Rabu, 27 November 2019

Aspek-aspek Kecemasan (skripsi dan tesis)


Deffenbacher & Hazaleus (dalam Ghufron & Risnawita 2011: 143)
mengemukakan bahwa sumber penyebab kecemasan, meliputi hal-hal
dibawah ini sebagai berikut:
1. Kekhawatiran (worry) merupakan pikiran negatif tentang dirinya
sendiri, seperti perasaan negatif bahwa ia lebih jelek dibandingkan
dengan teman-temannya.
2. Emosionalitas (imosionality) sebagai reaksi diri terhadap rangsangan
saraf otonomi, seperti jantung berdebar-debar, keringan dingin, dan
tegang.
3. Gangguan dan hambatan dalam menyelesaikan tugas (task generated
interference) merupakan kecenderungan yang dialami seseorang yang
selalu tertekan karena pemikiran yang rasional terhadap tugas.
Shah (dalam Ghufron & Risnawita 2011: 144), membagi kecemasan
menjadi tiga komponen, yaitu diantaranya:
1. Komponen fisik meliputi pusing, sakit perut, tangan berkeringat, perut
mual, mulut kering, grogi, dan lain-lain.
2. Emosional yaitu perasaan panik dan takut.
3. Mental atau kognitif yaitu berupa gangguan perhatian dan memori,
kekahwatiran, ketidakteraturan dalam berpikir, dan bingung.
Menurut Trismiati (2004) Manifestasi kecemasan terwujud dari empat
hal, yaitu sebagai berikut:
1. Manifestasi kognitif
Yang terwujud dalam pikiran seseorang, seringkali memikirkan
tentang malapetaka atau kejadian buruk yang akan terjadi.
2. Perilaku motorik
Kecemasan seseorang terwujud dalam gerakan tidak menentu seperti
gemetar.
3. Perubahan somatik
Muncul dalam keadaan mulut kering, tangan dan kaki dingin, diare,
sering kencing, ketegangan otot, peningkatan tekanan darah, dan lainlain.
Hampir semua penderita kecemasan menunjukkan detak jantung,
4. Afektif
Diwujudkan dalam perasaan gelisah, dan perasaan tegang yang
berlebihan.

Tidak ada komentar: