Selasa, 02 Juli 2019

Dampak Obesitas (skripsi dan tesis)


          2.7.1  Dampak Klinis
Damayanti ( 2002 ) mengatakan anak gemuk cenderung mengalami peningkatan tekanan darah, denyut jantung serta keluaran jantung dibandingkan anak normal seusianya.Hipertensi ditemukan pada 20 – 30% anak gemuk. Diabetes Melitus tipe 2 ( NIDDM ) jarang ditemukan pada anak gemuk tetapi hiperinsulinemia dan intoleransi glukosa hamper selalu ditemukan pada morbid obese.
Obstructive sleep apnea sering dijumpai pada penderita obesitas ( 1/ 100 obesitas anak ), gejalanya mulai dari mengorok sampai mengompol ( sering kali diduga akibat NIDDM atau dieresis osmotic ). Penyebabnya adalah penebalan jaringan lemak di daerah faringeal yang diperberat oleh adanya hipertrofi adenotonsilar.Obstruksi saluran nafas intermiten di malam hari menyebabkan tidur gelisah serta menurunkan oksigenasi.Sebagai kompensasi anak cenderung mengantuk keesokan harinya dan hipoventilasi.
Kegemukan menyebabkan kerentanan terhadap kelainan kulit khususnya di daerah lipatan. Kelainan ini termasuk ruam panas, intertrigo, dermatitis moniliasis, dan acanthosis nigricans ( kondisi yang merupakan tanda hipersensitivitas insulin ). Sebagai tambahan jerawat dapat muncul dan dapat memperburuk persepsi diri si anak.
        
          2.7.2  Dampak Psikososial
Damayanti ( 2002 ) mengatakan anak obesitas umumnya jarang bermain dengan teman sebayanya, cenderung menyendiri, tidak diikutsertakan dalam permainan serta canggung atau menarik diri dari kontak sosial. Masalah psikososial ini disebabkan oleh faktor internal, yaitu depresi, kurang percaya diri, persepsi diri yang negatif, maupun rendah diri karena selalu menjadi bahan ejekan teman – temannya.Faktor eksternal juga berpengaruh besar karena sejak dini lingkungan menilai orang gemuk sebagai orang yang malas, bodoh, dan lamban.

          2.7.3  Dampak Ekonomi
Ada tiga jenis ongkos yang disebabkan oleh obesitas. Pertama ongkos langsung( direct cost ), termasuk di dalamnya ongkos untuk pengobatan ayau terapi obesitas. Kedua ongkos yang tidak dapat diraba ( intangible cost), yaitu ongkos yang ada karena dampak obesitas pada hidup secara umum dan khususnya pada aspek kesehatan. Ketiga ongkos tidak langsung ( indirect cost ), termasuk di dalamnya ialah absentisme anak masuk ke sekolah atau kegiatan lainnya ( WHO, 2002 ).
Hui ( 1985 ) mengatakan bahwa orang dengan obesitas harus mengeluarkan biaya yang besar untuk kehidupannya seperti pakaian, makanan dan bahkan furnitureserta biaya transportasi yang berbeda dengan orang yang tidak obesitas.

Tidak ada komentar: