah dicapai dalam konferensi dan apa yang dikerjakan sebagai tindak lanjut.&lt;br /&gt;4. Lokakarya (workshop)&lt;br /&gt;Seperti yang tersirat, lokakarya berarti kerja. Lokakarya adalah pertemuan orang yang bekerja sama dengan kelompok kecil, biasanya dibatasi pada masalah yang berasal dari mereka sendiri. Peran peserta diharapkan untuk menghasilkan produk tertentu (Morgan et al, 1976 dan Kang dan Song, 1984). Susunan acara lokakarya meliputi identifikasi masalah, pencarian dan usaha pemecahan masalah, pencarian dan usaha pemecahan masalah dengan menggunakan referensi dan materi latar belakang yang cukup tersedia. Pemandu (narasumber) yang mampu biasanya hadir menceritakan pengalamannya dan latihan yang pernah diikutnya. &lt;br /&gt;Beberapa jenis diskusi kelompok dapat diterapkan dalam lokakarya. Oleh karena itu, informalitas diperlukan dalam mendorong partisipasi peserta. Jumlah peserta terbatas, dalam banyak hal, mereka dipanggil ke lokakarya dengan undangan khusus. Dikarenakan kelompok kecil, maka studi yang intensif dimungkinkan. Pengalaman yang terencana dengan baik dan lokakarya yang terkendali banyak diterapkan ke peserta. Ia dibawa ke serangkaian informalitas, dorongan untuk berpartisipasi, pengenalan sumber-sumber yang bermanfaat, penjelasan metode identifikasi dan pemecahan masalah serta pengalaman tertentu tentang cara penilaian prosedur. &lt;br /&gt;Lamanya lokarya tergantung pada besarnya tugas yang harus diselesaikan. Jangka waktu bervariasi antara tiga hari sampai tiga minggu. Jangka waktu bervariasi antara tiga hari sampai tiga minggu. Jika orang yang disertakan sebagai nara sumber banyak maka dipilih salah satu orang yang bertindak sebagai coordinator, untuk merencakan dan melaksanakan hal yang rinci dan memperlancar jalannya program. &lt;br /&gt;Dalam lokakarya, orang yang diundang terbatas. Efektivitas program lokakakrya akan terbatas, kecuali jika peserta dapat terus hadir mulai dari lokakarya dibuka sampai selesai. Lokakarya memerlukan perencanaan sedemikian rupa sehingga peserta tidak hanya menerima begitu saja apa yang diputuskan tanpa banyak berpikir dan menjadi orang luar tetapi peserta dapat terlibat secara penuh dan dapat mengembangkan diri&lt;br /&gt;5. Seminar&lt;br /&gt;Seminar secara umum disebut sebagai lembaga belajar. Istilah yang sangat biasa digunakan dalam kampus. Jumlah peserta biasanya sangat sedikit, mungkin tidak lebih dari lima puluh orang. Maksud seminar adalah untuk mempelajari subjek di bawah seorang berhubungan erat dengan riset (Morgan, Barton et al 1976; Kang dan Song, 1984). Mereka yang berperan serta mempunyai latar belakang latihan dan pengalaman dalam bidang yang diseminarkan. Untuk kebanyakan orang, seminar berhubungan dengan materi yang keseluruhannya di luar kemampuannya untuk memahami karena terbatasnya latar belakang bidang yang dimilikinya. Diskusi terbuka dilakukan setelah penyajian formal. Jika minat peserta tinggi maka partisipasi setiap peserta harus diatur dengan sebaik-baiknya. &lt;br /&gt;Jenis pertemuan ini akna membawa anggita untuk dapat belajar di bawah pimpinan yang mampu dan siap membantu setiap anggota mengerti masalah riset dan mendekati orang lain. Salah satu pembatas dalam jenis pertemuan ini adalah pendeknya waktu (biasanya satu atau dua jam) untuk mengembangkan suatu idea atau konsep. Seminar tidak dapat digunakan secara universal karena beragamnya latar belakang orang&lt;br /&gt;6. Kursus Kilat&lt;br /&gt;Kursusu kilat merupakan institusi yang sangat intensif selama satu hari atau lebih tentang beberapa subjek khusus. Institusi ini lebih sederhana dan kurang kosentrasi jika dibandingkan dengan pelajaran yang diambil di universitas. Penyajian formal sering diterapkan dalam kursus kilat ini. Penyajian mimbar formal sering diterapkan dalam kursus kilat ini. Kursus kilat terbatas pada bidang khusus. Istilah tersebut pada dasarnya menunjukkan proses memperoleh  tambahan pelajaran dalam bidang khusus dengan kelompok khusus yang berhubungan dengan bidang tersebut dalam lingkungan hidup sehari-hari mereka. Sebagai contoh, mungkin ada kursus kilat tentang perbankan bagi banker, produksi kumbang bagi penggemar kumbang. Materinya disajikan dalam bentuk modul dan dimaksudkan untuk membantu pserta mengerjakan tugas secara lebih baik sesuai dengan pekerjaannya setelah kembali ke rumah. Peserta mau hadir karena kursus terkait dengan pekerjaan sehari-harinya. Kursus kilat bertindak sebagai kursus penyegar bagi peserta. &lt;br /&gt;Kursus tersebut terbatas bagi kelompok khusus dan temanya jarang sekali mempunyai daya tarik yang universal. Sulit bagi perencana untuk mengembangkan program yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan setiap orang yang terkait. Biasanya anggota kursus memiliki latar belakang yang sangat bervariasi. Beberapa peserta mempunyai kesan bahwa mereka tidak belajar sesuatu di luar yang telah mereka ketahui, sementara peserta yang lain mengeluh bahwa materinya sangat teknis sehingga mereka tidak dapat mengerti apa yang dikatakan oleh pembicara&lt;br /&gt;7. Kuliah Bersambung&lt;br /&gt;Kuliah bersambung adalah suatu rangkaian penyajian yang diberikan oleh dosen dengan periode satu waktu kali per hari, satu kali per minggu atau satu kali per bulan. Selang waktu antara masing-masing bervariasi. Dipandang dari definisi ketatnya, khotbah setiap Minggu yang diberikan oleh pendeta dapat dikatakan sebagai kuliah bersambung. Hal ini tentu saja hanya berlaku untuk khotbahnya saja dan tidak termasuk musik lengkap, ritual dan partisipasi hadirinnya. Dosen mungkin menggunakan audiovisual dalam penyajiannya. Peranan hadirin adalah mendengarkan, jadi menerima pesan-pesan dan inspirasi dari dosen.&lt;br /&gt;Sangat sederhana untuk mengatur kuliah bersambung karena semua yang diperlukan hanyalah dosen dan hadirin. Jika dosen menggunakan alat visualisasi, beberapa persiapan harus dilakukan untuk menggunakan alat tersebut. &lt;br /&gt;Keterbatasan kuliah bersambung adalah dosen harus bekerja keras  karena pengalaman menurunkan jumlah hadirin. Hadirin dengan mudah dapat tidur dalam ketidaksadaran, yang hanya sedikit dapat mempengaruhi pikirannya. Dikarenakan kuliah bersambung menekankan kontuinitas jalan pikiran, mereka yang sering tidak hadir akan kehilangan kontuinitas  tersebut. Kuliah bersambung ini cukup sulit untuk mendorong peserta melakukan tindak tertentu terbukti penemuan yang sangat alami ini gagal menunjukkan hal tersebut. &lt;br /&gt;8. Kelas Formal&lt;br /&gt;Kelas formal adalah pendidikan orang dewasa biasanya bergabung dalam program sekolah. Mereka yang hadir telah menyatakan minat mereka dan telah mendaftar, membayar uang pendaftaran dan setuju terikat dengan program institusi. &lt;br /&gt;Beberapa teknik mungkin diterapkan dalam pertemuan ini. Dalam banyak kasus, aktivitas kelas dilaksanakan di proyek dimana peserta mengerjakan sendiri seperti pada pembuatan pembalut kursi, perkayuan, seni dan banyak lagi.&lt;br /&gt;Kelas formal dalam pendidikan orang dewasa biasanya mempunyai peraturan yang ketat. Pelajaran mempunyai sifat sedemikian rupa sehingga peserta yang sering absen akan kehilangan pelajaran yang berguna. Berhubungn kelas formal ini merupakan serangkaian pertemua, maka instruktur harus mempunyai peraturan yang ketat. Berhubung kelas formal ini merupakan serangkaian pertemuan, maka instruktur harus mempunyai keahlian dalam mempertahankan minat yang tinggi dari para pesertanya. Beberapa kelas formal dalam pendidikan orang dewasa menarik minat hanya kepad amereka yang mempunyai latar belakang yang cukup untuk menguasai materi. Walaupun kita sudah “mulai dari mana dia berada” namun kita sering menemukan latar belakang dan pengalaman yang bervariasi membatasi keberhasilan.&lt;br /&gt;Acara kelas formal pendidikan orang dewasa dan kelas formal di fakultas atau sekolah menengah ada perbedaan. Pada kelas formal di fakultas dan sekolah menengah, motivasinya meningkat dengan adanya keinginan mendapatkan kredit fakultas atau sekolah menengah&lt;br /&gt;9. Diskusi terbuka &lt;br /&gt;Diskusi terbuka duanggap sebagai salah satu jenis pendidikan orang dewasa yang sangat penting. Tersirat bahwa mereka yang berperan aktif adalah orang yang cukup ahli dalam proses kelompok untuk memanfaatkan teknik secara penuh. Hal yang sering terjadi adalah mereka sangat mungkin tergerak untuk bertindak setelah diskusi terbuka ini&lt;br /&gt;Pentingnya diskusi terbuka adalah terciptanya lingkungan yang sesuai untuk meningkatkan kebebbasan mengeluarkan pendapat. Jika memungkinkan setiap peserta saling berhadapan duduknya&lt;br /&gt;Diskusi terbuka memerlukan seorang pimpinan yang ahli untuk mengatur jalannya diskusi sehingga semua peserta mempunyai kesempatan untuk menyatakan pendapat mereka. Ia harus seorang pemberi semangat, seorang pemandu yang bermutu dan mempunyai kemampuan menjaga kelancaran diskusi. Ia harus mampu menyimpulkan, mengevaluasi dan menjelaskan pandangan yang berbeda tanpa melukai perasaan orang lain. Sejauh setiap pserra didengar pendapatnya, berbagai kemampuan dan latar belakang peserta sering menghasilkan produktivitas tinggi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-8390384306332833876?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/8390384306332833876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=8390384306332833876&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/8390384306332833876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/8390384306332833876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/03/metode-mengajar-orang-dewasa-andragogi.html' title='Metode Mengajar Orang Dewasa (Andragogi)'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-4735675960682101003</id><published>2011-03-23T10:01:00.000+07:00</published><updated>2011-03-28T17:10:53.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebahagiaan Hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SKRIPSI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tesis'/><title type='text'>Kebahagiaan Hidup dalam Tinjauan Ilmu Psikologi</title><content type='html'>bagaimana mengukur sebuah kebahagiaan bagi seorang inividu tentu memiliki ukuran yang sangat subjektif. Tentulah tidak bisa menerapkan nilai sebuah kebahagiaan hidup yang kemudian  diterapkan pada individu yang lain. demikian kajian kebahagiaan hidup dalam ilmu psikologi namun ada "benang merah" yang dapat ditarik sebagai sebuah generalisasi dalam mendefiniskan, faktor serta aspek/dimensi kebahagiaan hidup&lt;br /&gt; Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) kebahagiaan berasal dari kata bahagia yang berarti keadaan atau perasaan senang dan tentram atau bebas dari segala yang menyusahkan. Kebahagiaan sendiri memiliki arti kesenangan dan ketentraman hidup atau lahir batin, keberuntungan, kemujuran yang bersifat lahir batin. Menurut Kartono (2003) kebahagiaan atau happiness adalah suatu keadaan puas secara umum dari organisme terutama jika bisa mendukung secara konsisten-cocok pernyataan-pernyataan lisannya atau pada kasus manusia dengan tingkah laku yang dapat diekspresikan keluar. Menurut Diener (2000) kebahagiaan dapat didefinisikan sebagai evaluasi kognitif dan efketif terhadap kehidupannya. Evaluasi kognitif orang yang bahagia berupa kepuasan hidup yang tinggi, evaluasi afektifnya adalah banyaknya afek positif dan sedikitnya afek negatif yang dirasakan. Pengertian pertama serta pengertian ke dua diatas menunjukkan rasa kepuasan sedangkan dalam pengertian ke tiga menunjuk pada ekspresi baik secara kognitif dan afektif.&lt;br /&gt;Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kebahagiaan hidup  makdapat dibedakan menjadi dua faktor eksternal dan internal. Penghasilan, kesehatan, bentuk tubuh, dan faktor demografis (usia, jenis kelamin dan pendidikan) merupakan faktor eksternal sementara temperamen, nilai-nilai hidup yang ada pada diri manusia dan kepribadian merupakan faktor internal.&lt;br /&gt;Untuk pengukuran di dasarkan pada dua dimensi yang ada dalam kebahagiaan hidup itu sendiri yaitu: Pertama, faktor afek. Afek berkaitan erat dengan emosi. Pengaruh emosi akan dapat dilihat melalui parameter fisiologis, gerak mental atau observasi perilaku (Cacioppo et al., 1999). Uraian di atas menunjukkan bahwa afek adalah gambaran perasaan, suasana hati dan emosi secara keseluruhan yang menyertai kesadaran dan dapat bervariasi antara sangat menyenangkan sampai sangat tidak menyenangkan. Afek yang menyenangkan sering disebut dengan afek positif dan afek yang tidak menyenangkan disebut afek negatif. untuk aspek ini maka skala yang dapat digunakan adalah Positive and Negative Affect Schedule (PANAS. PANAS terdiri dari dua sub skala yaitu skala yang mengukur perasaan positif dan skala yang mengukur perasaan negatif.   &lt;br /&gt;Kedua, kepuasan hidup. Hurlock (1997) menyatakan bahwa kepuasan hidup adalah keadaan bahagia dan adanya kepuasan hati yang merupakan kondisi yang menyenangkan yang timbul bila kebutuhan dan harapan tertentu individu terpenuhi. Diener (1984) mengemukakan bahwa kepuasan hidup mencerminkan kondisi kehidupan yang diwarnai oleh perasaan senang tentang pengalaman masa lampau, sekarang dan gambaran yang akan datang.Pengukuran kepuasaan hidup didasarkan pada  Life Satifactions Scale oleh Diener. Secara singkat maka diungkapkan bahwa Life Satifaction scale merupakan penilaian individu  terhadap segala peristiwa yang dialami dengan harapan dan keinginannya. terdapat bebrapa versi untuk pengukuran ini yang disesuaikan dengan subjek penelitian. masing-masing pengukuran berbeda karena aspek kepuasan hidup akan berbeda untuk subjek yang berbeda pula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Maaf, bukan untuk dikopi paste. sebaiknya membaca langsung sumber referensi yang asli.)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-4735675960682101003?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/4735675960682101003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=4735675960682101003&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/4735675960682101003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/4735675960682101003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/03/kebahagiaan-hidup-dalam-tinjauan-ilmu.html' title='Kebahagiaan Hidup dalam Tinjauan Ilmu Psikologi'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-7472389010562709535</id><published>2011-03-23T09:58:00.000+07:00</published><updated>2011-03-28T17:09:35.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kapitalisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SKRIPSI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tesis'/><title type='text'>MENGURAI PERJALANAN KAPITALISME DALAM SEJARAH INDONESIA  (Pergeseran ”Spirit Of Capitalism” Menjadi Sistem Ekonomi Tanpa Keadilan)</title><content type='html'>A. Latar Belakang Masalah &lt;br /&gt;Sistem kapitalisme di Indonesia selalu diidentikan dengan suatu sistem yang hanya mengedepankan keuntungan para pemilik modal saja. Kapitalime dalam sejarah Indonesia lekat dengan eksploitasi para tuan tanah (kaum feodal) hingga era modern dikuasai oleh kaum pemilik modal. Sistem kapitalisme selalu lekat dengan kondisi dimana persaingan, pekerjaan  serta adanya pihak invisible hands akan menaikkan harga kepada tingkat alamiah dan mendorong tenaga kerja dan modal beralih dari perusahaan yang kurang menguntungkan kepada yang lebih menguntungkan. Pandangan ini menekankan bahwa sistem pasar bebas diberlakukan sistem kebebasan kepentingan ekonomi tanpa campur tangan pemerintah. &lt;br /&gt;Sistem kapitalisme juga lekat dengan laize faire. Dimana laissez faire diartikan sebagai tiadanya intervensi pemerintah sehingga timbullah individualisme ekonomi dan kebebasan ekonomi. Kapitalisme justru menimbulkan rasa ketidaksensifitas terhadap persamaan dan keadilan sosial bagi seluruh kalangan masyarakat secara merata. Dimana golongan penguasa modal akan semakin menekan kaum pekerja dalam upaya untuk memnuhi motivasi yaitu mencari keuntungan sebesar-besarnya. &lt;br /&gt;Pengidentikan kapitalisme dengan sistem penuh ketidakadilan ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia. Bahkan pengidentikan sistem kapitalisme ini juga berlaku di Amerika dan Eropa sebagai tanah asal dan tanah berkembangnya ”spirit of capitalism”.  Sebenarnya sistem kapitalisme yang di jalankan di Amerika berbeda dengan system kapitalisme di Negara-negara Eropa meskipun sistem kapitalime yang dijalankan di Amerika berasal dari negara Eropa. Sistem kapitalisme di Amerika lebih banyak menganut kebebasan sehingga meminimalisir pengaturan oleh pihak pemerintah. Kebebasan ini merupakan pengaruh paham kebebasan yang dibawa oleh imigran. Imigran yang datang ke Amerika adalah orang-orang yang tidak terikat pada tuan tanah atau siapapun. Mereka bebas menggarap lahannya, bebas memilih lahan, bebas memanfaatkan semua hasil panen tanpa adanya pungutan pajak. &lt;br /&gt;Apabila kita menilik pada akar sejarah dari awal mula perkmebangan kapitalisme sendiri maka perkembangan yang ada justru melawan dari nilai awal yang diperjuangkan dalam kapitalisme itu sendiri. Pada awalnya kapitalisme berawal dari upaya untuk menaklukkan alam serta system feodalisme untuk menumbuhkan semangat kemandirian (self reliance), eligaterisme dan individualisme. Semangat untuk mendukung kebebasan dari suatu system yang terkurung dalam struktur kaku yang tidak memungkinkan anggota masyarakat untuk mengubah pekerjaan atau meningkatkan status yang lebih tinggi. Paham kapitalisme memiliki keyakinan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk maju atas kemauan sendiri. Gagasan inilah yang menumbuhkan dan meningkatkan persamaan, toleransi dan memberikan rasionalisasi bagi kemandirian ekonomi sehingga memenuhi nilai-nilai kapitalisme itu sendiri.&lt;br /&gt;Pergeseran ”spirit of capitalism” dalam kapitalisme menajdi praktek ekonomi dengan ketidadilan dalam sejarah inilah yang mendasari penulis untuk mengangkat kajian mengenai perjalanan perubahan pemahaman mengenai kapitalisme. Hal ini bertujuan dan bermanfaat untuk menguraikan apa yang sebenarnya  terkandung dalam kapitalisme ”spirit of capitalism” yaitu sehingga dapat mengembalikan pemahaman mengenai kapitalisme pada nilai dasarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PEMBAHASAN &lt;br /&gt;Dalam sejarah, awal mula kapitalisme telah ada dalam pemikiran masyarakat yang berkembang di Babilonia, Mesir, Yunani dan Kekaisaran Roma. Para ahli ilmu sosial menamai tahapan awal kapitalisme ini dengan sebutan commercial capitalism. Kapitalisme komersial berkembang ketika pada zaman itu perdagangan lintas suku dan kekaisaran sudah berkembang dan membutuhkan sistem hukum ekonomi untuk menjamin fairness perdagangan ekonomi yang dilakukan oleh para pedagang, tuan tanah, dan kaum rohaniawan.&lt;br /&gt;Perkembangan selanjutnya adalah perkembangan kapitalisme yang dikenal sebagai tata cara dan “kode etik” yang dipakai oleh kaum merkantilis. Awal kapitalisme dengan bercirikan merkantilisme diawali oleh kaum pedagang yang banyak berkumpul di bilangan pelabuhan Genoa, Venice dan Pisa. Kaum merkantilis memakai kapitalisme sebagai tahap lanjutan sistem sosial ekonomi yang dibentuk. Tatanan ekonomi dan politik yang berkembang memerlukan hukum dan etika yang disusun dengan relatif mapan. Hal ini disebabkan terjadi perkembangan kompetisi dalam sistem pasar, keuangan, tata cara barter serta perdagangan yang dianut oleh para merkantilis abad pertengahan. Para merkantilis mulai membuka wacana baru tentang pasar luas. Merkantilis memulai perluasan kapitalisme tidak hanya melewati wilayah dalam satu benua saja namun mengembangkan hingga perdagangan hingga ke seluruh wilayah di dunia. Hal ini tidak hanya menyangkut pengiriman ke namun juga pengiriman dari sehingga memulai komoditas keunggulan dari satu wilayah yang dikirim ke wilayah lain. Ketika mereka berbicara tentang pasar dan perdagangan, mau tidak mau mereka mulai bicara tentang barang dagang (komoditas) dan nilai lebih yang nantinya akan banyak disebut sebagai the surplus value (nilai lebih). Dari akar penyebutan inilah, wacana tentang keuntungan dan profit menjadi bagian integral dalam kapitalisme sampai abad pertengahan. &lt;br /&gt;Pandangan merkantilis dan perkembangan pasar berikut sistem keuangan telah mengubah cara ekonomi feodal yang semata-mata bisa dimonopoli oleh para tuan tanah, bangsawan dan kaum rohaniawan. Ekonomi mulai bergerak menjadi bagian dari perjuangan kelas menengah dan mulai menampakkan pengaruh pentingnya. Ditambah lagi, rasionalisasi filosofis abad modern yang dimulai dengan era renaissance dan humanisme mulai menjalari bidang ekonomi juga. &lt;br /&gt;Setidaknya terdapat tiga tokoh ilmuwan filsafat sosial yang cukup memberikan pengaruh yang dramatis terhadap perkembangan kapitalisme industri modern. Tokoh tersebut adalah: Pertama, Thomas Hobbes dengan pandangan egosentris etisnya, yang pada intinya meletakkan sisi ajaran bahwa setiap orang secara alamiah pasti akan mencari pemenuhan kebutuhan dirinya; Kedua,  John Locke yang menekankan sisi liberalisme etis, di mana salah satu adagiumnya berbunyi bahwa manusia harus dihargai hak kepemilikan personalnya. Ketiga, Adam Smith dimana di dalam pandangan klasiknya Adam Smith menganjurkan permainan bebas pasar yang memiliki aturannya sendiri. Persaingan, pekerjaan dari invisible hands akan menaikkan harga kepada tingkat alamiah dan mendorong tenaga kerja dan modal beralih dari perusahaan yang kurang menguntungkan kepada yang lebih menguntungkan. Pandangan ini menekankan bahwa sistem pasar bebas diberlakukan sistem kebebasan kepentingan ekonomi tanpa campur tangan pemerintah.&lt;br /&gt;Kapitalisme di tiga tokoh itu (Hobbes, Locke dan Adam Smith) mendapatkan legitimasi rasionalnya. Akselarasi perkembangan kapitalisme rasional ini memicu analisa dan praktek ekonomi selanjutnya. Akselarasi kapitalisme semakin terpicu dengan timbulnya “revolusi industri”. Kapitalisme mendapatkan piranti kerasnya dalam pencapaian tujuan utamanya, yaitu akumulasi kapital (modal). Industrialisasi di Inggris dan Perancis mendorong industri-industri raksasa. Perkembangan raksasa industri mekanis modern ini, memicu kolonialisme dan imperialisme ekonomi. Tidak mengherankan apabila dalam era ini muncul konsep exploitation de l’homme par l’homme. &lt;br /&gt;Sementara itu, kapitalisme di Amerika lebih banyak dipengaruhi oleh kaum Puritan. Kaum puritan adalah sekelompok komunitas dari beberapa generasi setelah Reformasi di wilayah Inggris Raya dan Amerika, yang berusaha mereformasi dan memurnikan gereja serta memimpin orang-orang kepada Alkitab, kehidupan yang saleh, mempertahankan konsistensi doktrin tentang anugerah. Kelompok Puritan inilah yang dianggap sebagai salah satu kelompok imigran ikut berpengaruh membentuk kebudayan Amerika .&lt;br /&gt;Upaya mereka untuk memenuhi persyaratan Tuhan untuk menjadi orang yang dipilih untuk diselamatkan atau juga dikenal dalam slogan "to work is to glorify God” atau “bekerja adalah untuk memuliakan Tuhan" adalah sebagai identifikasi terhadap etos kerja kaum Puritan. Adanya etos kerja kaum Puritan yaitu "bekerja untuk memuliakan Tuhan" telah memberikan inspirasi banyak orang untuk bekerja dengan mengembangkan perusahaan mereka sendiri dan berpartisipasi dalam perdagangan dan pengumpulan kekayaan untuk melakukan investasi.  Di sisi lain sebagai tanah impian baru, Amerika memberikan kebebasan yang berkembang dengan penghargaan terhadap hak-hak individu. Minimnya penguasaan Inggris sebagai negara asal sebagai besar imigran meminimalkan pengaturan negara terhadap send-sendi kehidupan. Hal ini bukan berarti Amerika kemudian tidak memiliki pengaturan pada kehidupan bermasyarakat namun membebaskan bagi sebuah pembentukan pemerintahn dengan nilai yang berbeda. Misalkan tidak masuknya struktur kebangsawan dalam urusan pemerintahan. Nilai ini kemudian menjadi cikal bakal perkembangan demokrasi yang ada di Amerika selanjutnya. Nilai demokrasi tidak hanya menyangkut masalah kebebasan berpendapat namun juga kebebasan anggota masyarakat dalam bidang ekonomi yaitu untuk menjalankan usaha selama kegiatan usaha tidak merugikan kepentingan masyarakat.  &lt;br /&gt;Secara singkat maka terdapat nilai dasar dalam spirit of capitalisme yaitu: &lt;br /&gt;1. Nilai individualisme &lt;br /&gt; Individualisme disini berarti seseorang harus menjadi dirinya sendiri artinya individu anggota masyarakat harus mampu independen, tidak tergantung pada orang lain sebab setiap orang memiliki hak untuk menjadi dirinya sendiri (Peackock, 1996). Dalam nilai individualisme tidak hanya memasukkan unsur independen saja namun juga unsur lainnya yang sangat penting yaitu self reliance, self interest, self confidence, self esteem, and self fulfillment are meaning of individualisme (keyakinan diri, minat probadi, kenyamanan pribadi dan pemenuhan kebutuhan pribadi adalah arti individualisme secara mendalam).&lt;br /&gt;2. Nilai kebebasan &lt;br /&gt;Nilai individualisme tidak dapat dipisahkan dengan semangat kebebasan karena nilai individualisme sendiri dapat teraktualisasikan melalui independensi. Independensi dalam kapitalisme meliputi kebebasan berusaha dan kebebasan pasar. &lt;br /&gt;3. Nilai produktivitas&lt;br /&gt;Dalam kapitalisme maka setiap individu diharuskan untuk memproduksi (dengan kata lain berkarya) untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Semakin banyak produk (karya) yang dihasilkan seseorang maka makin berharga dirinya di tengah mata masyarakat. Penghargaan datang tidak hanya dari keturunan seperti halnya dalam sistem feodalisme namun penghargaan datang karena orang tersebut mampu menghasilkan lebih banyak dibandingkan individu lain. &lt;br /&gt;4. Nilai efisiensi&lt;br /&gt;Dalam sistem produksi massal maka nilai produktifitas tidak akan terpisah dari nilai efisiensi. Dalam nilai efisiensi maka unsur produktifitas dengan memaksimalkan produksi yang dapat ditempuh melalui dua hal yaitu (1) tenaga kerja yang di disiplinkan dan (2) investasi kapital yang diregulasi (rasionalisasi capital). Semangat kapitalisme memasukkan nilai bahwa capital  yang dimiliki individu dan pada akhirnya akan menghasilkan keuntungan harus digunakan sebagai capital  yang digunakan untuk memperbesar produksi Dengan demikian spirit capitaslim meperkenalkan suatu metode akumulasi kekayaan secara rasional, prosedur kalkulasi, perencanaan jangka panjang, kerja keras dan capital  harus diinvestasikan kembali untuk memperoleh capital  yang lebih banyak lagi. &lt;br /&gt;Berger berpendapat bahwa bahwa hubungan antara kehidupan spiritual manusia dengan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan mendasarkan beberapa nilai dan sikap hidup merupakan pengembangan dari spirit capitalism kaum Puritan. Melalui nilai dan sikap hidup tersebut timbullah wirausahan-wirausahawan kapitalisme yang sangat menonjol dalam masyarakat Amerika saat itu.&lt;br /&gt;Kondisi Amerika ini mulai bergeser ketika masyarakat Amerika mulai bergeser dalam memahami ”spirit of capitalism. Meskipun ekonomi Amerika mengalami masa kejayaan namun secara kualitas moral maka justru terjadi penurunan. Muncullah genegrasi-genegrasi pemuda ”instan” yaitu kondisi pemuda yang hanya melewati hidupnya dalam kemakmuran namun tidak mengimbangi dengan etika dan etos kerja dalam nilai-nilai keagamaan. &lt;br /&gt;Pada masa itu secara ekonomi berada dalam taraf kemakmuran yang tinggi atau lebih dikenal istilah “The Gilded Age”. Salah satu faktor pendorongnya adalah perkembangan bisnis dan industri yang membuka era baru dalam sistem perekonomian Amerika dan menempatkannya sebagai tulang punggung perekonomian negara. Bisnis dan industri mampu menciptakan kemakmuran bagi masyarakat dan memposisiskan Amerika sebagai negara terkuat di dunia. Teknologi mengantarkan Amerika memasuki era baru yaitu “progressive era” yang dihiasi oleh “booming” ekonomi dan industri (Mc. Elvaine, 1993:10). Namun kondisi tersebut malah membuat sebagian generasi mudanya menjadi pengagum duniawi semata yang perilakunya tidak sesuai dengan aturan-aturan moral dan etik yang terdapat dalam Puritan. Perubahan moral dan perilaku ini membuat masyarakat Amerika terkejut terutama generasi tua yang sangat memegang teguh nilai-nilai Puritan. ”Many were shocked by the changes in manners, morals, and fashion of youth especially on college campuses” (Cincotta, 1994:253)”&lt;br /&gt;Melalui kajian di atas kita akan dapat memahami bahwa dalam perjalanan waktu, perkembangan masyarakat merubah mengenai pengertian dan pemahaman mengenai kapitalisme itu sendiri. Setiap kurun waktu memberikan sumbangan berbeda mengenai pemhaman kapitalisme. Sementara itu dalam setiap kurun waktu yang berbeda muncul berbagai tokoh yang memberikan pengertian dan identifikasi mengenai kapitalisme. Masing-masing tokoh kemudian mengidentifikasi apa dan bagaimana kapitalisme menurut apa yang mereka respon dari perubahan lingkungan yang mereka hadapi serta muatan-muatan tuntutan yang ingin mereka sampaikan. Dengan demikian segala pengertian dan karakteristik yang dikeluarkan oleh tokoh-tokoh ekonomi tidak terpisah dari fenomena yang ada pada masa tokoh tersebut hidup. Fenomena inilah yang kemudian ditangkap oleh beberapa tokoh dan menjadi dasar bagi pernyataan pengertian serta karakteristik kapitalisme itu sendiri.&lt;br /&gt;Masing-masing tokoh akan mengutarakan sesuatu yang berbeda mengenai pengertian kapitalisme itu sendiri. Menurut Peter L Barger dalam bukunya The Capitalist Revolution menyatakan bahwa istilah “capital ” muncul pertama kali pada abad 12 dan 13 yang artinya modal yang meliputi dana, persediaan barang dan uang pinjaman. Istilah tersebut dikutip oleh Ferdinan Braudel dari khutbah pendeta bernama St Bernadino dari Sien (1380-1444) yang mengacu pada Qamdam Seminale Rationem Lucrosi Quam Communiter Capital e Vocamus (bahwa sebab utama kemakmuran adalah capital) &lt;br /&gt;Sama seperti halnya pernyataan Berger, Dillard (dalam Rahardjo, 1972; 15) menyatakan bahwa kapitalisme merupakan dasar yang mengatur mengenai hubungan antara pemilik pribadi atas alat-alat produksi yang bersifat non produksi (tanah, tambang, instalasi industri) yang secara keseluruhan disebut dengan capital ).  Pengertian ini kemudian bergeser dengan merubah pengertian capital  tidak hanya sebagai kata yang merujuk pada benda saja namun kepada keseluruhan sistem yang mengatur modal sebagai bagian dari kegiatan produksi. Dalam abad ke 18, Karl Max menggunakan istilah capital  dalam arti yang lebih sempit yaitu suatu konsep sentral yang memuat mengenai pengaturan “cara produksi” (mode of production). Dengan demikian Karl Max tidak hanya mengasosiasikan capital  sebagai sebuah kata benda namun sebagai bagian dari kegiatan produksi. &lt;br /&gt;Demikian pula bagi setiap tokoh dalam melihat ciri-ciri yang membedakan dengan sistem ekonomi  lainnya. Menurut Acombrie, kapitalisme memiliki beberapa karakteristik yang menunjukkan beberapa ciri diantaranya adalah (1) pemilikan dan kontrol atas instrument produksi khususnya capital  oleh swasta, (2) pengarahan kegiatan ekonomi kearah pembentukan laba (3) kerangka pasar yang mengatur semua kegiatan (4) apresiasi laba oleh pemilik modal yang bertindak sebagai agen bebas. Pernyataan Acombrie dipertegas dengan pernyataan Desai yang memberikan ciri-ciri kapitalisme sebagai berikut: (1) produksi untuk dijual dan tidak digunakan sendiri (2) adanya pasar tenaga kerja dibeli dan dijual dengan alat tukar upah melalui hubungan kontrak (3) penggunaan uang sebagai alat tukar yang selanjutnya memberikan peran yang sistematis kepada bank dan lembaga keuangan non bank, (4) proses produksi atau proses kerja berada dalam kontrol tangan pemilik modal sehingga para pekerja tidak ikut serta dalam proses pengambilan  keputusan (5) berlakunya persaingan bebas di antara pemilik capital. Persamaan pernyataan Acrombie dan Desai terlihat dari pengungkapan bahwa keputusan-keputusan yang menyangkut produksi yang dibuat oleh kaum pemilik modal diarahkan demi kepentingan pribadi. Dengan demikian nampak sekali bahwa peran individu sangat menonjol. &lt;br /&gt;Sedangkan kapitalisme menurut Ebenstein (1985; 149) memiliki dasar-dasar sebagai berikut: (a) Private Ownership (kepemilikan pribadi) yaitu tiap-tiap individu serta perusahaan berhak memliki alat produksi (usaha) tersendiri serta berhak untuk mengawasi distribusi barang tersebut, terlepas dari campur tangan pemerintah (b) Market Economy (perekonomian pasar) yaitu barang yang dihasilkan pengusaha tidak ditujuan untuk memenuhi kebutuhan sendiri melainkan untuk kepentingan pasar (permintaan konsumen). Hal itu dimaksudkan agar barang yang dihasilkan tersebut menuntungkan, maka pengusaha tersebut menghasilkan barang tersebut berdasarkan spesialisasi kerja (c) Profit Motive yaitu pengusaha menjalankan usaha secara langsung untuk mencari keuntungan bagi dirinya (d) Competition atau Persaingan yaitu untuk mengalahkan lawannya, tiap-tiap penguasa berusaha mengembangkan kualitas barang serta menurunkan harga barang. &lt;br /&gt;Berdasarkan karakteristik kapitalisme maka terlihat bahwa kapitalisme sangat diwarnai tiga hal yaitu pemilikan, persaingan dan rasionalitas. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa kapitalisme berlaku bagi siapapun meskipun pada awalnya dari satu kebudayaan tertentu saja. Tidak memandang darimana seseorang tersebut namun lebih menekankan pada memanfaatkan peluang pasar secara rasional untuk menjadi sesuatu yang menguntungkan baginya melalui persaingan.&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian diatas tersebut, diketahui bahwa secara singkat, kapitalisme merujuk pada unsur kunci yaitu pengelolaan sumber pembiayaan untuk produksi. Hal ini tidak hanya menunjukkan bahwa capital  hanya sebagai pengertian yang merujuk benda namun fungsi dari capital  itu sendiri dalam proses produksi. Namun tentu saja pemahaman mengenai kapitalisme tidak bisa begitu saja diambil sebagai sesuatu yang disederhanakan menjadi sebuah ”benda” atau ”proses produksi”. Masing-masing tokoh dalam kurun waktu yang berbeda akan memahami kapitalisme sesuai dengan perkembangan yang ada.&lt;br /&gt;Sementara untuk Indonesia maka untuk memahami kapitalisme di Indonesia sekarang ini, kita harus kembali sejauh jaman kolonial Belanda. Secara umum, kita dapat membagi tahapan sejarah Indonesia seperti berikut: koloni Belanda (1600-1945), perjuangan kemerdekaan (1945-1949), Orde Lama (1949-1965), Orde Baru (1965-1998), dan Reformasi 1998 dan sesudahnya (1998-sekarang). Sejarah kolonialisme di Indonesia adalah sejarah eksploitasi kapitalis imperialis. Tumbuh di dalamnya adalah nilai-nilai eksploitasi kapitalis tanpa etika. Dimana di dalamnya muncul periode kekacauan dan ketidakpastian ini, administrasi kolonial secara perlahan-lahan mengkooptasi elit-elit penguasa lokal ke dalam administrasi. Dimana sebelumnya selama periode kekuasaan VOC para elit lokal dibiarkan mengontrol subyek mereka sesuka hati mereka, di bawah pretensi untuk melindungi rakyat Hindia dari perlakukan semena-mena (untuk membangun masyarakat berhukum dan tertib) sebuah mesin negara yang lebih ketat diimplementasikan di Hindia Timur Belanda dimana penguasa-penguasa lokal secara efektif adalah karyawan bayaran dan dipilih oleh pemerintah kolonial. Pemerintahan desa, vergadering, prinsip “yang sama menguasai yang sama” (memasukkan kelas penguasa lokal ke dalam pemerintah kolonial), semua ini didesain sesuai dengan kebutuhan ekonomi karena sistem tanam paksa membutuhkan sebuah pemerintah yang kuat.&lt;br /&gt;Pada masa-masa periode selanjutnya, hingga bahkan masa sekarang, sistem perkembangan ekonomi Indonesia tidak lepas dari apa yang diturunkan oleh masa kolonialisme. Masyarakat Indonesia tumbuh dalam kapitalisme yang justru kehilanagn spirit of capitalisme. Kapitalisme yang justru mengalami pergeseran kehilangan keseimbangan antara nilai dasar dalam kapitalisme adalah bergabungnya semangat kerja dengan etika dan etos kerja. &lt;br /&gt;Berkali-kali sistem ini kemudian berakhir pada resesi. Hingga berujung pada berbegai krisis yang di alami oleh bangsa Indonesia. Pada tahun 1965-an, ekonomi Indonesia digambarkan sebagai “kemerosotan kronik” oleh Benjamin Higgins, penulis buku terkemuka mengenai Ekonomi Perkembangan pada periode tersebut. Dia menyimpulkan bahwa “Indonesia tentu harus dicatat sebagai kegagalan nomor satu di antara negara-negara kurang berkembang.” Sultan Hamengkubowono IX pada tahun 1966 menjelaskan situasi pada saat itu sebagai berikut: “Setiap orang yang mengatakan bahwa masyarakat Indonesia sedang mengalami sebuah situasi ekonomi yang menguntungkan sungguh kurang melakukan studi yang intensif .. Bila kita membayar semua utang luarnegeri kita, kita tidak ada valuta asing tersisa untuk memenuhi kebutuhan rutin kita. Pada tahun 1965 harga-harga secara umum naik lebih dari 500 persen . pada tahun 1950an anggaran negara mengalami defisit sebesar 10 hingga 30 persen, dan pada tahun 1960an defisit ini meningkat hingga lebih dari 100 persen. Pada tahun 1965, ini bahkan mencapai 300 persen.” &lt;br /&gt;Demikian pula dengan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia pada Krisis 1997/1998 dan Resesi Dunia 2008/2009. 32 tahun pembangunan terurai secara eksplosif. Harga kebutuhan sehari-hari meroket. Supresi demokrasi menjadi semakin tidak tertahankan, dengan inside 27 Juli 1997 – penyerangan markas Partai Demokrasi Indonesia – menjadi titik balik. PDI dan Megawati menjadi titik persatuan untuk perjuangan demokrasi.&lt;br /&gt;Rejim Soeharto ditumbangkan oleh massa. 32 tahun kediktaturan diremukkan dalam satu malam ketika jutaan rakyat turun ke jalan dan memaksa Soeharto untuk mundur. Namun, Reformasi membawa apa yang ditakdirkannya: reforma kosmetik dan bukan perubahan fundamental. Reforma di periode krisis ekonomi hanya dapat berarti konter-reforma, dan ini yang terjadi. Perusahaan-perusahaan milik negara diprivatisasi dan subsidi dihapus; agenda neo-liberal diimplementasikan dengan ganas. Reformasi memang memberikan ruang demokrasi, dan ini kendati para reformis. Namun, Reformasi juga membawa lebih banyak kebebasan kepada kaum kapitalis untuk mengeksploitasi massa.&lt;br /&gt;Setelah 12 tahun, menjadi jelas bagi siapapun bahwa Reformasi gagal membawa perubahan fundamental ke dalam masyarakat. Walaupun Reformasi menghantarkan satu pukulan besar ke rejim kapitalis, memaksa Soeharto untuk mundur dan membuka ruang demokrasi – kendati ini adalah ruang demokrasi borjuis -, ia gagal menyelesaikan problem fundamental yang dihadapi oleh jutaan buruh, tani, nelayan, kaum muda, dan kaum miskin kota. Kemiskinan masih tinggi. Persentasi populasi yang hidup dengan 1 dolar per hari (kemiskinan ekstrim) pada tahun 1996 sebagai puncak boom ekonomi Indonesia adalah 7,8%, pada tahun 2006 angka ini menjadi 8,5%. Namun bila kita ambil garis kemiskinan 2-dolar-perhari, maka kemiskinan pada tahun 2006 melonjak ke 53%. Ini berarti bahwa lebih dari setengah rakyat Indonesia hidup jauh di bawah PBD per kapita $3900 (angka tahun 2008). 10% penduduk termiskin hanya mengkonsumsi 3% kekayaan, sedangkan 10% penduduk terkaya mengkonsumsi 32,3%.&lt;br /&gt;Pada Resesi Dunia 2008/2009, Indonesia tidak dapat lari dari pengaruh resesi dunia yang dipicu oleh krisis kredit perumahan di AS (Untuk analisa yang lebih dalam mengenai resesi dunia, baca Dokumen Perspektif Dunia 2010). Di Indonesia, ekonomi pada tiga kuartal pertama tahun 2008 dipenuhi dengan optimisme dan tumbuh di atas 6%, dan ketika resesi menghantam, berkontraksi ke 5,2% pada kuartal keempat. Hampir seperti krisis 1997, Rupiah mengalami 30% depresiasi terhadap dolar AS dalam dua bulan Oktober dan November 2008. Pasar saham kehilangan hampir setengah nilainya antara Januari 2008 (2627,3) dan Desember 2008 (1355,4). &lt;br /&gt;Kondisi sosial tidak lebih baik, dengan kontras antara yang kaya dan yang miskin semakin menajam pada saat itu, kendati pengumuman berulang-ulang dari pemerintah mengenai cita-cita masyarakat adil dan makmur. Ini digarisbawahi oleh kutipan berikut ini dari seorang pengamat Indonesia selama: “ ...  jumlah konsumsi barang mewah di Jakarta tampak meningkat ... tajamnya peningkatan jumlah mobil, pada saat dimana transportasi publik semakin memburuk dengan serius, memberikan indikasi mengenai kesenjangan ini ... setiap kali selalu ada peraturan ekspor-impor baru untuk menghentikan impor barang-barang mewah, tetapi entah bagaimana mereka tetap masuk&lt;br /&gt;Hilangnya nilai individualisme, nilai kebebasan, nilai produktivitas dan nilai efisiensi dalam kesekian kali resesi serta krisis yang di alami oleh bangsa Indonesia ternyata tidak kunjung  menimbulkan kesadaran bagi masyarakat. Bahwa bangsa ini telah kehilangan keseimbangan anatara nilai mengandung etos kerja dengan pemujaan terhadap materi. keseimbangan yang meletakkan perimbangan antara antara kehidupan spiritual manusia dengan kegiatan untuk berkarya selama hidupnya.  Inilah yang disebut sebagai nilai dasar dari ”spirit of capitalisme” dalam kapitalisme. Tidak hanya mencari keuntungan semata namun juga mengembangkan hubungan yang seimbang dan harmonis antara manusia dengan Tuhan-nya dan manusia dengan manusia serta manusia dengan lingkungannya. Apabila salah satu unsur (nilai keagamaan) menghilang maka yang muncul adalah pergeseran menuju ketidadilan sebuah sistem ekonomi kapitalisme seperti yang kita kenal sekarang. Muncullah keruntuhan peradaban manusia yang tidak lagi mengutamakan kemanusiaan namun berpusat pada materi saja. &lt;br /&gt;Dalam tulisan ini tidak memberbandingkan dengan sistem ekonomi lain namun ada satu kesamaan yang harus diakui. Bahwa pada akhirnya sebuah sistem apapun yang dijalankan tanpa keseimbangan antara etika dan nilai-nilai pemujaan keduniawian akan berakhir pada nihilisme. Pada akhirnya sistem ini akan membenarkan bahwa tidak ada kemajuan dalam peradaban manusia. Apapun yang dihasilkan hingga sekarang adalah berbagai kemudahan dalam hidup manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-7472389010562709535?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/7472389010562709535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=7472389010562709535&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/7472389010562709535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/7472389010562709535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2011/03/mengurai-perjalanan-kapitalisme-dalam.html' title='MENGURAI PERJALANAN KAPITALISME DALAM SEJARAH INDONESIA  (Pergeseran ”Spirit Of Capitalism” Menjadi Sistem Ekonomi Tanpa Keadilan)'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-5216418565737938630</id><published>2010-02-08T07:45:00.000+07:00</published><updated>2011-03-28T17:08:03.947+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kontruksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SKRIPSI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Proyek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tesis'/><title type='text'>SIKLUS MANAJEMEN PROYEK</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengertian suatu proyek adalah kegiatan-kegiatan yang dapat direncanakan dan dilaksanakan dalam satu bentuk kesatuan dengan menggunakan sumber daya untuk mendapatkan manfaat. Kegiatan-kegiatan berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk menghasilkan produk yang kriteria mutunya telah digariskan dengan jelas. Sumber daya yang digunakan dalam pelaksanaan proyek dapat berbentuk barang-barang modal, bahan-bahan mentah, tenaga kerja dan waktu. Sumber daya tersebut sebagian atau seluruhnya dapat dianggap sebagai barang atau jasa, konsumsi yang dikorbankan dari penggunaan masa sekarang untuk memperoleh manfaat yang lebih besar dimasa yang akan datang. Dari pengertian di atas, proyek mempunyai ciri-ciri: &lt;br /&gt;a. memiliki tujuan yang khusus, produk akhir atau hasil kerja akhir,&lt;br /&gt;b. jumlah biaya, sasaran jadwal serta kriteria mutu dalam proses pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan,&lt;br /&gt;c. bersifat sementara, dalam arti umurnya dibatasi oleh selesainya tugas, titik awal dan akhir ditentukan dengan jelas, dan&lt;br /&gt;d. tidak berulang, macam dan intensitas kegiatan berubah atau tidak sama.&lt;br /&gt;Kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan selanjutnya dilaksanakan, untuk itu perlu mengorganisir dan mengelola sumber daya yang ada agar tercapai sasaran tersebut. Upaya tersebut bertujuan agar kegiatan-kegiatan dapat berjalan lancar mencapai sasaran tanpa banyak penyimpangan yang berarti. Usaha ini dikenal sebagai proses pengendalian yang merupakan salah satu fungsi manajemen proyek . &lt;br /&gt;Di dalam proses mencapai tujuan tersebut ada batasan yang harus dipenuhi yaitu besarnya biaya yang dialokasikan, jadwal/waktu yang ditentukan serta mutu yang harus dipenuhi. Ketiga hal tersebut merupakan parameter penting bagi penyelenggara proyek yang sering diasosiasikan sebagai sasaran proyek. Ketiga batasan diatas disebut tiga kendala (triple constraint) seperti terlihat pada     Gambar 2.3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_T6blcktj5JE/S29fvAe3bqI/AAAAAAAAABI/DjTKrQ3QYV0/s1600-h/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_T6blcktj5JE/S29fvAe3bqI/AAAAAAAAABI/DjTKrQ3QYV0/s320/untitled.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435668536447430306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar Sasaran proyek yang merupakan tiga kendala (triple constraint)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Biaya/Anggaran&lt;br /&gt;Biaya/anggaran adalah suatu batasan alokasi dana yang ditentukan untuk suatu proyek. Proyek harus diselesaikan dengan biaya yang tidak melebihi dari anggaran yang ditentukan. Anggaran tidak hanya ditentukan secara total proyek melainkan terbagi atas anggaran komponen-komponennya atau per periode tertentu (misalnya per triwulan atau per kwartal) yang jumlahnya disesuaikan dengan keperluan. Dengan demikian penyelesaian bagian-bagian proyek pun harus memenuhi sasaran anggaran per periode tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Jadwal/Waktu&lt;br /&gt;Waktu/jadwal adalah suatu rentang masa yang ditetapkan untuk penyelesaian suatu proyek. Proyek harus dikerjakan sesuai dengan kurun waktu yang telah ditentukan dalam arti penyerahan akhir proyek tidak boleh melewati batas waktu yang ditentukan.&lt;br /&gt;c. Mutu&lt;br /&gt;Mutu adalah suatu standar/target yang harus dihasilkan suatu produk dengan biaya dan waktu yang telah ditentukan. Produk atau hasil kegiatan proyek harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang dipersyaratkan. Sebagai contoh, bila hasil kegiatan proyek tersebut berupa produk aspal beton maka kriteria yang harus dipenuhi adalah persyaratan material, pencampuran, dan pelaksanaan penghamparan harus sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan untuk mutu aspal beton tersebut.&lt;br /&gt;  Iman Soeharto (1998) memberikan penjelasan suatu konsep biaya pada suatu pekerjaan (aktivitas) dapat dibagi dalam :&lt;br /&gt;a. Biaya langsung (direct cost), yaitu biaya yang berkaitan langsung dengan volume pekerjaan yang dilaksanakan antara lain biaya untuk upah tenaga kerja dan bahan/material. Hubungan antara biaya langsung dengan waktu pelaksanaan merupakan garis non linier, apabila waktu pelaksanaan dipercepat maka pada umumnya biaya langsung akan makin tinggi.&lt;br /&gt;b. Biaya tak langsung (indirect cost), yaitu pengeluaran-pengeluaran untuk overhead, gaji pegawai tetap, biaya sewa dan perawatan alat, asuransi, bunga bank dan sebagainya. Biaya ini mempunyai sifat bahwa apabila waktu pelaksanaan diperlambat maka secara total biaya akan semakin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-5216418565737938630?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/5216418565737938630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=5216418565737938630&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/5216418565737938630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/5216418565737938630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2010/02/siklus-manajemen-proyek.html' title='SIKLUS MANAJEMEN PROYEK'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_T6blcktj5JE/S29fvAe3bqI/AAAAAAAAABI/DjTKrQ3QYV0/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-8782234914011209664</id><published>2010-02-07T22:33:00.000+07:00</published><updated>2010-02-08T07:40:54.185+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SKRIPSI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konstruksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Proyek'/><title type='text'>MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Manajemen adalah usaha manusia untuk mencapai tujuan dengan cara yang paling efektif dan efisien. Usaha yang dimaksud adalah bagian dari proses manajemen yaitu suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan secara berurutan atau kronologis. Rangkaian kegiatan dimaksud secara umum yaitu mulai dari penetapan tujuan (goal setting), perencanaan (planning) pengorganisasian (organizing) pelaksanaan (actuating) dan pengawasan/pengendalian (controlling).&lt;br /&gt;a. Perencanaan &lt;br /&gt;Perencanaan adalah suatu proses yang mencoba meletakkan dasar tujuan dan sasaran termasuk menyiapkan segala sumber daya untuk mencapainya. Perencanaan memberikan pegangan/pedoman bagi pelaksana mengenai alokasi sumber daya dalam melaksanakan kegiatan. Iman Soeharto (1977) secara garis besar menyatakan perencanaan berfungsi untuk meletakkan dasar sasaran proyek, yaitu penjadwalan, anggaran dan mutu. Pengertian diatas menekankan bahwa perencanaan merupakan suatu proses, berarti perencanaan tersebut mengalami tahap-tahap pekerjaan tertentu. Adapun tahapan yang dilalui dalam menyusun suatu perencanaan adalah :&lt;br /&gt;1) menentukan tujuan yaitu sebagai pedoman yang memberikan arah gerak dari kegiatan yang dilakukan,&lt;br /&gt;2) menentukan sasaran yaitu suatu titik tertentu yang perlu dicapai untuk mewujudkan suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya,&lt;br /&gt;3) mengkaji posisi awal terhadap tujuan yaitu untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dan posisi, maka perlu diadakan kajian terhadap posisi dan situasi awal terhadap tujuan dan sasaran yang hendak dicapai,&lt;br /&gt;4) memilih alternatif adalah selalu tersedianya beberapa alternatif yang dapat dipergunakan untuk mewujudkan tujuan dan sasaran. Dalam memilih alternatif yang paling sesuai untuk suatu kegiatan memerlukan kejelian dan pengkajian yang seksama agar alternatif yang dipilih lebih tepat, dan&lt;br /&gt;5) menyusun rangkaian langkah untuk mencapai tujuan, proses ini terdiri dari penetapan langkah terbaik yang mungkin dapat dilaksanakan setelah memperhatikan berbagai batasan.&lt;br /&gt;b. Penjadwalan&lt;br /&gt;Penjadwalan dalam pengertian proyek konstruksi merupakan perangkat untuk menentukan aktifitas yang diperlukan dalam menyelesaikan suatu proyek dengan urutan serta kerangka waktu tertentu, dimana setiap aktifitas harus dilaksanakan agar proyek selesai tepat waktu dan biaya yang ekonomis (Callahan, 1992). Penjadwalan meliputi tenaga kerja, material, peralatan, keuangan dan waktu. Dengan penjadwalan yang tepat maka beberapa macam kerugian  dapat dihindari seperti keterlambatan, pembengkakan biaya dan perselisihan. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penjadwalan antara lain  bagi pemilik proyek dan pelaksana proyek atau kontraktor.&lt;br /&gt;1) Bagi Pemilik Proyek dapat digunakan untuk: &lt;br /&gt;a) mengetahui waktu mulai dan selesai proyek,&lt;br /&gt;b) merencanakan aliran kas, dan&lt;br /&gt;c) mengevaluasi efek perubahan terhadap waktu dan biaya proyek.&lt;br /&gt;2) Bagi Pelaksana Proyek/Kontraktor dapat digunakan untuk :&lt;br /&gt;a) memprediksi kapan suatu kegiatan yang spesifik dimulai dan diakhiri,&lt;br /&gt;b) merencanakan kebutuhan material, peralatan dan tenaga kerja,&lt;br /&gt;c) mengatur waktu keterlibatan sub kontraktor, &lt;br /&gt;d) menghindari konflik antara sub kontraktor dengan pekerja,&lt;br /&gt;e) merencanakan aliran kas, dan&lt;br /&gt;f) mengevaluasi efek perubahan terhadap waktu dan biaya proyek.&lt;br /&gt;c. Pengendalian&lt;br /&gt;Mockler (1972) dalam  Soeharto (1977) memberikan pengertian tentang pengendalian yaitu adalah usaha yang sistematis untuk menentukan standar yang sesuai dengan sasaran perencanaan, merancang system informasi, membandingkan pelaksanaan dengan standar, kemudian mengambil tindakan pembetulan yang diperlukan agar sumber daya digunakan secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai sasaran. Fungsi utama pengendalian adalah memantau dan mengkaji (bila perlu mengadakan koreksi). Pengendalian memantau apakah hasil kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan patokan yang telah digariskan dan memastikan penggunaan sumber daya yang efektif dan efisien.&lt;br /&gt;Manajemen proyek adalah merencanakan, mengorganisir, melaksanakan dan mengendalikan sumber daya untuk mencapai sasaran jangka pendek yang telah ditentukan. Lebih jauh manajemen proyek menggunakan pendekatan sistem dan hirarki (arus kegiatan) vertikal maupun horizontal.&lt;br /&gt;Manajemen profesional adalah suatu kegiatan yang melibatkan sumber daya di dalamnya, dimana tugas dan tanggung jawab dilakukan secara profesional. Kegiatan yang dimaksud dimulai dari tahapan pembuatan desain, penawaran, penunjukkan pelaksana dan tahapan konstruksi dengan harapan tercapainya tepat mutu, tepat waktu dan tepat biaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen konstruksi mempunyai tugas dan kewajiban untuk menjamin pemilik proyek, akan mendapatkan pelaksanaan proyek yang ekonomis, sesuai dengan kebutuhan pemilik proyek dan menjamin bahwa proyek dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi. &lt;br /&gt;Konsultan perencana mempunyai tugas dan tanggung jawab menangkap ide dan gagasan dari pemilik proyek melalui manajemen konstruksi, kemudian melakukan pengelolaan tahap demi tahap sampai ide tersebut terwujud.&lt;br /&gt;Kontraktor adalah sebagai pelaksana proyek yang diberikan oleh pemilik proyek dengan pengarahan dan pengendalian yang dilakukan oleh manajemen konstruksi, sehingga pelaksanaan sesuai dengan perencanaan yang telah digariskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-8782234914011209664?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/8782234914011209664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=8782234914011209664&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/8782234914011209664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/8782234914011209664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2010/02/manajemen-proyek-konstruksi.html' title='MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-2581376717186502723</id><published>2009-08-20T07:28:00.000+07:00</published><updated>2011-03-28T17:06:24.968+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biologi'/><title type='text'>LANGKAH PENELITIAN TINGKAH LAKU KAWIN BURUNG DI PERKOTAAN</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Survei pendahuluan untuk menentukan wilayah yang paling banyak aktivitas burung dengan melakukan pengamatan&lt;br /&gt;2.       Penentuan lebih lanjut lokasi sarang&lt;br /&gt;Penentuan jenis kelamin prilaku berpasangan, suara, atau kombinasi dari kedua cara tersebut. Observasi prilaku berpasangan didasarkan pada posisi spesifik burung jantan dan betina pada waktu berpasangan (Goodwin, 1963 dalam Sang Putu Kaler Surata, 2005).  Umumnya burung berjenis kelamin jantan juga cenderung lebih agresif dibanding burung  berjenis kelamin betina (Widodo dkk, 1998) sehingga dapat diketahui bahwa hanya burung jantan yang bernyanyi, hal tersebut didukung oleh observasi selama lima tahun oleh Goodwin (1963) yang menemukan hanya burung jantan yang bernyanyi.&lt;br /&gt;3.       Pengamatan dilakukan secara visual dan bantuan peralatan kamera, teropong binokuler, timbangan dan peralatan pendukung lainnya. Untuk penggunaan kamera perekam di letakkan di sekitar sarang sehingga dapat mengetahui kegiatan apa saja yang terjadi dalam sarang tersebut. Pengamatan dilakukan pada setiap hari selama musim perkawinan Jarak pengamatan dilakukan antara 6–10 m dibantu dengan binokular dan kamera. Pengamatan meliputi tingkah laku perkawinan, saat pertama kali meletakkan telur berupa sarang sebagai tempat pengeraman pertama kali di buat, tingkah laku dalam menjaga telur dan anakan serta tanggal menetas .&lt;br /&gt;4.       Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan teknik observasi. Pengamatan dilakukan terhadap aktivitas harian burung  meliputi tingkah laku makan dan kawin. Pengamatan dilakukan secara intensif dan semua data yang diperoleh secara obyektif dianalisis secara tabulasi dan data yang diperoleh secara subyektif dianalisis secara deskriptif (Irba Unggul Warsono, 2002). &lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-2581376717186502723?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/2581376717186502723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=2581376717186502723&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/2581376717186502723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/2581376717186502723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2009/08/analisis-vegetasi-strata-pohon-dengan_19.html' title='LANGKAH PENELITIAN TINGKAH LAKU KAWIN BURUNG DI PERKOTAAN'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-2623449861356810578</id><published>2009-08-20T07:26:00.000+07:00</published><updated>2011-03-28T17:05:39.277+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sel Darah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kedokteran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biologi'/><title type='text'>METODE ANALISIS JUMLAH DAN MORFOLOGI SEL DARAH</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eritrosit&lt;br /&gt;1.      Menghitung jumlah eritrosit (Gandasoebrata, 1992 dan Tjokronegoro, 2000)&lt;br /&gt;Larutan Hayem digunakan sebagai pengencer dengan perbandingan 1:200 Darah diisap(yang sudah dicampuri NaEDTA) dengan pipet eritrosit sampai tanda garis 1,0 dan larutan pengencer sampai tanda garis 101. Dicampur  selama satu menit kemudian dibiarkan selama 3 menit agar eritrosit mengendap. Penghitungan jumlah eritrosit menggunakan kamar hitung Double Improve Neubauer pada kelima bidang sedang yang masing-masing dibagi menjadi 16 bidang kecil sehingga faktor untuk mendapat jumlah eritrosit per ul darah menjadi 5000E dengan E adalah jumlah eritrosit Eritrosit diamati dengan perbesaran mikroskop sebesar 400X&lt;br /&gt;2.      Uji kadar hemoglobin (Gandasoebrata, 1992 dan Waid, 1990 )&lt;br /&gt;Kadar Hb  ditentukan dengan kit Hb Merck 3317. Darah diambil sebanyak 20 ul  dan dimasukkan dalam larutan kaliumferrisianida dan kalium sianida sebanyak 5 ml (Larutan Drabkin). Absorbansi larutan darah diukur dalam gelombang 540 nm. Kadar hemoglobin ditentukan dari perbandingan absorbansinya dengan absorbansi standar sianmethemoglobin yaitu kadar hemoglobin = absorbansi yang teramati x 36.8 g Hb/dl&lt;br /&gt;3.       Mengamati morfologi eritrosit (Tjokronegoro, 2000)                                                           &lt;br /&gt;Pembuatan sediaan apusan darah dilakukan diatas kaca objek yang bebas lemak maupun kotoran dengan dibersihkan dengan sedikit metil alkohol. Kemudian diteteskan darah pada jarak kurang lebih 2-3 mm dari ujung kaca objek dan dengan bantuan kaca penghapus yang sebelumnya diletakkan didepan tetesan darah dengan sudut 30-45 derajat (agar darah tersebar merata) dibuat film hapusan darah dengan menggeser kaca penghapus secepat mungkin dengan sudut antara kaca objek dengan kaca penghapus sebesar mungkin sehingga diperoleh film sediaan hapusan darah yang tipis dan merata.&lt;br /&gt;Pewarnaan menggunakan zat warna Giemsa (1 g dalam 10 ml metil alkohol) dan Wright ( 1 g dalam 10 ml metil alkohol). Pewarnaan dengan zat warna Giemsa dan Wright tidak memerlukan fiksatif karena zat warna sudah mengandung metil alkohol. Zat warna diteteskan pada sediaan sebanyak 20 tetes dan dibiarkan selama 5 sampai 12 menit. Dilanjutkan dengan membersihkan zat warna yang berlebihan dengan air suling secara perlahan-lahan dan setelah bersih dikeringkan dalam posisi vertikal.&lt;br /&gt;Pengamatan meliputi kelainan morfologi yang didasarkan pada ukuran, bentuk dan warna pada bagian apusan darah eritrosit yang tidak bersentuhan atau pada sediaan tipis.&lt;br /&gt;b). Leukosit&lt;br /&gt;1.      Menghitung leukosit (Arifin, 1983 dan Gandasoebrata, 1992)&lt;br /&gt;Larutan Turk digunakan sebagai pengencer dengan perbandingan 1:20. Darah diisap dengan pipet leukosit sampai pada tanda garis 1,0 kemudian dilanjutkan menghisap larutan pengencer sampai tanda 11 dan dikocok selama 15-30 detik serta dibiarkan selama 3 menit. Penghitungan menggunakan kamar hitung  Double Improve Neubauer pada ke 4 bidang besar yang masing-masing terdiri 16 kotak kecil sehingga jumlah leukosit diperoleh dengan mengkalikan 50. Leukosit diamati dengan perbesaran mikroskop 100X&lt;br /&gt;2.      Menghitung jenis leukosit (Gandasoebrata, 1992)&lt;br /&gt;Penghitungan jenis leukosit mengunakan sediaan apusan darah  yang hitungannya didasarkan atas per 100 leukosit kemudian hasilnya disusun. Pengamatan mikroskop menggunakan perbesaran 40X yang dapat dilanjutkan dengan perbesaran 100X.&lt;br /&gt;3.      Mengamati morfologi (Tjokronegoro, 2000)&lt;br /&gt;Mengamati morfologi mengunakan sediaan apusan darah yang proses dan pewarnaan sama dengan pembuatan sediaan apusan darah eritrosit dan meliputi kelainan morfologi  dalam bentuk, ukuran, warna sitoplasma dan granula dengan menggunakan mikroskop perbesaran 100 x.&lt;br /&gt;c). Trombosit&lt;br /&gt;1.      Menghitung jumlah trombosit (Marjorie, 1983)&lt;br /&gt;Larutan Ammonium Oksalat digunakan sebagai pengencer dengan perbandingan 1:200. Darah diisap menggunakan pipet eritrosit sampai tanda garis  1,0 dan dilanjutkan dengan larutan pengencer sampai 101 dan segera dikocok selama 3 menit. Penghitungan jumlah trombosit dilakukan  dengan kamar hitung Double Improve Neubauer pada ke lima bidang besar yang masing-masing terdiri dari enam belas bidang kecil sehingga jumlah trombosit  diperoleh dengan mengkalikan 5000 jumlah trombosit yang ditemui dalam penghitungan. Pengamatan mengunakan mikroskop menggunakan perbesaran 100X.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-2623449861356810578?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/2623449861356810578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=2623449861356810578&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/2623449861356810578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/2623449861356810578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2009/08/metode-analisis-jumlah-dan-morfologi.html' title='METODE ANALISIS JUMLAH DAN MORFOLOGI SEL DARAH'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-8577025973160858073</id><published>2009-08-20T07:08:00.000+07:00</published><updated>2011-03-28T17:04:34.617+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Multidimensional Scaling'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Statistik'/><title type='text'>Multidimensional Scaling</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multidimensional scaling (MDS) adalah salah satu teknik penyekalaan yang sering digunakan untuk memposisikan sekelompok obyek secara relatif di dalam sebuah  peta preseptual (grafik dengan 2 sumbu X-Y atau lebih dengan dimensi sumbu yang saling berlawanan seperti tinggi-rendah, pahit-manis dan sebaginya). Secara umum MDS dapat membantu untuk menentukan (1) dimensi yang paling sering digunakan oleh responden dalam menilai suatu obyek, (2) berapa jumlah dimensi yang digunakan dalam penilaian tersebut, (3) hubungan relatif dari masing-masing dimensi, (4) hubungan obyek yang diamati secara preseptual.&lt;br /&gt;Semua obyek yang diamati memiliki dimensi obyektif dan dimensi preseptual. Sebagai contoh produk motor Honda Kharisma memiliki dimensi warna merah dan hitam, rem cakram, serta mesin 125 CC, hal ini adalah dimensi obyektif. Sedangkan di sisi lain konsumen juga dapat beranggapan bahwa motor Honda Kharisma memiliki body kurang langsing dan kurang lincah, mahal namun irit. Hal-hal tersebut dapat juga dinamakan dimensi preseptual atau dimensi subyektif. Dua produk dapat memiliki ciri fisik yang sama namun dapat dipandang secara lain karena merek yang berbeda dianggap mencerminkan kualitas yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimensi 1&lt;br /&gt;A&lt;br /&gt;F&lt;br /&gt;E&lt;br /&gt;B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IPDimensi 2        &lt;br /&gt;C&lt;br /&gt;D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2.1. Gambar Ilustrasi Peta Preseptual pada MDS&lt;br /&gt;Perbedaan MDS dengan metode interdependen lainnya seperti  analisis faktor dan analisis cluster, adalah bahwa analisis faktor mengelompokkan faktor-faktor yang memiliki korelasi yang tinggi. Analisis cluster didasarkan pada pengamatan sekelompok variabel dan menentukan profil tiap kelompok. Sedangkan pada MDS responden bebas mengambil kesimpulan ataupun berangapan tentang suatu produk sehingga tidak dapat ditentukan nilai penyimpangannya. (Hair, 1998).&lt;br /&gt;Pemetaan preseptual dalam metode MDS sangat sesuai digunakan untuk :&lt;br /&gt;1.      Mengeksplorasi dan mengidentifikasi dimensi-dimensi tak dikenal yang dapat mempengaruhi tingkah laku atau anggapan responden terhadap suatu obyek.&lt;br /&gt;2.      Membandingkan dua atau lebih obyek secara langsung sekalipun basis persamaan atau nilai pembanding obyek-obyek tersebut tidak dapat didefinisikan.&lt;br /&gt;Berikut ini adalah diagram algoritma pengambilan keputusan dalam metode Multidimensional scaling sampai dengan tahap 3. (Hair, 1998)&lt;br /&gt;Desain Penelitian&lt;br /&gt;·         Jumlah Obyek yang diamati&lt;br /&gt;·         Metrik atau nonmetrik&lt;br /&gt;Desain Penelitian&lt;br /&gt;·         Jumlah Obyek yang diamati&lt;br /&gt;·         Metrik atau nonmetrik&lt;br /&gt;Jenis Evaluasi&lt;br /&gt;Mencari similaritas, preferensi obyek atau keduanya&lt;br /&gt;Asumsi-Asumsi&lt;br /&gt;Dimensi evaluasi dapat bervariasi pada tiap responden, begitu juga urutannya&lt;br /&gt;Menentukan Metode Pendekatan pada Peta Preseptual&lt;br /&gt;·         Komposisional , ditentukan secara spesifik oleh peneliti&lt;br /&gt;·         Dekomposisional, menggunakan anggapan umum&lt;br /&gt;Tujuan Penelitian&lt;br /&gt;Menentukan obyek pengamatan yang relevan (similaritas atau preferensi, obyek secara umum atau khusus)&lt;br /&gt;Rumusan Permasalahan&lt;br /&gt;Mengidentifikasi dimensi-dimensi yang digunakan untuk mengevaluasi obyek&lt;br /&gt;Tahap 4&lt;br /&gt;Tahap 1&lt;br /&gt;Tahap 2&lt;br /&gt;Tahap 3&lt;br /&gt;Metode Dekomposisional : Metode MDS tradisional dengan cara memecah atribut khusus dari anggapan umum obyek&lt;br /&gt;Kombinasi  : Kombinasi Similaritas dan preferensi&lt;br /&gt;Preferensi : Meranking obyek secara langsung&lt;br /&gt;Similaritas : Mencari kesamaan antar obyek&lt;br /&gt;Metode Komposisional&lt;br /&gt;Membuat presepsi secara umum dari atribut-atribut yang ditentukan oleh peneliti, seperti corespondence analysis, Factor analysis, dan discriminant analysis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Langkah-Langkah Penentuan Tujuan Penelitian&lt;br /&gt;Salah satu kesulitan paling umum dalam penentuan tujuan penelitian adalah pendefinisian spesifikasi standar untuk menilai atau mengevaluasi suatu obyek. Keutamaan peta preseptual adalah kemampuannya untuk menarik dimensi simpulan  (obyektif maupun subyektif) tanpa harus mendefinisikan atribut obyek lebih dahulu. Oleh karena itu, perlu dilakukan tiga langkah dasar dalam penentuan tujuan penelitian, sebagai berikut :&lt;br /&gt;a.       Memilih obyek-obyek yang akan dievaluasi&lt;br /&gt;Peneliti harus memastikan untuk mengikutsertakan segala hal yang relevan  dalam evaluasi pembentukan presepsi responden, seperti produk atau layanan.&lt;br /&gt;b.      Menentukan basis penilaian obyek, similaritas atau preferensi&lt;br /&gt;Langkah berikutnya setelah memilih obyek yang diamati, peneliti harus menentukan basis evaluasi, similaritas (kesamaan) atau preferensi (tingkatan). Kedua basis evaluasi tersebut dapat digunakan untuk membuat peta preseptual namun dengan intepretasi yang berbeda. Peta preseptual berbasis similaritas menampilkan atribut-atribut kesamaan obyek namun tidak secara langsung menampilkan urutan atau obyek yang menjadi pilihan utama responden. Sedangkan peta preseptual berbasis preferensi menampilkan urutan dan pilihan responden namun tidak menampilkan aspek-aspek kesamaan atribut obyek dikarenakan responden dapat mendasarkan penilaiannya pada dimensi yang benar-benar berbeda satu sama lain. Penggunaan basis similaritas atau preferensi harus diputuskan sejak awal, karena kedua hal tersebut secara mendasar mewakili hal yang berbeda.&lt;br /&gt;c.       Menentukan apakah analisis dilakukan pada suatu kelompok atau tingkat individu (agregate atau disagregate).&lt;br /&gt;Peneliti dapat menentukan pembuatan peta preseptual mewakili masing masing individu secara terpisah pada metode disagrerat, sehingga dari peta presptual ini akan dapat dicari solusi untuk tiap-tiap orang. Melalui cara ini peneliti harus dapat mengidentifikasi elemen-elemen  yang menjadi kesamaan pada tiap-tiap responden.&lt;br /&gt;Sedangkan pada metode agregat, pendekatan paling sederhana adalah dengan mengambil nilai rata-rata dari keseluruhan skor obyek dan menghasilkan solusi tunggal pada seluruh obyek, untuk mengelompokkan responden dengan ciri sama, peneliti dapat menggunakan analisis kluster dan menggambarkan peta prespetual secara rata-rata.&lt;br /&gt;d.      Menentukan metode pendekatan yang akan digunakan, pendekatan berdasarkan penilaian obyek secara keseluruhan dan umum atau menggunakan pendekatan berdasarkan atribut dari masing-masing obyek yang diamati.&lt;br /&gt;e.       Menentukan siapa dan berapa responden yang akan dijadikan sasaran penelitian. Peneltitian hendaknya dilakukan pada responden yang setara dan bisa diperbandingkan atau memiliki satu karakter yang sama karena peta preseptual tidak dapat menggambarkan responden dengan karakteristik yang dipaksakan sama. Jumlah responden yang diamati minimal memenuhi level penerimaan terendah, terantung pada tingkat kepercayaan yang diunakan.&lt;br /&gt;f.         Metrik atau non metrik&lt;br /&gt;Pada mulanya metode MDS menggunakan peta non metrik (secara ururtan) untuk menggambarkan peta preseptual, namun keterbatasan intreprestasi yang dapat digunakan menjadikan metode metrik (terukur) lebih banyak digunakan. Metode metrik dapat melakukan beberpa modoikasi dari data aslinya yaitu dengan menambahkan konstanta tertentu atau dengan melakukan rotasi. &lt;br /&gt;g.       Mencari kesamaan atau tingkat preferensi&lt;br /&gt;Pengumpulan data harus ditentukan tujuannya, yaitu mencari kesamaan dan ketidak samaan atau mencari preferensi terhadap suatu obyek.&lt;br /&gt;Basis preferensi memiliki dua pilihan prosedur yang dapat digunakan:&lt;br /&gt;·        Penentuan peringkat secara langsung&lt;br /&gt;Setiap responden menentukan peringkat secara langsung pada obyek-obyek yang diamati, dengan cara ini masing-masing obyek harus diberikan penilaian yang unik (tidak boleh ada yang memiliki nilai sama).&lt;br /&gt;·        Perbandingan berpasangan&lt;br /&gt;Setiap responden memberikan nilai terhadap pasngan obyek yang diamati sehingga dengan cara ini peneliti dapat menemukan informasi secara eksplisit dan lebih detail dari penentuan peringkat secara langsung. Namun tugas perhitungan akan menjadi berpuluh kali lipat lebih banyak, untuk 10 obyek yang diamati akan menjadi 90 pasang obyek.&lt;br /&gt;h.       Asumsi-asumsi yang digunakan.&lt;br /&gt;asumsi yang digunakan di sini tidak pada metodologinya, namun lebih pada asumsi presepsi:&lt;br /&gt;·        Variasi dimensional&lt;br /&gt;Setiap responden akan menerima memiliki dimensi presepsi suatu obyek yang berlainan sehingga jawaban akan beragam sekalipun ada keterbatasan jumlah dimensi yang diajukan peneliti.&lt;br /&gt;·        Variasi keutamaan&lt;br /&gt;Responden memutuskan keutamaan dimensi suatu brand  berdasarkan tingkatan kepentingan yang berbeda.&lt;br /&gt;·        Variasi batas waktu&lt;br /&gt;Presepsi responden terhadap suatu obyek baik secara dimensional maupun tingkatan tidak akan selalu sama seiring berjalannya waktu, atau dapat berubah sewaktu-waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap Selanjutnya dari algortima pengambilan keputusan dengan metode multidimensional scaling adalah sebagai berikut : (Hair, 1998)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-8577025973160858073?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/8577025973160858073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=8577025973160858073&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/8577025973160858073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/8577025973160858073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2009/08/analisis-vegetasi-strata-pohon-dengan.html' title='Multidimensional Scaling'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-3433390762185052662</id><published>2009-08-20T07:04:00.000+07:00</published><updated>2011-04-01T14:16:21.606+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Statistika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analisis Multivariat'/><title type='text'>ANALISIS MULTIVARIAT</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Analisis Multivariat dapat didefinisikan secara sederhana sebagai metode pengolahan variabel dalam jumlah banyak untuk mencari pengaruhnya terhadap suatu obyek secara simultan. (Santoso, 2004)&lt;br /&gt;Metode analisis multivariat sebenarnya secara teoritis sudah diketahui sejak lama, namun dalam praktek perhitungannya baru digunakan saat teknologi komputer berkembang pesat.&lt;br /&gt;Berdasarkan ketergantungan variabel-variabel yang ada, analisis multivariat dapat dibai menjadi : (Dillon,1984)&lt;br /&gt;1.      Analisis dependensi&lt;br /&gt;Ciri dari analisis ini adalah adanya suatu atau beberapa variabel yang berfungsi sebagai variabel dependen dan beberapa variabel lain variabel bebas (independen).Alat analisis dalam kategori ini adalah :&lt;br /&gt;·        Analisis regresi berganda&lt;br /&gt;Metode ini menggunakan satu variabel dependen (terikat)dan lebih dari satu variabel independen (bebas) yang berada dalam satu set hubungan. Misal persamaan y = x1 + x2 + x3 + x4&lt;br /&gt;·        Analisis deskriminan&lt;br /&gt;Metode ini pada prinsipnya mencoba mengelompokkan setiap obyek ke dalam dua atau lebih kelompok berdasarkan kriteria pada sejumlah variabel bebas. Pengelompokkan ini  sifat mutually exclusive, dalam artian jika obyek A sudah masuk kelompok 1 maka dia tidak akan munkin menjadi anggota kelompok 2. Oleh karena ada sejumlah variabel independen, maka akan terdapat satu variabel dependen (tergantung). Ciri analisis diskriminan adalah jenis data dari variabel dependen bertipe nominal (kategori). seperti 0 dan 1 atau kombinasi lainnya.&lt;br /&gt;·        Analisis logit&lt;br /&gt;Logit analisis digunakan jika kriteria ukuran tunggal adalah diskrit (kateorikal) dan variabel prediktor juga berbentuk kategorikal secara alamiah. Logit analisis adalah metode untuk kasus khusus untuk model log linier jika variabel yang diamati dipengaruhi oleh kelompok variabel prediktor dalam kategori tertentu.&lt;br /&gt;·        Multivariate analysis of variance (manova)&lt;br /&gt;Manova digunakan jika tersedia berbagai ukuran kriteria yang secara bersamaan mempengaruhi berbagai level varibel eksperimen.  Fokus utma dari multivariat analisis adalah untuk menguji signifikansi perbedaan suatu profil dengan adanya perubahan pada variabel-variabel eksperimen terkontrolnya.&lt;br /&gt;·        Analisis korelasi kanonikal&lt;br /&gt;Analisis korelasi kanonikal bertujuan untuk mencari hubungan linier antara sekelompok prediktor serta sekelompok varibel terukur dengan menggunakan dua kombinasi linear. Pertama untuk variabel-variebel prediktor dan yang kedua untuk variabel-variabel kelompok terukur, contohnya untuk kasus yang membutuhkan penyelesaian diskriminan beranda.&lt;br /&gt;2.      Analisis interdependensi&lt;br /&gt;Ciri dari analisis ini adalah bahwa variabel saling berhubungan satu dengan lainnya sehingga tidak ada variabel dependen atau variabel independen.&lt;br /&gt;·        Analisis komponen prinsip&lt;br /&gt;Teknik ini bekerja dengan mereduksi data dengan tujuan mendapatkan kombinasi yang linier dari variabel-variabel asli sebanyak mungkin. Hubungan linier yang sukses jika variabel-variabel pendukungnya berlainan menciptakan variasi terkecil.&lt;br /&gt;·        Analisis faktor&lt;br /&gt;Analisis faktor lebih tepatnya dinamakan common factor analytic model, adalah metode reduksi data , namun berbeda dengan analisis komponen prinsip karena ada beberapa faktor terhitung yang merupakan gabungan dari lainnya.&lt;br /&gt;·        Metrik multidomensional scaling&lt;br /&gt;Adalah salah satu teknik penyekalaan yang sering digunakan untuk memposisikan sekelompok obyek secara relatif di dalam sebuah  peta preseptual (grafik dengan 2 sumbu X-Y atau lebih dengan dimensi sumbu yang saling berlawanan seperti tinggi-rendah, pahit-manis dan sebaginya). Metrik MDS mengasumsikan data yang similar atau tidak, memiliki sifat metrik atau sifat yang dapat diukur secara relatif.&lt;br /&gt;·        Non-metrik multidimensional scaling&lt;br /&gt;Non-metrik MDS mengasumsikan bahwa data yang similar tidak memilik sifat metrik (dipetakan secara angka) namun memilik sifat terukur secara relatif pada dimensi-dimensi tertentu ata adalah salah satu teknik penyekalaan yang sering digunakan untuk memposisikan sekelompok obyek secara relatif di dalam sebuah  peta preseptual (grafik dengan 2 sumbu X-Y atau lebih dengan dimensi sumbu yang saling berlawanan seperti tinggi-rendah, pahit-manis dan sebaginya).u secara rangking saja.&lt;br /&gt;·        Analisis cluster&lt;br /&gt;Anlisis kluster merupakan metode pengurangan data, dengan tujuan untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok variabel yang anggotanya memeiliki kemiripan. namun tidak ada kemiripan dengan kelompok yang lain.&lt;br /&gt;·        Model loglinier&lt;br /&gt;Model ini memungkinkan peneliti untuk menyelidiki,hubungan antar kategori variabel dari tabel kontingensi. Model loglinear mengekspresikan kemungkinan dari tabel kontinjensi multidemensi, memberikan efek dan berinteraksi dengan variabel-variabel, yang ada di dalam tabel&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-3433390762185052662?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/3433390762185052662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=3433390762185052662&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/3433390762185052662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/3433390762185052662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2009/08/analisis-multivariat.html' title='ANALISIS MULTIVARIAT'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-6299979333589900357</id><published>2009-07-27T10:11:00.001+07:00</published><updated>2009-12-15T02:35:24.625+07:00</updated><title type='text'>KOMUNIKASI NON VERBAL</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://yourskirt.com/"&gt;Skirt&lt;/a&gt;-&lt;a href="http://definisi.net/index.php?category=Definisi-Komunikasi"&gt;Komunikasi&lt;/a&gt; non-verbal adalah penciptaan dan pertukaran pesan dengan tidak menggunakan kata-kata, komunikasi ini menggunakan gerakan tubuh, sikap tubuh, intonasi nada (tinggi-rendahnya nada), kontak mata, ekspresi muka, kedekatan jarak dan sentuhan-sentuhan. Salah satu cara &lt;a href="http://definisi.net/index.php?category=Definisi-Komunikasi"&gt;mendefinisikan komunikasi&lt;/a&gt; non verbal adalah berdasarkan kategori sebagai berikut:&lt;br /&gt;a.       Proksemik&lt;br /&gt;Proksemik merupakan penyampaikan pesan-pesan melalui pengaturan jarak dan ruang. Manusia mempunyai wilayah-wilayah atau zona dalam berkomunikasi, wilayah juga berarti daerah atau ruang yang rang klaim sebagai miliknya, yang seolah-olah merupakan perluasan dari tubuhnya, jarak wilayah itu sebagai berikut:&lt;br /&gt;Zona intim, adalah zona yang dapat&lt;a href="http://makelarz.blogspot.com"&gt; melakukan&lt;/a&gt; kontak fisik, dari jarak semua zona hanya zona inilah yang terpenting karena pada zona ini orang menjaganya seolah-olah zona ini milik pribadi. Hanya orang dekat secara emosional yang dapat memasukinya seperti kekasih, orang tua, suami-istri, anak-anak, kerabat dan sanak saudara. Umumnya berjarak 15-46 cm(bersentuhan-18 inch)&lt;br /&gt;Zona pribadi, jarak ini dilakukan seperti pada saat kita dipesta-pesta, acara kantor dan lain sebagainya. Umumnya berjarak 46cm-1.2 m(18 inch-4ft)&lt;br /&gt;Zona sosial, zona ini berlaku pada orang yang belum dikenal secara baik atau bahkan asing, seperti pada saat ditoko yang berbicara dengan pelayan toko. umumnya berjarak 1.2-3.6 m(4ft-12ft)&lt;br /&gt;Zona umum, zona ini berlaku pada saat kita berbicara dengan sekelompok orang yang banyak seperti pidato. umumnya berjarak &gt; 3.8 m(&gt; 12 ft)&lt;br /&gt;Semua zona itu dapat berubah-ubah tergantung dari keadaan, nilai, kepercayaan, budaya dan lain sebagainya. Dalam Agama Islam yang menjadi agama mayoritas di Indonesia, antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram (memiliki hubungan keluarga) diwajibkan menjaga jarak satu sama lain saat &lt;a href="http://definisi.net/index.php?category=Definisi-Komunikasi"&gt;berkomunikasi&lt;/a&gt; dan biasanya tetap dalam jarak zona &lt;a href="http://definisi.net/index.php?category=Definisi-Sosial"&gt;sosial&lt;/a&gt; 1.2-3.6 m bahkan ada syarat lain yaitu tidak boleh saling memandang dan harus ditemani orang lain.&lt;br /&gt;b.       Kinesik&lt;br /&gt;Kinesik merupakan penyampaikan pesan-pesan yang menggunakan gerakan-gerakan tubuh yang berarti yang meliputi mimik wajah, mata (lirikan-lirikan), gerakan-gerakan tangan dan yang terakhir keseluruhan anggota badan (tegap, lemah gemulai dan sebagainya).&lt;br /&gt;Dalam budaya jawa komunikasi non verbal sangat kental dilakukan terutama untuk menghormati orang, atau orang yang lebih tua, semisal gerakan komunikasi yang dilakukan antara atasan dan bawahan atau abdi di mana bawahan atau abdi cenderung untuk menunduk dan merunduk untuk menunjukkan bahwa posisinya tidak lebih tinggi dari tuannya yang diajak bicara.&lt;br /&gt;c.       Khronemik&lt;br /&gt;Khronemik adalah srudi mengenai penggunaan kita akan konteks waktu. Ide mengenai kelinearan waktu telah diterima secara luas oleh masyarakat manapun bahkan agama manapun, hal ini kemudian melahirkan beberapa istilah sepertti masa lalu, saat ini dan masa depan yang merupakan suatu urutan yang tidak dapat dibalik.&lt;br /&gt;Bagaimana kita menggunakan waktu sangat tergantung pada budaya, semisal dalam budaya Indonesia pada umumnya masih sangat jarang istilah on time benar-benar dijalankan dengan baik, semisal acara rapat dalam organisasi apapun memiliki kecenderungan untuk terlambat dari 10 menit sampai 1 jam.&lt;br /&gt;d.       Paralinguistik&lt;br /&gt;Paralinguistik adalah pesan non-verbal yang berhubungan dengan &lt;a href="http://makelarz.blogspot.com"&gt;cara&lt;/a&gt; mengucapkannya dengan kata lain tinggi rendahnya intonasi cara pengucapannya. Satu pesan verbal yang sama dengan menyampaikan arti yang berbeda bila diucapkan dengan cara yang berbeda.&lt;br /&gt;Elemen-elemen komunikasi paralinguistik adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;-         Karakter vokal, seperti tertawa dan terisak&lt;br /&gt;-         Kualifikasi vokal seperti intensitas keras lemah, dan tinggi rendah&lt;br /&gt;-         Pemisahan vokal seperti uh, um, dan uhuh&lt;br /&gt;Di Indonesia dalam kehidupan sehari-hari orang tua seringkali berkomunikasi dengan anaknya dengan nada tinggi bahkan cenderung menghardik, hal ini seringkali menjadi hambatan dalam komunikasi orang tua dan anak sehingga orang tua tidak mengerti permasalahan yang dihadapi anaknya. Di Indonesia sendiri memang dibudayakan bahwa komunikasi orang tua dan anak cenderung satu arah.&lt;br /&gt;e.       Diam&lt;br /&gt;Diam juga seringkali digunakan dalam komunikasi. Diam bisa diartikan bermacam-macam semilsal persetujuan, sikap apatis, tahu, bingung, kontemplasi, ketidak setujuan, dan arti-arti lainnya.&lt;br /&gt;Penggunaan diam dalam &lt;a href="http://definisi.net/index.php?category=Definisi-Komunikasi"&gt;komunikasi masyarakat&lt;/a&gt; kita telah secara luas diterima semisal dalam komunikasi atasan dengan bawahan, seringkali bawahan lebih banyak melakukan komunikasi diam sedangkan atasan banyak menyampaikan pesan sehingga sikap diam bawahan dapat diartikan kepatuhan, dan persetujuan.&lt;br /&gt;f.          Haptik&lt;br /&gt;Haptik adalah studi mengenai penggunaan sentuhan dalam komunikasi. Sekali lagi penggunaan sentuhan dalam komunikasi sangat berbeda pada setiap kebudayaan, antara Barat dan Timur sangat berbeda dalam memandang penggunaan sentuhan.&lt;br /&gt;Sentuhan dalam komunikasi di Indonesia masih relatif jarang dipakai khususnya di daerah yang masih memegang adat-istiadat ketimuran di mana sentuhan antara laki-laki dan perempuan tidak diperbolehkan karena akan menjurus pada persepsi yang negatif pada pada komunikan. Si perempuan akan diangap sebagai perempuan murahan sedangkan laki-laki dapat dianggap sebagai penggoda.&lt;br /&gt;g.       Cara Berpakaian dan penampilan fisik&lt;br /&gt;Umumnya pakaian digunakan untuk menyampaikan identitas komunikator, menyampaikan identitas berarti menunjukkan kepada orang lain bagaimana prilaku kita dan bagaimana sepatutnya orang lain memperlakukan kita.&lt;br /&gt;Di Indonesia ketika seorang perempuan berpakaian minim seringkali dianggap sebagai cewek murahan, walaupun  hal ini umumnya terjadi pada masyarakat pinggiran. Hal ini jelas akan menghambat komunikasi yang terjadi.&lt;br /&gt;Contoh lain dalam budaya jawa pakaian priyayi berupa beskap sedangkan pakaian para abdi biasanya berupa pakaian surjan. Hal ini kemudian berimbas pada komunikasi yang terjadi antar golongan dan akan lebih menjadi sebuah hambatan daripada faktor pendorong.&lt;br /&gt;h.       Olefatik&lt;br /&gt;Studi komunikasi melalui indra penciuman disebut sebagai olefatik. Bau masih merupakan suatu hal yang sangat susah dimengerti dalam komunikasi. Bau-bauan telah digunakan manusia untuk berkomunikasi secara sadar atau tidak. Sebagai contoh bila seseorang sedang dalam keadaan tegang maka akan mengeluarkan keringat yang yang mempunyai bau yang khas.&lt;br /&gt;Contoh sehari-hari penggunaan bau dalam komunikasi adalah bau-bauan yang digunakan oleh PSK yang terkesan berlebihan. Penggunaan bau berlebihan ini seringkali dimaksudkan untuk mengundang calon pelanggan mereka untuk memanfaatkan jasanya.&lt;br /&gt;i.         Okulestik&lt;br /&gt;Okulestik adalah studi komunikasi yang disampaikan melalui pandangan mata. Sebenarnya tidak banyak studi mengenai okulestik namun dapat dicontohkan dalam berbagai budaya bahwa pandangan menggoda wanita disiratkan melalui lirikan-lirikan mata dan kerlingan.&lt;br /&gt;Dalam budaya timur khususnya agama Islam kontak mata langsung antara laki-laki dan perempuan tidak diperbolehkan. Hal ini biasnya juga disertai pelarangan dalam jarak dan sentuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-6299979333589900357?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/6299979333589900357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=6299979333589900357&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/6299979333589900357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/6299979333589900357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2009/07/komunikasi-non-verbal.html' title='KOMUNIKASI NON VERBAL'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-4993042654111325587</id><published>2009-07-27T10:11:00.000+07:00</published><updated>2009-07-27T10:12:30.960+07:00</updated><title type='text'>Pendekatan Sosiologi Sastra Sebagai Alat Analisa Novel</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Sosiologi Sastra&lt;br /&gt;Sosiologi sebagai studi yang ilmiah dan objektif mengenai manusia dalam masyarakat, studi mengenai lembaga-lembaga dan proses-proses sosial. Oleh karenanya sosiologi berusaha menjawab pertanyaan mengenai masyarakat dimungkinkan, bagaimana carakerjanya dan mengapa masyarakat itu bertahan hidup. Gambaran ini akan menjelaskan cara-cara manusia menyesuaiakan diri dengan ditentukan oleh masyarakat-masyarakat tertentu, gambaran mengenai mekanisme sosialisasi, proses belajar secara kultural, yang dengannya individu-individu dialokasikan pada dan menerima peranan-peranan tertentu dalam strutur sosial. Di samping itu sosiologi juga menyangkut mengani perubahan-perubahan sosial yang terjadi secara berangsur-angsur maupun secara revolusioner dengan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh perubahan tersebut (Damono, 1978).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Sasaran Penelitian Sosiologi Sastra&lt;br /&gt;a.       Konteks Sosial Pengarang&lt;br /&gt;Konteks sosial sastrawan ada hubungannya dengan posisi sosial sastrawan dalam masyarakat dan kaitannya dengan masyarakat pembaca. Dalam bidang pokok ini termasuk juga faktor-faktor sosial yang dapat mempengaruhi karya sastranya. Oleh karena itu, yang terutama diteliti adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;1)      Bagaimana sastrawan mendapatkan mata pencaharian; apakah ia menerima bantuan dari pengayom atau dari masyarakat secara langsung atau bekerja rangkap.&lt;br /&gt;2)      Profesionalisme dalam kepengarangan; sejauh mana sastrawan menganggap pekerjaannya sebagai suatu profesi.&lt;br /&gt;3)      Masyarakat yang dituju oleh sastrawan. Dalam hal ini, kaitannya antara sastrawan dan masyarakat sangat penting sebab seringkali didapati bahwa macam masyarakat yang dituju itu menentukan bentuk dan isi karya sastra mereka (Damono, 1979: 3-4).&lt;br /&gt;b.      Sastra Sebagai Cermin Masyarakat&lt;br /&gt;Sastra sebagai cermin masyarakat yaitu sejauh mana sastra dianggap sebagai mencerminkan keadaan masyarakatnya. Kata “cermin” di sini dapat menimbulkan gambaran yang kabur, dan oleh karenanya sering disalahartikan dan disalahgunakan. Dalam hubungan ini, terutama harus mendapatkan perhatian adalah.&lt;br /&gt;1)      Sastra mungkin dapat dikatakan mencerminkan masyarakat pada waktu ia ditulis, sebab banyak ciri masyarakat yang ditampilkan dalam karya sastra itu sudah tidak berlaku lagi pada waktu ia ditulis.&lt;br /&gt;2)      Sifat “lain dari yang lain” seorang sastrawan sering mempengaruhi pemilihan dan penampilan fakta-fakta sosial dalam karyanya.&lt;br /&gt;3)      Genre sastra sering merupakan sikap sosial suatu kelompok tertentu, dan bukan sikap sosial seluruh masyarakat.&lt;br /&gt;4)      Sastra yang berusaha menampilkan keadaan masyarakat yang secermat-cermatnya mungkin saja tidak bisa dipercaya atau diterima sebagai cermin masyarakat. Demikian juga sebaliknya, karya sastra yang sama sekali tidak dimaksudkan untuk menggambarkan keadaan masyarakat secara teliti barangkali masih dapat dipercaya sebagai bahan untuk mengetahui keadaan masyarakat. Pandangan sosial sastrawan harus diperhatikan apabila sastra akan dinilai sebagai cermin masyarakat (Damono, 1979: 4).&lt;br /&gt;c.       Fungsi Sosial Sastra&lt;br /&gt;Pendekatan sosiologi berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti “Sampai berapa jauh nilai sastra berkait dengan nilai sosial?”, dan “Sampai berapa jauh nilai sastra dipengaruhi nilai sosial?” ada tiga hal yang harus diperhatikan.&lt;br /&gt;1)      Sudut pandang yang menganggap bahwa sastra sama derajatnya dengan karya pendeta atau nabi. Dalam pandangan ini, tercakup juga pandangan bahwa sastra harus berfungsi sebagai pembaharu dan perombak.&lt;br /&gt;2)      Sudut pandang lain yang menganggap bahwa sastra bertugas sebagai penghibur belaka. Dalam hal ini gagasan-gagasan seni untuk seni misalnya, tidak ada bedanya dengan usaha untuk melariskan dagangan agar menjadi best seller.&lt;br /&gt;3)      Sudut pandang kompromistis seperti tergambar sastra harus mengajarkan dengan cara menghibur (Damono, 1979: 4).&lt;br /&gt;Apabila dikaitkan dengan sastra maka terdapat tiga pendekatan; Pertama, konteks sosial pengarang. Hal ini berhubungan dengan sosial  sastrawan dalam masyarakat dan kaitannya dengan masyarakat pembaca. Dalam pokok ini termasuk pula faktor-faktor sosial yang bisa mempengaruhi pengarang sebagai perseorangan di samping mempengaruhi isi karya sastranya. Hal yang terutama di teliti dalam pendekatan ini adalah: (a) bagaimana pengarang mendapatkan mata pencaharian (b) sejauh mana pengarang menganggap pekerjaannya sebagai profesi dan (c) mayarakat yang dituju oleh pengarang. Kedua, sastra sebagai cermin masyarakat. Hal yang terutama di teliti dalam pendekatan ini adalah (a) sejauh mana sifat pribadi pengarang mempengaruhi gambaran masyarakat yang ingin disampaikan (c) sejauh mana genre sastra yang digunakan pengarang dapat mewakili seluruh masyarakat. Ketiga, fungsi sosial sastra. Dalam hubungan ini ada tiga hal yang menjadi perhatian (a) sejauh mana sastra dapat berfungsi sebagai perombak masyarakatnya (b) sejauh mana pengarang hanya berfungsi sebagai penghibur saja dan (c) sejuah mana terjadi sintesis antara kemungkinan point a dan b diatas (Damono, 1978).&lt;br /&gt;Secara epitesmologis dapat dikatakan tidak mungkin untuk mebangun suatu sosiologi sastra secara general yang meliputi pendekatan yang dikemukakan itu. Konsep mengenali masyarakat akan berbeda satu dengan yang lain. Dalam penelitian novel ”Sang Pemimpi” karya Andrea Hirata ini maka konsep sosiologi sastra akan menggunakan pendekatan sastra sebagai cermin masyarakat. Hal  ini akan digunakan untuk menjelaskan  sejauh mana pengarang dapat mewakili dan menggambarkan seluruh masyarakat dalam karyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Sastra dan Masyarakat&lt;br /&gt;Karya sastra menerima pengaruh dari masyarakat dan sekaligus mampu memberi pengaruh terhadap masyarakat (Semi, 1990: 73). Sastra dapat dikatakan sebagai cerminan masyarakat, tetapi tidak berarti struktur masyarakat seluruhnya tergambarkan dalam sastra, yang didapat di dalamnya adalah gambaran masalah masyarakat secara umum ditinjau dari sudut lingkungan tertentu yang terbatas dan berperan sebagai mikrokosmos sosial, seperti lingkungan bangsawan, penguasa, gelandangan, rakyat jelata, dan sebagainya. Sastra sebagai gambaran masyarakat bukan berarti karya sastra tersebut menggambarkan keseluruhan warna dan rupa masyarakat yang ada pada masa tertentu dengan permasalahan tertentu pula.&lt;br /&gt;Novel merupakan salah satu di antara bentuk sastra yang paling peka terhadap cerminan masyarakat. Menurut Johnson (Faruk, 2005: 45-46) novel mempresentasikan suatu gambaran yang jauh lebih realistik mengenai kehidupan sosial. Ruang lingkup novel sangat memungkinkan untuk melukiskan situasi lewat kejadian atau peristiwa yang dijalin oleh pengarang atau melalui tokoh-tokohnya. Kenyataan dunia seakan-akan terekam dalam novel, berarti ia seperti kenyataan hidup yang sebenarnya. Dunia novel adalah pengalaman pengarang yang sudah melewati perenungan kreasi dan imajinasi sehingga dunia novel itu tidak harus terikat oleh dunia sebenarnya.&lt;br /&gt;Sketsa kehidupan yang tergambar dalam novel akan memberi pengalaman baru bagi pembacanya, karena apa yang ada dalam masyarakat tidak sama persis dengan apa yang ada dalam karya sastra. Hal ini dapat diartikan pula bahwa pengalaman yang diperoleh pembaca akan membawa dampak sosial bagi pembacanya melalui penafsiran-penafsirannya. Pembaca akan memperoleh hal-hal yang mungkin tidak diperolehnya dalam kehidupan. Menurut Hauser (Ratna, 2003: 63), karya seni sastra memberikan lebih banyak kemungkinan dipengaruhi oleh masyarakat, daripada mempengaruhinya.&lt;br /&gt;Sastra sebagai cermin kehidupan masyarakat, sebenarnya erat kaitannya dengan kedudukan pengarang sebagai anggota masyarakat. Sehingga secara langsung atau tidak langsung daya khayalnya dipengaruhi oleh pengalaman manusiawinya dalam lingkungan hidupnya. Pengarang hidup dan berelasi dengan orang lain di dalam komunitas masyarakatnya, maka tidaklah heran apabila terjadi interaksi dan interelasi antara pengarang dan masyarakat.&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan mengapa sastra memiliki kaitan erat dengan masyarakat dan dengan demikian harus diteliti dalam kaitannya dengan masyarakat, sebagai berikut.&lt;br /&gt;Karya sastra ditulis oleh pengarang, diceritakan oleh tukang cerita, disalin oleh penyalin, sedangkan ketiga subjek tersebut adalah anggota masyarakat.&lt;br /&gt;1. Karya sastra hidup dalam masyarakat, menyerap espek-aspek kehidupan yang terjadi dalam masyarakat, yang pada gilirannya juga difungsikan oleh masyarakat.&lt;br /&gt;2. Medium karya sastra, baik lisan maupun tulisan, dipinjam melalui kompetensi masyarakat, yang dengan sendirinya telah mengandung masalah-masalah kemasyarakatan.&lt;br /&gt;3. Berbeda dengan ilmu pengetahuan, agama, adat-istiadat, dan tradisi yang lain, dalam karya sastra terkandung estetika, etika, bahkan juga logika. Masyarakat jelas sangat berkepentingan terhadap ketiga aspek tersebut.&lt;br /&gt;4. Sama dengan masyarakat, karya sastra adalah hakikat intersubjektivitas, masyarakat menentukan citra dirinya dalam suatu karya (Ratna, 2006: 322-333).&lt;br /&gt;Gambaran kehidupan yang terpancar dalam novel akan memberikan pengalaman baru bagi masyarakat atau pembaca, karena apa yang ada dalam masyarakat tidak sama persis dengan apa yang ada dalam karya sastra. Melalui penafsirannya, pembaca akan memperoleh hal-hal yang mungkin tidak diperolehnya dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Dengan demikian, dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sosiologi sastra adalah salah satu pendekatan untuk mengurai karya sastra yang mengupas masalah hubungan antara pengarang dengan masyarakat, hasil berupa karya sastra dengan masyarakat, dan hubungan pengaruh karya sastra terhadap pembaca. Namun dalam kajian ini hanya dibatasi dalam kajian mengenai gambaran pengarang melalui karya sastra mengenai kondisi suatu masyarakat.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-4993042654111325587?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/4993042654111325587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=4993042654111325587&amp;isPopup=true' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/4993042654111325587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/4993042654111325587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2009/07/pendekatan-sosiologi-sastra-sebagai.html' title='Pendekatan Sosiologi Sastra Sebagai Alat Analisa Novel'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-8226233222053856643</id><published>2009-07-27T10:02:00.003+07:00</published><updated>2009-07-27T10:11:11.205+07:00</updated><title type='text'>PENDEKATAN STRUKTURAL DALAM ANALISA NOVEL</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan struktural dapat pula disebut dengan pendekatan intrinsik, yakni pendekatan yang berorientasi kepada karya sebagai jagadyang mandiri terlepas dari dunia eksternal di luar teks. Analisis ditujukan kepada teks itu sendiri sebagai kesatuan yang tersusun dari bagian-bagianyang saling berjalin dan analisis dilakukan berdasar pada parameterintrinsik sesuai dengan keberadaan unsur-unsur internal (Siswantoro,2005:19).Analisis struktural bertujuan untuk membongkar dan memaparkansecermat, seteliti, semendetail dan semendalam mungkin keterkaitan danketerjalinan semua anasir dan aspek karya sastra yang bersama-samamenghasilkan makna menyeluruh (Teeuw, 1984:135).&lt;br /&gt;Menurut Siswantoro (2005: 20) pendekatan struktural membedah novel, misalnya, dapat terlihat dari sudut plot, karakter, setting, point ofview, tone, dan theme serta bagaimana unsur-unsur itu saling berinteraksi akhir cerita akan pas, sesuai, dan memuaskan berkat keberadaan tema.Adapun cara yang paling efektif untuk mengenali tema sebuah karya adalah dengan mengamati secara teliti setiap konflik yang ada di dalamnya(Stanton, 2007: 37-42).Secara umum, alur merupakan rangkaian peristiwa-peristiwa dalamsebuah cerita. Istilah alur biasanya terbatas pada peristiwa-peristiwa yangterhubung secara klausal saja. Dua elemen dasar yang membangun alur adalah konflik dan klimaks. Setiap karya fiksi setidak-tidaknya memiliki ‘konflik internal’ (yang tampak jelas) yang hadir melalui hasrat dua orang karakter atau hasrat seorang karakter dengan lingkungannya. Klimaks adalah saat ketika konflik terasa sangat intens sehingga ending tidak dapatdihindari lagi. Klimaks merupakan titik yang mempertemukan kekuatan-kekuatan konflik dan menentukan bagaimana oposisi tersebut dapatterselesaikan (Stanton, 2007: 26-32)Mengenai tokoh, Semi (1988: 39) menjelaskan bahwa pada umumnya fiksi mempunyai tokoh utama (a central character), yaitu orangyang ambil bagian dalam sebagian besar peristiwa dalam cerita, biasanya peristiwa atau kejadian-kejadian itu menyebabkan terjadinya perubahan sikap terhadap diri tokoh atau perubahan pandangan kita sebagai pembaca terhadap tokoh tersebut. Latar adalah lingkungan yang melingkupi sebuah peristiwa dalamcerita, semesta yang berinteraksi dengan peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung. Latar juga dapat berwujud waktu-waktu tertentu (hari, bulan,dan tahun), cuaca, atau satu periode sejarah (Stanton, 2007:35). Pembahasan struktur novel ini hanya terbatas pada masalah tema, tokoh, dan konflik. Alasannya adalah bahwa ketiga unsur tersebut sesuai dengan tujuan penelitian dan objek yang dikaji yaitu analisis mengenai konflik batin tokoh utama.&lt;br /&gt;.Menurut Nurgiyantoro (2007:37), langkah-langkah dalam menerapkan teori strukturalisme adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;               i. mengidentifikasikan unsur-unsur intrinsik yang membangun karyasastra secara lengkap dan jelas meliputi tema, tokoh, , dan  konflik&lt;br /&gt;              ii.mengkaji unsur-unsur yang telah diidentifikasi sehingga diketahuibagaimana tema, tokoh, latar, dan alur dari sebuah karya sastra;&lt;br /&gt;            iii.mendeskripsikan fungsi masing-masing unsur sehingga diketahui tema,tokoh, latar, dan alur dari sebuah karya sastra, dan&lt;br /&gt;            iv.menghubungkan masing-masing unsur sehingga diketahui tema, tokoh,latar, dan alur dalam sebuah karya sastra.&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam analisis karya sastra, dalam hal ini novel, dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi, mengkaji, mendeskripsikan fungsi dan kemudian menghubungkan antara unsur intrinsik yang bersangkutan. Lihat dalam novel pilihan anda apa yang paling menonjol serta menjadi kelebihan dari novel lainnya dari pengarang yang sama atau novel dengan tema yang sama. Tuangkan dalam latar belakang serta identifikasi masalah. Selanjutnya ini akan dasar untuk mengkaji novel pilihan anda&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-8226233222053856643?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/8226233222053856643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=8226233222053856643&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/8226233222053856643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/8226233222053856643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2009/07/pendekatan-struktural-dalam-analisa.html' title='PENDEKATAN STRUKTURAL DALAM ANALISA NOVEL'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-6003813026373383343</id><published>2009-07-27T10:02:00.002+07:00</published><updated>2009-07-27T10:03:28.673+07:00</updated><title type='text'>TEORI PEMILIHAN UMUM DALAM SUATU KARAKTERISTIK PEMILIH DAN KARAKTERISTIK FIGUR CALON PEMIMPIN</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penjelasan fenomena pemilihan umum seperti yang dijabarkan di bawah ini lebih melihat bagaimana faktor-faktor  karakteritik pemilih dan karakteristik figur calon pemimpun akan mempengaruhi jalannya pemilhan umum. Suatu kemenangan calon pemimpin merupakan suatu perwujudan dari fenomena bahwa pemenang pemilu merupakan pihak yang mendapatkan dukungan mayoritas rakyat. Hal ini berlaku juga bagi pihak yang pada akhirnya disebut sebagai pihak yang kalah adalah pihak yang tidak mendapatkan mayoritas dukungan suara. Hal ini disebabkan pihak yang kalah dianggap tidak dapat menjadi jembatan antar suara rakyat dan pemerintah sedangkan pemenang pemilu merupakan tokoh/organisasi yang dianggap mampu menyuarakan keinginan rakyat atau sebagai alat artikulasi suara rakyat .&lt;br /&gt;Oleh karenanya dalam pemilu maka suara mutlak adalah suara pemilih yang dalam hal ini adalah rakyat. Dalam setiap negara akan memiliki karakteristik pemilih yang berbeda pula. Hal ini seiring dengan perbedaan secara sosiologi politik dari karakteristik rakyat. Misalkan; Iran yang lebih menonjul dipengaruhi adanya kubu reformis dan konservatif; Venezuela yang dipengaruhi oleh masyarakat lapisan atas dan bawah dan di Bolivia yang dipengaruhi oleh suatu gerakan masyarakat petani (cocaleros) yang bergabung dengan kelompok pekerja lainnya.&lt;br /&gt; Menurut Bone dan Ranney, rakyat dapat dibagi menjadi enam golongan berdasarkan aktivitas politiknya. Pertama aktivis partai politik, kelompok ini merupakan kumpulan dari orang-orang yang secara teratur mencurahkan tenaga dan pikirannya pada aktivitas politik seperti pemimpin partai politik dan pemimpin LSM politik, kelompok ini hanya berjumlah lebih kurang 0,25% dari populasi masyarakat dewasa. Kedua kontributor organisasi politik, terdiri dari orang-orang yang merupakan anggota aktif partai politik atau LSM politik, kelompok ini berjumlah kurang lebih 5% dari populasi orang dewasa. Ketiga pemimpin opini politik, kelompok ini merupakan orang-orang yang dalam kesehariannya menjadi pemimpin diskusi politik dengan keluarganya, kerabatnya, dan rekan-kerjanya, mereka umumnya berjumlah kurang lebih 25% dari populasi orang dewasa. Keempat pemilih, kelompok ini lah yang benar-benar sadar dan selalu menggunakan hak politiknya untuk melakukan dan mengikuti pemilihan umum, mereka umumnya berjumlah kurang lebih 25-35% dari populasi orang dewasa. Kelima bukan pemilih, kelompok ini terdiri dari orang-orang yang sangat jarang bahkan hampir tidak pernah menggunakan hak pilihnya namun masih memiliki ketertarikan pada percaturan politik yang terjadi, mereka umumnya berjumlah kurang lebih 30-40% dari populasi orang dewasa. Keenam kelompok apatis, kelompok ini benar-benar acuh tak acuh terhadap aktivitas politik yang terjadi di masyarakat, mereka umumnya berjumlah kurang lebih 3-7% dari populasi orang dewasa. &lt;br /&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku dalam memilih selain faktor umum seperti status sosio ekonomi, agama, pengaruh keluarga, dan lain-lain juga dipengaruhi oleh tiga hal utama. Pertama identitas partai, dalam suatu sistem demokrasi biasanya rakyat sudah mengelompokkan diri Kedua orientasi isu, terminologi ini digunakan untuk menggambarkan kecenderungan keberpihakan masyarakat pemilih terhadap isu-isu tertentu. Dukungan pemilih terhadap kandidat presiden juga dipengaruhi oleh bagaimana kandidat menyikapi isu tersebut. Ketiga orientasi kandidat, terminologi ini digunakan untuk menggambarkan kualitas instrumental kandidat seperti kemampuan kandidat dalam diplomasi luar negeri, pembangunan ekonomi dan sebaginya menurut pandangan para pemilih serta menggambarkan kualitas simbolik kandidat tersebut berdasarkan sifat kesehariannya (bukan berdasar apa yang dilakukannya) seperti kerendahan hati, kesederhanaan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Keterwakilan rakyat terhadap tokoh sangat tergantung pada karakter (orientasi kandidat) dari tokoh ini sendiri dan analisa karakterisasi tokoh dapat menggunakan teori “the importance of individual and role variables”. Analisa ini mengarahkan kita bagaimana karakterisasi tokoh dapat mempengaruhi pengambilan keputusan atau bahkan tanpa terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan. Peran individu dalam momen sejarah suatu bangsa dapat dilihat dari fungsi-fungsi individu (kualitas simbolik) mereka yaitu bakat, penampilan, dan latar belakang.&lt;br /&gt;“Lacking a clear-cut conception of relative potency, many observers find it easier to fall back on the notion that each moment of history is function of individuals – their talents, outlooks, and background – who made it, than to consider the possibility that the action of the moment arrases out of consideration which any individual – or at least any within a wide range of talent, outlooks, and background – would have found impelling. Thus research tend to focus upon the attitude and capabilities they bring to that rules than on the attitude demands and behavioral which that rules makes of them “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci analisa terhadap behavioural individu ditekankan pada dua hal yaitu sifat-sifat yang melekat dan menjadi karaterisitik individu tersebut serta tekanan atau tuntutan yang ditimbulkan dari posisi politik individu . Karateristik individu meliputi latar belakang pendidikan, kelas sosial, karir politik, kesehatan fisik .&lt;br /&gt;“By an individual variable is meant any aspect of an factors which characterizes him prior to his assumption of policy making responsibilities and which did not necessarily characterize any other person who might have occupied through election, appointment or other means....A role variables refers to any aspect of the actor derived from his policy making responsibilities and which is expected to characterize any person who fills the same position”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang perlu diingat dalam penggunaan analisa berdasarkan profil individu mempunyai variasi pada setiap kasus dimana karateristik yang sama dalam kondisi lingkungan yang berbeda atau kebalikannya, karaterisitik berbeda dengan lingkungan sama belum tentu akan memberikan hasil yang tidak sama. Masih banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi suatu hasil pemilihan umum. Namun satu hal pasti adalah pemilihan umum merupakan proses berpolitik yaitu mendapatkan atau melanggengkan kekuasaan. Suatu cara yang bisa disebut dengan ”permainan politik” akan selalu dijalankan untuk mendapatkan atau melanggengkan kekuasaan. namun apabila rakyat ”pintar”, apapun permainan politik yang dijalankan maka pemilih akan menggunakan akal terang untuk melihat bagaimana calon pemimpinnya.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-6003813026373383343?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/6003813026373383343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=6003813026373383343&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/6003813026373383343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/6003813026373383343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2009/07/teori-pemilihan-umum-dalam-suatu.html' title='TEORI PEMILIHAN UMUM DALAM SUATU KARAKTERISTIK PEMILIH DAN KARAKTERISTIK FIGUR CALON PEMIMPIN'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-2798274674248967629</id><published>2009-07-27T10:02:00.001+07:00</published><updated>2009-07-27T10:02:31.094+07:00</updated><title type='text'>FONETIK ARTIKULATORIS DALAM BAHASA JAWA</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut R.H Robbins (1992) inti dari wicara adalah gerakan yang dilakukan seseorang dimulai dari diagram dan melibatkan berbagai bagian dari dada, kerongkongan, mulut dan saluran hidung menciptakan getaran pada udara di sekelilingnya dan alam jarak yang terbatas daro orang itu, getaran tadi dapat ditangkap oleh gendang suara dalam pendengaran. Melalui gendering pendengaran tersebut diterima oleh otak pendengar. Jika pendengaran dan orang itu termasuk masyarakat bahasa yang sama, pendengaran dapat memberi respon  ekapada dan mengerti getaran atau bunyi itu. Kajian fonetik artikulatoris, wicara bias dikaji teruatam sebagai aktivitas penutur berkenaan dengan alat-alat artikulatoris an proses yang terlibat dalam aktivitas itu.&lt;br /&gt;Fonem vokal bahasa Jawa berjumlah enam buah yaitu /i, e, ә, a, u o/. berdasarkan ketinggian lidah pada waktu pengucapannya, keenam fonem vocal tinggi /i, u/; madya e/, ә, o/; dan rendah /a/ berdasarkan bagian lidah yang bergerak waktu diucapkan, fonem vocal dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu vocal depan /i, e/; tengah ә, a/ dan waktu diucapkan, fonem vocal dapat dibagi menjadi empat yaitu vokal tertutup /i, u/; semi tertutup /e, o/; semi terbuka /ә/ dan terbuka /a/. berdasarkan bentuk bibir pada waktu diucapkan fonem vokal dapat dibagi menjadi dua yaitu vokal tak bulat /i.,e, ә,a/ dan bulat /u,o/. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-2798274674248967629?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/2798274674248967629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=2798274674248967629&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/2798274674248967629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/2798274674248967629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2009/07/fonetik-artikulatoris-dalam-bahasa-jawa.html' title='FONETIK ARTIKULATORIS DALAM BAHASA JAWA'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-2836621065286394601</id><published>2009-07-27T10:00:00.000+07:00</published><updated>2009-07-27T10:01:22.342+07:00</updated><title type='text'>Penyusunan Skala Psikologi sebagai Alat Ukur (Tips Penyusunan Penelitian Kuantitatif)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para mahasiswa yang akan menyusun sebuah skala baik dalam bidang psikologi maupun ilmu-ilmu lainnya seperti kedokteran maupun pendidikan, skala akan menentukan bagaimana kelanjutan sebuah penyusunan naskah penelitian yaitu bagian analisa dan pembahasan. Pada akhirnya skala akan membantu anda untuk mendapatkan jawaban dari rumusan masalah dikaitkan dengan data lapangan yang telah anda peroleh. Boleh dibilang skala merupakan ”nyawa” dari sebuah penelitian psikologi karena disinilah merupakan titik tengah yang menetukan apakah proposal dan pembahasan relevan.&lt;br /&gt;Semakin tepat isi skala yang anda susun maka item pertanyaan bisa digunakan sebagai jawaban rumusan permasalahan dalam penelitian. Tapi jika tidak maka skala tidak bisa digunakan sebagai alat ukur yang menjawab rumusan masalah. Pemahaman secara mudah untuk mengukur apakah skala yang anda susun tepat atau tidak maka didasarkan pada relevansi item pada skala dengan jawaban di rumusan permasalahan.&lt;br /&gt;Untuk menyusun skala yang tepat maka anda harus memberikan ketepatan pula dalam teori yang anda gunakan. Artinya suatu skala yang umumnya dicantumkan dalam metode penelitian tidak bisa terlepas dari tinjauan pustaka yang anda susun sebelumnya. Bagaimana pengertiannya? Apa aspeknya? Bentuk, karakteristik dan lain sebagainya. Ke semuanya akan membantu skala yang anda akan susun. Tidaklah mungkin suatu skala disusun tanpa kelengkapan tinjauan pustaka. Semakin lengkap anda menyusun tinjauan pustaka maka semakin mudah anda menyusun skala.&lt;br /&gt;Bila sudah mencapai tahap penyusunan suatu skala, maka anda harus mengerti beberapa karakteristik skala sehingga skala anda akan semakin tepat (Azwar, 1997). Karakteristik tersebut adalah:&lt;br /&gt;1.      Stimulusnya berupa pertanyaan atau pernyataan yang tidak langsung mengungkap atribut yang hendak diukur melainkan mengungkap indikator perilaku dari atribut yang bersangkutan.&lt;br /&gt;2.      Dikarenakan atribut  diungkap secara tidak langsung lewat indikator-indikator perilaku sedangkan indikator perilaku diterjemahkan dalam bentuk aitem-aitem, maka skala psikologi selalu berisi banyak aitem.&lt;br /&gt;3.      Respon subyek tidak diklasifikasi sebagai jawaban ”benar” atau ”salah”. Semua jawaban dapat diterima sepanjang  diberikan secara jujur dan sungguh-sungguh. Hanya saja, jawaban yang berbeda akan di interpretasikan berbeda pula.&lt;br /&gt;Ketidaktepatan suatu skala dalam mengungkapkan jawaban bagi rumusan masalah dapat diungkapkan dalam analisa validitas Validitas adalah seberapa jauh alat ukur dapat mengungkapkan dengan tepat dan dapat menunjukkan dengan sbenarnya gejala-gejala atau bagian dari gejala yang hendak diukur. Suatu alat ukur dapat memiliki validitas tinggi apabila alat tersebut mampu memberikan hasil ukur yang sesuai dengan tujuan diadakannya pengukuran pada alat penelitian tersebut (Kerlinger dalam Arikunto, 1989). Beberapa hal yang menyebabkan validitas lemah adalah  :&lt;br /&gt;1.       identifikasi kawasan ukur yang tidak jelas&lt;br /&gt;2.      operasionalisasi konsep yang tidak tepat&lt;br /&gt;3.      penulisan aitem yang tidak mengikuti kaidah&lt;br /&gt;4.      administrasi skala yang tidak berhati-hati yang berarti tampilan skala, kondisi subjek,  kondisi testing&lt;br /&gt;5.      pemberian skor yang tidak cermat&lt;br /&gt;6.      interprestasi yang keliru &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-2836621065286394601?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/2836621065286394601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=2836621065286394601&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/2836621065286394601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/2836621065286394601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2009/07/penyusunan-skala-psikologi-sebagai-alat.html' title='Penyusunan Skala Psikologi sebagai Alat Ukur (Tips Penyusunan Penelitian Kuantitatif)'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-4107330623205956263</id><published>2009-07-27T09:58:00.000+07:00</published><updated>2009-07-27T09:59:39.475+07:00</updated><title type='text'>IKONISASI DALAM LINGUISTIK</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Ikonitas (iconity) adalah perihal ikon. Kata ikon berasal dari bahasa Latin yaitu icon yang berarti arca atau patung (Prent. 1969) atau gambar atau patung yang menyerupai contohnya (Verhoeven. 1969). Kata ikon selanjutnya dipakai oleh Pierrce sebagai istilah semiotika yaitu untuk menyebut tanda yang penandanya memiliki hubungan kemiripan dengan obyek yang diacunya. Kata ikon kemudian dipakai dalam linguistik dengan arti  “to refer to signals mhose physical form closely correspondens to characteristic to which they refers” (Crystal. 1980) yang dapat iartikan sebagai untuk menyebut tanda yang bentuknya fisiknya memiliki kaitan yang erat dengan sifat khas dari apa yang diacunya (Sudaryanto, 1989).&lt;br /&gt; Kaitan erat yang dimaksud dalam definisi tersebut adalah kemiripan (resemblance) atau mencerminkan (to reflect) dan apa yang dimaksud dengan apa yang diacunya adalah realitas (reality) (Haiman, 1985), isi tuturan atau isi wicara (content) (Sudaryanto, 1995) atau situasi (situation) (Verhaar, 1977). Dengan demikian pengertian ikon dalam linguistik dapat dirumuskan dengan lebih tegas yaitu satuan lingual yang bentuknya mirip dengan realitas yang diacunya atau satuan lingual yang bentuknya mencerminkan realitas yang diacunya.&lt;br /&gt;Agar pengertian ikon lebih jelas lagi maka konsep “realitas” dan konsep ”mirip” atau ”mencerminkan” akan diuraikan lebih lanjut.pengertian realitas yang terkandung dalam ikon tidak sama dengan pengertian relitas yang dikemukakan oleh Chomsky. Pengertian realitas yang dimaksud oleh Chomsky semata-mata mengacu pada konsep dalam pikiran yang tidak ada kaitannya dengan dunia nyata yang berada di luar pikiran. Chomsky (1981) menyatakan bahwa “our interpretation of the world is based in part on representational system that derive from the structure of the mind it self and do not mirror in any direction the form of things in external world....”. pengertian realitas yang dikemukakan oleh Chomsky terlalu rasionalistic atau subjektif sehingga menihilkan realitas diluar pikiran manusia.&lt;br /&gt;Pengertian realitas dalam ikon juga tidak sama dengan pengertian petanda yang dikemukakan oleh Saussure. Petanda, menurut Saussure adalah konsep (concept) yang bersama-sama penanda yang merupakan citra akustis (image acoustique) membentuk tanda bahasa (Saussure.1988). Dengan demikian pengertian petanda menurut  Saussure sama dengan pengertian realitas menurut Chpmsky, yaitu semata-mata konsep dalam pikiran manusia yang tidak ada kaitannya dengan dunia nyata. Lebih-lebih Saussure memiliki pandangan bahwa dunia penanda dan dunia petanda di satu pihak dan dunia nyata di pihak lain masing-masing bersifat otonom.&lt;br /&gt;Chomsky dan Saussure sama-sama memandang bawa bahasa itu bersifat diadis (dyadic) yaitu hanya merupakan perpduan unsur-unsur internalnya (bentuk dan makna) dan tidak memiliki kaitan apapun dengan unsur ekstenalnya yang disebut realitas. Hal ini berbeda dengan pandangan terhadap bahasa yang terkandun dalam konsep ikon. Dalam konsep ikon terkandung pemahaman bahwa bahasa itu bersifat triadik (triadic) yaitu bahasa merupakan relasi, makna dan realitas.&lt;br /&gt;Van Peursen (1990) mengemukakan bahwa realitas bukanlah benda keras yang diambil dari tanah. Ini berarti bahwa yang disebut realitas bukan semata suatu benda konkret, melainkan juga sesuatu yang bastrak. Realitas mencakup sesuatu yang ada di luar pikiran dan sesuatu yang ada di dalam pikiran. Realitas mencakup apa yang disebut realitas material dan realitas substansial (Sudaryanto. 1995). Dalam hal ini realitas juga mencakup apa yang disebut dengan realitas objektif dan realitas subjektif atau realitas transendens dan realitas transcendental (Van Peursen. 1990).&lt;br /&gt;Realitas memang aspek eksternal bahasa, tapi hal itu tidak dapat dipisahkan dari realitas subjektif. Hal ini disebabkan proses penyerapan terhadap sesuatu al harus melalui konseptualisasi atau referensi menurut Odgen dan Richard (1989) atau subjeketifikasi menurut Langacker (1990). Karena demikian bentuk lingual yang mencerminkan realitas objektif tentu juga mencerminkan realitas subjektif, tetapi bentuk lingual yang mencerminkan realitas subjektif tidak tentu mencerminkan relitas objektif. Atau dasar hal tersebut, bentuk lingual yang mencerminkan realitas dapat dibedakan dua macam, yaitu (i) bentuk lingual yang mencerminkan realitas objektif (yang sekaligus mencerminkan realitas subjektif) dan (ii) bentuk lingual yang mencermikan realitas subjektif semata-mata. Ke dua macam bentuk lingual jenis pertama yang mencerminkan realitas objektif (yang sekaligus mencerminkan realitas subjektif) dengan sendirinya lebih ikonis daripada bentuk lingual jenis kedua, yang hanya mencerminkan realitas subjektif. Dalam hal ini, sifat ikonis bentuk lingual lantas tidak bersifat bier atau diskret, melainkan bersifat rentangan atau derajat.&lt;br /&gt;Kemudian kata mirip atau mencerminkan dalam ikon berarti bahwa bentul lingia; dan realitas yang digambarkan harus persis sama dan sempurna. Menurut Haiman (1985) tidak ada ikon yang sempurna. Ikon cenderung mereduksi dan menyerdahanakan realitas yang digambarkan. Di samping itu bukan semata-mata kopi dari realitas. Bahasa juga merupakan hasil dari kreatifitas pemiliknya dalam menggambarkan realitas (Simone. 1995)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-4107330623205956263?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/4107330623205956263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=4107330623205956263&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/4107330623205956263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/4107330623205956263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2009/07/ikonisasi-dalam-linguistik.html' title='IKONISASI DALAM LINGUISTIK'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-2760536906798653426</id><published>2009-07-27T09:56:00.001+07:00</published><updated>2009-07-27T09:56:55.059+07:00</updated><title type='text'>PENELITIAN EKSPERIMEN SERTA PENELITIAN SEPERTI EKSPERIMEN</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Penelitian eksperimen adalah observasi objektif terhadap suatu fenomena yang dibuat agar terjadi  dalam suatu kondisi yang terkontrol ketat, dimana satu atau lebih factor divariasikan dan factor lain yang dibuat constan.  Terdapat  tiga syarat utama yaitu manipulasi, kontrol dan randomisasi.Secara singkat, maka dapat dikatakan bahwa penelitian eksperimen dimana minimal salah satu variable dimanipulasi untuk mempelajari hubungan sebab-akibat.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5472082913571358810#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Sedangkan pengertian dari manipulasi sendiri adalah memberikan perlakuan atau mengkondisikan keadaan/kejadian yang berbeda dalam subjek penelitian.&lt;br /&gt;Apa yang terjadi apabila suatu penelitian membutuhkan desain eksperimental namun kondisinya tidak bisa dikontrol. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya penelitian seperti eksperimen. Berikut merupakan desain penelitian seperti penelitian seperti eksperimen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     Eksperimen Kuasi (Quasi Experiment)&lt;br /&gt;Ekperimen Kuasi bukan merupakan eksperimen murni tetapi seperti murni. Eksperimen ini disebut juga dengan metode semu.. Eksperimen kuasi bisa saja digunakan apabila minimal dapat mengatur hanya satu variable saja meskipun dalam bentuk matching, atau memasangkan/menjodohkan karakteristik, kalau bisa random lebih baik. &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5472082913571358810#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Metode ini masih menggunakan kelompok kontrol seperti metode eksperimen namun tidak menggunakan pengambilan kelompok secara acak namun berpasangan&lt;br /&gt;Keunggulan dari metode ini adalah dapat dilaksanakan bahkan di penelitian yang berlangsung dalam kondisi dimana pengontrolan terhadap variabel sangat sulit sehingga kemungkinan sukar untuk melakukan eksperimen murni  Sementara kelemahan dari metode ini adalah adanya pengontrolan variable yang lemah menyebabkan karakteristik dalam satu kelompok perlakuan tidak bisa dibuat sama atau disamakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.     Eksperimen Lemah atau Pra eksperimen&lt;br /&gt;Eksperimen lemah atau pra eksperimen adalah penelitian yang tidak menggunakan sama sekali penyamaan karakteristik (random) dan tidak ada pengontrolan variabel. Dalam model desain penelitian ini maka kelompok tidak diambil secara acak atau berpasangan, tidak ada kelompok pembanding tapi diberi tes awal dan tes akhir.&lt;br /&gt;Desain metode ini paling lemah maka tidak disarankan untuk digunakan dalam penelitian ilmih setingkat skripsi, tesis maupun disertasi tapi masih boleh digunakan dalam penelitian latihan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.     Eksperimen Subjek Tunggal&lt;br /&gt;Dalam eksperimen subjek tunggal maka eksperimen dilakukan terhadap subejk tunggal dengan menggunakan variasi bentuk murni, kuasi dan lemah. Perbedaan antar kelompok dihitung berdasarkan skor rata-rata antar kelompok tersebut. Pendekatan dasar dalam eksperimen subjek tunggal adalah meneliti individu dalam kondisi tanpa perlakuan dan kemudian dengan perlakuan dan akibatnya terhadap variabel akibat diukur dalam kedua kondisi tersebut. Agar memiliki validitas internal yang tinggi maka desain tersebut harus memperhatikan pengukuran yang ajeg, berulang-ulang, adanya deskripsi kondisi, garis dasar, kondisi perlakuan, rentang dan stabilitas yang relatif sama serta variabel yang diubah hanya satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5472082913571358810#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Liche Seniati, Aries Yulianto, Bernadette N Setiadi, Psikologi Eksperimen, Penerbit Indeks, Jakarta, 2005&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5472082913571358810#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-2760536906798653426?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/2760536906798653426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=2760536906798653426&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/2760536906798653426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/2760536906798653426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2009/07/penelitian-eksperimen-serta-penelitian.html' title='PENELITIAN EKSPERIMEN SERTA PENELITIAN SEPERTI EKSPERIMEN'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-2091052940478656208</id><published>2009-07-27T09:51:00.000+07:00</published><updated>2009-07-27T09:53:27.305+07:00</updated><title type='text'>TEORI UMUM DALAM KEBIJAKAN POLITIK</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan politik adalah segala sesuatu hasil keputusan baik berupa dalam sistem. Kebijakan selalu berhubungan dengan keputusan-keputusan pemerintah yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat melalui instrument-instrumen kebijakan yang dimiliki oleh pemerintah berupa hukum, pelayanan, transfer dana, pajak dan anggaran-anggaran serta memiliki arahan-arahan yang bersifat otoritatif untuk melaksanakan tindakan-tindakan pemerintahan di dalam yurisdiksi nasional, regional, unisipal, dan local.&lt;br /&gt;Teori Sistem Politik&lt;br /&gt;Kebijakan publik dipandang sebagai respons sistem politik terhadap tuntutan yang muncul dari lingkungannya. Oleh karenanya teori ini digunakan untuk menganalisa perubahan dalam suatu sistem politik yang kemudian akan menghasilkan kebijakan yang berbeda. Perlu digaris bawahi bahwa sistem politik memuat mengenai pergantian kepimpinan namun tidak secara mendetail. Bagi kasus yang lebih menganalisa perubahan kebijakan pergantian kepimpinan lebih baik menggunakan teori rational choice.&lt;br /&gt;a)       Sistem politik terdiri atas institusi dan aktivitas yang saling berkaitan dalam masyarakat yangmembuat alokasi otoritatif dari nilai-nilai yang mengikat masyarakat&lt;br /&gt;b)      Inputs ke dalam sistem politik berasal dari lingkungan dan terdiri atas tuntutan (demands) dan dukungan (supports).&lt;br /&gt;c)       Outputs dari sistem politik mencakup undang-undang, aturan, keputusan  pengadilan dan lain-lain.&lt;br /&gt;d)      Feedbacks menunjukkan bahwa outputs atau kebijakan publik yang dibuat pada satu saat tertentu pada gilirannya dapat mengubah lingkungan dan tuntutan yang akan muncul berikutnya, dan juga, karakter sistem politik itu sendiri.&lt;br /&gt;Teori Kelompok (Group Theory)&lt;br /&gt;Teori kelompok digunakan untuk menjelaskan pengaruh suatu kelompok terhadap proses perubahan kebijakan. Hal ini bisa diterapkan misalkan pada kelompok teknokrat, siloviki ataupun liberalis di negara Rusia yang pada akhirnya akan mempengaruhi kebijakan baik dalam maupun luar negeri. Ataupun pada kasus keompok masyarakat cocaleros yang mendukung calon presiden Bolivia.&lt;br /&gt;a)       Kebijakan publik merupakan produk dari perjuangan kelompok.&lt;br /&gt;b)      Interaksi dan perjuangan antara kelompok-kelompok adalah kenyataan sentral dari kehidupan politik.&lt;br /&gt;c)       Kelompok adalah sekumpulan orang yang mungkin, atas dasar sikap atau kepentingan yang sama, membuat klaim terhadap kelompok lain dalam masyarakat. Kelompok menjadi kelompok kepentingan manakala ia membuat klaim melalui atau terhadap setiap institusi pemerintah.&lt;br /&gt;d)      Konsep utama dalam teori kelompok adalah akses.&lt;br /&gt;Teori Elit (Elite Theory)&lt;br /&gt;Secara spesifik, teori ini menjadi bagian dari teori kelompok yang ada diatas. Namun teori ini hanya mengkhususkan membahas suatu kelompok masyarakat yang telah lama memegang kekuasaan di suatu negara. Misalkan kelompok masyarakat kelas atas yang memegang kekuasaan di negara Venezuela hingga akhirnya digantikan oleh kebijakan Presiden Hugo Chavez.&lt;br /&gt;a)       Kebijakan publik dipandang sebagai pencerminan nilai dan preferensi elite yang berkuasa.&lt;br /&gt;b)      Masyarakat terbagi atas sedikit orang yang mempunyai power dan massa yang tidak mempunyai power.&lt;br /&gt;c)       Elite berasal dari lapisan masyarakat dengan tingkat sosial-ekonomi tinggi. Perpindahan non-elite ke posisi elite harus lambat dan terus menerus untuk memelihara stabilitas dan menghindari revolusi.&lt;br /&gt;d)      Elite mempunyai konsensus terhadap nilai-nilai dasar dari sistem sosial dan pelestarian sistem.&lt;br /&gt;e)       Perubahan dalam kebijakan publik akan bersifat inkremental.&lt;br /&gt;f)        Elite mempengaruhi massa lebih banyak daripada massa mempengaruhi elite.&lt;br /&gt;Institutionalism&lt;br /&gt;Teori ini juga menjadi bagian dari teori kelompok, namun seperti halnya teori elit maka teori institusionalism lebih mengkhususkan kepada institusi yang berpengaruh terhadap proses kebijakan. Perbedaan dengan teori elit adalah teori elit membahas klompok masyarakat sementar isntitusionalis membahas organisasi pemerintah. &lt;br /&gt;a)       Kebijakan publik ditentukan secara otoritatif dan pada awalnya dilaksanakan oleh institusi pemerintah.&lt;br /&gt;b)      Terpusat pada pemaparan aspek-aspek formal dan legal dari institusi pemerintah: organisasi formal, kekuasaan hukum, aturan prosedural, dan fungsi atau aktivitas.&lt;br /&gt;Teori Pilihan Rasional (Rational Choice Theory)&lt;br /&gt;• Kebijakan publik sebagai keputusan dari aktor politik yang bertindak rasional untuk memaksimalkan kepuasan mereka (rational utility maximizer).&lt;br /&gt;• Aktor politik dipandu oleh kepentingan pribadi dalam memilih rangkaian tindakan untuk kemanfaatan terbaik bagi dirinya, misalkan :&lt;br /&gt;(1) Pemilih memberikan suara untuk partai dan kandidat yang terbaik memenuhi kepentingannya,&lt;br /&gt;• Self interest birokrasi mengarahkan mereka untuk memaksimalkan budget&lt;br /&gt;instansinya karena budget yang lebih besar merupakan sumber power, prestige, perks, dan high salary.&lt;br /&gt;Keseluruhn penjabaran diatas sebenarnya tidak menutup kemungkinan untuk menggabungkan dengan teori yang sudah dibahas diatas atau dengan teori lain yang ada. Hal ini berfungsi untuk memberikan pembatasan yang jelas mengenai variabel yang akan anda gunakan dalam pembahasan. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-2091052940478656208?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/2091052940478656208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=2091052940478656208&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/2091052940478656208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/2091052940478656208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2009/07/teori-umum-dalam-kebijakan-politik.html' title='TEORI UMUM DALAM KEBIJAKAN POLITIK'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-9067138808109668986</id><published>2009-07-27T09:41:00.000+07:00</published><updated>2009-07-27T09:51:33.346+07:00</updated><title type='text'>KOMUNIKASI; ANALISA ISI SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF ANALISIS MEDIA</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Analisis isi merupakan analisa yang dioperasikan oleh seperangkat kategori-kategori konseptual yang berkaitan dengan isi media dan secara kuantitatif menghitung ada atau tidaknya kategori tersebut dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5472082913571358810#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Pendekatan dasar untuk menerapkan teknik ini adalah (1) memilih contoh (sample) atau keseluruhan isi. (2) menetapkan kerangka teori acuan eksternal yang relevan dengan tujuan pengkajian, (3) memilih satuan analisi isi (kata, kalimat, alinea, kisah, gambar, urutan dan sebagainya (4) menyesuaikan isi dengan kerangka teori per satuan unit yang dipilih (5) mengungkapkan hasil sebagai distribusi menyeluruh dari semua satuan atau per contoh dalam hubungannya dengan frekuensi keterjadian hal-hal yang dicari untuk acuan.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5472082913571358810#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Secara singkat maka prosedurnya di dasarkan atas dua asumsi utama yaitu hubungan antara objek acuan eksternal dan acuannya dalam teks akan cukup jelas dan tidak mendua dan bahwa frekuensi perwujudan acuan yang terpilih secara sahih akan mengungkapkan ”arti” utama teks secara objektif.&lt;br /&gt;Analisa isi pada perkembangannya tidak cukup digunakan untuk menekankan isi pesan sebagai area terpenting dalam analisis ilmu-ilmu sosial. Oleh karenanya analisa isi secara kuantitatif seperti ini dianggap sebagai cara tradisional dan berkembang menjadi ilmu analisa wacana, analisis semiotik dan analisis framing. Kelebihan dari analisa isi adalah mampu menyajikan secara lebih sistematis, kuantitatif dan deskriptis sementara kekurangannya tidak mampu menganalisa lekak-lekuk teks secara lebih detail. Dengan kata lain, analisis isi memiliki keterbatasan untuk menganalisis isi pesan apalagi sampai ke tingkat ideologis, padahal pesan dalam sebuah media terlebih media massa merupakan bangunan yang dibentuk dari struktur bahasa yang terdiri dari lambang-lambang (sign) dan berfungsi menyampaikan pesan dari si pengirim pesan melalui penerima pesan. Kurang lebih bisa dikatakan bahwa pesan dapat dianalisa melalui alat penghantarnya yaitu struktur tanda itu sendiri.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Jadi tips dalam penelitian analisa isi sebenarnya adalah: Pertama, menentukan tema yang ingin diangkat. Misalkan analisa isi peristiwa (.....) dalam media (......)  dari tanggal (......) degan kerangka (.....). Kedua, tentukan kategorisasi. Umumnya kategorisasi menggabungkan antara teori dan data yang tersedia. Jadi setelah tema ditentukan sesegera mungkin anda juga menyediakan data. Jangan setelah proposal selesai baru anda mencari data. Hal ini akan jauh lebih mempermudah anda karena dalam pelaksanaan penelitian maka tidak akan mungkin kategorisasi dalam tipe yang tidak ada. &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5472082913571358810#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Listiorini, Dina, 1999. Mengembangkan Ilmu Komunikasi Melalui Semiotika dalam Abrar, Ana Nadya. Membangun Ilmu Komunikasi dan Sosiologi, Yogyakarta, Universitas Atmajaya Yogyakarta; hlm 257-264&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5472082913571358810#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; McQuail, Denis, 1991. Teori Komunikasi Massa, Suatu Pengantar. Edisi Ke Dua. Alih Bahasa Agus Dharmawan dan Amiruddin, Jakarta; Penerbit Erlangga&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5472082913571358810#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Wimmer, Roger D &amp;amp; Joseph.R.Dominick, 1997, Mass Media Research: An Introduction., MA: Wadsworth, Belmont USA&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5472082913571358810#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; “Analisis Isi Berita Media Cetak Kampanye Presiden Mengenai Lingkungan”, Penelitian Institut Studi Arus Informasi (ISAI)/Koalisi Media untuk Pemilu Bebas dan Adil, Jakarta, 2004&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-9067138808109668986?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/9067138808109668986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=9067138808109668986&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/9067138808109668986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/9067138808109668986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2009/07/komunikasi-analisa-isi-sebagai-salah.html' title='KOMUNIKASI; ANALISA ISI SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF ANALISIS MEDIA'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-6640783533008975765</id><published>2009-01-29T13:11:00.000+07:00</published><updated>2009-06-10T04:53:26.064+07:00</updated><title type='text'>KONSULTASI SKRIPSI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TEMPAT KONSULTASI-BIMBINGAN-BANTUAN-PENYUSUNAN ANALISIS SKRIPSI, TESIS, TUGAS AKHIR DAN OLAH DATA SECARA ONLINE MAUPUN OFFLINE/TATAP MUKA/KETEMU LANGSUNG | Fakultas Tehnik, Fakultas Hukum [Perdata,Pidana,Dagang,Bisnis], Ekonomi, Ilmu Sosial dan Politik, Ilmu Pemerintahan, Psikologi, Ilmu Pendidikan, Sosial Budaya, Iesp, Manajemen, Kehutanan, Sastra, Kedokteran, Farmasi, Filsafat, Pertanian, Peternakan, Geografi, Biologi, MIPA, D3, S1,S2,S3 | Judul-Kumpulan-Skripsi-skripsi-Tesis-tesis hanya di&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;www.skripsi-konsultasi.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Konsultasi dalam penyusunan berbagai karya penelitian, Skripsi, thesis, desertasi, dari berbagai strata pendidikan. Selain itu kami juga melakukan riset ataupun pendampingan riset, penerjemahan bahasa asing dan pelatihan statistik .&lt;br /&gt;Kresna Konsultan merupakan lembaga yang bergerak dalam jasa untuk membantu mahasiswa ketika melakukan penyusunan skripsi serta berbagai jenis karya penelitian lainnya&lt;br /&gt;Penelitian eksperimen adalah observasi objektif terhadap suatu fenomena yang dibuat agar terjadi dalam suatu kondisi yang terkontrol ketat, dimana satu atau lebih factor divariasikan dan factor lain yang dibuat constan. Terdapat tiga syarat utama yaitu manipulasi, kontrol dan randomisasi.Secara singkat, maka dapat dikatakan bahwa penelitian eksperimen dimana minimal salah satu variable dimanipulasi untuk mempelajari hubungan sebab-akibat.1 Sedangkan pengertian dari manipulasi sendiri adalah memberikan perlakuan atau mengkondisikan keadaan/kejadian yang berbeda dalam subjek penelitian.&lt;br /&gt;Apa yang terjadi apabila suatu penelitian membutuhkan desain eksperimental namun kondisinya tidak bisa dikontrol. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya penelitian seperti eksperimen&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="color: rgb(51, 0, 51); text-align: justify;" class="title"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apakah menggunakan jasa konsultan skripsi sama dengan plagiat&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);" lang="SV"&gt;Bila plagiat disini dijadikan bagian dari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pembajakan hak intelektual maka kami dengan berbangga hati mengatakan bahwa kami tidak melakukan plagiat. Banyak pihak yang menyatakan bahwa jasa konsultasi skripsi merupakan plagiat atau apapun yang menunjukkan bahwa kami hanya melakukan ”copy paste”. Jika Kresna Konsultan memang melakukan hal tersebut maka kami tidak akan menyediakan sesi konsultasi sampai mahasiswa yang dibimbing mengerti baik ide maupun cara penyusunan. Baik dari ide maupun cara penyusunan, masing-masing kami sesuaikan dengan kondisi mahasiswa. Kami tidak melakukan penyediaan copy skripsi. Setiap mahasiswa yang melakukan konsultasi dengan Kresna Konsultan, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kami jamin kerahasiaanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="entry"&gt;      &lt;p&gt;Skripsi/tesis/disertasi merupakan upaya untuk menuangkan ide tentang masalah berkaitan dengan ilmu yang anda pelajari dalam sebuah karya penulisan. Jadi penilaian dosen pembimbing umumnya berkisar antara ide, proses, tulisan dan cara membawakan ide serta tulisan baik ketika seminar maupun ujian akhir.&lt;br /&gt;1 Menentukan judul sesuai dengan kemampuan&lt;br /&gt;Judul disini bisa diartikan sebagai ide yang mendasari seluruh penulisan skripsi yang anda buat. Ini penting karena umumnya mahasiswa yang saya temui ketika melakukan konsultasi skripsi menemui hambatan karena ketidakmampuan memprediksi sejauh mana kemampuan yang dimiliki. Kemampuan tersebut tidak hanya sumber daya manusianya atau istilah kasarnya kemampuan akademis namun juga kemampuan financial serta waktu. Kemampuan tersebut bisa juga dipengaruhi oleh adanya faktor lain misalkan referensi, alat penunjang dan lain sebagainya. Tidak usah termakan omongan orang bahwa judul anda dianggap gampangan karena belum tentu judul yang gampangan tersebut didalam analisisnya juga gampangan. Hal paling penting ya itu tadi ide, proses cara penulisan, dan cara anda membawakan dalam seminar serta ujian akhir. Banyak judul yang kelihatannya susah namun karena keterbatasan mahasiswa sendiri akhirnya berhenti di tengah jalan atau analisisnya ngawur.&lt;br /&gt;2 Banyak membaca referensi&lt;br /&gt;Selain untuk penyusunan, referensi juga diperlukan bagi anda untuk membangun argumen. Hal ini pula yang mendasari point pertama tentang bagaimana referensi bisa mempengaruhi judul, menentukan kerangka teori/tinjauan pustaka, analisis data serta pembahasan. Semakin banyak referensi yang anda baca maka semakin mudah anda menyusun skripsi. Referensi tidak hanya terbatas pada buku namun juga penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya bahkan koran, majalah atau melalui internet bisa menjadi alternatif anda mendapatkan referensi.&lt;br /&gt;3 Ketepatan penyusunan isi sesuai dengan bagian-bagian dalam skripsi.&lt;br /&gt;Ketidaktepatan penyusunan merupakan salah satu contoh kesalahan yang jamak dilakukan oleh mahasiswa ketika menulis skripsi. Ini didasari oleh kebingungan mahasiswa terhadap apa yang harus disajikan di tiap bagian&lt;/p&gt;  skripsi. Meskipun dari masing-masing universitas atau fakultas menyediakan buku tuntunan, namun masih banyak saya jumpai kesulitan mahasiswa untuk melakukan penyusunan skripsi ketika melakukan konsultasi. Misal dalam bagian latar belakang masalah maka mahasiswa tidak mengetahui bahwa yang disajikan dalam bagian tersebut adalah apa yang mendasari hingga munculnya masalah/ide yang anda akan angkat. Atau dalam rumusan masalah maka merupakan pertanyaan mendasar dari keseluruhan skripsi. Ini merupakan penjelasan-penjelasan dari setiap bagian skripsi dari pengalaman saya ketika melakukan konsultasi (sementara untuk format penyusunan disesuaikan dengan masing-masing fakultas dan universitas):&lt;br /&gt;- Judul merupakan gambaran tentang ide yang anda akan tuangkan dalam skripsi.&lt;br /&gt;- Latar belakang masalah berisikan tentang apa yang mendasari anda sehingga mengangkat ide tersebut&lt;br /&gt;- Rumusan masalah merupakan pertanyaan tentang ide yang anda angkat dalam skripsi.&lt;br /&gt;- Kerangka teori/tinjauan pustaka merupakan penjelasan mengenai definisi, aspek, dimensi, serta indikasi tentang variabel yang anda gunakan&lt;br /&gt;- Metode penelitian merupakan alat yang digunakan untuk menjelaskan membantu bagaimana hubungan antar variabel.&lt;br /&gt;- Analisa data merupakan penjelasan mengenai penyajian data beserta hasil hubungan tersebut. Apakah sesuai dengan hipotesa atau justru ditolak. Penolakan atau penerimaan tersebut kemudian dikaji dari kerangka teori atau tinjauan pustaka&lt;br /&gt;- Kesimpulan berisikan jawaban akhir dari rumusan masalah&lt;br /&gt;Selain ketepatan apa yang anda akan tulis pada setiap bagian, maka ketidaktepatan alat analisa, saya juga sering jumpai ketika melakukan konsultasi. Alat analisa atau disebut juga dengan metode analisis data, dimana digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel. Sementara dari hubungan variabel ini akan menunjukkan hipotesa anda, apakah diterima atau ditolak. Misalkan hubungan antar variabel dalam penelitian anda apakah diuji dalam penelitian kuantitaif atau kualitatif. Kemudian berbentuk pengaruh atau hubungan. Ini perlu didefinisikan dengan jelas sehingga hipotesa anda akan terjawab.&lt;br /&gt;2 Membangun mood untuk mengerjakan skripsi&lt;br /&gt;Buat jadwal yang memuat target anda untuk dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dan patuhi. Ingat bahwa penilaian dosen juga tergantung kedisiplinan anda dalam proses untuk menyusun skripsi. Banyak cara bisa anda lakukan namun saya umumnya menyarankan mahasiswa untuk “curhat” dengan teman yang sama-sama sedang melakukan penulisan skripsi.&lt;br /&gt;3 Menghadapi Dosen Pembimbing&lt;br /&gt;Masing-masing dosen pembimbing mempunyai karateristik. Karateristik dosen ini akan antara lain akan mempengaruhi bagaimana bentuk penulisan. Mungkin saja yang anda tulis ketika menyusun skripsi ternyata bagi dosen dianggap tidak sesuai karena cara penulisan anda berbeda dengan apa yang dipahami oleh dosen. Atau dosen berkeinginan konsultasi hanya dilakukan pada jam serta waktu tertentu karena kesibukan.&lt;br /&gt;Tidak ada dosen yang “susah”, killer, dsb karena yang ada adalah anda belum memahami karakter si dosen&lt;br /&gt;Seringkali, selama saya menjadi konsultan jurusan Ilmu Hubungan Internasional menemukan banyak mahasiswa yang kesulitan dalam menentukan tema penelitian. Atau kadang kala menentukan sampai seberapa besar cakupan analisa. Hal ini sangat penting karena dengan menentukan tema atau judul yang sesuai dengan tingkatan analisa tepat maka anda akan lebih mudah menentukan rumusan masalah dan pembatasan penelitian. Jadi, sebenarnya untuk menentukan judul dalam ilmu Hubungan Internasional tidaklah sesulit yang mahasiswa bayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut merupakan langkah yang harus anda lakukan ketika memilih tema atau judul kajian ilmu Hubungan Internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1.      Bagaimana untuk mendapatkan judul yang sesuai dalam ilmu Hubungan Politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan judul atau tema skripsi ilmu Hubungan Internasional maka saya sarankan anda harus membaca banyak referensi. Banyak referensi, tidak berarti tidak harus bersumber pada buku-buku atau jurnal yang membahas ilmu politik. Saya seringkali menemukan judul ilmu Hubungan Internasional yang kemudian saya angkat menjadi skripsi ketika membaca majalah-majalah seperti National Geography atau bahkan majalah wanita seperti Femina. Anda harus menyadari bahwa ilmu politik seperti ilmu Hubungan Internasional, dan ilmu-ilmu lainnya mempunyai keterkaitan. Jadi bisa saja, artikel yang membahas lingkungan hidup namun juga mempunyai muatan ilmu politik kalau anda cukup teliti untuk menangkap ide ini. Jadi, jangan mengkotakkan diri anda dalam sebuah ilmu yang anda pelajari selama kuliah saja. Banyak membaca berarti anda memperluas wawasan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kedua untuk mencari ide judul skripsi adalah sharing dengan teman, atau dosen anda. Percakapan dengan teman yang anda lewatkan di kantin ataupun ketika dosen menyampaikan materi kuliah, terus keluar ide dan anda menangkapnya. Jadilah sebuah judul skripsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penerimaan judul biasanya ditentukan dari kebaruan dan kesulitan mengenai objek yang diteliti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Menentukan Wilayah Perilaku berpolitik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat bahwa ilmu Hubungan Internasional adalah bagian dari ilmu Politik. Jadi untuk mencari kajian apa dan bagaimana ilmu Hubungan Internasional maka dapat dikembalikan dalam esensi dari ilmu Politik itu sendiri. Jadi tema atau judul dalam ilmu Hubungan Internasional dapat di dasarkan pada kajian-kajian wilayah ilmu Politik. Ilmu Politik sendiri bersumber dari kajian yang memahami bagaimana keputusan-keputusan atau kebijakan otoratif dan sah dibuat dan dilaksanakan dalam suatu masyarakat (David Easton, 1957). Baik input, output maupun lingkungan; ke semuanya membentuk sistem yang saling terkait dan saling mempengaruhi (Mohtar Mas’oed 2001)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan bagan diatas maka kita dapat meletakkan topik tersebut di dalam wilayah proses input, output (kebijakan), maupun lingkungan. Berikut merupakan berbagai contoh tema yang dapat diangkat dalam menganalisa Hubungan Internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Input&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk input dalam ilmu politik dibedakan menjadi dua yaitu tuntutan dan dukungan. Input dalam tuntutan disebabkan adanya ketidakpuasan atas`pemenuhan kepentingan yang terjadi dalam masyarakat, dengan demikian timbulnya input berupa dukungan disebabkan oleh adanya kepuasaan atas kepentingan yang terjadi dalam masyarakat. Namun bisa jadi input dukungan tersebut merupakan upaya untuk melanggengkan pemenuhan kepentingan. Tuntutan maupun dukungan tersebut dapat upaya untuk mendapatkan atau melanggengkan posisi status, prestise dan kekuasaan dalam sebagian ataupun keseluruhan masyarakat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Output&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Output dalam suatu sistem politik secara khas disebut dengan kebijakan. Jadi secara meluas, tema yang dapat diangkat dalam wilayah output adalah jalannya pelaksanaan, keefektifan serta implikasi kebijakan tersebut dalam struktur masyarakat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menciptakan proses dimana sistem tersebut berjalan maka dibutuhkan adanya lingkungan. Lingkungan dalam ilmu politik merupakan suatu penggambaran secara sistematik dari setiap bagian masyarakat yaitu baik struktur maupun fungsi dari masyarakat. Lingkungan ini dapat berupa lingkungan internal atapun eksternal. Tema inilah yang paling banyak tidak dicermati mahasiswa sebagai tema dalam penelitian ilmu Hubungan Internasional padahal banyak bidang yang bisa dikaji, misalkan kebudayaan masyarakat setempat ataupun perbedaan kelembagaan negara yang mempengaruhi dalam perilaku berpolitik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke semua bagian dalam sistem politik akan seperti yang diuraikan di atas dapat menjadi dasar kegiatan politik apa yang anda angkat sebagai judul skripsi ilmu Hubungan Internasional. Hal ini akan membantu anda dalam menentukan kegiatan politik mana yang akan dijadikan sebagai dasar judul dalam kajian ilmu Hubungan Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      3. Menentukan Tingkatan Analisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah berikutnya adalah menentukan tingkatan analisa. Untuk langkah ini maka kita dapat membagi berdasarkan tingkatan mana yang paling mempengaruhi dan dipengaruhi dari kebijakan tersebut. Untuk itu, tingkatan analisa menurut Mohtar Masoed umumnya dibagi menjadi tingkatan aktor, kelompok kepentingan dalam masyarakat, negara bangsa dan organisasi supranasional. Hal ini berarti anda tidak bisa terlepas dalam penjelasan di point nomor 1. Kalau anda bicara mengenai kegiatan politik pada wilayah input maka anda meletakkan dasar analisa pada tingkatan di mana paling mempengaruhi kebijakan tersebut. Misalkan kasus kebijakan yang dikeluarkan Hugo Chavez dalam misi Bolivarian di negara Venezuela maka ditimbulkan oleh adanya penggolongan kelas bawah dan atas, maka bila anda menganalisa mengapa kebijakan misi Bolivarian dikeluarkan oleh Hugo Chavez maka anda akan meletakkan analisa masyarakat kelas bawah di Venezuela. Lain halnya jika anda bicara mengenai kaum wanita yang berperan dalam kebangkitan kaum reformis di Iran maka anda cukup meletakkan dasar analisa hanya pada satu kelompok saja, tidak pada keseluruhan masyarakat.&lt;br /&gt;Sedangkan kalau anda meletakkan analisa pada wilayah kegiatan output maka anda meletakkan dasar analisa pada tingkatan mana yang paling dipengaruhi kebijakan tersebut. Kita ambil contoh yang sama yaitu kebijakan dalam misi Bolivarian ternyata paling berpengaruh terhadap kalangan menengah ke atas yang dahulunya menjadi kaum elite politik dan memegang pengelolaan minyak bumi yang selama ini menjadi sumber penghasilan negara. Maka apabila anda menganalisa pengaruh kebijakan misi Bolivarian, anda akan meletakkan tingkat analisa pada kelas atas masyarakat Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-6640783533008975765?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/6640783533008975765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=6640783533008975765&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/6640783533008975765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/6640783533008975765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2009/01/konsultasi-skripsi.html' title='KONSULTASI SKRIPSI'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-562980744678590075</id><published>2008-06-10T19:06:00.001+07:00</published><updated>2008-06-10T19:12:29.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENENTUKAN JUDUL SKRIPSI'/><title type='text'>TIPS DAN TRIK :MENENTUKAN JUDUL SKRIPSI HUBUNGAN INTERNASIONAL</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seringkali, selama saya menjadi konsultan jurusan Ilmu Hubungan Internasional menemukan banyak mahasiswa yang kesulitan dalam menentukan tema penelitian. Atau kadang kala menentukan sampai seberapa besar cakupan analisa. Hal ini sangat penting karena dengan menentukan tema atau judul yang sesuai dengan tingkatan analisa tepat maka anda akan lebih mudah menentukan rumusan masalah dan pembatasan penelitian. Jadi, sebenarnya untuk menentukan judul dalam ilmu Hubungan Internasional tidaklah sesulit yang mahasiswa bayangkan. &lt;br /&gt;Berikut merupakan langkah yang harus anda lakukan ketika memilih tema atau judul kajian ilmu Hubungan Internasional&lt;br /&gt;A.Bagaimana untuk mendapatkan judul yang sesuai dalam ilmu Hubungan Politik. &lt;br /&gt;Untuk mendapatkan judul atau tema skripsi ilmu Hubungan Internasional maka saya sarankan anda harus membaca banyak referensi. Banyak referensi, tidak berarti tidak harus bersumber pada buku-buku atau jurnal yang membahas ilmu politik. Saya seringkali menemukan judul ilmu Hubungan Internasional yang kemudian saya angkat menjadi skripsi ketika membaca majalah-majalah seperti National Geography atau bahkan majalah wanita seperti Femina. Anda harus menyadari bahwa ilmu politik seperti ilmu Hubungan Internasional, dan ilmu-ilmu lainnya mempunyai keterkaitan. Jadi bisa saja, artikel yang membahas lingkungan hidup namun juga mempunyai muatan ilmu politik kalau anda cukup teliti untuk menangkap ide ini. Jadi, jangan mengkotakkan diri anda dalam sebuah ilmu yang anda pelajari selama kuliah saja. Banyak membaca berarti anda memperluas wawasan anda. &lt;br /&gt;Langkah kedua untuk mencari ide judul skripsi adalah sharing dengan teman, atau dosen anda. Percakapan dengan teman yang anda lewatkan di kantin ataupun ketika dosen menyampaikan materi kuliah, terus keluar ide dan anda menangkapnya. Jadilah sebuah judul skripsi.&lt;br /&gt;Untuk penerimaan judul biasanya ditentukan dari kebaruan dan kesulitan mengenai objek yang diteliti&lt;br /&gt;B. Menentukan  Wilayah Perilaku berpolitik&lt;br /&gt;Perlu diingat bahwa ilmu Hubungan Internasional  adalah bagian dari ilmu Politik. Jadi untuk mencari kajian apa dan bagaimana ilmu Hubungan Internasional maka dapat dikembalikan dalam esensi dari ilmu Politik itu sendiri. Jadi tema atau judul  dalam ilmu Hubungan Internasional dapat di dasarkan pada kajian-kajian wilayah ilmu Politik. Ilmu Politik sendiri bersumber dari kajian yang memahami bagaimana keputusan-keputusan atau kebijakan otoratif dan sah dibuat dan dilaksanakan dalam suatu masyarakat (David Easton, 1957).  Baik input, output maupun lingkungan; ke semuanya membentuk sistem yang saling terkait dan saling mempengaruhi  (Mohtar Mas’oed 2001)&lt;br /&gt;Berdasarkan bagan diatas maka kita dapat meletakkan topik tersebut di dalam wilayah proses input, output (kebijakan), maupun lingkungan. Berikut merupakan berbagai contoh tema yang dapat diangkat dalam menganalisa Hubungan Internasional&lt;br /&gt;1.Input&lt;br /&gt;Bentuk input dalam ilmu politik dibedakan menjadi dua yaitu tuntutan dan dukungan. Input dalam tuntutan disebabkan adanya ketidakpuasan atas`pemenuhan kepentingan yang terjadi dalam masyarakat, dengan demikian timbulnya input berupa dukungan disebabkan oleh adanya kepuasaan atas kepentingan yang terjadi dalam masyarakat. Namun bisa jadi input dukungan tersebut merupakan upaya untuk melanggengkan pemenuhan kepentingan. Tuntutan maupun dukungan tersebut dapat upaya untuk mendapatkan atau melanggengkan posisi status, prestise dan kekuasaan dalam sebagian ataupun keseluruhan masyarakat . &lt;br /&gt;2.Output &lt;br /&gt;Output dalam suatu sistem politik secara khas disebut dengan kebijakan. Jadi  secara meluas, tema yang dapat diangkat dalam wilayah output adalah jalannya pelaksanaan, keefektifan serta implikasi kebijakan tersebut dalam struktur masyarakat .&lt;br /&gt;3.Lingkungan&lt;br /&gt;Untuk menciptakan proses dimana sistem tersebut berjalan maka dibutuhkan adanya lingkungan. Lingkungan dalam ilmu politik merupakan suatu penggambaran secara sistematik dari setiap bagian masyarakat yaitu baik struktur maupun fungsi dari masyarakat. Lingkungan ini dapat berupa lingkungan internal atapun eksternal. Tema inilah yang paling banyak tidak dicermati mahasiswa sebagai tema dalam penelitian ilmu Hubungan Internasional padahal banyak bidang yang bisa dikaji, misalkan kebudayaan masyarakat setempat ataupun perbedaan kelembagaan negara yang mempengaruhi dalam perilaku berpolitik. &lt;br /&gt;Ke semua bagian dalam sistem politik akan seperti yang diuraikan di atas dapat menjadi dasar kegiatan politik apa yang anda angkat sebagai judul skripsi ilmu Hubungan Internasional. Hal ini akan membantu anda dalam menentukan kegiatan politik mana yang akan dijadikan sebagai dasar judul dalam kajian ilmu Hubungan Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Menentukan Tingkatan Analisa &lt;br /&gt;Langkah berikutnyan adalah menentukan tingkatan analisa. Untuk langkah ini maka kita dapat membagi berdasarkan tingkatan mana yang paling mempengaruhi dan dipengaruhi dari kebijakan tersebut. Untuk itu, tingkatan analisa menurut Mohtar Masoed umumnya dibagi menjadi tingkatan aktor, kelompok kepentingan dalam masyarakat, negara bangsa dan organisasi supranasional. Hal ini berarti anda tidak bisa terlepas dalam penjelasan di point nomor 1. Kalau anda bicara mengenai kegiatan politik pada wilayah input maka anda meletakkan dasar analisa pada tingkatan di mana paling mempengaruhi kebijakan tersebut. Misalkan kasus kebijakan yang dikeluarkan Hugo Chavez dalam misi Bolivarian di negara Venezuela maka ditimbulkan oleh adanya penggolongan kelas bawah dan atas, maka bila anda menganalisa mengapa kebijakan misi Bolivarian dikeluarkan oleh Hugo Chavez maka anda akan meletakkan analisa masyarakat kelas bawah di Venezuela. Lain halnya jika anda bicara mengenai kaum wanita  yang berperan dalam kebangkitan kaum reformis di Iran maka anda cukup meletakkan dasar analisa hanya pada satu kelompok saja, tidak pada keseluruhan masyarakat.  &lt;br /&gt;Sedangkan kalau anda meletakkan analisa pada wilayah kegiatan output maka anda meletakkan dasar analisa pada tingkatan mana yang paling dipengaruhi kebijakan tersebut. Kita ambil contoh yang sama yaitu kebijakan dalam misi Bolivarian ternyata paling berpengaruh terhadap kalangan menengah ke atas yang dahulunya menjadi kaum elite politik dan memegang pengelolaan minyak bumi yang selama ini menjadi sumber penghasilan negara. Maka apabila anda menganalisa pengaruh kebijakan misi Bolivarian, anda akan meletakkan tingkat analisa pada kelas atas masyarakat Venezuela. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-562980744678590075?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/562980744678590075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=562980744678590075&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/562980744678590075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/562980744678590075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2008/06/tips-dan-trik-menentukan-judul-skripsi_10.html' title='TIPS DAN TRIK :MENENTUKAN JUDUL SKRIPSI HUBUNGAN INTERNASIONAL'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-8865255243687125992</id><published>2008-06-05T10:44:00.000+07:00</published><updated>2008-06-05T11:01:35.156+07:00</updated><title type='text'>Judul Skripsi: Kajian Psikologi Kepribadian:Perbedaan Tipe Kepribadian Ekstravert dan Intravert</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan arti katanya, kepribadian berasal dari bahsa Yunani “persona’ yang berarti topeng (mask) karena pengertian kepribadian secara umum dianggap sebagai penampilan (Purwanto; 2000)Kepribadian merupakan gaya hidup individu atau cara serta karakteristik seseorang untuk bereaksi termasuk masalah-masalah hidup serta tujuan hidup (Adler dalam Hal dan Lindzey, 1993). Sementara Eysenck mendefinisikan kepribadian sebagai :&lt;br /&gt;Personality is the sum total of actual or potential behavior patterns of organism as determined by heredity and environment; it originates and develops through the functional interaction of the four main sectors into which these behavior pattern are organized; the cognitive sector (intelligence); the conative sector (character); the affective sector (temperament) and the somatic sector (constitutions) &lt;br /&gt;Pernyataan diatas dapat diartikan bahwa kepribadian merupakan gabungan dari fungsi secara nyata maupun fungsi potensial pola organisme yang ditentukan oleh faktor keturunan dan lingkungan. Kepribadian awal akan tumbuh melalui interaksi empat macam fungsional yaitu sektor kognitif (intelegensia), sektor konatif (karakter), sektor afektif (temperamen) dan sektor somatic (konstitusi). Pendekatan seperti yang dikemukakan Eysenseck dilandasi oleh penelitian ilmiah sehingga hasilnya lebih dapat dipertanggungjawabkan dibandingkan pendekatan yang hanya menggunakan spekulasi atau intuisi klinis untuk mengabsahkan asumsinya.&lt;br /&gt;Berbagai pendekatan lain dapat digunakan dalam menelaah kepribadian seperti pendektan faktor yang memandang kepribadian terdiri atas kumpulan “trait” dan tipe. Ada pula pendekatan psikoanalisis yang mendeskripsikan mengenai struktur serta sistem kepribadian, pendekatan yang bersifat eksperimental-korelasional serta pendekatan yang menekankan peramalan tingkah laku spesifik (Corsini dan Marsella, 1983). &lt;br /&gt;Untuk selanjutnya maka landasan berpikir menentukan kepribadian dalam tipe ekstravert dan introvert dikaji berdasarkan pernyataan Eysenck&lt;br /&gt;Karakteritik mendasar dari kepribadian terletak pada dimensi extroversion-introversion (Dimensi E) dan dimensi neurotic stable (dimensi N). Eysenck meyakini bahwa setiap orang pasti terletak pada suatu posisi dalam continuum kedua dimensi tersebut . Dimensi ketiga adalah dimensi psychotism (dimensi P) yang berbeda secara mendasar dari kedua dimensi tersebut pada kecenderungan kepribadian seseorang dalam menghadapi kestabilan emosi seseorang dalam kepribadiannya, maka tidak demikian halnya dengan dimensi P yang merujuk pada kecenderungan berpikir, berperasaan dan bertindak tanpa orientasi. Dimensi P ini kenyataanya jarang ditemui dalam populasi normal karena telaah  Eysenck tentang dimensi ini lebih didasarkan pada kepribadian abnormal.&lt;br /&gt;Dimensi E (ekstraversi-intraversi) merujuk pada kecenderungan kepribadian seseorang untuk menghadapi situasi sosial (Corsinii &amp; Marsella, 1983). Eysenck dalam Wallace (1993) mengatakan bahwa  dimensi ekstravert dan introvert merupakan dimensi yang palin penting dibandingan dengan dimensi tipe kepribadian lainnya, seperti dimensi neurotik-intravert, stabil-intravert, neurotik-ekstravert maupun stabil-ekstravert. Selain itu, menurut Jung dalam Purwanto (2000), kepribadian manusia pada dasarnya dapat digolongkan kedalam dua bagian, yaitu ekstravert dan introvert.&lt;br /&gt;Eysenck (dalam Aiken, 1993) mengemukakan bahwa seseorang yang memiliki kecenderungan ekstravert akan memiliki kecenderungan sebagai berikut: mereka tergolong orang yang ramah, suka bergaul, menyukai pesta, memiliki banyak teman, selalu membutuhkan orang lain untuk diajak berbicara, serta tidak menyukai belajar, membaca atau melakukan kegiatan sendirian. Selain itu, mereka juga menyukai keramaian, dan secara umum termasuk individu yang “meledak-ledak”. Mereka juga tidak segan-segan mengambil kesempatan yang datang kepadanya, tidak jarang mereka menonjolkan diri, dan seringkali bertindak tanpa dipikir terlebih dahulu. Individu ekstravert sangat meyukai lelucon, mereka cepat tanggap dalam memberikan jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan kepadanya serta menyukai perubahan. Mereka merupakan individu yang periang dan tidak terlalu memusingkan suatu masalah, optimis serta ceria. Mereka lebih suka melakukan suatu kegiatan daripada harus berdiam diri, cenderung agresif, mudah hilang kesabaran, kadang-kadang kurang dapat mengontrol perasaannya dengan baik, kadang-kadang mereka juga tidak dapat dipercaya.&lt;br /&gt;Sebaliknya, seseorang dengan kecenderungan introvert akan memiliki karaktersitik antara lain: mereka tidak banyak  bicara, malu-malu, mawas diri, lebih menyukai membaca dibandingkan bergaul dengan orang lain. Mereka cenderung menjaga jarak kecuali dengan teman dekat mereka, memiliki rencana sebelum melakukan sesuatu serta tidak percaya akan faktor kebetulan. Mereka juga tidak menyukai sitiuasi keramaian, memikirkan masalah kehidupan sehari-hari mereka secara serius, serta menyukai keteraturan dalam hidup mereka. Individu introvert dapat memngontrol perasaan mereka dengan baik, jarang berperilaku agresif, serta tidak mudah hilang kesabaran. Mereka merupakan orang yang dapat dipercaya, sedikit pesimis , dan menempatkan standar etis yang tinggi dalam hidup mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-8865255243687125992?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/8865255243687125992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=8865255243687125992&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/8865255243687125992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/8865255243687125992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2008/06/judul-skripsi-kajian-psikologi.html' title='Judul Skripsi: Kajian Psikologi Kepribadian:Perbedaan Tipe Kepribadian Ekstravert dan Intravert'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-7245812313238567184</id><published>2008-05-28T13:20:00.000+07:00</published><updated>2009-05-11T05:44:26.382+07:00</updated><title type='text'>LAYANAN PRIMA (COSTUMER CARE)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ditempat kita bekerja, kita akan banyak berhubungan dengan orang lain. Mereka mungkin adalah atasan, rekan kerja, mitra &lt;a href="http://bisnismarketing.com"&gt;bisnis&lt;/a&gt;, atau pelanggan kita. Pada dasarnya yang dimaksud layanan prima (customer care) adalah kemampuan maksimal seseorang dalam berhubungan dengan orang lain dalam hal pelayanan. Memberikan pelayanan secara prima kepada pelanggan mempunyai tujuan untuk memenangkan persaingan. Pada jaman globalisasi seperti sekarang, memamerkan fasilitas yang disediakan oleh perusahaan tidak menjamin perusahaan tersebut memenangkan persaingan dan menjamin bahwa pelanggan akan memilihnya. Sepanjang ada dana untuk menyediakan fasilitas fisik, suatu perusahaan mampu bersaing karena benda-benda fasilitas bisa disediakan dan diadakan, misalnya perusahaan penerbangan bisa meyediakan pesawat mutakhir untuk para pelangan. Tetapi benda-benda mati tersebut tidak berarti apa-apa jika sentuhan manusia tidak dapat menghidupkan suasana kemewahan yang disajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dapat diberikan oleh petugas terhadap pelanggan merupaka hasil dari berbagai proses yang saling mendukung, antara lain manajemen yang membangun, meningkatkan, dan membentuk hubungan yang saling menguntungkan antara perusahaan dan pihak-pihak lain diluar perusahaan . upaya ini meliputi bagian-bagian yang menyeluruh pada sistem perusahaan, dan upaya memberikan pemenuhan tertinggi kepada pihak-pihak yang berhubungan dengannya.&lt;br /&gt;Layanana prima adalah upaya maksimal yang diberikan oleh petugas layanan dari suatu perusahaan industri jasa pelayanan dari suatu perusahan industri jasa pelayanan untuk memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan sehingga tecapai suatu kepuasan.&lt;br /&gt;Tujuan dasar dari layanan prima adalah untuk meningkatkan keberhasilan perusahaan industri jasa pelayanan tersebut. Upaya-upaya peningkatan ini bisa diterapkan pada sistem operasi, bentuk dan desain barang cetakan, tata ruang, temperatur udara diruang tunggu, kecepatan dan ketepatan menyelesaikan transaksi, dan lain-lain, dalam skala makro atau mikro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang terkait dengan pelayanan prima adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt; Mampu melakukan komunikasi dengan menerapkan prinsip-prinsip dasar komuniksi: bahwa komuniksi merupakan kegiatan dasar manusia dan cara memahami komunikasi dipandang sebagai suatu proses berkomunikasi, yang meliputi attending (kehadiran orang yang diajak berkomunikasi), listening (kemampuan mendengarkan dan menganalisis dengan cepat apa yang dibicarakan lawan bicara), observing (mampu meneliti pembicaraan), clarifying ( mampu mengklarifikasikan komunikasi), dan responding ( mampu memberikan tanggapan terhadap komunikasi).&lt;br /&gt; Mampu berkomunikasi secara verbal maupun non verbal.&lt;br /&gt; Mampu bekerja dalam pelayanan secara individu maupun dalam kelompok.&lt;br /&gt; Mampu berkomuniksi dalam konsep A3, yaitu attitude (sikap dalam berkomunkasi), attention ( mampu memberikan perhatian saat berkomunikasi), dan action (melakukan tindakan dalam komunikasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELANGGAN MEMBELI PELAYANAN, BUKAN PRODUK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Futurolog John Naisbitt menggemparkan dunia melalui gagasannya dalam menggambarkan kecenderungan-kecenderungan yang terjadi dibumi dalam dekade ini. Tokoh ini menurunkan sepuluh  kecenderungan yang terjadi. Salah satu diantaranya adalah “boom ekonomi dunia” atau yang terkenal dengan istilah “globalisasi ekonomi”.&lt;br /&gt;Globalisasi itu sendiri berarti ‘ banyak jawaban yang dapat diberikan’. Namun, yang paling penting dan perlu dihadapi adalah adanya kelompok-kelompok ekonomi diberbagai kawasan dunia. Kelompok ini masing-maing memiliki anggota dan mempunyai tujuan, tetapi semua bermuara pada satu titik, yaitu bagaimana mengambil suatu manfaat secara ekonomis dari kelompok perdagangan yang ada.&lt;br /&gt;Saat ini, mustahil bagi suatu negara untuk tidak terlibat dalam ekonomi internasional dan ini sangat terasa bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Untuk itu, ketangguhan ekonomi dalam negara ini menjadi syarat mutlak dalam menghadapi situasi internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Layanan Prima&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-7245812313238567184?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/7245812313238567184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=7245812313238567184&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/7245812313238567184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/7245812313238567184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2008/05/layanan-prima-costumer-care.html' title='LAYANAN PRIMA (COSTUMER CARE)'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-3519758289102120680</id><published>2008-05-28T13:04:00.000+07:00</published><updated>2008-05-28T13:09:06.545+07:00</updated><title type='text'>DIMENSI KUALITAS PRODUK</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagian dari kualitas produk adalah perihal kualitas produk. Kualitas suatu produk baik berupa barang maupun jasa perlu ditentukan melalui dimensi-dimensinya. Dimensi kualitas produk dapat dipaparkan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Produk Berupa Barang&lt;br /&gt;Menurut David Garvin yang dikutip Vincent Gasperz, untuk menentukan dimensi kualitas barang, dapat melalui delapan dimensi seperti yang dipaparkan berikut ini.&lt;br /&gt;a.Performance, hal ini berkaitan dengan aspek fungsional suatu barang dan merupakan karakteristik utama yang dipertimbangkan pelanggan dalam membeli barang tersebut.&lt;br /&gt;b.Features , yaitu aspek performansi yang berguna untuk menambah fungsi dasar, berkaitan dengan pilihan-pilihan produk dan pengembangannya.&lt;br /&gt;c. Realibility, hal yang berkaitan dengan probabilitas atau kemungkinan suatu barang berhasil menjalankan fungsinya setiap kali digunakan dalam periode waktu tertentu dan dalam kondisi tertentu pula.&lt;br /&gt;d.Conformance, hal ini berkaitan dengan tingkat kesesuaian terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan pelanggan. Konfirmasi merefleksikan derajat ketepatan antara karakteritik desain produk dengan karakteristik kualitas standar yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;e.Durability,  yaitu suatu refleksi umur ekonomis berupa ukuran daya tahan atau masa pakai barang.&lt;br /&gt;f.Serviceability, yaitu karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan, kompetensi, kemudahan, dan akurasi dalam memberikan layanan untuk perbaikan barang.&lt;br /&gt;g.Aesthetics, merupakan karakteristik yang bersifat subyektif mengenai nilai-nilai estetika yang berkaitan dengan pertimbangan pribadidan refleksi dari preferensi individual.&lt;br /&gt;h.Fit and finish, sifat subyektif, berkaitan dengan perasaan pelanggan mengenai keberadaan produk tersebut sebagai produk yang berkualitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Produk Berupa Jasa/ Service&lt;br /&gt;Zeithaml et. al. mengemukakan lima dimensi dalam menentukan kualitas jasa, yaitu :&lt;br /&gt;a.Realibility, yaitu kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan janji yang ditawarkan.&lt;br /&gt;b.Responsivenss, yaitu respon atau kesigapan karyawan dalam membantu pelanggan dan memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap, yang meliputi: kesigapan karyawan dalam melayani pelanggan, kecepatan karyawan dalam menangani transaksi, dan penanganan keluhan pelanggan/ pasien.&lt;br /&gt;c.Assurance, meliputi kemampuan karyawan atas : pengetahuan terhadap produk secara tepat, kualitas keramah-tamahan, perhatian dan kesopanan dalam memberi pelayanan, kertampilan dalam memberi informasi, kemampuan dalam memberikan keamanan didalam memanfaakan jasa yang ditawarkan, dan kemampuan dalam menanamkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan.&lt;br /&gt;Dimensi kepastian atau jaminan ini merupakan gabungan dari dimensi :&lt;br /&gt;  Kompetensi ( Competence ), artinya ketrampilan dan pengetahuann yang dimiliki &lt;br /&gt;   oleh para karyawan untuk melakukan pelayanan.&lt;br /&gt;  Kesopanan ( Courtesy, yang meliputi keramahan, perhatian dan sikap para karyawan.&lt;br /&gt;  Kredibilitas ( Credibility ), meliputi hal-hal yang berhubungan dengan&lt;br /&gt;   kepercayaan kepada perusahaan, seperti reputasi, prestasi dan sebagainya.&lt;br /&gt;d.Emphaty, yaitu perhatian secara individual yang diberikan perusahaan kepada pelanggan seperti kemudahan untuk menghubungi perusahaan, kemampuan karyawan untuk berkomunikasi dengan pelanggan, dan usaha perusahaan untuk memahami keinginan dan kebutuhan pelanggannya.&lt;br /&gt;Dimensi Emphaty ini merupakan penggabungan dari dimensi :&lt;br /&gt;   Akses (Access), meliputi kemudahan untuk memanfaatkan jasa yang ditawarkan  &lt;br /&gt;    perusahaan.&lt;br /&gt;   Komunikasi ( Comunication ), merupakan kemampuan melakukan komunikasi untuk &lt;br /&gt;    menyampaikan informasi kepada pelanggan atau memperoleh masukan dari pelanggan.&lt;br /&gt;   Pemahaman pada Pelanggan ( Understanding the Customer ), meliputi usaha &lt;br /&gt;    perusahaan untuk mengetahui dan memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan.&lt;br /&gt;e.Tangibles, meliputi penampilan fasilitas fisik seperti gedung dan ruangan Front Office, tersedianya tempat parkir, kebersihan, kerapihan dan kenyamanan ruangan, kelengkapan peralatan komunikasi dan penampilan karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Husein Umar (2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-3519758289102120680?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/3519758289102120680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=3519758289102120680&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/3519758289102120680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/3519758289102120680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2008/05/dimensi-kualitas-produk.html' title='DIMENSI KUALITAS PRODUK'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-6472257185625727290</id><published>2008-05-16T10:00:00.000+07:00</published><updated>2008-05-16T10:07:33.707+07:00</updated><title type='text'>Model Sikap dan Perilaku Konsumen</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap dan perilaku konsumen juga merupakan bagian dari konsep perilaku konsumen yang lain. Untuk mengukur sikap dan perilaku komsumen dapat dilakukan dengan model multiatribut. Salah satu model sikap yang terkenal adalah model sikap multiatribut Fishbein. Model sikap Fish bein ini berfokus pada prediksi sikap yang dibentuk seseorang terhadap obyek tertentu. Model ini mengidentifikasi tiga faktor utama untuk memprediksi sikap. Faktor petama, keyakinan seseorang terhadap atribut yang menonjol dari obyek. Faktor kedua, adalah kekuatan keyakinan seseorang bahwa atribut memiliki atribut khas, biasanya diketahui dalam bentuk pertanyaan, misalnya, seberapa setuju bahwa obyek X memiliki atribut Y. faktor ketiga adalah evaluasi dari masing-masing keyakinan akan atribut yang menonjol, dimana diukur seberapa baik atau tidak baik keyakinan mereka terhadap atribut-atribut itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu model sikap dan perilakukonsumen adalah model Fishbein. Model ini digunakan dengan maksud agar diperoleh konsistensi antara sikap dan perilakunya, sehingga mode Fishbein ini memiliki dua komponen, yaitu kompenen sikap dan komponen norma subyektif yang penjelasannya disajikan berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Komponen sikap&lt;br /&gt;Kompenen ini bersifat internal individu, ia berkaitan langsung dengan obyek penelitian dan atribut-atribut langsungnya yang memiliki peranan penting dalam pengukuran perilaku, karena akan menentukan tindaka apa yang akan dilakukan, dengan tidak dipengaruhi oleh faktor eksternal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Komponen norma subyektif&lt;br /&gt;Komponen ini bersifat eksternal individu yang mempunyai pengaruh terhadap perilaku individu. Komponen ini dapat dihitung dengan cara mengkalikan antara nilai kepercayaan normatif individu terhadap atribut dengan motivasi bersetuju terhadap atribut tersebut. Kepercayaan normatif mempunyai arti sebagai suatu kuatnya keyakinan normatif seseorang terhadap atribut yang ditawarkan dalam mempengaruhi perilakunya terhadap obyek. Sedangkan motivasi bersetuju merupakan motivasi seseorang untuk bersetuju dengan atribut yang ditawarkan sebagai faktor yang berpengaruh terhadap perilakunya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-6472257185625727290?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/6472257185625727290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=6472257185625727290&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/6472257185625727290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/6472257185625727290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2008/05/model-sikap-dan-perilaku-konsumen.html' title='Model Sikap dan Perilaku Konsumen'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-7146355788644915602</id><published>2008-05-07T09:36:00.000+07:00</published><updated>2009-05-11T05:48:06.649+07:00</updated><title type='text'>KONSEP MANAJEMEN PEMASARAN</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ahli memberikan bermacam-macam definisi tentang pemasaran antara lain Stanton (1995). Ia mengatakan bahwa pemasaran meliputi keseluruhan sistem yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha, yang bertujuan merencankan, menentukan harga, hingga mempromosikan dan mendistrubusikan  barang-barang atau jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli, baik yang aktual maupun yang potensial.&lt;br /&gt;Jangkauan pemasaran sangat luas, berbagai tahap kegiatan harus dilalui oleh barang dan jasa sebelum sampai ketangan konsumen, sehingga ruang lingkuo kegiatan yang luas itu disederhanakan menjadi 4 (empat) kebijaksanaan pemasaran yang lazim disebut sebagai bauran pemasaran (&lt;a href="http://bisnismarketing.com"&gt;marketing&lt;/a&gt; mix) atau 4P dalam pemasaran yang terdiri dari 4 (empat) komponen, yaitu produk (product), harga (price), distribusi (place) dan promosi (promotion). Masing-masing penjelasannya dipaparkan sebagai berukit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Kebijakan Produk&lt;br /&gt;Produk adalah suatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, untuk dibeli, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi suatu keinginan atau kebutuhan. Yang termasuk dalam produk selain berbentuk fisik juga jasa atau layanan. Produk dapat dibeda-bedakan atau diklasifikasikan kedalam beberapa macam. Misalnya, barang. Ia dapat dibedakan menjadi barang konsumsi, yaitu barang yang dibeli oleh konsumen akhir untuk dikonsumsi  dan barang industri, yaitu barang yang dibeli untuk diolah kembali.&lt;br /&gt;Pengembangan sebuah produk mengharuskan perusahaan menetapkan  manfaat-manfaat apa yang akan diberikan oleh produk itu. Manfaat-manfaat ini dikomunikasikan dan hendaknya dipenuhi oleh atribut produk. Untuk produk barang , misalnya dalam bentuk seperti mutu, cirri dan desain. Mutu produk menunjukkan  kemampuan sebuah produk untuk menjalankan fungsinya, cirri produk merupakan sarana kompetitif  untuk membedakan produk perusahaan dengan produksi pesaing, sedangkan desain dapat menyumbangkan kegunaan atau manfaat produk serta coraknya. Jadi, produk barang tidak hanya penampilan yang diperhatikan, tetapi juga hendaknya ia merupakan produk simpel, aman, tidak mahal, sederhana dan ekonomis dalam proses produksi dan distribusinya.&lt;br /&gt;2.Kebijakan Harga&lt;br /&gt;Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat dari memiliki atau menggunakan produk atau jasa yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar-menawar, atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli. Penetapan harga dan persaingan harga telah dinilai sebagai masalah utama yang dihadapi perusahaan. Namun, banyak perusahaan yang tidak menangani harga dengan baik. Keputusan-keputusan memngenai harga dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu faktor internal perusahaan dan faktor  lingkungan eksternal. Dalam hal faktor internal, keputusan harga disesuaikan dengan sasaran pemasaran, misalnya sasaran adalah untuk bertahan hidup, memaksimalkan laba jangka pendek, memaksimalkan pangsa pasar atau kepemimpinan mutu produk. Keputusan harga disesuaikan dengan strategi “&lt;a href="http://bisnismarketing.com"&gt;marketing&lt;/a&gt; mix”-nya, dimana manajemen harus mempertimbangkan  “&lt;a href="http://bisnismarketing.com"&gt;marketing&lt;/a&gt; mix” sebagai satu keseluruhan. Jika produk diposisikan atas dasar faktor-faktor bukan harga, maka keputusan-keputusan mengenai mutu, promosi dan distribusi akan mempengaruhi harga, tetapi sebaliknya, jika harga merupakan sebuah faktor dalam penentuan posisi, maka harga akan sangat mempengaruhi keputusan-keputusan mengenai unsur-unsur “&lt;a href="http://bisnismarketing.com"&gt;marketing&lt;/a&gt; mix” lainnya. Dalam kebanyakan kasus, perusahaan akan mempertimbangkan semua keputusan “&lt;a href="http://bisnismarketing.com"&gt;marketing&lt;/a&gt; mix”  secara bersama-sama  saat mengembangkan program pemasarannya. Keputusan harga didasarkan pada pertimbangan organisasi, pada perusahaan kecil sering terjadi  bahwa manajemen puncak yang menetapkan harga sedangkan pada perusahaan besar sering diserahkan pada manajer divisi. Dalam industri dimana penetapan harga merupakan faktor kunci, misalnya  PT. IPTN dan PT. PAL yang masing-masing memproduksi pesawat terbang dan kapal laut, biasanya perusahaan membentuk sebuah tim yang bertugas untuk menetapkan harga pokok. Dalam hal faktor eksternal, dapat dijelaskan sebagai berikut : pasar dan permintaan konsumen merupakan plafon harga  (harga tertinggi). Konsumen akan membandingkan harga suatu produk atau jasa dengan manfaat yang dimilikinya. Oleh karenanya sebelum menetapkan harga, harus dipahami dulu hubungan antara harga dan permintaan terhadap produk atau jasa tersebut baik untuk jenis pasar yang berbeda maupun persepsi konsumennya, lalu dianalisis dengan metode-metode yang sesuai. Harga dan tawaran pesaing perlu diketahui untuk menentukan harga serta reaksi mereka setelah keputusan harga diberlakukan. Faktor-faktor eksternal lainnya yaitu kondisi ekonomi seperti tingkat inflasi, biaya bunga, resesi, “booming”  dan keputusan-keputusan pemerintah dapat mempengaruhi keefektifan strategi penetapan harga.&lt;br /&gt;3.Kebijakan Distribusi&lt;br /&gt;Sebagian besar produsen menggunakan perantra pemasarn untuk memasarkan produk. Khususnya barang dengan cara membangun suatu saluran distribusi, yaitu sekelompok organisasi yang salin tergantung dalam keterlibatan mereka pada proses yang memungkinkan suatu produk atau jasa tersedia bagi penggunaan atau konsumsi oleh konsumen atau pengguna industrial.&lt;br /&gt;Saluran distribusi ini membentuk tingkatan saluran untuk menentukan panjangnya saluran distribusi. Saluran tingkat 0, tidak mempunyai perantara, jadi langsungdari produsen ke konsumen. Saluran tingkat 1, mempunyai satu tingkat pedagang perantara, seperti pengecer. Saluran tingkat 2, mempunyai dua tingkat pedagang perantara, misalnya grosir lalu ke pengecer dan yang terakhir yaitu saluran tingkat 3, saluran ini mempunyai tiga tingkat pedagang perantara, seperti “jobber “ yang berada diantara grosir dan pengecer.&lt;br /&gt;Dalam hal kebijakan distribusi, desain saluran  perlu ditetapkan. Didalam mendesain suatu sistem saluran memerlukan analisis kebutuhan layanan konsumen, penetapan sasaran dan kendala-kendala saluran, pengidentifikasian alternative-alternatif saluran yang utama serta mengevaluasinya. Selanjutnya, perlu ditetapkan sasaran dan kendala saluran. Aetelah perusahaan menetapkan sasaran yang hendak dicapai oleh salurannya, selanjutnya ia harus mengidentifikasi alternative-alternatif utama salurannya yang berhubungan dengan jenis perantara, jumlah perantara dan tanggung jawab anggota saluran. Jenis perantara : maksudnya mencari jenis perantara yang sesuai dengan  produk untuk dapat menjual atau mendekatkannya pada konsumen. Jumlah perantara :maksudnya perusahaan harus memutuskan banyaknya pedagang perantara dari tiap tingkat yan menurutnya paling efektif. Tanggung jawab anggota saluran : maksudnya produsen dan perantara harus sepakat mengenai syarat-syarat dan tanggung jawab masing-masing anggota saluran, misalnya mengenai harga, hak wilayah dan layanan khusus. Setelah mengidentifikasi beberapa alternatif saluran dan akan memilih salah satunya, perusahaan harus mengevaluasi berdasarkan criteria ekonomi, pengendalian dan adaptif. Kriteria ekonomi : maksudnya memilih alternative berdasarkan keuntungan bersih yang dihasilkan setelah mengurangi pendapatan penjualan yang dilakukan oleh saluran dengan semua biaya yang dikeluarkan.  Kriteria pengendalian : maksudnya pemilihan saluran yang problem pengendalian menjadi hal yang utama. Mungkin perusahaan memilih pedagang perantara yanag lebih mudah dikendalikan. Kriteria adaptif : maksudnya perusahaan dapat menyalurkan produknya ke saluran-saluran itu dalam waktu yang berjangka lama atau berjangka pendek.&lt;br /&gt;4. Kebijakan promosi&lt;br /&gt;Pemasaran tidak hanya membicarakan mengenai produk, harga produk dan mendistribusikan produk, tetapi juga mengkomunikasikan produk ini kepada masyarakat agar produk itu dikenal dan ujung-ujungnya dibeli. Untuk mengkomunikasikan produk ini perlu disusun suatu strategi yang sering disebut dengan strategi Bauran Promosi (Promotion-Mix) yang terdiri dari 4 (empat) komponen utama, yaitu periklanan (advertising), promosi penjualan (sales promotion), hubungan masyarakat (public relations) dan penjualan perorangan (personal selling). Periklanan : merupakan tiap-tiap bentuk penyajian dan promosi bukan pribadi yang dibayar, mengenai gagasan, barang atau jasa oleh sponsor yang teridentifikasi. Promosi penjualan : adalah intensif jangka pendek untuk meningkatkan pembelian atau penjualan suatu produk atau jasa dimana pembelian diharapkan sekarang juga. Kegiatan promosi yang termasuk ke dalam promosi penjualan ini seperti misalnya pemberin kupon, obral, kontes, pameran dan lain-lain. Hubungan masyarakat: bertujuan membangun hubungan yang baik dengan public perusahaan dengan menghasilkan publisitas yang menyenangkan, menumbuhkembangkan suatu “citra perusahaan” yang baik, menangani atau melenyapkan suatu desas-desus, ceritera, dan peristiwa yang tidak menyenangkan. Humas atau PR merupakan sebuah konsep yang menggunakan banyak sarana seperti : siaran pers, publisitas produk, komunikasi perusahaan, lobbying dan penyuluhan. Penjualan perorangan: manajeman armada-penjual (para wiraniaga) adalah analisis,perencanaan, implementasi dan pengendalian atas kegiatan para wiraniaga. Didalamnya termasuk menetapkan sasaran, strategi armada penjual: merekrut, menyeleksi, melatih, mensupervisi serta mengevaluasi armada penjual perusahaan. Pada bagian ini ada dua hal penting yang perlu dijelaskan, yaitu mengenai langkah-langkah proses penjualan perorangan serta menilai kinerja para wiraniaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-7146355788644915602?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/7146355788644915602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=7146355788644915602&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/7146355788644915602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/7146355788644915602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2008/05/konsep-manajemen-pemasaran.html' title='&lt;strong&gt;KONSEP MANAJEMEN PEMASARAN&lt;/strong&gt;'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-1726610050901152247</id><published>2008-05-07T09:32:00.000+07:00</published><updated>2008-05-07T09:35:24.061+07:00</updated><title type='text'>Paradigma Penelitian Kualitatif</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian pada hakikatnya merupakan suatu upaya untuk menemukan kebenaran atau untuk lebih membenarkan kebenaran. Usaha untuk mengejar kebenaran dilakukan oleh para filsuf, peneliti, maupun oleh para praktisi  melalui model-model tertentu. mopdel tersebut biasanya dikenal dengan paradigma. Paradigma, menurut Bogdan dan Biklen (1982:32), adalah kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama, konsep atau prposisi yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian .&lt;br /&gt;Paradigma merupakan pola atau model tentang bagaimana sesuatu distruktur (bagian dan hubungan) atau bagaimana bagian-bagian berfungsi (perilaku yang didalamnya ada konteks khusus atau dimensi waktu). Kuhn (1962) dalam  ‘ The Structure of Scientific Revolutions’ mendefinisikan ‘paradigma ilmiah’ sebagai contoh yang diterima tentang praktek ilmiah sebenarnya, contoh-contoh termasuk hukum, teori, aplikasi, dan instrumentasi secara bersama-sama yang menyediakan model yang darinya muncul tradisi yang koheren dari penel;itian ilmiah. Penelitian yang pelaksanaannya didasarkan pada paradigma bersama berkomitmen untuk menggunakan aturan dan standar praktek ilmiah yang sama.&lt;br /&gt;Berdasarkan definisi Kuhn tersebut, Harmon (1970) mendefinisikan ‘ paradigma’ sebagai cara mendasar untuk mempersepsi, berpikir, menilai dan melakukan yang berkaitan dengan sesuatu secara khusus secara realitas.&lt;br /&gt;Baker (1992) dalam ‘Paradigms: The Business of Discovering The Future’, mendefinisikan paradigma sebagai ‘sperangkat aturan (tertulis atau tidak tertulis) yang melakukan dua hal: (1) hal itu membangun atau mendefinisikan batas-batas; dan (2) hal itu menceritakan kepada anda bagaimana seharusnya melakukan sesuatu  didalam batas-batas itu agar bisa berhasil.&lt;br /&gt;Capra (1996) mendefinisikan paradigma sebagai ‘ konstelasi konsep, nilai-nilai persepsi dan praktek yang dialami bersama oleh masyarakat, yang membentuk visi khusus tentang realitas sebagai dasar tentang cara mengorganisasikan dirinya’.&lt;br /&gt;Pada dasarnya ada kesukaran apabila seseorang ingin mengkonstruksi realitas. Petama, ada realitas yang ditelaah, dan hal itu ditelaah melalui realitas subyektif tentang pengertian-pengertian kita. &lt;br /&gt;Kedua, paradigma sebagai pandangan dunia seseorang tersebut, membangun realitas yang dipersepsikan tentang realitas, memfokuskan perhatian pada aspek-aspek tertentu dari realitas obyektif dan membimbing interpretasi seseorang pada struktur yang mungkin dan berfungsi pada kedua realitas yang tampak mauoun yang tidak tampak. Hal itu dapat dilihat pada gambar diatas.&lt;br /&gt;Ada bermacam-macam paradigma, tetapi yang mendominasi ilmu pengetahuan adalah scientific paradigm (paradigma keilmuan, namun untuk memudahkan penulis menerjemahkannya secara harfiah sebagai paradigma ilmiah) dan naturalistic paradigm atau paradigma alamiah. Paradigma ilmiah bersumber dari pandangan positivisme sedangkan paradigma alamiah bersumber pada pandangan fenomenologis sebagai yang telah dikemukakan dalam uraian sebelumnya.&lt;br /&gt;Riwayat singkat kedua paradigma tersebut dikemukakan oleh Bogdan dan Taylor (1975:2) yang dapat diikuti dalam uraian berikut. Positivisme berakar pada pandangan teoretisi August Comte dan Emile Durkheim pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. para positivis mencari fakta dan penyebab fenomena sosial, dan kurang mempertimbangkan keadaan subyektif individu. Dirkheim menyarankan kepada para ahli ilmu pengetahuan sosial untuk mempertimbangkan fakta sosial atau fenomena sosial sebagai sesuatu yang memberikan pengaruh dari luar atau memaksakan pengaruh tertentu terhadap perilaku manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-1726610050901152247?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/1726610050901152247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=1726610050901152247&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/1726610050901152247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/1726610050901152247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2008/05/paradigma-penelitian-kualitatif.html' title='&lt;strong&gt;Paradigma Penelitian Kualitatif&lt;/strong&gt;'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-6761442245087200414</id><published>2008-01-27T12:21:00.001+07:00</published><updated>2008-01-27T12:23:16.161+07:00</updated><title type='text'>TIPS DAN TRIK MENULIS SKRIPSI</title><content type='html'>Skripsi/tesis/disertasi merupakan upaya untuk menuangkan ide tentang masalah berkaitan dengan ilmu yang anda pelajari dalam sebuah karya penulisan. Jadi penilaian dosen pembimbing umumnya berkisar antara ide, proses, tulisan dan cara membawakan ide serta tulisan baik ketika seminar maupun ujian akhir.  &lt;br /&gt;1 Menentukan judul sesuai dengan kemampuan &lt;br /&gt;Judul disini bisa diartikan sebagai ide yang mendasari seluruh penulisan skripsi yang anda buat. Ini penting karena umumnya mahasiswa yang saya temui ketika melakukan konsultasi skripsi menemui hambatan karena ketidakmampuan memprediksi sejauh mana kemampuan yang dimiliki. Kemampuan tersebut tidak hanya sumber daya manusianya atau istilah kasarnya kemampuan akademis namun juga kemampuan financial serta waktu. Kemampuan tersebut bisa juga dipengaruhi oleh adanya faktor lain misalkan referensi, alat penunjang dan lain sebagainya. Tidak usah termakan omongan orang bahwa judul anda dianggap gampangan karena belum tentu judul yang gampangan tersebut didalam analisisnya juga gampangan. Hal paling penting ya itu tadi ide, proses cara penulisan, dan cara anda membawakan dalam seminar serta ujian akhir. Banyak judul yang kelihatannya susah namun karena keterbatasan mahasiswa sendiri akhirnya berhenti di tengah jalan atau analisisnya ngawur.&lt;br /&gt;2 Banyak membaca referensi&lt;br /&gt;Selain untuk penyusunan, referensi juga diperlukan bagi anda untuk membangun argumen. Hal ini pula yang mendasari point pertama tentang bagaimana referensi bisa mempengaruhi judul, menentukan kerangka teori/tinjauan pustaka, analisis data serta pembahasan. Semakin banyak referensi yang anda baca maka semakin mudah anda menyusun skripsi. Referensi tidak hanya terbatas pada buku namun juga penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya bahkan koran, majalah atau melalui internet bisa menjadi alternatif anda mendapatkan referensi.&lt;br /&gt;3 Ketepatan penyusunan isi sesuai dengan bagian-bagian dalam skripsi. &lt;br /&gt;Ketidaktepatan penyusunan merupakan salah satu contoh kesalahan yang jamak dilakukan oleh mahasiswa ketika menulis skripsi. Ini didasari oleh kebingungan mahasiswa terhadap apa yang harus disajikan di tiap bagian &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;skripsi. Meskipun dari masing-masing universitas atau fakultas menyediakan buku tuntunan, namun masih banyak saya jumpai kesulitan mahasiswa untuk melakukan penyusunan skripsi ketika melakukan konsultasi.  Misal dalam bagian latar belakang masalah maka mahasiswa tidak mengetahui bahwa yang disajikan dalam bagian tersebut adalah apa yang mendasari hingga munculnya masalah/ide yang anda akan angkat. Atau dalam rumusan masalah maka merupakan pertanyaan mendasar dari keseluruhan skripsi. Ini merupakan penjelasan-penjelasan dari setiap bagian skripsi dari pengalaman saya ketika melakukan konsultasi (sementara untuk format penyusunan disesuaikan dengan masing-masing fakultas dan universitas):&lt;br /&gt;- Judul merupakan gambaran tentang ide yang anda akan tuangkan dalam skripsi. &lt;br /&gt;- Latar belakang masalah berisikan tentang apa yang mendasari anda sehingga mengangkat ide tersebut&lt;br /&gt;- Rumusan masalah merupakan pertanyaan tentang ide yang anda angkat dalam skripsi. &lt;br /&gt;- Kerangka teori/tinjauan pustaka merupakan penjelasan mengenai definisi, aspek, dimensi, serta indikasi tentang variabel yang anda gunakan &lt;br /&gt;- Metode penelitian merupakan alat yang digunakan untuk menjelaskan membantu bagaimana hubungan antar variabel. &lt;br /&gt;- Analisa data merupakan penjelasan mengenai penyajian data beserta hasil hubungan tersebut. Apakah sesuai dengan hipotesa atau justru ditolak. Penolakan atau penerimaan tersebut kemudian dikaji dari kerangka teori atau tinjauan pustaka &lt;br /&gt;- Kesimpulan berisikan jawaban akhir dari rumusan masalah &lt;br /&gt;Selain ketepatan apa yang anda akan tulis pada setiap bagian, maka ketidaktepatan alat analisa, saya juga sering jumpai ketika melakukan konsultasi. Alat analisa atau disebut juga dengan metode analisis data, dimana digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel. Sementara dari hubungan variabel ini akan menunjukkan hipotesa anda, apakah diterima atau ditolak. Misalkan hubungan antar variabel dalam penelitian anda apakah diuji dalam penelitian kuantitaif atau kualitatif. Kemudian berbentuk pengaruh atau hubungan. Ini perlu didefinisikan dengan jelas sehingga hipotesa anda akan terjawab. &lt;br /&gt;2 Membangun mood untuk mengerjakan skripsi&lt;br /&gt;Buat jadwal yang memuat target anda untuk dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dan patuhi. Ingat bahwa penilaian dosen juga tergantung kedisiplinan anda dalam proses untuk menyusun skripsi. Banyak cara bisa anda lakukan namun saya umumnya menyarankan mahasiswa untuk “curhat” dengan teman yang sama-sama sedang melakukan penulisan skripsi.&lt;br /&gt;3 Menghadapi Dosen Pembimbing &lt;br /&gt;Masing-masing dosen pembimbing mempunyai karateristik. Karateristik dosen ini akan antara lain akan mempengaruhi bagaimana bentuk penulisan. Mungkin saja yang anda tulis ketika menyusun skripsi ternyata bagi dosen dianggap tidak sesuai karena cara penulisan anda berbeda dengan apa yang dipahami oleh dosen. Atau dosen berkeinginan konsultasi hanya dilakukan pada jam serta waktu tertentu karena kesibukan. &lt;br /&gt;Tidak ada dosen yang “susah”, killer, dsb karena yang ada adalah anda belum memahami karakter si dosen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-6761442245087200414?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/6761442245087200414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=6761442245087200414&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/6761442245087200414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/6761442245087200414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2008/01/tips-dan-trik-menulis-skripsi.html' title='TIPS DAN TRIK MENULIS SKRIPSI'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-1070726840942190079</id><published>2008-01-12T00:16:00.000+07:00</published><updated>2008-01-12T00:21:18.682+07:00</updated><title type='text'>JUDUL SKRIPSI : TEORI HUBUNGAN INTERNASIONAL MARXIS</title><content type='html'>Pendahuluan : Relevansi Paham Marxis&lt;br /&gt;Akhir perang dingin yang ditandai dengan runtuhnya pertain komunis yang memerintah Rusia dan Eropa timur sekaligus merupakan kemenangan bagi kaum kapitalis penganut pasar bebas. Saat itu banyak pihak yang beranggapan bahwa peristiwa tersebut juga menunjukkan kegagalan teori Marx. Sedangkan partai-partai komunis yang masih bertahan seperti di China, Vietnam, dan Kuba tidak dapat diperhitungkan sebagai ancaman bagi hemegony kapitalisme global. Bahkan negara-negara yang masih menganut paham komunis ini dipaksa untuk menerima logika ”pasar” di negaranya yang disusung kaum kapitalis. Lebih parah lagi di Korea utara di mana kekuasaan ekonomi dan politik berada di bawah kendali negara justru rakyatnya mengalami kelaparan. Hal ini seolah mempertegas bahwa paham komunis tidak lagi dapat dijadikan sebagai suatu alternative.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun sepuluh tahun setelah perang dingin usai, paham Marxis mengalami pembaharuan. Setidaknya ada dua alasan mengapa hal ini terjadi: Pertama, setelah runtuhnya Uni Soviet yang merupakan pukulan telak bagi para penganut Marx, para pemikir Marxis banyak melakukan kritik dan pembaharuan terhadap teori Marx. Tujuannya adalah untuk menciptakan suatu pemikiran baru yang lebih realistis daripada utopia Karl Marx mengenai tatanan masyarakat yang ideal. Kedua, barang kali justru yang paling penting, Teori Sosial Marx sebenarnya memiliki kekuatan dalam hal analisis krisisnya. Para penganut kapitalisme ortodox beranggapan bahwa pasar akan bergerak menuju keseimbangan dan kestabilan, namun pada prakteknya hal itu tidak pernah terjadi.  Kejatuhan pasar saham pada tahun 1987 dan krisis ekonomi yang terjadi di Asia pada tahun 1990an menunjukkan bahwa paham kapitalis pun masih rentan terhadap gangguan. Menurut Marx gangguan-gangguan tersebut justru merupakan bagian yang inheren dengan sistem itu sendiri.&lt;br /&gt;Secara utuh mungkin paham Marx akan sangat sukar untuk bangkit kembali, namun banyak konsep-konsepnya yang masih sangat relevan untuk digunakan sebagai alat analisis yang baik terhadap gejala-gejala sosial yang terjadi khususnya dalam politik internasional. Menurut Marxis, untuk memahami politik dunia terlebih dahulu harus memahami proses-proses yang terjadi di dalam kapitalisme dunia. Bahkan lebih jaum Marxis berpendapat bahwa efek dari kapitalisme global akan menyebabkan si kaya semakin kaya atas sumbangan dan hasil kerja kaum miskin dan pekerja. Menurut UNDP pada laporannya tahun 1996, kekayaan 358 orang milyuner dunia sama dengan income seluruh penduduk paling miskin dunia yang berjumlah 45% dari populasi penduduk dunia. Dalam bahasa Marx  “Akumulasi kekayaan di salah satu titik pada saat yang sama merupakan akumulasi kesengsaraaan di sisi lainnya”. &lt;br /&gt;Elemen-elemen Esensial dari Teori  Politik Dunia Kaum Marxis&lt;br /&gt;Pemikiran-pemikiran Marx sangatlah banyak dan seringkali berubah seiring waktu. Hal ini menyebabkan banyak pnerus pemikirannya yang memiliki penafsiran yang berbeda-beda bahkan kontradiktif. Banyak pemikir yang mengklaim idenya dikembangkan secara langsung dari ajaran Marx. Dalam hal teori politik dunia setidaknya ada empat aliran utama yang masing-masing memiliki elemen-elemen esensial tersendiri yang memiliki pengaruh tersendiri terhadap sistem politik dunia. Keempat aliaran tersebut adalah teori sistem dunia, paham Gramci, teori kritis, dan Marxisme baru.&lt;br /&gt;Keempat aliran teori tersebut berpendapat bahwa sistem sosial dunia hendaknya dipandang sebagai satu kesatuan. Dalam mempelajari sistem sosial dunia sebagai suatu kesatuan, bagi golongan ini pembagian dalam beberapa bidang disiplin ilmu yaitu sejarah, filsafat, ekonomi, ilmu politik, sosiologi dan hubungan internasional justru tidak mendatangkan suatu manfaat karena satu disiplin ilmu saja tidak akan dapat memahami fenomena yang ada tanpa sudut pandang lainnya. Sistem sosial dunia harus dipandang sebagai suatu kesatuan yang utuh. Dalam ”Magnum Opus” volume satu, Karl Marx menyatakan bahwa, untuk memahami sistem sosial dunia maka secara metodologi dapat dimulai dari hubungan sosial yang paling sederhana kemudian menigkat pada sistem hubungan sosial yang lebih komples dan begitu seterusnya. Namun kebutuhan untuk melakukan operasionalisasi terhadap konsep sistem politik dunia yang total menuntut para ahli teori Marxis untuk malampaui batasan yang merupakan karakteristik disiplin ilmu pengetahuan sosial kontemporer dan membuat suatu pemahaman yang sesuai mengenai dinamika politik dunia. &lt;br /&gt;Elemen pemikiran Marxis lain dalam konteks ini adalah konsep sejarah materialis yang menyatakan bahwa perubahan sejarah yang terjadi tidak lain adalah refleksi dari perkembangan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu perekonomian merupakan motor penggerak bagi perubahan atau perkmbangan masyarakat. Dinamika utama dalam konsep ini adalah hubungan yang terjadi antara tata cara dan sumberdaya produksi (tekhnologi, buruh, dan peralatan) serta relasi organisasi produksi (struktur organisasi, relasi dengan pemerintah, masyarakat). Secara bersama-sama kedua hal ini membentuk dasar bagi perekonomian suatu masyarakat. Seiring dengan tata cara produksi yang berkembang, sebagai contoh dengan adanya kemajuan teknologi, maka akan ada penyesuaian baru terhadap relasi produksi yang selama ini berlaku. Hal ini akan mendorong pada perubahan dasar ekonomi masyarakat dan perubahan sosial. Perubahan dasar perekonomian rakyat akan mengarah pada perubahan peraturan dan superstruktur politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dasar Superstruktur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Kelas memainkan peran utama dalam analisis Marxis. Sebaliknya kaum liberal berpendapat bahwa terdapat hubungan sosial yang harmonis antar berbagai kelompok sosial,Marxis berpendapat bahwa masyarakat terbagi dalam konflik antar kelas. Dalam Comunist Manifesto Marx dan Engel mengatakan bahwa sejarah masyarakat selalu diwarnai dengan konflik antar kelas contohnya seperti borjuis dan proletar. Bagi Marx politik dunia tidak untuk diintepretasikan saja namun untuk dirubah. Marx sangat memperhatikan faktor-faktor pendorong emansipasi. Perhatian Marx ini bukan merupakan suatu jastifikasi terhadap suatu fenomena sosial yang dapat menjadi suatu kepercayaan jangka panjang atau dogma. Namun Marx berpendapat bahwa setiap argumen &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-1070726840942190079?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/1070726840942190079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=1070726840942190079&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/1070726840942190079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/1070726840942190079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2008/01/judul-skripsi-teori-hubungan.html' title='JUDUL SKRIPSI : TEORI HUBUNGAN INTERNASIONAL MARXIS'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472082913571358810.post-7791591090191575530</id><published>2008-01-11T23:58:00.000+07:00</published><updated>2008-01-12T00:06:26.593+07:00</updated><title type='text'>JUDUL SKRIPSI : PROSPEK KEISTIMEWA YOGYAKARTA</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Yogyakarta sebagai salah satu bagian tak terpisahkan dengan Indonesia pada awalnya memang berdiri sebagai sebuah negara kerajaan yang mengacu pada sistim kekuasaan absolut. Akan tetapi sistim monarkhi absolut itu justru diubah sendiri oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjadi sistim aristokrat demokrasi (demokrasi elitis), yaitu perpaduan model demokrasi musyawarah mufakat dengan tetap mengacu dan menghormati hak – hak asal usul daerah yang terdiri dari daerah Kasultanan Yogyakarta dan daerah Paku Alaman.&lt;br /&gt;Model Demokrasi Budaya ini merupakan salah satu mozaik unik dalam khasanah politik Nusantara yang dirangkum dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. Indonesia adalah negara kebangsaan ”a nation state” dan bukan negara kekuasaan ”a power state” oleh karenanya founding-fathers memberikan peluang tumbuh-kembangnya budaya demokrasi model semacam ini, artinya pemaksaan pilihan langsung terhadap kepala daerah propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai ranah politik dan budaya merupakan suatu hal yang sangat tidak demokratis.&lt;br /&gt;Memahami pemikiran Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagaimana tertuang dalam amanat Tahta Untuk Rakyat, tersirat kehendak tetap lestarinya masa depan Kasultanan Yogyakarta sebagaimana telah berjalan ratusan tahun masa silam, oleh karena itu dibalik Maklumat 5 September 1945 dan Maklumat &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;30 Oktober 1945 seolah – olah mengisyaratkan demokrasi budaya sebagai pilihan, karena:&lt;br /&gt;1. Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Paku Alaman harus tetap eksis dalam menjaga tradisi dan peradaban budaya bangsa demi tetap tegaknya Indonesia&lt;br /&gt;2. Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Paku Alaman harus mampu melahirkan penerus dinasti yang kualitatif dan memenuhi syarat sebagai gubernur dan wakil gubernur karena akan menjadi sumber reqruitment dalam demokrasi budaya.&lt;br /&gt;3. Masyarakat melalui DPRD dan Pemerintah Pusat melalui Presiden harus mampu menetapkan sosok seorang gubernur dan wakil gubernur yang identik dengan kedudukan sebagai Sultan dan seorang Adipati.&lt;br /&gt;4. Ada keinginan untuk menjaga kedua institusi secara seimbang (balance), baik institusi budaya (kraton) maupun institusi politik (pem-prop) dalam satu eksistensi.&lt;br /&gt;Berdasarkan hal diatas maka Rancangan Keistimewaan Yogyakarta meliputi tiga hal yaitu istimewa dalam hal pemerintahan (pasal 17), bidang pertanahan (pasal 10), dan bidang budaya (pasal 6 dan 7).  Khusus menilik mengenai bidang pemerintahan maka perlu dicermati pula bahwa bagaimana suksesi seorang raja maupun seorang adipati yang juga menjadi kepala pemerintahan di Yogyakarta selalu ditunjuk secara langsung oleh raja maupun adipati yang berkuasa saat itu. Hal ini sesuai dengan sistim pemerintahan monarkhi absolut yang dianut Yogya bahwa seorang raja memiliki otoritas penuh untuk menentukan siapa penggantinya. &lt;br /&gt;Hal ini harus diperhatikan bahwa jika RUUK tersebut benar-benar diimplemantasikan, Yogyakarta akan kembali pada masyarakat Jawa tradisional yang menempatkan keraton sebagai pusat dari segala-galanya. Satu hal harus disadari adalah Yogyakarta telah mengalami perubahan demikian pesat. Masyarakat Yogyakarta hari ini tentu tidak lagi dapat dilihat sebagai satu kesatuan homogen yang masih memegang kuat tradisi dan nilai-nilai masyarakat Jawa masa lalu. Berbagai suku di Indonesia, mungkin juga dunia hari ini bermukim di Yogyakarta. Mereka hidup dan menghidupi Yogyakarta dengan cara dan nilai yang dipegangnya masing-masing. Dengan demikian sulit juga untuk mengatakan siapa sebenarnya yang sekarang ini dapat disebut sebagai aseli wong Yogya.&lt;br /&gt;Pluralisme demikian selain sebagai sebuah kekayaan, apabila tidak dikelola dengan baik dia dapat menjadi potensi konflik yang mengancam. Tingkat persaingan hidup yang semakin ketat pasti akan memunculkan perlombaan dalam merebut akses ekonomi politik yang ada. Hal tersebut apabila tidak segera diantisipasi melalui perangkat perundangan yang benar-benar adil, tidak menutup kemungkinan akan memunculkan segregasi sosial dalam bentuk kemiskinan, ketimpangan sosial, maraknya kriminalisme dan premanisme dan lain sebagainya yang menjadi ancaman kohesi sosial masyarakat Yogyakarta. &lt;br /&gt;Untuk itulah RUUK seharusnya dapat ditinjau dengan seksama apakah akan menjawap perubahan yang sekarang terjadi di Yogyakarta dan mendatangkan lebih banyak kesehjateraan bagi masyarakatnya ataukah hanya menjadi penegak bagi hegemoni kekuasaan keraton saja yang mengatasnamakan nilai historis dan kultural. Jika piliha terakhir yang diambil maka terjadilah sebuah akumulasi atau proses demokratisasi dengan pendekatan politik demi menyelamatkan kepentingan budaya dimasa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landasan Historis dan Kultural Keistimewaaan Yogyakarta&lt;br /&gt;Harus diakui bahwa sebagian masyarakat Yogyakarta sendiri kurang mengetahui mengapa DIY memiliki hak-hak khusus yang membedakannya dengan propinsi lain di Indonesia. Pandangan ini pada akhirnya akan menggugat eksistensi DIY, atau dengan kata lain, hak-hak asal usul yang dimiliki oleh DIY akan hilang, sementara UUD 1945 secara eksplisit justru mengakui dan menjamin keberlangsungan hak-hak asal usul dalam daerah yang bersifat istimewa. &lt;br /&gt;Oleh karena itu seharusnya orang Yogyakarta sendiri harus diingatkan pada makna dan latar belakang historis. Memang patut dimaklumi, keberadaan DIY yang merupakan bagian integral dari NKRI sering mengundang kecemburuan daerah-daerah di sekitarnya. Hal ini tidak terlepas dari adanya hak-hak istimewa yang dimiliki DIY seperti dalam hal pengangkatan Kepala Daerah, bidang pertanahan, dan sebagainya. Dalam berbagai bidang tadi, terdapat kesan seolah-olah DIY memiliki legitimasi untuk “berbeda”. Pada dasarnya, terbentuknya Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Paku Alaman menjadi Daerah Istimewa Yogyakarta disebabkan oleh dua faktor pokok, yaitu hak asal-usul dan susunan asli, serta peran historis dalam perjuangan kemerdekaan RI. &lt;br /&gt;Mengenai hal asal-usul dan susunan asli ini, pasal 18 UUD 1945 secara tegas menyebutkan sebagai berikut : "..... dengan memandang dan mengingati dasar permusyawaratan dalam sistem pemerintahan negara, dan hak asal-usul dalam daerah-daerah yang bersifat istimewa". Ini berarti bahwa UUD 1945 mengakui kenyataan historis bahwa sebelum proklamasi kemerdekaan, di Indonesia sudah terdapat daerah-daerah Swapraja yang memiliki berbagai hak dan wewenang dalam penyelenggaraan berbagai urusan di daerahnya. &lt;br /&gt;Selanjutnya dalam penjelasan pasal 18 disebutkan bahwa : “Oleh karena Negara Indonesia itu adalah eenheidstaat, maka Indonesia tak mempunyai daerah dalam lingkungannya yang bersifat staat juga … Dalam teritoir Negara Indonesia terdapat 250 Zelfbestuurende-landschappen … daerah-daerah itu mempunyai susunan yang asli, dan oleh karenanya dapat dianggap sebagai daerah yang bersifat istimewa. Berdasarkan ketentuan itu, secara teoritis dalam Daerah Istimewa terdapat dua macam hak, yaitu hak yang telah dimiliki sejak semula (hak yang bersifat autochtoon) atau hak yang telah dimiliki sejak sebelum daerah itu merupakan bagian dari Negara Indonesia, dan hak yang dimiliki berdasarkan pemberian pemerintah. Perwujudan dari hak-hak asal-usul atau yang bersifat autochtoon itu bisa bermacam-macam. Hak itu dapat berupa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472082913571358810-7791591090191575530?l=skripsi-konsultasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/feeds/7791591090191575530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472082913571358810&amp;postID=7791591090191575530&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/7791591090191575530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472082913571358810/posts/default/7791591090191575530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/2008/01/judul-skripsi-prospek-keistimewa.html' title='JUDUL SKRIPSI : PROSPEK KEISTIMEWA YOGYAKARTA'/><author><name>Konsultasi-Skripsi-Tesis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16298584270612151391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
